Selalu Ada Doa-doa Baru Dipanjatkan


cuma cerita, lifestyle / Sabtu, Januari 6th, 2018

 

Tema “Baru” kali ini sepertinya mudah, apalagi bertepatan dengan Tahun Baru 2018 dan minggu pertama perputaran grub ngeblog 1minggu1cerita. Tetapi minggu pertama di bulan Januari 2018 sudah hampir habis, saya masih bingung mau menulis apa untuk 1minggu1cerita.
Kisah pertama yang saya baca tentang tema ini, yaitu dari blognya Ica, tentang Pamer Aja sih. Lucu, sederhana. Teman-teman lain suka, dan pada komen di grup wa. Perlahan tapi pasti, satu demi satu teman-teman pada pamer tulisan masing-masing. Lalu ada kisahnya Safprada, tentang Resolusi Warganet: yang Lama Rasa Baru di Tahun Baru 2018. Dan artikelnya Ayu Welirang, tentang Memaksa Ide Baru Untuk Datang. Rada berat tulisannya, padahal sepenuturannya ditulis hanya dalam waktu 40 menit. Keren banget si Mbak ini.
Terus saya masih melongo, ngeblank…

Tumben-tumbenan saya tidak ada ide untuk menulis. Padahal sepanjang tahun 2017 sejak saya ikut 1minggu1cerita, sejak minggu pertama sampai minggu terakhir, saya tak pernah bolos. Berarti artikel di blog saya sudah bertambah paling tidak 52 artikel. Harusnya saya dapat award kali ya, sebagai peserta tak pernah dikick. Ahay…
Tumben-tumbennya lagi, tahun 2018 ini saya belum bikin resolusi. Apa yah resolusi saya?
Lha wong target karya saya tahun 2017 belum semua terealisasi.

Resolusi adalah tujuan atau sesuatu yang hendak dicapai untuk tahun-tahun ke depan. Menurut saya kebanyakan yang ditulis sebagai resolusi antara lain, konsisten akan sesuatu hal, menginginkan sesuatu, atau bercita-cita mencapai sesuatu.
Keinginan-keinginan tadi, okelah dengan semangat 2018 siap dilaksanakan, dan keberhasilan sudah ada di pelupuk mata. Tetapi menurut pengalaman saya yang ribuan jam ini, apalah semua keinginan dan usaha tadi tanpa disertai DOA. Nah, saya tuh masih percaya banget sih dengan yang namanya doa.
Unik lagi, doa-doa yang saya panjatkan seringnya menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Jadi, selalu ada doa-doa baru yang dipanjatkan.

Doa-doa Baru

1. Anak-anak

Kata teman-teman saya, saya itu enak, karena kedua anak-anak saya sudah menikah semua. Kata mereka saya bebas tugas. Iya sih, bebas tugas. Tapi kata saya, doanya lain lagi.
Apa coba doanya.
Misalnya nih, dulu ketika anak-anak masih kecil, kan doanya semoga jadi anak sholeh dan sholehah. Semoga sehat, pintar, sekolahnya lancar, lolos passing grade sekolah negeri.

Ketika mulai remaja, doanya, selain sholeh-sholehah-sehat-pintar tadi, ditambah doa selamat dari pergaulan yang mengkhawatirkan. Tidak merokok, tidak terjerat narkoba, tidak kenal cowok begajulan dan menodai anak perempuan saya. Amin.

Ketika beres kuliah, ditambah lagi dengan doa baru. Semoga mendapatkan jodoh yang seiman, langgeng, nyambung ngobrolnya seperti ortunya gini lho. Lalu berkembang lagi doanya, semoga mendapatkan pekerjaan yang mumpuni dan kariernya sukses.
Apakah doa untuk anak-anak stop sampai di sini?
Ternyata tidak!

Salah seorang anak saya dan pasangannya sedang berusaha mempunyai momongan. Sudah berbagai upaya, mulai dari diet, terapi tenaga prana, tusuk jarum, jamu, sampai teknik mutakhir ikut program bayi tabung mereka jalankan. Allah belum mengabulkan doa-doa mereka.
Saya sebagai ibunya, tak kurang membantunya mendoakan juga, semoga doa mereka diijabah Allah swt.

Sedangkan anak saya yang satu lagi, sedang galau dengan sumber pendapatan yang dirasa belum mengalir deras. Ditambah lagi putra mereka mengalami masalah dalam tumbuhkembangnya.
Lagi-lagi sebagai ibunya, selain membantu menstimulasi tumbuhkembang cucu saya itu, tentunya doa-doa tak putus saya panjatkan kepada Sang Khalik.

2. Pasangan

Pasangan saya itu cinta pertama saya. Ahai.
Bermula sebagai teman selama kuliah, karena kami seangkatan, walau beda program studi, selama 7 tahun. Kemudian menikah sudah lebih dari 30 tahun. Jadi boleh dibilang lebih dari setengah umur saya, saya habiskan bersamanya.

Apa sih yang dirasakan bila sudah puluhan tahun hidup bersama? Mungkin passionnya tidak semenggebu-gebu seperti zaman dulu ketika awal-awal menikah. Di usia yang sama-sama senja ini, yang ada saling mengingatkan dan saling menjaga. Mengingatkan kalau sudah tidak muda lagi.
Padahal kalau pesan, Bu, ingetin nanti ini itu bla…bla… Saya suka protes, karena saya sendiri juga suka lupa.
Nah lho, gimana mau saling mengingatkan coba.

Maksudnya gini, kita-kita ini suka lupa kalau tulang sudah rapuh. Jadi jalan sering tersandung.
Ya diingatkan untuk pegangan bila turun tangga. Diingatkan untuk masukkan semua dompet, HP ke dalam tas, baru jalan. Jangan jalan sambil gadgetan. Apalagi menyeberang jalan!
Kalau suami mau keluar kota, lalu tanya, Ibu mau ikut? Itu maksudnya minta ditemani. Selain bertugas mengingatkan itu tadi. Mengingatkan periksa tiket, tidak ketinggalan HP, topi, kacamata, gigi, dan lain-lain.

Lalu doanya apa untuk pasangan? Percaya atau tidak, kalau kita pasrah mensyukuri berapapun atau apapun yang pasangan upayakan untuk keluarga, ternyata rizki semakin mengalir.
Sejak 2 bulan ini suami mendapat amanah menjabat suatu jabatan di kantornya. Jadi ya doanya minta keselamatan supaya pasangan bisa menjalankan amanah sebaik-baiknya, tidak diganggu orang atau apapun yang iri dan dengki.

3. Kesehatan

Teman-teman saya itu berita kesehatannya kurang begitu baik. Ada saja cerita, si A serangan jantung, si B sudah stadium 4 karena kanker otak tinggal menghitung hari, atau si C juga sudah diambil payudaranya sebelah karena kanker. Atau suaminya L, masuk ICU!
Kami itu sedih mendengar berita-berita seperti itu. Apalagi lingkaran pertemanan kami banyak yang berprofesi sebagai dosen. Jadi kalau sudah kanker otak dan lumpuh separo, lenyaplah semua kepandaian yang selama ini menjadi modal dan bahkan menjadi kebanggaan.
Beyond our imagination lah. Kan saya jadi tidak bisa menulis apalagi ngeblog bila ada gangguan kesehatan parah. Amit-amit. Audzubillah…

Demi menjaga kesehatan, maka sejak 6 bulan terakhir suami rajin puasa Senin-Kamis. Walaupun tidak ada sih konon sunnahnya, puasa Senin-Kamis itu. Kenapa kok bukan Rabu-Sabtu atau Selasa-Jumat. Tetapi biarlah demi apa, demi sehat saja, tidak makan siang dan ngemil selama 12 jam, 2 kali seminggu. Lumayan, suami turun berat badannya 6 kg. Saya kadang-kadang saja ikutan. Entah, mungkin kurang niat, bawaannya lemas dan puyeng bila sudah lewat Azhar.

Alhamdulillah saya tidak punya penyakit organ dalam yang ajib-ajib. InsyaAllah sehat terus, berkat habatussauda plus minyak zaitun, 2 kapsul sehari.
Eh, kok ngiklan…

Jadi doanya apa? Ya mohon teman-teman dan keluarga saya diberi kesehatan dan dapat menikmati hari tua dengan aman.

4. Persiapan Hari Tua

Saya pernah iseng-iseng masuk ke webnya Reksadana. Di sana ada ilustrasi bila kita pensiun umur sekian, harapan hidup berapa tahun lagi, kemudian pengeluaran bulanan saya selama ini berapa juta, ditambah inflasi. Maka saya harus punya tabungan 2.3 Milyar.
Alamak jan!
Salah saya sih pakai iseng-iseng menghitung-hitung segala. Padahal tabungan saya boro-boro em-em-an kan.

Cita-cita saya sih dengan tabungan yang ada saya ingin membuat kamar kos-kosan, barang 3 atau 4 kamar. Nah, kos-kosan itu rencananya untuk menambah penghasilan setelah saya pensiun nanti.
Buku Mendisain Kos-kosan sudah saya beli.
Suami sudah menyarankan dari kemarin-kemarin untuk mulai merancang di mana kamar-kamar dengan jalan masuk terpisah itu nanti. Tetapi saya belum pun mulai menggambar.
Karena rencana jangka pendeknya saya harus membuang dulu barang-barang tak terpakai supaya kalau akan mulai membangun, rumah tak terlalu berantakan.
Padahal memilah barang juga tidak mudah…
Itu sebabnya mungkin saya tak membuat resolusi di tahun 2018. Karena prosesnya mungkin tidak cukup satu tahun.

Nah, sekarang doanya apa?
Doa untuk diri saya sendiri apa? Selain rizki yang luas, cliche banget ini, saya berdoa supaya saya selalu menjadi orang baik.
Sebagai manusia, katanya boleh kok kita itu selalu meminta melalui doa.
Tinggal sabar saja. Ada doa yang dikabulkan, doa ditunda, atau yang memang tidak dikabulkan Allah swt.

Doa teman-teman apa nih?

twittergoogle_pluspinteresttumblr

7 Replies to “Selalu Ada Doa-doa Baru Dipanjatkan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *