Mengenal Proses Pembuatan Kain Tenun Ikat


blog competition, review / Sabtu, Maret 31st, 2018

 photo tenunikat.jpg

Seperti kita ketahui, tahun 2009 batik Indonesia telah diakui oleh UNESCO dengan dimasukkan dalam daftar Representatif sebagai Budaya Tak-Benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity). Berbagai corak dan motif batik dapat kita jumpai dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini tentu saja membanggakan, berkat batik, Indonesia semakin terkenal di manca negara. Dan ternyata batik bukan hanya satu-satunya kekayaan budaya Indonesia. Indonesia dengan lebih dari puluhan provinsi mempunyai kekhasan produk dari tiap-tiap wilayah tersebut. Bentuk kekayaan produk karya lokal karya anak bangsa lainnya adalah TENUN IKAT.

Tenun Ikat

Kain tenun ikat sesuai namanya, sebelum ditenun melalui tahapan diikat terlebih dahulu. Proses tersebut melalui tahapan yang panjang dan melibatkan banyak orang sejak proses awal hingga menjadi sehelai kain. Proses awal adalah, benang disusun berjajar pada pakan kemudian digambar atau ditandai tempat-tempat untuk nantinya diikat kuat dengan tali plastik atau rafia. Setelah diikat berdasarkan kelompok kira-kira 5-10 benang, kemudian dilepas dari pakan lalu dicelup dan dijemur. Langkah berikutnya adalah melepas ikatan tali plastik, kemudian dilanjutkan dengan mewarnai dengan warna berbeda tempat-tempat yang tidak terkena warna celupan.
Bila proses pewarnaan benang telah selesai, maka benang tersebut dilepaskan dari pakan kemudian dipintal. Selanjutnya digulung dalam sekoci untuk memulai proses menenun.

Disinilah letak keistimewaan tenun ikat dibandingkan dengan proses menenun kain melalui mesin. Karena kain-kain tersebut ditenun dengan alat tenun bukan mesin (ATBM), dan dibeberapa daerah bahkan dengan alat tenun gendong.

Proses pengikatan benang sebelum dicelup warna
Sumber: id.wikipedia.org

Menurut berbagai sumber, kain tenun ikat hampir menyebar di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Dari Aceh, pulau Jawa hingga Nusa Tenggara, dan dari Kalimantan, Sulawesi serta Maluku. Masing-masing daerah memiliki keunikan dari segi keunikan motif dan teknik menenunnya.

Tenun yang bagian benangnya ke arah vertikal disebut benang lungsi (arah panjang kain). Sedangkan bagian benang ke arah horisontal disebut benang pakan (arah lebar kain). Benangnya sendiri terbuat dari serat kayu, kapas, dan sutra. Beberapa daerah ada yang menenunnya bukan teknik tenun ikat, tetapi tenun songket. Yaitu menenun dengan menggunakan benang emas atau perak. Sedangkan pemakaian warna pencelup sekarang mulai diarahkan menggunakan pewarna alami untuk mendukung pelestarian lingkungan dengan tidak menggunakan pewarna kimia.

Teknik Menenun

Di beberapa daerah kain tenun bahkan menjadi bagian dari pelengkap ritual adat, karena nilai kain dan motif khusus yang dianggap sakral. Motif-motif kain tergantung pada daerah masing-masing dan biasanya memuat unsur-unsur lokal. Misalnya di Kalimantan, motifnya flora atau fauna dan mahluk mitologi. Menurut motifnya kain tenun dapat dibedakan dari Tenun Ikat Pakan, Tenun Ikat Lungsi, serta Tenun Ikat Pakan dan Lungsi (Tenun Ikat Ganda).

 photo menenun.jpg

Menenun
Sumber: pribadi

Tenun Ikat Pakan

Kain tenun ikat pakan biasanya diperoleh di daerah Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Jawa, Bali dan Lombok.
Adapun ciri kain tenun ikat pakan adalah, batang gambar atau motif tidak membentuk garis tegak yang jelas, karena letak benang pakan tidak selalu tepat pada tempatnya tetapi agak menggeser. Batas gambar motifnya membentuk tangga-tangga, karena diikat secara berkelompok, terdiri dari 5 hingga 10 helai benang. Motif-motifnya pun berbentuk geometris.

Warna motif terdiri dari warna campuran, yaitu campuran dari warna benang lungsi dan warna benang pakan sebelum dicelup. Tebal kain sesuai dengan nomor benang yang dipakai.

Kain Endek dari Bali merupakan salah satu jenis kain tenun ikat yang menggunakan teknik tenun ikat pakan. Endek merupakan kain atau wastra tradisional Bali, dimana proses pembuatan endek membutuhkan waktu yang cukup lama untuk satu motif kain endek. Kegiatan menenun atau pertenunan endek di Bali bisa dijumpai di kabupaten Karangasem, Klungkung, Gianyar, Buleleng, Negara dan kodya Denpasar. Kombinasi warna dan pengembangan ragam hiasnya, kain-kain Endek banyak digemari masyarakat dan menjadi pilihan fashion etnik yang menarik.

Tenun Ikat Lungsi

Kain Ulos dari Batak dan kain songket dari Sumatera Selatan merupakan contoh ragam hias kain tenun ikat lungsi. Kain ini mempunyai kekhasan yaitu terdiri dari warna dasar kain dan warna untuk motif.

Motif kain ikat lungsi diperoleh dengan jalan mengikat erat benang-benang lungsi di tempat tertentu kemudian dicelup pewarna. Seperti halnya tenun ikat pakan, maka tempat-tempat yang diikat tersebut akan membentuk motif setelah kain tersebut ditenun.
Warna pakan hanya satu warna, sedangkan warnanya sama dengan warna dasar benang lungsi yang tidak diikat.

Tenun Ikat Pakan dan Lungsi (Tenun Ikat Ganda)

Jenis tenun ikat ini terdapat di Desa Tenganan, Pegiringsingan, Bali, dan biasanya disebut dengan Geringsing. Karena prosesnya diikat di kedua arah benang, yaitu vertikal (lungsi) dan horisontal (pakan), maka proses pembuatannya lebih lama daripada tenun ikat yang lain. Penenunnya pun tidak menggunakan alat tenun gendongan biasa, tetapi benang lungsi disangkutkan di tiang rumah.

Ciri-ciri kain dengan teknik ikat pakan dan lungsi mirip dengan kain tenun ikat lungsi, tetapi kainnya lebih kecil, berukuran 50X200 cm. Pewarnaan kain tenun Geringsing menggunakan pewarna alami, misalnya dari akar pohon, kulit pohon, atau minyak biji kemiri dan kunyit.

Nah, dari yang kita pelajari tersebut terlihat bahwa pembuatan kain tenun ikat merupakan sebuah karya istimewa. Karena setiap lembar kain dibuat dengan penuh kesabaran, dan boleh dibilang tidak ada kain tenun ikat yang benar-benar sama satu dengan lainnya.

Mendapatkan Kain Tenun Ikat Tinggal Klik di Qlapa.com

Keunikan ragam hias, warna dan jenis kain tradisional dari seluruh Indonesia, dalam hal ini kain tenun ikat, membuat jenis-jenis kain ini menjadi benda-benda yang diburu dan dikoleksi. Bagi masyarakat yang mempunyai waktu dan kesempatan untuk mendatangi daerah-daerah penghasil kain-kain tradisional ini tentunya tidak masalah untuk berwisata ke desa-desa asal muasal tenun ikat. Tetapi bagi kita-kita yang sibuk dan belum mempunyai kesempatan, ada cara mudah untuk mendapatkan kain-kain unik tersebut.

Caranya adalah dengan mengunjungi situs marketplace online khusus dan dengan mudahnya menemukan produk handmade unik di Indonesia lewat qlapa.com.

Kita dapat membeli produk handmade langsung dari pembuatnya yang berasal dari seluruh Indonesia. Bahkan kita pun bisa melakukan pre-order bila penjual hanya membuat produk-produk berdasarkan pesanan saja. Setiap transaksi di Qlapa juga menggunakan sistem yang diotomisasi dan menggunakan rekening bersama. Jadi, pembeli bisa melakukan transaksi dengan lebih nyaman dan terjamin keamanannya.

 photo qlapa1.jpg

Laman Qlapa.com

Langkah-langkah Membeli Melalui Qlapa.com

  1. Melalui Situs Qlapa.com
  2. Melalui Aplikasi di Ponsel

Qlapa itu terinspirasi dari pohon kelapa yang bisa dimanfaatkan dari mulai buah, daun, dan batang pohonnya, sehingga misi lapak qlapa.com adalah banyak manfaatnya.

Produk yang ada di Qlapa sangat beragam, meliputi produk fashion untuk wanita, pria, anak-anak. Juga produk untuk rumah dan dekorasi, kemudian gadget dan peralatan. Bahkan kuliner, perawatan dan kecantikan. Dan yang tak kalah penting adalah berbagai produk untuk perayaan dan hadiah, serta produk pilihan editor. Jadi, kalau saya tertarik dengan produk tenun ikat, ternyata bukan hanya berupa kain tenun, tetapi sudah ada pilihan menjadi produk fashion, tas, perlengkapan interior, dan lain-lain.

Jelas sekali bahwa value dari situs ini adalah, bagi pembeli, Qlapa merupakan tempat menemukan produk bernilai untuk berbagai hal: hadiah, koleksi, dan lifestyle.

Sedangkan di sisi lain, Qlapa ingin menyediakan satu tempat bagi pengrajin lokal di Indonesia agar dapat berjualan bersama. Khususnya bagi pengrajin kain tenun ikat, dengan adanya fasilitas berjualan secara online akan memudahkan pengrajin untuk menjual produk mereka dan secara berkelanjutan menjaga kelestarian produk asli Indonesia. Jadi, sahabat blogger bila ingin mempunyai keahlian memroduksi barang-barang unik handmade, bisa banget dijual di Qlapa.com.

Nah, bagaimana teman blogger? Sudah mulai berselancar memilih produk-produk handmade unik? Segera install aplikasinya di ponsel kalian.

Selamat memilih dan membeli sekaligus #CintaProdukLokal tinggal klik!

 

Sumber:
http://bisnisukm.com/kain-tenun-gringsing-warisan-budaya-bali-aga.html
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170615192732-277-222079/menyusuri-tenun-indonesia-dari-aceh-hingga-nusa-tenggara
http://www.kain-tenun-ikat.com/2015/12/pembuatan-tenun-ikat-jenis-endek.html
http://www.liputan6.com/tekno/read/2370843/qlapa-tempat-jual-beli-kerajinan-tangan-unik-asli-indonesia
https://qlapa.com/
http://sanabilastore.com/blog/17_3-Teknik-Pembuatan-Kain-Tenun-Ikat.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Tenun_ikat
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Thread_before_dyeing_Tenun_Ikat_Lombok.JPG
https://www.youtube.com/watch?v=rhat_vsMezw
https://www.youtube.com/watch?v=JoYnYrUVyMk

twittergoogle_pluspinteresttumblr

4 Replies to “Mengenal Proses Pembuatan Kain Tenun Ikat”

  1. proses pembuatan tenun ikat ini cukup rumit ya mbak
    aku membayangkan harus teliti banget mengembalikan urutan benang yang sudah dicelup itu ke alat tenun …
    haduuh kebayang ribetnya, atau mungkin mereka punya cara khusus ?

    1. Iya…harus teliti dan sabar. Benangnya diurai dari pakan kemudian digulung. Gulungan di sekoci inilah yang ditenun. Amazing lah lihatnya…
      Makasih ya sudah mampir.

  2. Aku sangat suka dengan tenun ikat.
    Motifnya etnik Indonesia banget dan keren buat foto-foto.

    Aku sering ngumpulin kain ikat, mulai dari ikat kepala, gelang, syal, blanket … ☺

    1. Selimut kain tenun ikat yang lembut memang nyaman untuk selimut. Hangat tetapi tidak sumuk (gerah). Saya lebih suka yang warna natural, seperti merah maroon atau coklat.
      Terimakasih sudah mampir…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *