lifestyle, travelling

Ragam Pesona Tradisi Ramadan di pulau Seribu Masjid

Lombok sohor sebagai pulau dengan seribu masjid. Sepertinya kata-kata tersebut terbukti. Ketika pertama kali saya berkunjung ke Lombok mendampingi suami yang akan presentasi di sebuah kampus, itulah yang tampak dari langit. Menjelang pesawat mendarat, tampak hamparan sawah menghijau dan gugusan rumah-rumah di perkampungan. Setiap kelompok rumah-rumah yang beratap warna merah, kemungkinan dari genteng, tampak kubah berwarna putih. Menandakan itu adalah masjid. Bukan hanya satu, tetapi banyak. Sepertinya setiap kampung, satu masjid. Saya tak sempat menghitung, karena pesawat keburu mendarat.
Pantas saja, Lombok disebut pulau Pesona Seribu Masjid.
Masjid yang tersebar dimana-mana seperti itu, memang menandakan sebagian besar masyarakat pulau Lombok adalah masyarakat Muslim. Tentu saja saya ingin tahu juga, apa saja kegiatan warga pulau Lombok dan Sumbawa di bulan Ramadan seperti sekarang ini.

 

 photo lombok dari atas.jpg

Pesona 1000 Masjid (sumber: pribadi)

Tradisi Ramadan

Beragam suku dan adat yang ada di Indonesia biasanya juga disertai dengan berbagai tradisi dan ritual yang masih dijalankan sampai sekarang. Begitu pula dengan berbagai tradisi yang ada di pulau Lombok dan Sumbawa selama bulan Ramadan.

Tradisi Mersinan

Bila di Bandung dan masyarakat Sunda pada umumnya ada tradisi Munggahan. Maka di pulau Lombok ada tradisi Mersinan. Mersinan dalam bahasa Sasak artinya membersihkan. Pada acara mersinan tersebut biasanya dilakukan acara dzikir dan doa memohon agar selama bulan Ramadan diberi kekuatan iman untuk menjalankan ibadah puasa. Setelah acara doa biasanya dilanjutkan dengan makan bersama dan saling maaf-memaafkan, agar tali silaturahim tetap terjaga antar sesama umat Muslim.

Tradisi Bebersinan

Sama halnya tradisi Mersinan yang dilakukan masyarakat Sasak, tujuan dari tradisi Bebersinan adalah membersihkan diri lahir dan batin. Uniknya tradisi Bebersinan atau disebut juga dengan tradisi Penampahan dilakukan dengan cara yang berbeda-beda.
Ada yang mandi besar seperti halnya mandi junub, tetapi dilakukan di rumah masing-masing. Tetapi ada pula yang melakukannya di pantai, bermandikan air laut, kemudian baru dibilas dengan air tawar. Mandi di pantai dipercaya bisa meluruhkan segala kesalahan dan dosa.
Ada pula yang melakukannya di danau atau sendang seperti Juben (Otak Kokoq), Sendang Gile atau Tete Batu.

Tradisi Ziarah Kubur

Mengenang leluhur, sesepuh, ayah-bunda yang telah wafat, dengan berziarah kubur merupakan tradisi hampir di seluruh masyarakat Muslim di Indonesia. Tradisi ziarah kubur selain mengingatkan kita akan kematian, juga menjaga agar selama hidup kita senantiasa berbuat kebaikan, menjelankan amalan Islam, seolah besok akan meninggal. Di Lombok, tradisi ziarah kubur selain ke makam leluhur, juga dilakukan ke makam alim-ulama atau tokoh agama yang disegani. Misalnya Makam Loang Baloq, Makam Batu Layar, dan Makam Ketaq (Tuan Guru Lopan). Sesudah acara ziarah kemudian dilanjutkan dengan acara saling maaf-memaafkan, dan pengajian serta dzikir bersama.
Kegiatan dzikir bersama biasa dinamakan Roah dan dilakukan di mushola atau masjid. Ada pula yang dilakukan di rumah dengan mengundang tokoh agama.

Tradisi Maleman

Masyarakat Dusun Tenges-enges, Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki tradisi khas bulan Ramadan. Tradisi tersebut dinamakan Maleman, disebut juga sebagai tradisi menyalakan Dile Jojor. Dile Jojor adalah sejenis obor yang terbuat dari buah jamplung yang dibakar. Tradisi ini diadakan setiap malam ganjil, mulai tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 di bulan Ramadan. Tradisi ini bertujuan agar warga tetap terjaga dan beribadah menyambut datangnya malam Lailatul Qadar.
Proses Maleman diawali dengan berbuka bersama di masjid-masjid, yang dilakukan antara warga bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama. Setelah ibadah shalat magrib, dile jojor dinyalakan. Dusun yang semula gelap menjadi terang benderang karena adanya nyala api dari obor. Dile jojor diletakkan di setiap sudut rumah dan tempat pemakaman desa.

 

 photo F-BOK-MALEMAN-SIR.jpgTradisi Dile Jojor (sumber: http://phinemo.com)

Tradisi Ngaji Qurán

Tradisi ini dilakukan masyarakat adat Sesait di Lombok Utara. Mereka mengarak sebuah Al Quran kuno bertulis tangan menuju ke sebuah masjid kuno. Masjid kuno tersebut berdinding bambu dan beralas tanah. Masjid ini tidak dipakai untuk shalat tarawih, tapi justru digunakan untuk ritual mengaji Al Quran. Empat orang yang berhak membawa kitab suci ini adalah tokoh adat yang terdiri dari Jintaka, Mangkubumi, Penghulu, dan Pemusangan. Kemudian proses Ngaji Quran ini nantinya akan dilakukan sepanjang malam.

Di antara yang Seribu

Selama dua tahun berturut-turut Lombok Sumbawa telah memenangkan World Halal Tourism Award, yang diadakan di Dubai, yaitu tahun 2015 dan 2016. Oleh sebab itu selain obyek wisata yang ada di Lombok Sumbawa, persyaratan lain adalah kemudahan turis untuk melaksanakan ibadah. Tentu saja masjid harus baik, bersih, dan air yang mencukupi. Selain itu penginapan pun harus sesuai ketentuan syariat, dan tentu saja makanan halal.

Menilik berbagai kegiatan di bulan Ramadan dan obyek wisata di Lombok Sumbawa, saya lalu mencoba menggambarkan mind mapping bila ingin berwisata ke sana. Dalam bayangan saya, selain wisata alam, saya pun sekaligus akan melakukan wisata religi. Berarti, saya harus tahu masjid-masjid yang ada di sekitar lokasi wisata, bukan?

 photo a32f8659-50d1-4c83-8998-ebd784f0a18b.jpg

Wisata Halal Lombok Sumbawa

 

Berbagai tradisi menjelang dan selama Ramadan tentu saja dilaksanakan di masjid. Benarkah di Lombok dan Sumbawa ada seribu masjid? Sesungguhnya bahkan lebih dari itu.
Pulau Lombok dan Sumbawa termasuk dalam wilayah provinsi Nusa Tenggara Barat, terdiri dari 8 kabupaten dan 2 kota. Dua kota tersebut, Mataram dan Bima. Ternyata lebih dari 5000 masjid yang tersebar di 598 dusun. Hampir setiap lingkungan ada 1 masjid besar.
Pantas saja, ketika saya menjelang mendarat di bandar udara Internasional Praya, kubah-kubah masjid laksana mutiara bertaburan. Ketika kemudian saya menuju kota Mataram, saya melewati dua masjid besar yang berseberang-seberangan. Ternyata dari informasi yang saya peroleh, kedua masjid tersebut gantian, bila akan mengadakan shalat Jumat.
Wah, unik juga.
Nah, teman-teman inilah sebagian masjid yang ada di beberapa wilayah Lombok Sumbawa.

Masjid Bayan Beleq, Lombok Utara

Masjid ini merupakan masjid kuno yang menjadi salah satu situs bersejarah yang ada di Indonesia. Berdiri pada abad ke-17, terletak di kecamatan Bayan, Lombok Utara, berarti usia masjid ini lebih dari 300 tahun. Dinamakan beleq, artinya makam besar, karena di dalam masjid terdapat makam salah seorang penyebar agama Islam pertama di kawasan ini, yaitu Gaus Abdul Rozak. Selain itu, di dekat Masjid Beleq juga terdapat makam tokoh-tokoh agama yang turut membangun dan mengurusi masjid sejak awal.

Melihat lokasinya pada peta, wisata alam yang menuju ke Masjid Bayan Beleq, adalah wisata pantai, misalnya Pantai Senggigi, Pura Batu Bolong, atau Gili Trawangan. Dari lokasi Masjid Bayan Beleq, kalian dapat melanjutkan perjalanan ke Selatan, ke Gunung Rinjani.

 photo c6192e72-2d67-41d2-b3b8-15d5395bfe69.jpg

 Wisata Religi dan Alam di Lombok Utara

Masjid Agung Praya, Lombok Tengah

Masjid Agung Praya awalnya adalah masjid kecil di areal kebun tebu. Berdiri sejak tahun 1979, dan mengalami berbagai renovasi, dengan dana dari berbagai pihak, pemerintah dan pihak ketiga. Terakhir renovasi tahun 2014, mengokohkan masjid menjadi masjid terbesar di kota Praya, tak jauh dari kota bandar udara Internasional.
Bila saya ke Selatan, maka saya bisa menyambangi Desa Adat Sade kemudian masih cukup waktu menuju pantai Tanjung Aan menanti matahari terbenam di Selatan Lombok.

 photo 5daaef3f-e046-449a-9416-2094491aa70a.jpg

  Wisata Religi, Budaya dan Alam 

Masjid Agung Al-Kautsari Al-Aziziyah, Lombok Barat

Masjid ini berdiri di tengah pesantran Aziziyah di Desa Kapek Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pembangunannya didanai oleh seorang pengusaha untuk warga pesantren. Sedangkan bentuk masjid dengan dua menaranya, oleh pemimpin pondok diarahkan mengikuti bentukan Masjidil Harram di Makkah.

Masjid Agung Al-Mujahidin, Selong, Lombok Timur

Masjid ini diberi nama Al-Mujahidin, sebagai penghormatan kepada pahlawan perjuangan kemerdekaan yang gugur melawan penjajahan Belanda. Bangunan masjid merupakan ikon kabupaten Lombok Timur, dan sering digunakan juga sebagai tempat rekreasi keluarga karena terletak di kawasan taman kota. Masjid berkubah hijau, tampak megah dengan empat menara di sekelilingnya.

Masjid Al Kautsar di Barat dan Masjid Al Mujahidin di Timur. Kalian dapat melakukan perjalanan darat dari masjid ke masjid membelah pulau Lombok, dari Barat ke Timur. Setelahnya perjalanan dapat dilanjutken ke Selatan, menuju Pantai Pink, dengan pasir berwarna pink yang indah. Seru, nih. Ini baru namanya wisata religi dan tadabur alam.

 photo 07509c3e-da3d-460f-8373-897613d6a889.jpg

 Dari Masjid ke Masjid

Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram

Masjid Hubbul Wathan, yang artinya Cinta Tanah Air, merupakan salah satu ikon provinsi Nusa Tenggara Barat, yang pembangunannya mulai dilaksanakan di tahun 2010. Bangunan masjid Hubbul Wathan terletak di pusat kota Mataram, dilengkapi dengan menara setinggi 99 meter sesuai dengan 99 nama-nama Allah SWT (Asmaul Husna). Bangunan menara tersebut dibuka untuk masyarakat sebagai obyek wisata untuk melihat kota Mataram dari ketinggian. Bentuk kubah masjid dihias dengan ornamen bercirikan ornamen batik Sasambo. Tentu saja ini menjadi obyek wisata baru bagi turis-turis yang berkunjung ke Lombok.

Di bulan Ramadan, puasa-puasa, mungkin teman-teman mager, alias malas gerak. Masih banyak, kok, obyek wisata di kota Mataram. Kalian bisa melakukan wisata sejarah ke Taman Narmada di Timur, yaitu merupakan replika gunung Rinjani yang dibuat oleh Raja Anak Agung Ngurah Karangasem pada tahun 1727 Masehi. Selanjutnya kalian bisa kembali ke arah Barat, melihat Kota Tua Ampenan. Dulunya merupakan pelabuhan lama dan menjadi pusat kota yang dibangun Belanda di tahun 1924. Masih banyak peninggalan bangunan lama di sana sehingga menambah wawasan teman-teman tentang sejarah Indonesia.

 

 photo 82cb61d9-70b0-4a09-a2ac-eea9f9d1cb11.jpg

 Wisata Sejarah dan Religi

Masjid Agung Nurul Huda, Sumbawa Besar

Masjid Agung Nurul Huda merupakan masjid agung di kota Sumbawa Besar, ibukota Kabupaten Sumbawa, provinsi Nusa Tenggara Barat. Bentuknya unik, mirip dengan masjid di awal penyebaran Islam di pulau Jawa. Dulunya merupakan masjid kesultanan, di era kejayaan kesultanan Sumbawa.

 

Halal dan Nikmat Aneka Kuliner Lombok Sumbawa

Biasanya bagi kaum Muslimin bila akan berwisata, pastinya yang menjadi pertimbangan adalah makanan di tempat wisata. Enaknya wisata ke Lombok tuh, tak sulit mencari makanan halal.
Teman-teman, jangan salah, kuliner Lombok bukan hanya Ayam Taliwang yang sudah tersohor itu, lho.
Apalagi di bulan Ramadan, dihidangkan pula kuliner-kuliner kudapan untuk berbuka puasa.
Inilah berbagai kuliner halal dan nikmat yang bisa teman-teman cicipi bila berkunjung ke Lombok Sumbawa.

Poteng Jaje Tujak

Hidangan ini merupakan takjil, atau hidangan untuk berbuka puasa. Terbuat dari 2 macam jenis makanan, yaitu Poteng dan Jaje Tujak. Poteng, terbuat dari ketan kukus dan diberi ragi, mirip dengan tape ketan. Sedang Jaje Tujak, merupakan ketan ketan kukus yang ditumbuk hingga legit. Kemudian dipotong-potong kotak, dimakan dengan poteng.
Nyam-nyam…

Keludan

Keludan juga merupakan takjil untuk berbuka puasa. Bahan utama Keludan, terbuat dari tepung beras, diberi campuran sedikit kapur sirih sebagai pengental adonan, dan daun suji untuk pewarna hijau. Semua bahan dimasak menjadi bubur, kemudian dituang di nampan atau dibungkus daun pisang. Setelah dingin dan padat, dipotong-potong tipis dan dijadikan dengan parutan kelapa serta kuah kinca.

Sate Ikan Tanjung

Bahan utama sate Ikan Tanjung, adalah ikan cakalang, atau ikan langoan. Awalnya merupakan kuliner khas desa Tanjung, Lombok Utara. Ciri khas bumbu kaya rempah dan santan, yang menjadikan sate Ikan Tanjung banyak dicari oleh para wisatawan. Nikmat bila dimakan panas-panas sebagai teman nasi atau lontong.

Sate Rembiga

Bahan utama sate Rembiga terbuat dari daging, rasanya perpaduan gurih, pedas, dan manis. Dinamakan Rembiga, karena awalnya dijual di desa Rembiga, dekat bandara Selaparang.

Ayam Taliwang

Siapa yang tak kenal menu khas Sasak, bernama Ayam Taliwang? Yang terbayang pasti, nikmat pedasnya, bukan? Penyajiannya ada beberapa pilihan, yaitu digoreng, dibakar, dan dipanggang.

Plecing Kangkung

Hidangan nasi panas dengan lauk Ayam Taliwang, biasanya satu paket dengan Plecing Kangkung. Kangkung dikukus, biasanya dicampur pula dengan tauge. Kemudian di atasnya disiram sambal tomat terasi, lalu ditaburi kacang goreng. Sederhana cara pembuatannya, tapi jangan ditanya nikmatnya.

Singang

Merupakan menu kuliner masyarakat di Sumbawa berbahan ikan segar berkuah. Ikan segar yang dibumbui dengan berbagai macam rempah tersebut sangat menggugah selera. Kuah kekuningan berbumbu asam Jawa, dipadu dengan hijaunya daun kemangi dan warna merah cabe rawit.

Dari tampilannya saja, kuah Singang sudah cukup menggugah selera. Warna kuah yang kekuningan dipadu dengan warna hijau daun kemangi dan warna merah cabe rawit, menjadikan menu masakan ini terlihat segar. Sementara rasa kuah Singang yang didalamnya ada asam Jawanya, terasa agak asam, tapi sangat lezat.

 

 photo d87e1475-a4f3-48aa-91f5-5d740f08c054.jpg

Es Kelapa Muda dan Madu

Pasti sudah tahu kan madu Sumbawa? Produksi khas setempat ini ditambahkan sebagai pemanis pada es kelapa muda, menjadikan es Kelapa Muda dan Madu ini minuman sehat menyegarkan.

Es Wedang Lombok

Rasa minuman ini unik, terbuat dari campuran bahan rempah tradisional berupa kayu manis, jahe, merica, serai, dan cabe utuh. Semua bahan direbus, dan dihidangkan ditambah es batu. Segar hangat. Siapa berani coba?

Manisan Rumput Laut

Hamparan laut lepas yang tenang di seputar pulau Lombok dan Sumbawa sangat cocok untuk budidaya rumput laut. Selain sebagai bahan dasar agar-agar, rumput laut kemudian dibuat manisan berbagai varian rasa dan hampir pasti menjadi oleh-oleh khas Lombok. Teman-teman pasti ketagihan, kalau belum habis sekotak belum berhenti ngemil jajanan sehat berserat ini.

 

 photo beefb13c-03ae-42e7-9e32-d6dc9d86f37b.jpg

Pesona Khasanah Ramadan

Nah, gimana nih teman-teman? Berbagai kegiatan Ramadan, obyek wisata termasuk wisata religi dan aneka disain bentuk masjid, serta kuliner menyelerakan ada semua di Lombok Sumbawa. Apalagi pemerintah daerah provinsi Nusa Tenggara Barat, mengadakan acara yang bernama Festival Pesona Khasanah Ramadan yang diadakan sejak tanggal 25 Mei 2017 hingga 26 Juli 2017. Pusat kegiatannya diselenggarakan di Masjid Hubbul Wathan Islamic Centre di Mataram. Sebagai penguat sisi religinya, akan menghadirkan imam besar dari Timur Tengah, seperti Syeik Khalid Barakat dari Lebanon. Syeikh Ezzat el-Sayyed dari Mesir, Syeik Mouad Douaik dari Maroko. Dan Syeikh Ahmad Jalal Abdullah Yahya dari Yordania. Mereka secara bergantian akan menjadi imam sholat tarawih di Masjid Hubbun Wathan Islamic Center.

Gubernur Nusa Tenggara Barat ingin Lombok Sumbawa mencontoh kegiatan di tanah suci Makkah saat bulan puasa tiba. Di mana Ramadan justru menjadi momen puncak berpuasa seperti laiknya berpuasa di tanah suci. Dan sekaligus juga menggerakkan sektor pariwisata halal yang menjadi branding provinsi Nusa Tenggara Barat.

Banyak Jalan Menuju Lombok Sumbawa

Bagaimana caranya teman-teman berwisata ke Lombok Sumbawa? Jangan khawatir, banyak jalan menuju Lombok Sumbawa. Bisa melalui jalan udara, laut dan darat. Bandara Internasional telah dibuka sejak tahun 2014, di Praya, 40 km agak ke Selatan kota Mataram. Jangan khawatir, ada bus Damri dan taxi yang siap mengantar ke ibukota provinsi, Mataram. Bila ingin melanjutkan perjalanan ke Sumbawa, bisa naik bus, menyewa mobil ke pelabuhan Kayangan. Kemudian naik ferry menyeberangi Selat Alas menuju pelabuhan Pototano di pulau Sumbawa. Di Sumbawa juga sudah bandar udara Sultan Muhammad Kaharuddin III.
Kalian pun bisa menyeberang dari pulau Bali, berangkat dari pelabuhan Padang Bai, naik ferry menyeberangi laut menuju pelabuhan Lembar di pulau Lombok. Atau bisa juga, kok, naik kapal cepat langsung ke Gili Trawangan.

 photo af635d30-29a1-43a1-8ce2-7c8ed55182c6.jpg

Ditunggu kehadirannya di Lombok Sumbawa ya! Banyak diskon penginapan, lho.

Artikel ini disertakan dalam Blog Contest #LOMBOKBUMI1000MASJID

 photo WhatsApp-Image-2017-05-27-at-9.56.27-PM_zpsmowu7kpk-318x318.jpeg

Sumber:
– http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/05/17/oq385y284-pesona-khazanah-ramadhan-semarakkan-bulan-suci-di-lombok
– http://hellolombokku.com/mampir-ke-kampung-ramadhan-lombok/
– http://bali.bisnis.com/read/20170517/5/66539/lombok-berharap-wisatawan-muslim-tertarik-pesona-ramadan
– http://www.genpilomboksumbawa.com/
– https://she.id/article/2349/ntb-akan-gelar-festival-khasanah-ramadan.html
– http://lombokinsider.com/destination-news/lombok/inilah-5-masjid-terindah-di-lombok/
– https://singgahkemasjid.blogspot.co.id/
– http://www.sasambonews.com/2016/07/lombok-tengah-sasambonews_31.html
– http://www.wisatadilombok.com/2015/01/masjid-kuno-bayan-masjid-tertua-di.html

Sumber foto:
– http://phinemo.com/wp-content/uploads/2017/05/F-BOK-MALEMAN-SIR.jpg
– http://www.beritalombok.tk/2017/03/masjid-hubbul-wathan-islamic-center.html
– http://hellolombokku.com/kuliner-dan-takjil-ramadhan-lombok-timur/
– https://singgahkemasjid.blogspot.co.id/2016/11/masjid-agung-al-mujahidin-selong-lombok.html
– https://singgahkemasjid.blogspot.co.id/2016/11/masjid-agung-al-kautsari-al-aziziyah.html
– http://lombokclick.com/wp-content/uploads/2016/10/es-lombok.jpg
– http://panduanwisata.id/files/2012/09/ayam-taliwang-300×225.jpg
– http://panduanwisata.id/files/2012/09/pleciong.jpg

twittergoogle_pluspinteresttumblr

18 thoughts on “Ragam Pesona Tradisi Ramadan di pulau Seribu Masjid

    1. Makasih Mbak Haeriah. Saya baru sekali ke sana, baru ke Mataram dan Lombok Barat. Belum ke Timur. Belum ke Gunung Rinjani. Masih banyak yang belum… 😀

  1. Dile Jojor..
    Paling kangen dengan aktifitas satu ini.
    Duh, sepertinya harus segera diwariskan ke anak-anak ini.
    Semoga bisa gampang dapatkan minyak tanah buat campuran ‘resep’ dile jojornya.

    Berkunjung dari Selong di ujung timur Lombok bu..^_^

    1. Wah…senangnya masa kecil tak terlupakan. Makasih ya dapat salam dari Lombok Timur. Belum sampai ke sana saya. Mudah2an bisa ke Lombok lagi…

      1. Selamat ya buat HP barunyaaa…^_^
        Berkunjung lagi nih…
        Cuma mau bilang terima kasih lagi, Di kolase foto kuliner jajanan, ada fotoku..Hehehe
        Itu kue basah namanya keludan…Duh, nulis namanya, malah jadi pengen..^_^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *