Gimmick pada Opening Ceremony Asian Games 2018, Strategi atau Dusta?


cuma cerita / Minggu, Agustus 19th, 2018

Sabtu yang lalu, 18 Agustus 2018 dan berhari kemudian time line media sosial ramai membahas gimmick yang terjadi di acara pembukaan Asian Games 2018 di Stasion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Mulanya saya tidak mengikuti acara di TV sejak awal, karena lupa.

Ada teman yang share suasana stadion di WhatsApp grup, barulah saya teringat ada acara Opening Ceremony secara live. Agak terlambat jadinya, saya baru menonton pada saat janji atlit diucapkan.

Ada gimmick apa sih, di Opening Ceremony tersebut? Ternyata ada skenario seolah Presiden Joko Widodo sebelum membuka acara dihadang kemacetan. Kemudian beliau turun dari mobil dan mengendarai motor gede dan langsung tancap gas. Bahkan bisa terbang melompati truk para suporter, meliuk-liuk menghindari kemacetan, masuk gang, cap cus menuju Stadion GBK.
Tau-tau seolah presiden bermotor ria di panggung memberi salam ke penonton dan akhirnya memang membuka acara.

Gimmick

Apa sih sebenarnya gimmick itu ? Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gimmick atau /gi.mik. n/, adalah “Seni gerak-gerik tipu daya aktor untuk mengelabui “lawan peran. Awalnya memang istilah “gimmick” atau gimik ini digunakan di panggung teater seni peran. Peran antagonis dan protagonis dalam drama, film layar lebar dan sandiwara televisi sesungguhnya memang “di setting” sesuai dengan keinginan  sang sutradara, itulah gimmick.

Syahrini terkenal dengan gimmick dan jargonnya. Masyarakat tahunya Syahrini centil dan manja. Terkenal dengan istilah maju-mundur cantiknya, bulu mata badai, jambul khatulistiwa, dan banyak lagi.

Bolot, salah seorang aktor lenong pun terkenal dengan gimmick kurang dengernya. Padahal sih, sang aktor normal-normal saja pendengarannya.

Sebenarnya ada dua hal yang harus diperhatikan dalam menciptakan gimmick. Pertama adalah berani beda dan yang kedua keep it simple. Berani beda dari yang lain tidak melulu harus nyentrik tapi memberi sentuhan satu hal yang mencerminkan kepribadian sang tokoh. Bisa dari cara berpakaian, atau jargon yang menjadi ciri khas seseorang. Dan terkadang gimmick yang bagus adalah tidak terlihat itu sebuah gimmick.

Stuntman

Dunia kita memang didominasi dunia visual. Segala macam trik visualisasi, baik foto, film, dan sebagainya membuat kita terpesona dan ternganga. Sama halnya dengan anak berpakaian pramuka ndomblong ditegur presiden di depan mata. Padahal namanya juga film, kan ada take dan pengambilan adegan berulang-ulang. Belum tentu juga pengambilan adegan dilakukan pada saat yang sama. Selain aktornya, ada peran skenario, sutradara, dan terakhir editor yang meramu semuanya menjadi suatu rangkaian film pendek.

Tak lupa tentu saja peran stuntman yang ramai dibahas. Seganteng apa sih stuntmannya.

stuntman, sumber: liputan6

Kalau melihat film action kita memang dibuat terpana kok. Sama halnya waktu menonton Mission: Imposibble – Fallout  itu. Kaki saya sih ikutan geumpeur melihat Ethan Hunt tataekan di cadas pegunungan Kashmir, takut si aktor terpeleset dan terhempas ke bumi. Padahal entah memang dia yang memerankan atau atlit rock climbing.

Beberapa film laga aktornya ada yang diperankan oleh pemeran pengganti atau stuntman, tetapi ada pula yang mau memerankannya sendiri.
Tapi kita seringkali tidak mempersoalkan bukan, apakah beberapa adegan diperankan sendiri atau pemeran pengganti. Intinya kita terhibur saja dan jalan ceritanya seru.

Menilik apakah kejadian presiden Jokowi memasuki stadion tidak biasa seperti halnya presiden memasuki acara, khalayak jadi berdebat sendiri. Mungkin puluhan tahun yang lalu, ketika Asian Games dibuka tahun 1962, Presiden Soekarno ketika memasuki Stadion mempunyai kekhasan sendiri juga.
Hanya saja waktu itu kan belum ramai medsos.

Apakah gimmick merupakan strategi pemasaran atau hanya sebuah dusta?

Bagi saya apa yang terjadi kemarin di awal acara Opening Ceremony Asian Games 2018 hanyalah hiburan semata. Dianggap strategi pemasaran beliau, apalagi dikaitkan dengen popularitas, ya bisa juga. Lalu dianggap tidak jujur, karena menggunakan stuntman, ya bisa juga. Hampir semua film melalui proses editing, tidak ada yang betul-betul jujur. Kebetulan saja presiden kita yang sekarang out of the box, santai saja berpikir kreativ. Hal yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya.

Presiden Soekarno pada waktu Opening Ceremony Asian Games 1962, sumber: goodnewsfromindonesia

Membandingkan gaya kedua presiden pada waktu membuka acara beda gaya pisan, namanya juga beda zaman.

Penting kita cermati adalah pidato Presiden Soekarno waktu membuka Asian Games 1962:

Asian Games bukan hanya terbatas pertandingan olahraga, tetap juga mengusung harga diri bangsa.
Even olahraga dapat digunakan medium membentuk karakter bangsa.

Menurut saya, hal yang sama sekarang dilakukan oleh Presiden Jokowi, Asian Games bukan hanya terbatas pertandingan olahraga, tetapi juga mengusung harga diri bangsa.

Ayok atuh, kita bersatu seperti penggalan lagu “Pemuda” karya Chaseiro, yang dinyanyikan Anggun C. Sasmi

…bersatulah semua seperti dahulu
Lihatlah ke muka
Keinginan luhur kan terjangkau semua

twittergoogle_pluspinteresttumblr

22 Replies to “Gimmick pada Opening Ceremony Asian Games 2018, Strategi atau Dusta?”

    1. Setujuuuu…Negara lain kan udah terkagum-kagum nih sama Opening Ceremony kita.
      Selanjutnya banyak berdoa supaya atlit kita memborong banyak medali emas…

  1. Wesh keren mbak, awalnya aku tuh gak percaya apa iya sih presiden tambil begitu. Soalnya aku nih gak nonton tv biasa lihat YouTube. Ish beneran pas lihat YouTube gak percaya sampai lihat berita nya. Kerenlah buat kreativitas anak bangsa. Tapi aku mah paling suka pas edisi tarian dr Aceh itu kece banget….

  2. Lihat seremoni pembukaan Asian Games pas Pak Jokowi naik motor dan “berakrobat” gitu, saya, suami dan 2 anak saya pada komentar. Si Sulung bilang, Wah Pak Jokowi ternyata lihai. Si Bungsu komen, Pak Presiden-ku pinter nsik motor. Si Ayah bilang, itu bukan Pak Jokowi itu stuntman Jadilah diskusi kecil-kecil tentang gimmick.
    Wah terbantukan dengan hadirnya tulisan ini, lengkap infonya…thx ya mba Hani…

  3. Betul mbak, beda zaman beda gaya yaa bapak presiden kita 🙂
    Yang terpenting open ceremony kemarin benar-benar “all out” untuk menyambut peserta Asian Games yang hadir, juga untuk menghibur seluruh rakyat Indonesia tentunya.

    Kita dukung atlet2 kita, berjaya di Asian Games kali ini.
    Semoga makin maju olah raga di Indonesia 💪

  4. Bagus juga sih gimmicknya sekalian ngenalin indonesia sama dunia.. ngenalin klo kita juga gak kalah keren dari perhelatan dunia meskipun kita negara berkembang..

  5. Saya sengaja menyiapkan TV – yang jarang banget ditonton untuk gelaran opening ceremony Asian Games 2018.
    Tujuannya, nobar sama anak-anak dan ingin mengenalkan mereka , ini lho Indonesia, kalau jadi tuan rumah musti menjamu tamu dengan sebaik-baiknya, budaya Nusantara disajikan lengkap di sana..

    Wah, pokoknya salut sama seluruh pendukung dan kita. Karena sedikit banyak kita juga berkontribusi paling tidak lewat pajak yang sudah kita bayarkan, untuk biaya perhelatan.

    Gimmick? Kalau yang eyel-eyelan beginian berarti kurang kerjaan…Namanya juga harus ada sisi hiburannya. Masak harus tampil seperti saat detik-detik proklamasi..hihihi

  6. Spektakuler untuk openingnya, inilah Indonesia. Negara tercinta yg in shaa Allah bisa lebih baik.
    Klo ngeributin pake stuntmen, itu mah yg nyinyir aja. Kan SOP pengamanan presiden jelas ga akan mengijinkan melakukan hal2 bahaya seperti itu. Artis aja pake stuntmen, masa presiden ga boleh. Diributin lagi… aneh kan hehehe …

  7. Im proud being Indonesian. Dibalik itu settingan/enggak ga peduli… yang penting opening ceremony Asian Games kemarin itu KEREN pake banget. Persembahan yang terbaik, penyanyi pengisi acara, para penari itu yang… ah speechless. Aku merinding liatnya. Sebegitu totalnya panitia bekerja keras bersama team menampilkan yang terbaik. Dan seperti biasa selalu akan ada orang yang nyinyir … hehe

  8. Acara Pembukaan yang sangat Menakjubkan..semua berjalan lancar. Ada kebanggaan tersendiri dengan skenario seperti itu. Penuh tantangan memang untuk menampilkannya. …Pokoknya Indonesia Keren dan Semoga Makin Jaya…Subur dan Makmur..

    1. Amiiiin. Semoga maju di segala bidang yaa…Sudah saatnya kita meninggalkan jargon negara berkembang nih. Mosok dari zaman saya sekolah sampai sekarang masih berkembang terus…

  9. sayang banget kemarin nggak bisa nonton langsung di tv karena nggak punya tv di rumah. untung sekarang sudah ada youtube jadi masih bisa lihat rekamannya. kalau soal gimmick, saya kok selalu menganggapnya berkonotasi negatif ya. secara kebanyakan gimmick itu dilakukan artis yang cari sensasi. heu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *