Meningkatkan Potensi Diri melalui Komunitas Media Sosial


blog competition, lifestyle / Rabu, Februari 22nd, 2017
neon

Facebook merupakan media sosial pertama yang saya buat akunnya.
Jujur, awalnya saya buka akun FB tersebut ingin mencari teman-teman sekolah dulu, teman satu kos, dan stalking alias membuntuti anak-anak saya.
Awalnya anak-anak kaget, ortunya ikut-ikut membuat akun FB dan agak jengkel takut saya ikuti dan intip timelinenya.
Memang saya akhirnya dapat menemukan teman-teman SMP atau SMA di langit, bahkan teman sekamar kos zaman kuliah dulu.
Facebookan menjadi tempat mengasyikan karena dapat berkomunikasi dengan teman-teman serta bernostalgia. Kami pun berkirim foto-foto masa lalu.
Saya jadi sibuk scan dan ubek-ubek foto-foto masa sekolah.
Anak-anak pun lupa dan tidak curiga lagi saya ikuti, karena tahu ibunya sibuk sendiri.
Akibat asyik facebookan saya jadi agak menelantarkan blog saya.

Pada suatu hari gara-gara blogwalking ke salah satu blog, saya menemukan komunitas yang namanya IIDN.
Komunitas IIDN adalah singkatan dari Ibu-ibu Doyan Nulis, yang mempunyai grup Facebook IIDN Interaktif dan saya pun mendaftar menjadi anggota grup tersebut.
Ternyata pada saat bersamaan IIDN akan membuka kelas menulis buku secara offline dan online.
Dalam paparannya, program menulis buku ini menjanjikan pesertanya dapat menerbitkan buku dalam waktu tiga bulan.
Menulis buku?
Asyik juga nih.
Saya memang sedang mencari kegiatan yang tidak banyak keluar rumah, syukur-syukur dapat menghasilkan.
Lalu-lintas yang padat dan semrawut serta macet, akhir-akhir ini membuat saya lelah bepergian kesana-kemari.
Apa yang saya cari bak pucuk dicinta ulam tiba.

Menjadi Penulis Buku Berkat Medsos

Singkat cerita, saya memang mendaftar ke program penulisan buku tersebut, kebetulan lokasinya di kota Bandung juga.
Tadinya saya ingin ikut kelas online saja, supaya tidak harus keluar rumah.
Tetapi akhirnya saya memutuskan ikut kelas offline, sekalian bersilaturahmi dengan peserta lain.
Program saya ikuti dengan tertib, tata muka saya jalani setiap Sabtu.
Tugas dan arahan menulis buku dibimbing oleh mentor-mentor sebanyak empat orang.
Istimewanya, mentor-mentor tersebut merupakan ibu-ibu dan tidak seluruhnya berdomisili di Bandung.
Dari keempat mentor tersebut, seorang di Bandung, seorang di Pangalengan yang menyempatkan hadir ke Bandung, seorang di Amerika, dan seorang di Johor-Malaysia.

Bagaimana cara kami berkomunikasi?
Program penulisan ini memang terbagi dua, kelas offline dan online.
Bagi peserta kelas online berkomunikasinya melalui grup FB tertutup.
Artinya hanya peserta saja yang bisa mengakses ke grup ini.
Komunikasinya melalui slide yang ditayangkan.
Nanti para peserta bertanya di bawah setiap slide yang ditayangkan.
Ada tata caranya berkomunikasi seperti ini.
Peserta hanya boleh bertanya setelah mentor selesai memaparkan materinya.
Bila peserta tidak sabar dan langsung bertanya silih berganti, maka informasi jadi tumpang-tindih.
Karena Facebook akan selalu menayangkan tulisan terakhir di timeline.
Slide pertama yang telah lewat disampaikan, dan peserta terlambat bertanya, akan muncul kembali.
Padahal paparan sudah sampai pada slide ke sepuluh.
Sesekali kami pun berkomunikasi melalui Webinar secara realtime.
Bayangkan, padahal mentor-mentornya kan dari berbagai belahan dunia, yang perbedaan waktunya bisa sampai 12 jam.
Di akhir pelatihan, naskah buku saya setebal 137 halaman ukuran A4 selesai tepat waktu, yaitu tiga bulan.
Naskah tersebut oleh komunitas ditawarkan ke penerbit dan ternyata diterima oleh Elexmedia Komputindo, sebuah penerbit major, anggota grup Gramedia.
Setelah melalui tahap editing dan beberapa kali revisi, naskah buku saya akhirnya diterbitkan.

 

blog-medsos

Masih ada beberapa kali saya ikut komunitas yang berbeda untuk mengasah potensi saya sebagai penulis.
Tidak semuanya berhasil saya eksekusi.
Misalnya saya pernah ikut komunitas menulis buku anak dan ikut pelatihan onlinenya juga.
Tetapi saya ternyata belum mampu menulis buku anak.
Pernah ikut pelatihan dan diberi kisi-kisi bagaimana menjadi penulis hantu, atau ghostwriter.
Ternyata suatu kali saya mendapat kesempatan untuk menulis sebagai ghostwriter, saya kesulitan memposisikan diri sebagai tokoh yang akan saya tulis biografinya.
Ghostwriter adalah penulis yang memposisikan diri sebagai orang lain yang seolah menulis atas nama sendiri.
Sampai sekarang saya baru bisa menulis buku nonfiksi, buku parenting, dan buku interior atau arsitektur sesuai dengan latarbelakang keilmuan saya.

Ngeblog juga Menulis

Kira-kira tahun lalu saya mulai aktif menulis blog lagi.
Saya mempunyai beberapa blog yang semuanya masih free template blog. Saya pun mulai memberanikan diri membuat blog berbasis top level domain.
Sebetulnya tujuannya supaya saya bisa lebih eksis sebagai penulis.
Itu sebabnya nama blog saya sama dengan nama pena.
Saya memang sudah menerbitkan beberapa buku, tetapi royalty yang saya peroleh belum secerah Raditya Di atau Tere Liye.
Oleh sebab itu banyak informasi bahwa sekarang penulis buku juga dituntut harus bisa mempromosikan bukunya.
Antara lain melalui media sosial.
Saya pun membuat akun Twiter, Instagram, Goggle+ dan Path.
Penerbit pun sekarang menanyakan kepada penulis yang mengirimkan naskahnya, berapa follower Twiter, Instagram, dan akun media sosial lainnya.
Saya yang tadinya tidak hirau dengan pentingnya medsos, terpaksa harus aktif.
Media sosial sekarang menjadi alat untuk marketing.

Media sosial ternyata efek positifnya banyak, asal kita terlibat dalam komunitas yang positif.
Bagaimana caranya supaya kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab di media sosial?

Tips Aman Bermedia Sosial

1. Bila akan membuat beberapa akun media sosial, usahakan memakai nama yang mirip satu sama lain.
2. Bulatkan niat bahwa akun media sosial yang dibuat hanya untuk menebar kebaikan.
3. Hindari berpolemik dan beradu argumen di media sosial. Bahasa yang tersirat bisa berbeda dengan bahasa tersurat.
4. Pergunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
5. Hati-hati meneruskan informasi atau share sesuatu. Cari informasiĀ lebih dalam informasi tersebut, supaya tidak keliru share.
6. Hati-hati mengunggah foto. Sekali foto tersebut beredar di langit, dia akan beredar selamanya. Walaupun kita sudah menghapusnya dari file kita.
7. Dilarang keras copy paste artikel atau foto tanpa menyebutkan sumber aslinya.

Selamat berselancar dan bermedia sosial dengan santun!

Be a Man on Social Media

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Taruna Ngeblog First Anniversary

twittergoogle_pluspinteresttumblr

10 Replies to “Meningkatkan Potensi Diri melalui Komunitas Media Sosial”

    1. Betul. Kalau telaten bisa memperoleh manfaat banyak. Sok atuh baca buku saya. Pesan ke saya langsung bisa koq. Ditunggu pesanannya…Eh…tuh kan medsos buat jualan…Makasih ya udh berkunjung.

  1. Aku banyak banget merasakan manfaat dari bersosialisasi di medsos. Aku Ikut IIDN, komunitas blogger, hingga bikin komunitas parenting. Dari medsos aku dapat sahabat-sahabat yang menyenangkan dan mencerahkan, menambah ilmu, dan medsos juga menjadi sarana menebar kebaikan.

    Bisa jalan-jalan ke Amerika hanya dengan modal tiket pesawat doang, sungguh pengalaman yg tak terlupakan.. semua karena silaturrahmi yang berawal dari medsos.. Kegiatan selama di amrik, mengunjungi Los Angeles, Detroit, Geneva New York State dan balik ke LA lagi difasilitasi oleh teman-teman yang disana, yang kenalannya dari medsos juga. Alhamdulillah…

    Kiatnya, apa yang kita tulis di medsos adalah personal branding kita, maka tulis, bagikan dan terbarkan hanya kebaikan saja. Insya Allah yang kembali pada kita juga berupa kebaikan.

  2. Kalau saya, media sosial yang pertama saya buat itu kalau nggak salah friendster mbak. Itu pas SMP kayanya. Banyak sekali ya mbak manfaat jika bergabung disebuah komunitas jika kita bisa memaksimalkannya.

  3. Pengalaman yang luar biasa sampai bisa menjadi penulis ya mba. Semoga itu dapat memotivasi saya untuk tetap belajar ingin menjadi penulis meskpun bukan penulis besar, setidaknya saya bisa mengekpresikan diri. Terima kasih telah memberikan pencerahan untuk saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *