Mengapa Bayi Harus Merangkak?


keluarga, parenting / Rabu, Mei 16th, 2018

 

Mendengarkan obrolan ibu-ibu yang membicarakan anak mereka, sering terjadi para ibu membandingkan satu sama lain sang Buah Hati.
Misalnya, anakku umur 10 bulan udah jalan.
Atau, anakku ga pakai merangkak lho. Tau-tau lari aja.
Pembicaraan yang lain, anakku merangkaknya jelek, ngesot.

Haruskah bayi bisa merangkak?
Seberapa pentingkah merangkak bagi tumbuh kembang mereka?

Zaman dulu mungkin, orangtua senang-senang saja bayinya cepat jalan.
Dalam logika orangtua, semakin cepat jalan, semakin pandai.
Penelitian di dunia kedokteran ditemukan bahwa bayi melalui tahap merangkak atau tidak
ternyata ada kaitannya dengan kemampuannya mengikuti pelajaran ketika usia sekolah.
Akibatnya dokter anak sering menanyakan kepada Bunda, apakah si Kecil sudah merangkak atau belum.
Atau dulu, si Kecil melalui tahap merangkak atau tidak?

Kenapa?

Merangkak merupakan salah satu tonggak motorik kasar bayi di usia 7 hingga 8 bulan.
Ketika si Kecil belum menunjukkan keinginan atau kemampuan untuk merangkak di usia lebih dari 9 bulan, sebaiknya Bunda curiga. Konsultasi ke dokter anak atau membawanya ke klinik tumbuh kembang.
Berdasarkan teori, merangkak adalah proses perpindahan tempat dari satu tempat ke tempat lain, sebelum bayi bisa berjalan.
Diperlukan leher dan tulang punggung yang kuat, tangan yang stabil untuk menopang dan kaki-kaki yang dapat diperintah untuk bergerak dengan gerakan merangkak tersebut.

Bunda akan senang bukan, bila si Kecil menunjukkan kemampuan untuk merangkak, artinya mulai ada keinginan untuk bereksplorasi. Melalui eskplorasi inilah kepandaian bayi bertambah.
Lalu kenapa bayi harus merangkak dengan benar terlebih dahulu sebelum mulai berjalan?
Agar perkembangan optimal, setiap tahapan perkembangan bayi tidak boleh terlewatkan.
Mulai dari tengkurap, merayap, merangkak, dan merambat sebelum berjalan, semua harus dilakukan si Kecil.
Setiap bayi memang mempunyai kekuatan yang berbeda. Sehingga tahapan tumbuh kembang bayi pun berbeda.
Ada yang begitu saja langsung bisa merangkak. Ada yang dimulai dari proses merayap dahulu. Ada yang harus melalui latihan khusus terlebih dahulu sampai mahir merangkak.
Apapun cara si Kecil merangkak, dia harus bisa merangkak maksimal di usia satu tahun.

Berikut beberapa alasan kenapa bayi harus melaluing tahap merangkak:

1. Perkembangan fisik

Ketika si Kecil mulai merangkak, maka dia menunjukkan perkembangan dalam:
Ketrampilan motorik kasar. Ini adalah gerakan bayi yang melibatkan tangan, kaki, dan seluruh tubuhnya. Ketrampilan ini penting karena dalam waktu dekat si Kecil tumbuh dan bisa berjalan, berlari, dan melompat.
Ketrampilan motorik halus. Ini melibatkan otot-otot kecil di tubuh seperti tangan dan jari. Mereka diharapkan mulai memahami menggerakkan mulut, mengunyah, menggunakan pena atau pensil. Dan yang lebih mahir lagi, dapat memakai baju sendiri.
Keseimbangan motorik kasar dan halus ini memberi rasa percaya diri, dan menunjukkan bawa bayi bisa bergerak kesana-kemari.
Koordinasi tangan dan mata. Ketrampilan ini diperlukan untuk menggunakan mata, untuk perhatian langsung, dan tangan mengeksekusi tugas.
Hal ini diperlukan ketika nanti si Kecil menulis, dan bahkan menendang bola.

2. Memahami keruangan

Merangkak juga menawarkan kesempatan bagi bayi untuk memahami konsep-konsep tata ruang. Ini memberikan anak pemahaman fisik dan orientasi dunia fisik di sekitar mereka; hubungan mereka dengan dan posisi di dalamnya. Pemahaman tentang ruang mengajarkan jalur mana yang akan ditempuh. Apakah harus “melalui” atau “mengitari” Tentu saja keputusan ini penting sepanjang hidup mereka untuk mempertahankan diri, navigasi dan pemecahan masalah.

3. Binocular vision

Keterampilan visual si Kecil berkembang dengan pesat ketika mengetahui bahwa mainan favorit mereka ternyata berada dekat atau jauh. Ini disebut penglihatan binokular dan melibatkan si Kecil melatih matanya untuk melihat ke kejauhan dan kemudian berusaha merangkak atau meraih mainan itu. Manusia menggunakan visi teropong untuk menghitung jarak dan memahami apa yang kita lihat. Ini adalah keterampilan yang membantu kita menangkap bola, mengendarai mobil dan menyalin sesuatu dari papan tulis.

4. Koordinasi

Koordinasi otak kiri dan otak kanan dipicu melalui merangkak. Otak diperlukan untuk memproses pendengaran, penglihatan dan gerakan semua pada waktu yang sama. Jadi semakin banyak bayi dilatih merangkak akan semakin baik, penting untuk lebih disinkronkan dan dikembangkan masing-masing keterampilan tersebut. Semua harus bekerja sama agar bayi dapat bergerak maju – lengan kiri dan lutut kanan … satu gerakan maju; lengan kanan dan lutut kiri … gerakan maju lain. Walaupun si Kecil belum bisa merangkak dengan benar, tetapi melakukan gerakan meluncur sepanjang lantai. Jangan khawatir Bunda, mereka juga menggunakan penglihatan mereka.
Bersamaan dengan itu juga mengembangkan dan pendengaran untuk mengidentifikasi tujuan yang diinginkan.

5. Percaya diri

Seorang bayi yang merangkak membangun rasa percaya diri dan membuat beberapa keputusan pertama mereka. Mereka mengambil risiko fisik, bisa berhasil atau gagal. Bunda bisa menemukan potensi baik mereka dalam keterbatasannya. Sungguh sangat menggembirakan menonton si Kecil menemukan dunia di sekitar mereka. Karena mereka menjadi lebih berpengalaman pada saat merangkak, si Kecil dapat dengan tepat mengetahui kapan harus melambat untuk menghindari terbentur. Arahkan langkah atau menyelidiki hambatan di jalan mereka, kemudian ajarkan rute merangkak.

6. Kekuatan fisik

Saat bayi secara fisik lebih kuat, si Kecil menemukan sebuah kemerdekaan baru yang menarik melalui aktifitas merangkak. Dalam beberapa bulan ke depan, ketrampilan dan kekuatannya semakin bertambah. Ketika bayi mulai menarik diri, berusaha berdiri dengan berpegangan pada meja dan bisa berdiri, kurva normal di tulang mereka mulai mengembang dan otot punggung dan kaki bagian bawah mereka mulai menguat.
Semakin sering si Kecil merangkak, lebih banyak terlatih, maka mereka siap berjalan di kaki sendiri.

Sumber:
http://www.kidspot.com.au/baby/baby-development/milestones/six-reasons-why-crawling-is-important
http://www.parenting.com/article/do-babies-need-to-crawl

twittergoogle_pluspinteresttumblr

10 Replies to “Mengapa Bayi Harus Merangkak?”

    1. terimakasih udh berkunjung. Alhamdulillah putranya udh bisa merangkak. Ternyata penting banget. Bisa berpengaruh pd tahap tumbuh kembang selanjutnya.

    1. Haha…bener banget Mak. Tapi…ada lhoo yang bangga anaknya langsung berdiri dan jalan, ga pake merangkak dulu. Nah, kata psikolog dan DSA konsultan tumbuh kembang, ini ga boleh. Harus melalui tahap merangkak dulu. Gimana kalo emang maunya anak langsung berdiri dan jalan? Mamanya tetap harus ngajak main atau dilatih merangkak. Katanya penting untuk koordinasi motorik.

    1. Betul banget Mak. Yang penting kita tetap harus memantau supaya milestone (tahapan tumbuh kembang) sesuai dengan seharusnya.

  1. Dan temen aku banget sekarang udah segede aku mbak ( yaiyalah )
    Dia suka kesulitan fokus yang lumayan parah akhirnya fisioteapi disuruh merangkak, mengulang fase masa kecil dulu yang emang ter-skip.
    Doakan ya anak kedua aku bertumbuh dan berkembang sesuai dengan seharusnya dan seusianya. Aamiin

    1. Wah…baru ketahuan sebabnya setelah dewasa? Syukurlah…
      Semoga putri mb Yasinta tumbuh kembang sesuai usianya yaah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *