[ReviewBuku] Smart Mom, Happy Mom


buku, lifestyle, review / Senin, Juni 25th, 2018

 photo smart mom.jpg

Sesuai dengan janji bahwa blog saya juga mereview buku, maka pilihan kali ini jatuh ke bukunya Bety Kristianto, berjudul: Smart Mom, Happy Mom. Bety, sering menyebut dirinya Mbok, dalam sapa pergaulannya di medsos. Awal saya mengenal sosoknya, juga di medsos, adalah di grup messenger Joeragan Artikel dan aktif di portal Rocking Mama. Seingat saya Mbok Bety pun sama-sama Alumni SP, tapi tak ingat angkatannya.

Membaca judulnya Smart Mom, Happy Mom – Karena Semua Ibu Berhak Bahagia, saya jadi flash back dulu banget ketika pertama dinyatakan hamil.
Iya saya bahagia banget, wong menikah April, Januari tahun depannya langsung punya baby. Belum pun berpengalaman jadi istri, tahu-tahu sudah jadi ibu. Itu pun sempat LDR-an dengan suami yang sudah bekerja di Bandung, saya masih ikut orang tua di Jakarta. Zaman dulu pengetahuan tentang kehamilan hanya diperoleh dari Mama saya, sedikit dari dokter kandungan, sedikit lagi dari majalah Ayah Bunda.
Obsgyn saya zaman itu, walaupun perempuan, kolega ayah saya, tidak banyak mengobrol dan menjelaskan ini itu. Apalagi waktu itu belum ada USG. Ya klop lah, menjalani kehamilan banyak blanknya.

Membaca buku Smart Mom, Happy Mom, seperti penguat bagi Mama-mama dengan berbagai karakternya.
Ini ya coba saya uraikan satu-satu per babnya membahas apa saja. Bukan secara eksplisit dibahas bab-bab seperti buku ilmiah kok, jadi ringan dan boleh dibaca dari mana saja.
Sip kan…

Judul buku: Smart Mom, Happy Mom – Karena Semua Ibu Berhak Bahagia

Penulis: Bety Kristianto
Penerbit: Andi
Ukuran: 15X21 cm
ISBN: 978-979-29-6089-1
Jumlah halaman: 138
Harga: Rp. 55.000,-

Bab 1 – Being a Mom, are You Ready?

Siapa yang siap menjadi Ibu? Mbok Bety menuliskan, bahwa menjadi Ibu tidak ada sekolahnya. Apalagi, ada Ibu yang stay at home Mom, ada pula working Mom. Itu sebabnya menjadi Ibu dituntut untuk multitasking. Ada Smart Tipnya lho Mom.
So, don’t worry to be a mother!

Bab 2 – Memilih Pekerjaan

Mana yang akan dipilih? Mau menjadi SHM (Stay at Home Mom) atau bekerja di luar rumah? Semuanya perlu dipertimbangkan masak-masak. Jangan sampai terburu-buru menentukan pilihan, supaya tidak menyesal di kemudian hari.
Bab ini menjelaskan beberapa faktor untuk menjadi pertimbangan, alasan seorang ibu untuk bekerja di luar rumah, dan tips mendapatkan ART yang tepat.

Bab 3 – Duh, kok Kurang Terus ya?

Bab ini menguraikan tentang time management. Kekurangan waktu merupakan keluhan yang jamak disampaikan oleh Moms. Padahal dari zaman dulunya ya 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Sebagai Ibu yang dituntut untuk multitasking, Mbok Bety memberikan tip hebring, nih, bagi para SHM. Ada contoh tabelnya pula.
Sip…

Bab 4 – You are My Everything

Di balik kesuksesan seseorang selalu ada sosok ibu yang sudah membentuknya menjadi pribadi seperti sekarang. (halaman 52)

Di sini diuraikan tentang pentingnya sosok ibu sejak masih dalam kandungan , masa menyusui, ketika anak sakit, masa pertumbuhan, bahkan daftar website resep masakan.
Tuh, Moms, baru bab 4 saja sudah terasa bahwa buku ini sangat membantu sepak terjang Ibu dalam kesehariannya. Tak soal apakah SHM atau Working Mom.

Bab 5 – Dilema oh Dilema

Bab ini menjawab kegalauan sebagian besar Mom, perlu atau tidak memberikan susu formula (sufor). Apapun alasan memberikan sufor bila ASI tidak memungkinkan harus dipertimbangkan kelebihan dan kekurangannya.
Selain itu dibahas pula tentang godaan makanan yang serba instan, makanan berkalori tinggi buatan pabrik, dan nikmatnya fast food.
Nah, solusi smart dari buku ini adalah membuat sendiri menu yang mirip dengan makanan restoran.

Bab 6 – Mendidik Anak

Mendidik adalah sebuah seni, sehingga diperlukan sebuah proses penciptaan yang nggak sebentar. (halaman 82)

Begitu banyak pola pendidikan anak, dan hal terpenting adalah pembentukan karakter anak. Dimulai dari masa golden ages, antara usia 0-6 tahun, dan masa-masa sesudahnya. Penting pula dicermati, bahwa kasih sayang dari orang terdekat sangat mempengaruhi proses pembentukan karakter tersebut.

Bab 7 – When Money Talks

Bijak mengelola keuangan adalah kunci dari sebuah rumahtangga yang tentram. Ya iyalah, walaupun uang memang bukan segalanya, tetapi segalanya perlu uang.
Begitu kira-kira quote yang ada di bab ini.
Mbok Bety memberikan pula contoh tabel sederhana mengelola keuangan keluarga dan beberapa prinsip mengelola keuangan.

Saya pribadi pun sudah memraktekkan sejak lama, mencatat pemasukan dan pengeluaran dana rumah tangga. Tujuannya adalah untuk mengontrol pengeluaran.
Dengan cara membuat tabel (dulu saya menulisnya dalam buku kas), sekarang di ponsel, boleh dibilang saya tidak pernah berhutang.

Bab 8 – My Family, My Everything

Berjuang bersama meraih semua impian masa muda dan mewujudkannya bagi kebahagiaan keluarga. (halaman 114)

Kira-kira sama ya hampir semua pasangan ketika awal menikah, seperti kalimat di atas.
Nah, pertahankan terus cita-cita tersebut.
Mbok Bety dengan tegas menuliskan, Jangan Pernah Tukarkan Keluarga dengan Hal Lain.

Bab 9 – Smart Mom, Happy Mom

Sampailah kita di penghujung buku. Menjadi ibu itu merupakan hak istimewa. Tidak semua perempuan berkesempatan menjadi ibu. Apakah kita lalu menjadi ibu sempurna? Tentunya memaksakan diri menjadi sempurna akan sangat sulit. Bisa-bisa kita putus asa dan uring-uringan.

Intinya, Love Yourself.
Seberat apapun tugas kita sebagai Ibu, kita harus menerima diri kita apa adanya.

Hilangkan penyakit iri dalam diri kita. (halaman 122)

Berusahalah menjadi bahagia, nikmati setiap momen, sisihkan waktu untuk diri sendiri, mempercantik diri, berolahraga, ikut komunitas, dan lain-lain.

So, let’s be smart and have fun, Mom! Life is so colourful.

Saya , sih, sepenuhnya setuju banget dengan kalimat terakhir di buku Smart Mom, Happy Mom, ini.
Enggak menyesal deh membeli bukunya.

twittergoogle_pluspinteresttumblr

13 Replies to “[ReviewBuku] Smart Mom, Happy Mom”

  1. Wah bukunya si mbok berbobot banget ya. Setiap bab baru ngintip reviewnya aja berasa banget ini bener semuaaaa…
    Kereen si mbok ini memang, reviewnya cakep juga mbak Hani. Enak banget bacanya

  2. Benar mbak menjadi ibu ngga ada sekolahnya. 150 sks mata kuliah diperuguruan
    Tinggi ngga ada yg bahas ttg menjadi ibu

    Reveiwnya kece mbak, thank infonya πŸ™‚ πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *