do-it-yourself, kesehatan, lifestyle

Membuat Sendiri Sensory Board Aman untuk Balita

sensory board

 

Sebagian besar dunia anak-anak adalah dunia bermain. Bahkan sejak bayi, kala si Kecil sudah bisa mengenali wajah ibunya, wajah ibunya lah yang menjadi media untuk bermain. Coba saja, dengan hanya memainkan mimik wajah ibu, si Kecil bisa terkekeh-kekeh. Semakin bertambah usia, maka semakin kompleks kebutuhan bermain si Kecil, disesuaikan dengan kemampuan tumbuhkembangnya.
Saya senang bikin-bikin, dan ingin mencoba membuat mainan sendiri untuk si Kecil, Bara. Rencananya saya akan menggunakan saja benda-benda yang ada di sekitar rumah tangga. Utamanya, saya harus memperhatikan kebersihan, menghindari benda-benda tajam, agar aman untuknya.

Kali ini saya akan membuat Sensory Board untuk Bara. Usianya menjelang satu tahun, sudah bisa duduk sendiri, dan mulai senang pegang-pegang segala macam benda.

Apakah Sensory Board itu?

Perlu Ibu ketahui bahwa ada 4 kategori kemampuan tumbuh kembang si Kecil yang perlu diperhatikan. Pertama adalah kemampuan motorik kasarnya, kemudian kemampuan motorik halus, kemampuan bersosialisasi, dan kemampuan berbicara. Setiap tahapan usia, ada kemampuan minimal yang harus dicapai oleh si Kecil. Bila ada dugaan keterlambatan, Ibu harus waspada dan segera konsultasikan ke ahlinya.

Kemampuan motorik kasar, misalnya kapan si Kecil mulai memiringkan badannya, mengangkat kepala, tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, dan seterusnya.
Sedangkan kemampuan motorik halus adalah, menggenggam, menjimpit, bisa membedakan tekstur halus dan kasar, indra peraba, dan lain-lain. Motorik halus sangat penting untuk melatih konsentrasi anak di kemudian hari. Menulis merupakan salah satu bentuk motorik halus dan sangat penting di usia sekolah nantinya.
Kemampuan bersosialisasi, adalah kemampuan memahami instruksi, bergaul, menahan diri, kepekaan dengan lingkungan atau berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan berbicara diawali dari ocehan bayi tanpa makna, kemudian semakin berkembang, kemampuan si Kecil mengatakan beberapa kata. Semakin bertambah usia, semakin banyak perbendaharaan kata-kata si Kecil.

Sensory board adalah papan sederhana yang bermuatan berbagai benda aneka tekstur untuk mengenalkan berbagai benda yang ada di sekitar kita. Nah, tujuan bermain dengan sensory board adalah untuk merangsang indra Bara, meliputi: menyentuh, mencium, merasakan, bergerak, keseimbangan, penglihatan, dan pendengaran. Dengan mengajak Bara bermain dengan papan perabaan (sensory board) ini secara alami mendorongnya untuk menggunakan proses ilmiah saat bermain, menyelidiki, dan mengeksplorasi. Berbagai contoh sensory board pun saya googling dari berbagai sumber dan akhirnya saya reka-reka lagi.

Tentang sensor-sensoran ini ada baiknya menyimak juga beberapa artikel tentang Sensory Integration dan juga Sensory Integration Therapy.

Material yang dibutuhkan:

• Papan multipleks bekas. Saya memakai ambal lemari tak terpakai, ukuran 73 X 41 X 2 cm.
• Stiker motif kayu untuk melapisi multipleks, lebar 50 cm.
• Berbagai pernik-pernik alat rumah tangga yang mempunyai tekstur berbeda, misalnya:
(Catatan: harus baru dan bersih yaa!)
– Sikat kamar mandi (kasar, agak tajam).
– Rol untuk cat (lembut seperti kapas).
– Spon mandi.
– Cempal (pegangan panci).
– Kalung beads (mutiara imitasi) berbagai ukuran dan warna.
– Sarung HP warna ngejreng.
– Gerendel.
– Kunci selot.
– Gantungan kunci.
– Kantung-kantung.
– Bahan-bahan mengkilat. Saya memakai bekas bungkus sarung HP.
– Lampu LED berbaterai.
– Dan lain-lain sesuai dengan kreativitas masing-masing.
• Velcro atau perepet (dapat dibeli di toko alat jahit).
• Stepler tembak.
• Paku atau penjepit kabel (dapat dibeli di toko alat listrik).

Cara membuat:

• Mula-mula susun berbagai pernak-pernik sesuai kreasi masing-masing.
• Foto susunan tersebut untuk memudahkan dilihat kembali.
• Bungkus papan dengan stiker. Tembak dengan stepler tembak supaya steady dan tidak bergeser.
• Susun lagi pernak-pernik, beri tanda dengan pena atau spidol.
• Atur paku-paku atau penjepit kabel.
• Pasang velvro dengan stepler tembak.
• Velcro terdiri dari dua sisi yang saling merekat. Pasang satu sisi di papan, sedangkan satu sisi lainnya nanti      dipasangkan pada benda. Jadi benda pernak-pernik tersebut nanti dapat dipasang atau dilepas.
Saya memasangkannya pada sikat.

Bara suka sekali memainkan ini.
Dia selalu menarik sikat, karena tahu sikat bisa dilepas dari papan.

• Gantungkan pernak-pernik lain pada penjepit kabel.
• Pasang papan di dinding. Bisa digantung atau diberdirikan, beri penahan supaya stabil dan aman

 

Sensory Board

Rasanya senang banget Bara menyukai mainan yang saya buat tersebut, apalagi dia tampak konsentrasi dan seolah berpikir bila memegang benda-benda dengan tekstur berbeda.

Lebih bahagia lagi, karena Bara sehat. Saya masih ingat beberapa waktu yang lalu, Bara sempat panas karena tumbuh gigi. Dibandingkan dengan anak-anak lain, Bara baru tumbuh gigi di usia ke 11 bulan. Nah, kebetulan gigi Bara tumbuh sekaligus 4 gigi. Dua di atas, dan dua di bawah.

Apa yang saya baca, ada anak-anak yang mengalami demam di masa tumbuh gigi, ada pula yang biasa-biasa saja tidak mengalami demam. Bara rupanya termasuk anak yang sensitif, apalagi tumbuh gigi sekaligus 4 gigi. Mungkin karena sebelumnya tidak enak makan karena gusinya bengkak, Bara demam dan kondisinya drop. Walaupun suhu tubuhnya masih 38,5 0 C, ternyata Bara step, sehingga harus kami larikan ke Rumah Sakit. Untuk mengurangi rasa kurang nyaman pada gusinya dan menurunkan demamnya, kami sempat memberikan Tempra Syrup. Kami memilihkan Tempra Drops, karena usia Bara belum satu tahun. Kandungan Tempra Syrup dan Tempra Drops adalah Paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika untuk meningkatkan ambang rasa sakit. Indikasinya untuk meredakan demam, rasa sakit dan nyeri ringan termasuk sakit kepala dan sakit gigi, serta demam setelah imunisasi.

Alhamdulillah, keesokan harinya Bara sudah turun demamnya, dan bisa bermain lagi. Pelajaran berharga untuk kami agar selalu siap sedia Tempra Syrup atau Tempra Drops di rumah. Sungguh tak ternilai rasanya melihat anak-anak kita sehat dan dapat bermain, apalagi dengan mainan aman buatan sendiri.

Buah hati sehat ceria kesayangan keluarga

 

Disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Lihat juga: Baby Crawling Belt

Catatan:
Memainkan Sensory Board harus dibawah pengawasan ortu.
Jangan pernah membiarkan anak bermain sendiri dengan Sensory Board.

twittergoogle_pluspinteresttumblr

28 thoughts on “Membuat Sendiri Sensory Board Aman untuk Balita

    1. Seru lhoo ngarang2nya. Nyicil aja dulu printilannya, masukkan kotak. Bisa juga koq dipakai bermain. Trims ya udah mampir… 🙂

  1. waah kreatif sekali mbaa 🙂 sukses terus, pasti perkembangan si kecil terus meningkat yaa kalau distimulasi kayak gini, apalagi omahnya rajin banget bikin DIY projects

  2. Perepet, selot sama cempal (ceumpal) persis kayak bahasa sehari-hari saya urang Sunda, hihi.
    BTW, makasih sharingnya. Sayang dulu pas anak saya masih seusia dedeknya belom banyak informasi tentang DIY sensory play, kalau tau mungkin dari kecil udah lebih perhatian sama sensorynya anak
    ah iya, saya penasaran pengen megang cempalnya, kayaknya halus gitu..

    1. Anak mulai suka pegang2 dan eksplorasi, sekitar 9 bulan, mbak Ika. Biasanya anak sudah duduk dan merangkak. Lumayan, dibuatkan sensory board, bisa diam dan sibuk pegang2. Mungkin sampai usia 3 tahunan. Makasih ya sudah mampir…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *