keluarga, parenting

Manfaat Menggendong Bayi

 photo 828864e5-3405-4c6a-bbcb-e8ec224e5ca3.jpg

Bayi yang baru lahir dalam sebuah keluarga merupakan mahluk kecil yang belum dapat melakukan apapun sendiri. Semuanya tergantung pada ibu atau pengasuh untuk memenuhi kebutuhan bayi dan harus menjaganya setiap saat. Bayi imut dan lucu ini menjadi sangat menggemaskan sehingga secara langsung ibu selalu ingin menimang dan menggendongnya. Menggendong dalam posisi mendekap memang merupakan posisi yang paling pas bagi bayi yang baru lahir, karena memberikan kehangatan dan perasaan kasih sayang yang dirasakan bayi.

Tentu saja dalam keseharian ibu, tidak mungkin harus menggendong dan mendekap bayi sepanjang hari terus menerus. Banyak kegiatan lain yang harus dilakukan ibu, termasuk istirahat dan tidur yang cukup. Bahkan beberapa mitos dan pendapat para orangtua sering mengklaim, bahwa terlalu sering menggendong bayi membuatnya manja dan tidak mandiri. Tentu saja harus dicari penjelasan yang masuk akal, tentang sisi positif dan negatif berkaitan dengan bilamana saat yang tepat untuk menggendong.

Sebenarnya seberapa perlukah bayi harus digendong? Apakah setiap bayi menangis solusinya harus digendong? Ternyata menggendong pun ada beberapa posisi yang pas tergantung usia bayi dan kondisi bayi kala itu. Bayi prematur sangat membutuhkan dekapan dan gendongan yang melekat ke dada menyerupai kantung kangguru, agar tumbuh cepat mengejar ketinggalan kekurangan berat badannya. Sedangkan bayi yang lebih besar mungkin tidak perlu terlalu sering digendong kesana-kemari. Pun tidak semua bayi yang sudah banyak beraktifitas suka digendong. Membiasakannya selalu digendong tentunya akan merepotkan apalagi bila badannya semakin berat.

Menggendong bayi merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri dan membuat ikatan batin antara ibu dan bayinya. Selain itu, menggendong juga memberikan rasa hangat, aman, dan nyaman bagi bayi. Tetapi, seberapa sering seorang ibu atau pengasuh sebaiknya menggendong bayinya? Karena ada beberapa pendapat bahwa terlalu sering digendong tidak baik bagi perkembangan bayi. Dikhawatirkan bayi menjadi tergantung pada ibunya sehingga membuatnya manja dan tidak mandiri.
Untuk mengetahui apakah bayi Anda memang perlu digendong atau tidak. Coba perhatikan pada saat menangis dan tunggu beberapa saat lagi. Cek terlebih dahulu, apakah popok atau bajunya basah. Bila bayi Anda harus diganti popoknya, cukup diangkat untuk dibersihkan dan diganti yang kering. Bisa juga dilanjutkan dengan menyusuinya. Dalam hal ini, insting ibu sangat berperan untuk mengetahui langkah-langkah apa selanjutnya yang harus dilakukan. Apalagi bagi bayi baru, maka komunikasi satu-satunya hanyalah melalui menangis. Penting untuk dicermati bahwa setiap tangisan bukan berarti bayi Anda selalu ingin digendong setiap saat. Bisa saja tangisan bayi anda hanya agar ibunya berada di sekitarnya.
Ada beberapa pendapat bahwa bayi yang cukup digendong menjadi bayi yang pintar.
Benarkah demikian?

Menggendong memberi manfaat pada bayi.

Sisi Positif, antara lain sebagai berikut:

• Menciptakan kedekatan antara bayi dan ibunya. Hal ini secara langsung menumbuhkan rasa percara diri pada bayi.
• Membangun rasa aman dan nyaman pada diri bayi. Anak yang tenang adalah anak yang tidak mudah rewel tanpa sebab.
• Melalui menggendong, komunikasi antara bayi dan ibunya lebih mudah. Karena mata bayi dan ibunya lebih dekat sehingga informasi mudah disampaikan.
• Sudut pandang dan penglihatan bayi akan sama tinggi dengan ibunya dan lebih luas akibat digendong. Dengan demikian mengurangi kecemasan pada bayi karena orang-orang di sekitarnya serba lebih besar.
• Bayi dan anak kecil memiliki insting pada sesuatu yang akan menakutkan, secara otomatis akan minta digendong oleh orangtuanya.

Ada sisi positif, tentu saja ada sisi negatif dalam hal menggendong si Kecil.

Sisi Negatif, antara lain sebagai berikut:

• Bayi yang terlalu lama dan terus menerus digendong membuatnya malas bergerak. Bila dibiarkan ada kemungkinan bayi akan tertinggal kemampuan motorik kasarnya. Misalnya si Kecil yang secara umum sudah bisa duduk dengan tegak paling lambat di usia ke 9 bulan. Akibat sering digendong, bayi menjadi kurang distimulasi dan dilatih untuk bergerak bebas, misalnya tengkurap dan berguling.
• Bayi yang terlalu lama digendong cenderung pasif. Bila dibiarkan, kepasifan tersebut bukan tidak mungkin berlanjut sampai anak dewasa. Dia menjadi orang yang peragu dan tidak berani mencoba hal baru.
• Kebiasan menggendong tanpa sebab, mendorong si Kecil menjadi manja dan tidak mandiri. Apa yang dia inginkan akan dengan mudah dimintakan ke ibu atau pengasuhnya.
• Dari sisi kesehatan, menggendong bayi terlalu sering dan terlalu rapat membuatnya sulit bernafas. Sebaliknya bayi yang diberi kesempatan untuk bergerak bebas, akan menunjang bayi menjadi lebih aktif dan lincah. Bayi lincah secara langsung memiliki banyak kesempatan untuk selalu ingin tahu, sehingga mudah distimulasi. Seiring dengan stimulasi yang kontinu dan terarah akan meningkatkan kemampuan otaknya.

Nah, ibu-ibu seberapa sering menggendong si Kecil?

 

Catatan:

Artikel ini merupakan bagian dari naskah buku yang sedang disusun oleh penulis, “Menggendong dan Membedong Bayi”

twittergoogle_pluspinteresttumblr

10 thoughts on “Manfaat Menggendong Bayi

  1. Artikelnya cocok.bagi new mom seperti saya, makasih ya bu sudah berbagi informasi. Jujur, saya jarang menggendong baby karena belum terampil, banyak kerjaan karena no helper kecuali suami dan belum nemu gendongan yang cocok. Tapi sekarang saya sudah order gendongan baru semoga menggendong jadi mempermudah saya saat beraktifitas aamiin

    1. Wah, senangnya bila artikel saya bermanfaat. Ada banyak cara menggendong, bahkan jenis gendongan pun macam-macam Mom Sandra. Semoga dapet gendongan yang pas u babynya yaa…

  2. Nanti bayi bau tangan, begitu kata orang tua. Saya sih senang saja mendekap bayi. Toh tidak lama ,hanya 1 tahun an, setelah itu anak akan lebih senang berlari kesana kemari. Anak saya umur 10 bulan sudah bisa berjalan.
    Salam bu Hani

  3. Benar banget mak Han… menggendong bayi akan merekatkan tali kasih antara ibu dan anak.
    Saya sering gendong ponakan, jika sdh dlm gendongan ada rasa yg sulit terlukiskan dgn kata2. Sukaaaaaaa…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *