[Flores] Alasan Sederhana Menentukan Destinasi Wisata ke Flores


travelling / Rabu, Mei 30th, 2018

Demi mewujudkan kisah perjalan kami menjadi buku. Kali ini saya mencoba mengumpulkan ingatan yang terserak dalam kisah bersambung dengan tagar Flores. Pertama, alasan apa waktu itu saya dan teman-teman menentukan destinasi wisata ke Flores? Kenapa bukan ke Bali seperti pada umumnya?
Saya yang menetap di Bandung sejak menikah, Flores sepertinya nun jauh di Timur. Di luar jangkauan dan khayalan untuk bisa sampai ke sana.

Gara-gara Tenun

Ternyata alasannya sederhana. Gara-garanya tenun.
Tenun?
Iya, kain tenun.

Sebagai sesama alumni sebuah perguruan tinggi teknik di Bandung, kami menjadi dekat sejak reuni 25 tahun. Jarak yang berjauhan sebagai alumni dengan kesibukan masing-masing tidak mengurangi keakraban kami. Boleh dibilang kami tersebar ke berbagai belahan dunia, walaupun satu demi satu akhirnya teman-teman pensiun, dan kembali ke kampung halaman.

Salah satu cara berkomunikasi dan menambah keakraban yaitu membuat grup WhatsApp yang anggotanya sampai sekarang mencapai sekitar 100an alumni angkatan 1977. Seratusan itu sudah hampir semuanya sih. Waktu itu masih jarang perempuan kuliah di perguruan tinggi teknik, maka populasi mahasiswi sepuluh persen itu sudah bagus.

Nah, namanya grup WA perempuan semua, apalagi kalau tidak yang dishare adalah urusan perempuan (di usia senja). Urusan anak-anak sudah lewat, yang dishare kalau bukan kelahiran cucu satu demi satu, ya teman-teman yang menikahkan putra-putrinya. Kemudian share kesehatan, mengunjungi yang sakit, melayat yang wafat, dan kegiatan reuni lainnya.
Sering juga ada yang punya produk kemudian ditawarkan di grup. Dalam waktu singkat kami langsung membuat list, daftar siapa saja yang ingin apa. Kemudian dilanjutkan dengan transaksi secara japri.
Istilahnya buka lapak.

Salah seorang teman, Elly, tinggal di Kupang, Flores. Dia sering menawarkan kain tenun di grup, dan teman-teman yang tertarik langsung pesan, mau nomor ini, mau nomor itu.
Setelah sekian kali menawarkan kain tenun di grup, ada seorang teman tercetus, kenapa kita tidak menengok ke kampung halamannya Elly. Meninjau langsung proses pembuatan kain tenun itu seperti apa. Selama ini kan batik lebih populer, apalagi setelah mendapatkan penghargaan dunia sebagai warisan dunia tak benda.

Aneka tenun Nusa Tenggara Timur yang ditawarkan di grup WhatssApp

 

Ide disambut hangat oleh teman-teman.
Bagaimana mewujudkan jalan-jalan ke Indonesia Timur ini?
Siapa yang akan mengatur?
Jalan-jalannya kita-kita saja (maksudnya perempuan semua), atau bersama pasangan?
Siapa yang akan membeli tiket pesawat. Beli sendiri atau dikoordinir.

Sampai di sini dulu kisahnya.
Ditunggu lanjutannya ya…

twittergoogle_pluspinteresttumblr

2 Replies to “[Flores] Alasan Sederhana Menentukan Destinasi Wisata ke Flores”

  1. Waahh, gak sabar nunggu kelanjutannya. Saya juga lagi pengen merambah Indonesia Timur, Bu Hani. Setelah dari Lombok penasaran saya dengan pulau-pulau timur. Di Lombok saya juga borong kain tenan desa Sade, suka banget kainnya. Adeem

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *