Switch Alpha 12: Notebook 2-in-1 Superb Teman Multitaskingku

Sebagai ibu, mau tidak mau, saya dituntut multitasking.
Akhirnya ketika anak pertama saya berusia dua tahun, menjadi dosen merupakan pilihan profesi yang paling memungkinkan.
Sayang kan, ayah saya sudah capek-capek membiayai untuk jadi insinyur dari perguruan tinggi terkenal, tetapi tidak mengamalkan ilmunya. Di sisi lain, kerja di kantor konsultan bukan pilihan juga, tidak tega meninggalkan keluarga seharian.

Awal menjadi dosen di tahun 1980-an belum lazim memakai komputer untuk menyiapkan materi kuliah. Waktu itu saya mempunyai buku catatan materi kuliah yang merupakan rangkuman dari berbagai sumber. Pada waktu kuliah, saya menyampaikannya dengan menuliskan di white board, atau papan tulis dengan kapur.

Awal tahun 1990-an saya melanjutkan pendidikan ke magister teknik, dan komputer mulai menjadi bagian dari perangkat elektronik di rumah, dan alat bantu mengerjakan tugas-tugas. Belum ada Windows, adanya WS4, dengan floppy disc ukuran 5.4".
Printer pun masih memakai dot matrix yang bunyi krek-kreknya di jam dua pagi, bisa membangunkan tetangga.
Spek komputer PC berganti-ganti, sangat tergantung dengan DOS, entah apa itu, saya belum mengerti sampai sekarang.
Pokoknya setiap ada update spesifikasi komputer, di rumah berusaha mengikuti perkembangan zaman. Begitu pula ketika dikembangkannya Windows 95, kami pun ikut-ikutan ganti komputer.
Iya, ganti. Tidak mungkin hanya mengganti salah satu elemen, karena semuanya berkaitan.

Pada suatu hari, saya hadir di sebuah acara seminar di gedung Telkom, jalan Japati Bandung.
Acaranya adalah launching sebuah provider internet, promonya, pertama kali di Bandung.
Agak lupa yang dijelaskan apa, tetapi waktu itu untuk menyambung ke internet harus faham betul caranya.
Lepas dari saya kurang faham atau tidak, pokoknya saya mendapatkan hadiah utama door prize di akhir acara.
Hadiahnya, modem!
Modem merk Toshiba, dengen kecepatan 28.8 Kb.
Itulah hari dimana keluarga kami berkenalan dengan internet.

Tentu saja dengan adaanya internet, meringankan saya mencari materi untuk bahan kuliah.
Walaupun demikian dalam mempresentasikan materi kuliah saya tetap harus menyiapkannya dalam bentuk hard copy.
Waktu itu zamannya OHP, over head projector.
Materi kuliah harus dipindahkan dulu ke plastik transparan khusus supaya bisa diproyeksikan ke layar.
Ada yang ditulis atau gambar manual, bisa juga difotokopi ke plastik transparan.
Biasanya tidak semua tempat fotokopi bagus hasilnya, ada yang plastiknya malah macet di dalam mesin fotocopy.

Mungkin baru tahun 2000-an saya mulai menggunakan laptop sebagai pengganti PC.
Kampus-kampus pun mulai mengganti OHP dengan LCD, sehingga dosen tinggal menjelaskan materi kuliah langsung dari laptop.
Tentu saja laptop zaman itu, selain berat, besar, 14" atau 15", dan spesifikasinya tidak secepat sekarang.
Modemnya pun masih modem external, belum modem internal yang menjadi satu dengan laptop.
Laptop saya berganti-ganti merk, ukuran dan spesifikasinya, dan di tahun 2016 ini saya memakai laptop ukuran 12" dengan spesifikasi Intel Celeron dan RAM 2 GB.

Membaca adanya lomba blog "Switchable Me Story Competition" yang diselenggarakan oleh Acer, saya jadi mempelajari spesifikasi Acer Switch Alpha 12. Wah, keren nih, bisa sangat membantu kesibukan saya.
Kegiatan sehari-hari saya cocok banget dengan gaya hidup 'Switchable Me' yang bisa menggabungkan antara profesi, hobby dan passsion saya.
Begini nih kegiatan saya yang multitasking:

DOSEN

dosen

Bidang keilmuan utama saya Teknik Arsitektur.
Saya memerlukan amat banyak gambar dan foto untuk mendukung materi kuliah. Bisa saja contoh-contoh karya arsitek tertentu, update gaya arsitektur, foto-foto bangunan, desain lansekap, desain interior, bahkan foto suasana kota.
Ada yang saya siapkan sendiri, ada pula yang saya unduh dari website.
Tentu saja gambar maupun foto tersebut harus dengan ketajaman yang prima.
Acer Switch Alpha 12 memenuhi syarat banget, karena didukung spesifikasi Screen 12" resolusi tinggi, yaitu QHD (2160 X 1440) 3:2 IPS, dan Graphics: Intel® HD Graphics 520.

Performa Kencang Didukung Fitur Terdepan

thumbnail-6-600x397
sumber: http://www.acerid.com/

Kadang-kadang saya mendesain juga atau ikut proyek bersama teman. Kalau dulu membuat sketsa secara manual, sekarang dengan bantuan software menjadi lebih cepat.
Nah, ternyata Switch Alpha 12 dilengkapi dengan stylus pen yang mampu mendeteksi sensor pada layar secara presisi. Artinya saya bisa edit gambar melalui Sketchup maupun Photoshop secara langsung deh.

hani2-copy

Acer Active Stylus Pen

10164a33a5c7d3e16b7df6a1228d999c30fc916cd2c5b6aa7bpimgpsh_fullsize_distr-600x318
sumber: http://www.acerid.com/

Tugas dosen selain mengajar juga diwajibkan melakukan penelitian. Mau tidak mau saya harus update berbagai penelitian sejenis, mencari jurnal-jurnal di berbagai website, dan bergabung dengan berbagai komunitas riset.
Adakalanya penelitian dilakukan dalam tim, untuk itu saya harus berbagi data dengan anggota tim lain, bukan?
Switch Alpha 12 sudah dilengkapi dengan standar USB terbaru, USB 3.1 type-C™, yang memiliki port bolak-balik sehingga praktis dan tidak ribet.
Apalagi transfer datanya bisa mencapai 5 Gbps...wush...wush...

The Perfect Port

switch-alpha-12_features_ksp_02_large
sumber: https://www.acer.com

Sebagai notebook hybrid 2 in 1 yang powerful, Switch Alpha 12 akan memudahkan saya mempresentasikan materi kuliah maupun penelitian saya. Keyboard dockingnya dilengkapi engsel magnetik sehingga memungkinkan perangkat ini diswitch menjadi notebook atau tablet dengan mudah.
Sepertinya bisa tuh notebook ini disambungkan ke LCD di kampus.
Selain itu walaupun keyboardnya tipis, telah dilengkapi dengan backlit, sehingga tidak ada kesulitan memakai keyboard ini di tempat dengan penerangan minim.
Berat Acer Switch Alpha 12 yang hanya 1.25 kg, saya percaya bisa merupakan teman setia yang ringkas dimasukkan ke dalam tas.

Backlit Light

98ac221a545e32dc832441d45fb093ea995f627ff61b815f03pimgpsh_fullsize_distr-600x318

PENULIS
Sejak tahun 2013 saya mulai menulis buku.
Ada buku populer, ada pula buku yang berkaitan dengan bidang keilmuan saya.
Sebelum menulis buku, pastilah saya harus melakukan penelitian tentang tema dan materi sejenis. Sumber paling mudah sekarang ini adalah berselancar ke dunia maya dong.
Selain itu, dengan bentuk notebooknya yang ringan saya bisa menulisnya dimana saja.
Apalagi, notebook ini bisa dilepas dari keyboardnya dan diswitch menjadi tablet.

Portable and Versatile

switch-alpha-12_overview_features_large
sumber: https://www.acer.com

Tuh kan, saya tidak harus ndekluk depan meja. Bisa di sofa sambil selonjoran.
Seringkali dengan berganti tempat dan suasana baru, proses penulisan justru lebih lancar.
Jangan khawatir, saya tidak harus duduk dekat dengan stop kontak, khawatir notebook Acer Switch Alpha 12 kehabisan daya.
Notebook ini irit daya banget, berkat adanya fanless yang membantu menghemat baterai.
Fanless artinya ya, notebook ini tanpa kipas pendingin.
Digantikan oleh teknologi LiquidLoop™, sebuah pipa kecil berisi cairan berfungsi mendinginkan prosesor.

Sistem Pendingin Tanpa Kipas

1-600x318
sumber: http://www.acerid.com/

PIANO
Sempat menjadi instruktur piano klasik hampir 19 tahun, membuat saya sering mencari lagu-lagu yang enak didengar, mengunduh partiturnya dari beberapa website, atau mencari buku-buku yang dijual online, dan mencoba memainkannya.
Ada ribuan lagu, ada ratusan komposer dari seluruh dunia, rasanya tidak habis-habis untuk mencobanya satu-satu.
Sehingga hobby ini masih saya geluti hingga sekarang, untuk menghilangkan kejenuhan menulis buku atau lelah mengajar.
Layar tab Acer Switch Alpha 12 cukup lebar, maka tab ini bisa saya letakkan langsung di standar buku di piano.
Ibaratnya tab ini pengganti buku piano.
Seru kan.

girl-playing-piano-while-reading-sheet-music-from-her-tablet_1232-362
sumber: http://img.freepik.com/

Switchable Me saya yang lain adalah, beberapa kali saya membantu membuat slide presentasi untuk sebuah konser piano.
Slidenya harus disesuaikan durasinya dengan sebuah lagu, yang akan dimainkan secara live.
Dalam hal ini saya harus mencari gambar dan foto yang sesuai dengan tema lagu, menyusunnya, merekam lagu yang dimainkan secara live supaya diperoleh ancer-ancer durasi
Barulah menyusunnya dalam bentuk slide animasi.

Nah, dengan Processor: Intel i3-6100U (dual 2.3Ghz), i5-6200U (dual 2.3 - 2.8Ghz), i7-6500U (dual 2.5 - 3.1Ghz)
RAM: 4 - 8GB dan storage: 128GB - 512GB, mengerjakan animasi bisa lancar jaya deh.

piano

NGE-MC
Jangan bayangkan saya nge-MC seperti laiknya master ceremony atau host sebuah acara TV.
MC ini singkatan dari 'momong cucu'.
Kadang-kadang saya mengasuh cucu pertama saya, dan dia suka sekali menonton acara animasi dari Youtube.
Sebetulnya kami sangat membatasi cucu saya ini terpapar dengan menonton dari TV, komputer, maupun tablet.
Apa mau dikata, cara pamungkas menonton acara dari tab, merupakan cara ampuh agar dia mau makan dengan cepat.
Ternyata layar tablet Acer Switch Alpha 12 dilengkapi dengan fitur BlueLight Shield, sebuah inovasi canggih yang bisa melindungi mata dari emisi cahaya biru dari layar tablet. Hal yang sangat kami jaga demi menjaga kesehatan mata cucu kami.
Posisi layarnya pun dapat disesuaikan dengan berbagai sudut supaya tetap terasa nyaman, karena dilengkapi dengan kickstand yang bisa dimiringkan hingga 165 derajat.

Desain Ramping dan Fleksibel

acer_switch_alpha_12-photogallery-03
sumber: https://static.acer.com

Ohya, saya belum cerita ya, kalau saya juga punya blog. Nichenya lifestyle sih, salah satu kategorinya tentang parenting. Terutama menceritakan tumbuh kembang cucu saya itu. Di waktu senggang saya, saya sering berselancar mencari berbagai kemungkinan membuat sendiri alat peraga, misalnya sensory board atau sensory book.
So pasti, saya bisa browsing kapan saja melalui tablet Switch Alpha 12 tersebut.

bara

TRAVELLING
Sejak enam tahun terakhir ini, ketika anak-anak saya sudah dewasa, hampir setiap tahun saya travelling ke tempat-tempat indah, di Indonesia atau ke luar negeri. Kadang bersama teman kuliah, bersama suami atau mengawal study tour mahasiswa.
Kami seringnya merencanakan atau membuat sendiri itinerary, termasuk perincian biaya, kemudian didiskusikan secara online dengan teman-teman. Dengan membuat sendiri perincian, biaya lebih bisa ditekan. Sedangkan daerah tujuan wisata bisa dipilih yang diinginkan oleh grup kami saja.

travel
Keunikan Acer Switch Alpha 12 karena layarnya lebar, memudahkan membuat spreadsheet anggaran, mempelajari peta daerah tujuan, dan tentu saja bisa update instagram dong. Ada kameranya 5 MP nya pula, sehingga bisa jeprat-jepret setiap saat.

Nah, banyak kan yang bisa saya lakukan bila saya memiliki Switch Alpha 12 ini.
Berminat juga?


Tunggu apa lagi?

Ikut saja “Switchable Me Story Competition” yang akan berlangsung mulai dari 1 November – 5 Desember 2016.
Atau segeralah hubungi dealer terdekat, di bawah ini:

 

acer

 

acer-switchable-me-story-competition

Artikel ini diikutsertakan pada “Acer Switchable Me: Profesi dan Hobi yang Didukung oleh Acer Switch Alpha 12, Notebook 2in1 yang Powerful dan Fanless

Continue Reading

Memilih Baby & Toddler Class

picsart_11-29-10-30-07Baby & Toddler Class? Apa pula itu?
Apakah yang dimaksud dengan ‘class’ adalah kelas, seperti halnya kelas di sekolah?
Bila anak-anak usia sekolah, usia 7 tahun keatas umumnya memang perlu disekolahkan.
Maka seberapa perlukah anak-anak di bawah usia 1 tahun (baby) dan usia hingga 5 tahun (toddler) dikenalkan dengan baby & toddler class?

Continue Reading

The Geography of Faith-Pencarian Tuhan di Tempat-tempat Paling Religius di Dunia dari Tibet sampai Yerusalem

Ketika membuka paket dari Penerbit Mizan dan membaca judulnya “The Geography of Faith-Pencarian Tuhan di Tempat-tempat Paling Religius di Dunia dari Tibet sampai Yerusalem”, reaksi saya antara senang banget dan berat banget.
Senang banget, dipercaya Mizan untuk mereview sebuah buku.
Iya berat, soalnya bukunya setebal 500 halaman.
Tapi bersyukur banget juga, karena momennya tepat banget dengan kondisi bangsa Indonesia sekarang, yang sedang diuji tentang masalah yang mirip.

Continue Reading

#UsiaCantik itu Produktif dan Mandiri

ibu-copy1Mengenang Ibu Moeljati A. Abdoellah, di #UsiaCantik beliau, 45 tahun.
Ibu yang mengajarkan saya menjadi perempuan mandiri.

Waktu saya remaja, saya tidak merasa cantik.
Bagaimana mungkin? Wajah saya berjerawat. Penuh. Merah-merah.
Olok-oloknya, jerawat saya verdiping alias bertingkat.
Berkat ayah saya yang punya kenalan dokter kulit, saya akhirnya berkenalan dengan acne treatment.
Ibu saya yang ikut risau membawa saya ke salon kecantikan untuk perawatan wajah.
Jerawat saya dipencetin satu-satu. Padahal jerawat bernanah yang kalau di masa sekarang justru pantang untuk dipencetin.
Apa daya wajah saya jadi bolong-bolong karena bekas-bekas jerawat, berminyak dan berpori besar.

Continue Reading