keluarga

Makan Enak Masak Cemplang-cemplung

Spaghetti_1
http://cookdiary.net/wp-content/uploads/images/Spaghetti_15816.jpg

Lets talk about food. Delicious food.
Sebetulnya saya tidak terlalu pantang dan milih-milih makanan, asal yang halal tentu saja.
Diingat-ingat mungkin hanya dua atau tiga jenis makanan yang saya tidak suka, yaitu telur setengah matang, telur asin, sushi mentah, dan durian segala bentuk.

Bila jalan-jalan ke satu daerah, tak lupa saya akan mencicipi hidangan setempat.
Kalau sampai ke Lombok, ya tidak lupa mencicipi Ayam Taliwang dan Es Kelapa Muda Madu.
Kalau ke Makassar, tentu saja Coto Makassar. Sampai ke Bangka, tentu saja hidangan laut.
Pernah ke pulau Bintan, hidangan lautnya enak banget. Entah ikan apa direndam bumbu kuning, terus dibakar. Lezatnya nempel sampai sekarang. Apalagi ada hidangan yang hanya direbus saja, namanya Gong-gong.
Ternyata sejenis siput laut, dan ternyata tidak ada di tempat lain kecuali di Bintan atau Batam.
Saya sampai menyimpan beberapa rumah siputnya, saya bawa pulang ke Bandung, untuk pajangan.

Begitu juga bila bepergian ke luar negeri, asyik juga mencoba hidangan khas di sana, walaupun seringnya tidak semua hidangan bisa dicicipi. Harus betul-betul tahu halal tidaknya kalau ini.
Ada yang memberi tahu, bahkan yang namanya sosis sapi pun, seringnya dicampur daging b2.
Wallahuallam. Lebih baik memilih ikan atau sayur saja, aman.

Membahas hidangan, tidak bisa lepas dari membahas cara masak.
Kalau sedang makan di restoran atau cafe bareng teman-teman, kadang-kadang kami tebak-tebakan tentang bumbu.
Ada teman yang pandai masak, bahkan sekarang merintis menerima pesanan masakan, saya sering menanyakan resep ke dia. Namanya berbagi resep, bagi yang biasa turun ke dapur, hanya disebutkan nama bumbunya saja.
Jarang disebut takarannya.
Itu sebabnya, beda tangan, beda rasa.

Anak-anak di rumah kalau komentar tentang masakan saya, walaupun jenisnya sama, kata mereka rasanya beda setiap dimasak. Mungkin karena saya jarang memakai takaran pasti, kecuali membuat cake.
Masakan sehari-hari sih saya cemplang-cemplung saja.
Takaran jumlah bawang, cabe, kemiri dan teman-temannya, menurut perasaan saja.
Untuk menu sehari-sehari, saya jarang memasak yang membutuhkan bumbu ribet.
Masakan Nusantara itu bumbunya ribet kalau mau diracik satu demi satu. Pegel nguleknya.
Pakai food processor, malas mencuci peralatan sesudahnya. Untungnya ada bumbu instan. Memang sih, agak terlalu asin. Punya juga buku resep andalan, hadiah dari suami. Paling dilihat pas awal-awal, sesudahnya jarang dibuka.
Sekarang malah lebih sering buka aplikasi Cookpad saja. Sering juga recook atau beberapa kali unggah resep kue.

Mau tahu resep favorit keluarga saya?

SPAGHETTI BOLOGNESE

Menu ini pertama kali diperkenalkan oleh Ibu saya.
Kalau ada acara khusus, beliau sering memasak spagetti ini.
Dikemudian hari, karena saya agak lebih suka memasak daripada saudara-saudara saya yang lain, akhirnya saya yang sering didaulat memasaknya.

Hidangan Itali yang sumbernya gara-gara Marco Polo pergi ke Cina itu, akhirnya juga menjadi hidangan spesial ketika saya berumahtangga. Sudah hafal luar kepala.
Enaknya masak spageti saus buatan sendiri adalah, sausnya boleh nambah suka-suka.
Bisa direka-reka tambah keju dan merica.
Kemudian, satu kotak besar, untuk berempat, bisa nambah, dan seringkali bisa untuk sarapan besoknya.

spaghetti-1

Ini resepnya (untuk 4-6 orang)
Bahan-bahan:
500 gr (1 kotak) spagetti. Ikuti saja cara memasak sesuai tertera pada kemasan.
Air untuk rebusan saya tambahkan garam 3 sendok makan dan minyak goreng, supaya spagetti tidak lengket.
Setelah direbus dan ditiriskan, saya beri irisan sledri.

Tips: memasak spagetti harus tepat waktu, harus ‘ala dente’. Kalau terlalu lama, blenyek. Kalau kurang, dalamnya belum matang, masih ada tepungnya.
Arti ala dente, yaitu bila digigit terasa kenyal.

Bahan saus Bolognese (baca: bolonyes):
400 gr daging cincang
1 buah bawang bombay, potong dadu
2 siung bawang putih, rajang halus
2 sendok makan margarin
8-10buat tomat masak ukuran sedang, potong-potong. Take a lot of tomatoes. Boleh lebih koq.
Sejumput oregano
Sejumput Italian seasoning (ini campuran basil, oregano, rosemary, and thyme, ada di supermarket. Boleh skip)
2 lembar bay leaves
2 sendok makan pasta tomat
Saus tomat sesuai selera
Garam, merica, pala, gula sesuai selera
1 liter air
Keju parut

Cara membuat:
– Tumis bawang putih dengan margarin dalam panci, kemudian masukkan bawang bombay, aduk kedua bahan hingga harum.
– Masukkan daging cincang, aduk.
– Masukkan oregano, Italian season, garam, merica, pala, dan bay leaves, aduk hingga kecoklatan.
– Tambahkan pasta tomat, tambahkan air.
– Masukkan potongan tomat, masak hingga lembek dan terkelupas kulitnya.
– Beri garam, merica, pala, gula, sesuai selera.
– Bila kurang terasa kecut, tambahkan saus tomat.
– Tutup panci dan sesekali aduk serta tambahkan air bila tomat belum hancur.
– Masak dengan api kecil hingga saus mengental.

Tips:

Beberapa resep saus Bolognese menjelaskan bila daging cincangnya dibuat bola-bola daging.
Berhubung saya kurang rajin, bola-bolanya skip.

Menurut resep juga, tomat direbus terlebih dahulu, lalu dikupas kulitnya. Saya termasuk yang tidak rajin, jadi tomat dipotong-potong dadu saja. Rahasianya supaya saus mengental adalah memakai banyak tomat dan dimasak dengan api kecil.

Jenis keju, di resep asli, namanya keju Parmesan. Tapi itu mahal sekali.
Ya sudah pakai keju Cheddar saja.

Cara menghidangkan:
Susun spagetti di piring, siram saus Bolognese, taburi keju parut.

Bon Appetite!

twittergoogle_pluspinteresttumblr
twittergoogle_pluspinterestyoutubetumblr

8 Comments

  1. Saya juga kalo masak sering nawar 😀 Di resepnya begini, saya bikinnya begitu. Terutama kalo yang bahannya mahal seperti keju parmesan itu 😀

    1. Iyaya…hehe. Kadang bahan yang ada di rumah aja, direka-reka sendiri. Makasih ya sudah mampir…

  2. Resepnya ciamik.. …. Patut dicoba neh makasih sharingnya

    1. Ayo…gampang koq. Sausnya bisa untuk yg lain juga. Kalo spageti habis, saya pake mie saja. Jadi spagemi…hehe. Makasih ya sudah mampir…

  3. Ibu saya kalau masak ngikutin resep, hasilnya malah suka enggak sesuai harapan 😀 wah lihat resep spageti jadi pengin spageti, thanks for sharing resep favorit keluarganya Bu 🙂

  4. kalo spaghetti jujurnya aku lbh suka carbonara daripada bolognese mbak :D.. krn lbh creamy dan lebih ngeju ;p.. tapi kalo dimasakin bolognese ttp aku makan sih :D.. cuma keju parmesannya aku banyakin hihihihi ;p.. pembantunya mama mertua nih yg jago bikin spaghetti..

  5. adoooh, jadi lapar… brb buka go-food 😀

    1. Asyikkk…pesan go-food. Makasih sudah mampir…

Leave a Reply

Required fields are marked*