review, travelling

Jelajah Negeri di Atas Awan di Penghujung Tahun

 photo dieng.jpg

Penghujung tahun 2017 tinggal sebulan lagi, rasanya gemes waktu berlalu dan saya belum merencanakan wisata kemana-mana. Enaknya menjelajah kemana ya? Desember tinggal beberapa hari lagi. Sepertinya seru juga wisata akhir tahun dibarengi juga sebagai penutup semester. Hitung-hitung memanfaatkan libur semester setelah para mahasiswa selesai ujian akhir semester.

Saya ingat semasa masih SMP pernah melakukan perjalanan bersama keluarga naik mobil dari Jakarta keliling Jawa Tengah. Kami sempat mampir di salah satu tempat wisata yaitu Dieng, sebuah tempat berhawa dingin di tengah-tengah pulau Jawa. Asyik juga nih, bila saya mengulang lagi jelajah wisata ke Dieng di penghujung tahun, dengan langkah-langkah yang lebih nyaman. Maklum, waktunya tidak banyak sehingga lebih baik menghemat waktu perjalanan supaya di tempat wisata bisa lebih lama, bukan?

Dimanakah letak Dieng?

Bagi ibu-ibu yang rajin ke pasar, sering dengar bukan kentang Dieng? Katanya bagus banget untuk bahan membuat kroket. Penasaran kan Dieng itu dimana?
Dieng merupakan dataran tinggi seluas 600.000 hektar dengan tinggi 2.093 mdpl, membentang di antara dua kabupaten, yaitu Banjarnegara dan Wonosobo. Bentang alam luas ini sering disebut sebagai Dieng Plateau, sebuah kawasan vulkanik aktif di kaki gunung Sindoro dan gunung Sumbing. Ternyata Dieng bukan hanya subur sebagai lahan pertanian kentang, tetapi juga tanaman lain seperti kol, kubis, wortel, kacang, jamur, dan lain-lain. Selain itu, Dieng juga kaya dengan ragam obyek wisata, mulai dari wisata alam, wisata sejarah, budaya, hingga kuliner.

Obyek Wisata Dieng

Berikut berbagai obyek wisata yang ada di Dieng Plateau

1. Golden Sunrise di Bukit Sikunir

Bukit Sikunir dan Gunung Prau merupakan spot paling baik untuk melihat matahari terbit dengan sinar keemasan, yang dikenal dengan Golden Sunrise. Momen menanti matahari terbit merupakan waktu kunjungan paling favorit bagi wisatawan. Tak kalah seru adalah, kalian dapat menikmati perasaan laksana negeri di atas awan, yakni fenomena alam unik berupa pemandangan awan bergulung seperti ombak di bawah kita. Serunya lagi fenomena ini adanya di musim penghujan. Cocok banget nih dengan rencana wisata di bulan Desember.

 

 photo sunrise.jpg

Sumber: Tripadvisor, foto oleh Indra G

 

2. Uniknya Telaga Warna dan Kawah Sikidang

Sebagai kawasan vulkanik aktif, banyak rekahan dan letusan di pelataran Dieng yang akhirnya menjadi danau dan kawah. Ada beberapa danau terbentuk di dataran tinggi Dieng ini, misalnya Telaga Cebong, Telaga Swiwi, Telaga Menjer, dan lain-lain. Yang paling terkenal adalah Telaga Warna. Disebut Telaga Warna, karena air danaunya bisa berganti-ganti warna sesuai dengan kondisi kandungan belerang dan akibat paparan sinar matahari. Kadang-kadang berwarna biru, hijau, silver, coklat, kuning, dan lain-lain. Pesona air telaga yang berganti-ganti ini menjadi salah satu tujuan utama di Dieng. Pesona Telaga Warna yang bersebelahan dengan Telaga Pengilon dapat kalian nikmati dari Batu Ratapan Angin. Sambil melamun duduk di batu, kalian dapat menikmati keindahan panoramanya. Tapi…sssh…jangan lama-lama melamunnya…
Keunikan lain di kawasan ini adalah adanya kawah-kawah yang mengeluarkan uap dan bau belerang. Salah satunya adalah Kawah Sikidang, yang dinamakan Sikidang dari si Kidang. Seperti kijang, titik kawahnya berpindah-pindah seperti lompatan kijang. Menarik bukan?

 

 photo batu ratapan angin.jpg

Sumber: Tripadvisor, foto oleh OpaQ

 

3. Misteri Candi-candi Dieng

Sampai sekarang belum diketahui dengan pasti, asal mula terbangunnya candi-candi di kawasan dataran tinggi Dieng ini. Bahkan menurut tutur warga sekitar, nama Dieng sendiri berasal dari kata diyang atau dihyang yang mempunya makna tempat bersemayamnya para Dewa.
Penemu pertama adanya pelataran dengan candi-candi diduga tahun 1814 oleh seorang tentara Britania yang berkunjung dan melihat reruntuhan candi di tengah danau. Penelitian tersebut kemudian dilanjutkan oleh pemerintah Hindia Belanda dengan proyek rekonstruksi di tahun 1864.

Menilik dari bentuk candi-candi yang ada di pulau Jawa, kemungkinan candi-candi di pelataran Dieng merupakan candi Hindu yang dibangun pertengahan abad ke-7 sampai akhir abad ke-8 Masehi. Semula diperkirakan ada ratusan candi, namun hanya 8 yang tersisa. Candi-candi tersebut dinamai sesuai dengan nama-nama pahlawan yang ada di epos cerita Mahabarata, kisah menurut kepercayaan Hindu. Misalnya candi Arjuna, candi Semar, candi Srikandi, candi Puntadewa, candi Sembadra, candi Dwarawati, candi Bima, dan candi Gatotkaca.
Wah, betapa kayanya budaya Indonesia. Di tahun 800an sudah ada masyarakat yang mempunyai keahlian membangun candi dan faham tentang ilmu tata letak.

 

 photo komplek-candi-arjuna-dieng.jpg

Sumber: https://i0.wp.com/obyekwisatadieng.com/

4. Museum, Teater dan Kebudayaan di Dieng

Ternyata pembangunan wisata di Dieng sudah cukup maju. Jadi selain wisata alam dan wisata sejarah, juga dibangun Museum dan Teater Dieng. Di Dieng Plateau Theater, kalian akan melihat pemutaran film dokumenter tentang sejarah di dataran tinggi Dieng.

 

 photo dieng plateau theater.jpg

Sumber: http://tempatwisatadaerah.blogspot.co.id/

 

5. Wisata Kuliner Dieng

Jauh-jauh berwisata ke suatu tempat, pastinya harus mencoba kuliner setempat. Selain Mie Ongklok berkuah kental dan Sate Sapi, ada pula Tempe Kemul, yang nikmat disantap hangat-hangat. Camilan lainnya apalagi kalau bukan kentang goreng dan jamur goreng, olahan dari hasil pertanian setempat. Kemudian adalagi minuman hasil olahan buah yang hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng, yaitu buah carica. Sejenis buah mirip pepaya tetapi bentuknya lebih kecil sebesar belimbing. Minuman penambah stamina ada juga, hasil dari sejenis herbal bernama purwaceng.

Jalan Menuju Dieng

Kalau saya amati di Google Map nih gaes, Dieng Plateau itu di tengah-tengah pulau Jawa pisan. Nah, kalau saya naik pesawat, berarti kota besar terdekat bisa dari Semarang, Yogya, atau Solo. Biasanya habis pesan tiket pesawat, mencari akomodasi belakangan. Ternyata dari bandara terdekat, teman-teman masih harus melanjutkan perjalanan dengan kendaraan kira-kira 3 hingga 4 jam perjalanan darat menuju Dieng. Kalau begini sih, enaknya mencari tiket pesawat dan akomodasi sekaligus saja. Supaya saya tidak pusing lagi sampai di kota tujuan, masih harus ubek-ubek keliling kota mencari hotel. Melelahkan dan buang waktu, kan. Setelah saya search, ada paket pesawat hotel traveloka yang mudah dan saving time lho.

 

 photo petayogya-dieng.jpg

 

Saya coba-coba simulasi pesan tiket, kemudian pesan akomodasi sekalian. Gampang banget teman-teman. Tinggal klik website pilihan flight plus hotel. Pilih-pilih bandara di kota asal dan tujuan, lalu klik kota tempat kita menginap. Ternyata pilihan paket pesawat+hotel lebih murah daripada pesan terpisah! Hematnya bisa sampai 20% tanpa kode promo apapun. Sisa uangnya bisa tuh untuk biaya transportasi ke Wonosobo, atau untuk wisata kuliner.
Teman-teman boleh, lho, apakah mau langsung cus ke Wonosobo atau stay dulu barang semalam di Yogya. Di website Traveloka dijelaskan juga bila akan naik kendaraan umum ke Wonosobo.

 

 photo traveloka1.jpg

 

 photo traveloka2.jpg

 

Sesudah beres klik-klik pesan memesan, lanjutkan langkah-langkah pemesanan, isi form data. Langsung terlihat total harganya, cara bayarnya mudah, dan tersedia berbagai metoda pembayaran.

 

 photo traveloka3.jpg

 

So, tunggu apalagi, cek-cek waktu yang cocok untuk liburan akhir tahun kalian. Tidak perlu ribet-ribet di penghujung tahun. Jangan lupa bawa baju hangat, kaus kaki dan jaket tebal. Siap-siap menikmati kesegaran alam pegunungan bersuhu 12-17 C 0. Dan selalu jaga kelestarian alam Indonesia ya, dengan tidak membuang sampah sembarangan.

 

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Dieng
http://tempatwisatadaerah.blogspot.co.id/2015/07/12-tempat-wisata-di-dieng-yang-paling.html
http://obyekwisatadieng.com/2017/10/31/inilah-gambar-wisata-dieng-populer-2017/

twittergoogle_pluspinteresttumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *