cuma cerita

Kaleidoskop Penulisanku

 

Hari ini tanggal 1 Desember, awal bulan di bulan terakhir tahun 2017.
Tak lama lagi di lini masa FB, berbagai artikel blog, bahkan giveaway blogger akan bertemakan apa resolusimu di tahun 2018 nanti.
Sebelum membahas resolusi, saya inginnya kilas balik terlebih dahulu, setahun belakangan ini apa saja yang telah saya lakukan. Ya semacam kaleidoskop acara TV itu. Biasanya 4 hari menjelang akhir tahun ada acara kaleidoskop kilas balik, tentang politik, hubungan luar negeri, perekonomian, dan lain-lain.

Rupanya saya juga melakukan kilas balik setahun yang lalu di sini.
Lagi-lagi, cara paling mudah apa saja yang telah saya lakukan setahun belakangan adalah menengok lini masa FB. Terimakasih FB, memudahkan mengingat-ingat saya yang mulai pendek ingatan ini. Untuk blog ini ya tinggal klik per bulan yang telah saya lalui, saya menulis apa saya di blog ini.

Januari

Awal tahun ini dibuka dengan saya memperoleh giveaway dari tulisan saya Tamasya ke Negeri Sang Penulis. Sebuah tulisan tentang Imam Bukhori, sang Penulis Hadis dan kota Bukhara. Kota di mana saya sangat ingin kunjungi. Selain ikut giveaway, saya juga ikut challenge dari blogger untuk menulis sesuai tema. Kemudian yang paling berkesan dan saya ikuti sampai menjelang akhir tahun ini adalah, saya ikut grup 1minggu 1cerita. Menulislah, walaupun 1 minggu 1 cerita.

Februari

Ini pertama kalinya saya ikut lomba blog di tahun 2017 yang diadakan oleh Taruna Ngeblog. Saya tak menang sih. Tapi menambah link dan memperluas jaringan pertemanan saya di dunia blog.

Maret

Di bulan ini ternyata buku kolaborasi saya bersama Dicky Mulyana, Spd., akhirnya terbit. Buku “Kumpulan Lagu Wajib Nasional, Tradisional & Anak Terpopuler”, diterbitkan oleh Cerdas Interaktif (Penebar Swadaya Grup). Hampir dua tahun saya menunggu buku ini terbit, sampai hampir lupa.
Waktu itu saya masih mempunyai side job sebagai instruktur piano di sebuah kursusik. Bersama dengan salah seorang guru, kami menuliskan kembali lagu-lagu wajib, lagu tradisional dan lagu anak-anak Indonesia. Saya menuliskan dalam notasi balok, sedangkan Dicky yang membuat kord dan saya menuliskannya.

April

Hore. Ini merupakan bulan istimewa, saya dan cucu saya ulang tahun di bulan April. Oh ya yang penting lagi, ulang tahun pernikahan kami pun di bulan April. Tentang penulisan, saya mengikuti kelas penulisan artikel untuk mengasah kemampuan saya menulis artikel, menulis review produk, dan mengisi artikel untuk portal parenting dan perempuan.
Selain itu di dunia nyata, saya ikut kelompok pelestarian bangunan untuk menambah pengetahuan saya tentang sejarah kota Bandung.
Kabar gembira dari penerbit Andi, buku tulisan saya Sehat Tanpa Obat dengan Si Merah Stroberi juga terbit di bulan April ini. Naskah selesai ditulis tahun 2015. Lumayan buah kesabaran menunggu 2 tahun.

Mei

Bulan ini ternyata saya mengikuti beberapa lomba blog dan giveaway. Salah satu yang saya ikuti di SPASIUM di kemudian hari memenangkan dua buah artwork yang saya bingung memilihnya.

Juni

Komunitas Blogger Perempuan mengadakan challenge di bulan Ramadan untuk menulis sepuluh artikel. Saya hanya sanggup menulis beberapa artikel. Tetapi di sisi lain, lomba blog yang saya ikuti tentang Ramadan di Pulau 1000 Masjid, yaitu di pulau Lombok, termasuk dalam 3 penulis terbaik.

Juli

Saya rupanya belum bisa membaca situasi atau menuliskan artikel yang bisa membuat viral. Minggu-minggu ke depan ternyata hanya sekedar memenuhi kewajiban 1minggu 1cerita yang saya ikuti. Kadang-kadang bertema di minggu pertama tiap bulan.

Agustus

Kalau dibuat grafik, melewati pertengahan tahun semangat ngeblog saya stagnan. Kalau saya kehabisan ide menulis biasanya saya mereview buku teman. Di komunitas Juragan Artikel saya menawarkan barter buku pada penulis-penulis baru yang bukunya gres baru terbit. Kemudian menawarkan untuk saling bertukar review.
Selain itu saya juga menyelesaikan buku kolaborasi dengan anak saya tentang menggendong dan membedong bayi. Boleh dibilang penulisan buku ini agak macet di beberapa langkah ilustrasi. Dari mulai cucu saya bayi hingga mulai berlari, buku ini bertahap menyelesaikan ilustrasinya.

September

Grafik penulisanku sepertinya datar nih di bulan ini. Saya malah ke Bali ikut seminar internasional, itu pun saya tidak mengirimkan artikel ilmiah sama sekali. Jadi saya tidak perlu presentasi apapun. Saya hanya pemerhati dan ikut saja berbagai kegiatan di sana. Ikut ke desa penelitian teman saya yang menyelesaikan program doktoralnya.

Oktober

Bulan Oktober boleh dibilang bulan tawaran backlink dari beberapa pihak yang menawarkan saya menulis artikel dengan tema dan keywords tertentu. Tentu saja tawaran yang sayang untuk dilepaskan begitu saja. Feenya kan bisa bermanfaat memperpanjang domain sekian tahun. Selain itu saya terengah-engah menyelesaikan naskah buku saya.
Sudah tahu begitu, saya malah ikut menulis antologi di beberapa komunitas, ada yang dari Sekolah Perempuan, Juragan Artikel, dan Kelas Menulis Cerita Anak. Saya tahu saya jadi tidak fokus. Mungkin karena menggampangkan, saya toh hanya perlu menulis 2 halaman saja. Dan nanti nama saya termasuk dalam deretan penulis dalam buku yang dijanjikan akan terbit.

November

Menjelang akhir tahun yang manis. Lagi-lagi saya mendapat email tawaran kerjasama menulis artikel dengan tema dan keywords tertentu. Seperti biasa artikel yang saya tulis harus mendapat persetujuan terlebih dahulu sebelum upload. Tak apa, karena semakin hari fee saya juga meningkat kok.
Kabar baik lainnya, akhirnya naskah menggendong dan membedong bayi selesai juga ilustrasinya. Saya tinggal berharap kali ini lolos dari ketelitian editor.
Kabar baik berikutnya salah satu proyek antologi dengan Sekolah Perempuan menjelang akan diterbitkan secara indie.

Desember

Sampai artikel ini diselesaikan masih ada 27 hari menjelang tutup tahun 2017.
Saya melirik beberapa lomba blog sih kalau saya cukup semangat dan punya ide. Asalkan tidak tiba-tiba melempem lagi.
Oh ya masih ada antologi dongeng anak dan kisah fiksi di 1 minggu 1 cerita.

Nah, itulah kaleidoskop penulisanku selama tahun 2017.
Duabelas bulan bila diperinci ternyata lumayan juga. Walaupun saya yakin masih banyak blogger lain yang jauh-jauh lebih mumpuni dan tulisannya lebih bermanfaat daripada saya.
Begini ini kalau ngeblog just for fun…

Bagaimana dengan teman-teman? Ngeblognya hasilnya sudah jutaan kah?

twittergoogle_pluspinteresttumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *