Paduan Fungsi dan Estetika pada Sepatu Wanita


lifestyle / Jumat, April 6th, 2018

 photo title.jpg

Sejak kapan sih manusia memakai sepatu? Menurut sejarah, prototipe sepatu paling awal berbentuk lunak, terbuat dari kulit yang dibungkus ke kaki. Sepatu yang berfungsi melindungi kaki tersebut lebih menyerupai sandal atau mokasin. Hingga 1850, sepatu dibuat lurus, yang tidak membedakan antara sepatu kaki kiri dan sepatu kaki kanan. Tak terbayang juga bahwa sepatu kiri dan kanan dibuat sama. Kita yang sudah terbiasa berbeda antara sepatu kiri dan kanan, rasanya aneh untuk melangkah bila keliru pakai.

Barulah di menjelang abad ke duapuluh, pembuat sepatu meningkatkan kenyamanan dengan membuat sepatu khusus yang sesuai untuk setiap ukuran. Bila dibandingkan antara sepatu pria dan sepatu wanita, sepatu wanitalah yang memiliki lebih banyak pilihan. Sekarang ini, dibuat berbagai jenis sepatu untuk setiap kesempatan dan suasana hati. Ada sepatu untuk pesta, sepatu ke kantor, sepatu berhak tinggi, sepatu teplek, sepatu olahraga, bahkan aneka sandal. Selain itu banyak desainer sepatu selain memikirkan estetika, mereka juga fokus pada kenyamanan dan fungsi. Bahkan konsumen pun mulai lagi meminati sepatu-sepatu buatan tangan yang disesuaikan dengan bentuk dan ukuran kaki pemesan.

Sepatu wanita handmade Indonesia, cantiknya sampai ke mancanegara

Banyak yang belum tahu bahwa desainer dan produsen sepatu Indonesia mulai berkiprah dan produk handmade mereka diakui dunia. Produk kerajinan tangan memang sesuatu yang unik, selain dari bentuk juga bernilai artistik. Mau tahu desainer lokal siapa saja mereka itu? Yuk, kita intip mereka satu persatu.

Sepatu wanita artistik yang lahir dari tangan pengrajin lokal

Sepatu sekarang ini sudah menjadi bagian dari fashion. Pastinya selain fungsi juga melibatkan unsur estetika dan tentu saja artistik. Membahas tentang nilai artistik, banyak pengrajin Indonesia yang “mengawinkan” produk handmade dengan seni. Dengan metode ini, pelanggan akan mendapatkan dua aspek keuntungan sekaligus. Fungsional dan emosional. Contohnya adalah merek sepatu wanita Slight.
Slight didirikan oleh kakak beradik, Andina Nabila Irvani (Dina) dan Nerissa Arviana (Icha). Berawal dari jasa lukis sepatu kanvas, usaha mereka terbilang cukup cepat naik daun. Larisnya produk Slight otomatis mengundang banyak pesaing. Persaingan superketat ini bikin mereka harus cari alternatif lain biar gak “tenggelam”.

SLIGHT ‘Art to Wear’ — Mix of ART and wearable FASHION.

Melalui berbagai proses penelitian dan produksi, akhirnya Slight berhasil melahirkan produk handmade mereka sendiri. Wujudnya berupa sepatu wanita bernilai artistik tinggi. Saat ini, pemasaran mereka bahkan telah sampai ke Thailand, Filipina, Taiwan, Malaysia, bahkan Australia! Wow, keren ya!

 

Situs SLIGHT

Ada satu lagi produk sepatu wanita asli Indonesia yang gak kalah cantiknya dengan Slight. Mau tahu?

Kreativitas menjadikan sepatu wanita batik ini muncul di pasara

Produk sepatu wanita yang satu ini bernama ETC.CO, kependekan dari kata Ethnic Collaboration. Boleh dibilang produk ini punya background yang “so sweet” karena dikreasi oleh sepasang kekasih. Namanya Astari dan Myta. Produknya berupa sepatu batik. Uniknya, ETC.CO punya metode pemasaran kreatif buat mendorong produk mereka muncul di pasaran.

Caranya, ETC.CO tidak akan memproduksi ulang barang mereka yang udah habis terjual (non-repeated). Dengan kata lain, semua item yang mereka jual limited edition! Dengan trik ini, pelanggan jadi merasa spesial bisa pakai produk ETC.CO. Hasilnya, produk sepatu wanita ini dengan cepat muncul ke permukaan.

Sekarang, ETC.CO bahkan sudah memroduksi item lain berupa clutch batik. Namun pemasaran item mereka masih di lingkup dalam negeri. Nah, biarpun kedua merek tersebut sudah terbilang cukup sukses, tapi keduanya tetap menghadapi batu sandungan. Salah satunya persoalan klasik yaitu pemasaran.

Pemasaran, kendala utama para pengrajin kreatif Indonesia

Seperti kebanyakan pengrajin kreatif Indonesia, pemasaran masih jadi masalah utama bagi Slight dan ETC.CO. Misalnya Slight, walaupun mereka sudah berhasil menjangkau pasar mancanegara, masalah pemasaran lain muncul. Mereka harus bersaing dengan merek-merek luar negeri. Dan ini jelas bukan perkara sepele.

Sedangkan ETC.CO mengalami kesulitan untuk memperluas pemasaran produk sepatu wanita mereka. Ini berarti bahwa ETC.CO butuh semacam “batu loncatan” untuk mencapai market mancanegara. Kalau tidak ada solusi jitu untuk mengatasi masalah ini, masa depan para pengrajin lokal bakal terancam. Akibatnya, industri kerajinan tanah air bakal makin sulit berkembang.

Untungnya, masalah pemasaran ini sedikit terbantu berkat eksistensi pasar kerajinan online di Indonesia. Walaupun memang, tidak semua masalah bisa terpecahkan. Setidaknya, dengan adanya marketplace online ini, sedikit demi sedikit industri kerajinan Indonesia mengalami kemajuan.

Eksistensi pengrajin akan terbantu dengan kemunculan pasar handmade

Salah satu online marketplace handmade di Indonesia yaitu Qlapa.com.

Sudah tahu belum, situs ini merupakan marketplace online yang khusus mengakomodasi pemasaran produk kerajinan lokal Indonesia. Bisa dibilang, ini adalah marketplace sekaligus solusi paling ideal bagi para pengrajin nusantara.

Kenapa?

  • Pertama, para pengrajin lokal mayoritas tidak mempunyai modal besar untuk memasarkan produk mereka. Nah, online marketplace ini cocok banget untuk mengatasi masalah tersebut. Lebih mudah dan lebih murah, plus dapat bantuan promosi dari si marketplace itu sendiri.
  • Kedua, di marketplace ini semua produknya berasal dari produsen handmade dalam negeri. Merek seperti Slight tidak perlu khawatir lagi bakal bersaing dengan merek asing.
  • Ketiga, karena platform-nya online, jadi jangkauan pasarnya lebih luas. Cocok banget untuk merek seperti ETC.CO yang ingin memperluas pemasaran produk sepatu wanita mereka.
  • Keempat, karena para produsen berasal dari dalam negeri, para pengrajin punya kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya. Caranya? Cari mitra kerja sama dari produsen sejenis. Mudah kan?

Keuntungan pembeli dengan kehadiran pasar online produk kerajinan khas nusantara

Selain keuntungan untuk para pengrajin, adakah keuntungan untuk para pembelinya?
Jelas ada dong.
Misalnya nih, di Qlapa.com terdapat berbagai macam kerajinan asli Indonesia yang bisa kita beli, termasuk sepatu wanita tadi. Produknya tersedia dalam berbagai ukuran, warna, dan bahan dasar yang berbeda. Pokoknya lengkap!

Kalau masih belum ketemu barang yang “klik” di hati, kita bahkan bisa pesan secara custom! Jadi, tidak perlu khawatir bakal kecewa. Apalagi semua barang di marketplace ini dibuat langsung oleh tangan-tangan ahli dari seluruh pelosok nusantara. So, kualitasnya gak perlu diragukan.

Semakin banyak pengrajin yang gabung di sini, makin banyak varian item yang tersedia. Semakin banyak pilihan barangnya, pembeli juga bakal makin banyak berdatangan. Dan, keuntungan pun makin bertambah! Jadi, tunggu apa lagi? Buruan gabung!

 

Sumber:
http://qlapa.com
https://upload.wikimedia.org

twittergoogle_pluspinteresttumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *