Pengalaman Memiliki Allisya Protection Plus untuk Perlindungan Maksimal Keluarga


blog competition, keluarga, lifestyle / Senin, Agustus 20th, 2018
judul-blog-syariah-01 (1)

Membentuk keluarga bukan hanya menyiapkan keperluan pangan, sandang, dan materi lainnya bagi seluruh anggota keluarga. Tetapi juga menjaganya dan memberi perlindungan atau proteksi dalam keadaan sehat maupun sakit. Apalagi bagi keluarga yang mempunyai anak kecil.

Anak-anak sangat rentan terhadap gangguan kesehatan, seringkali sakit datang tak terduga, walaupun ayah-ibu sudah menjaganya dan memberi asupan sehat dan bergizi. Begitu pula yang terjadi pada Bara, cucu kami. Bara lahir normal dan sehat, dan hampir tak pernah sakit di tahun pertama usianya.

Seperti umumnya bayi, Bara juga rajin kontrol kesehatan dan tumbuh kembang ke dokter di sebuah klinik.

Pada suatu hari di usia 15 bulan, Bara mengalami kejang demam. Sebetulnya hal ini tidak apa-apa. Beberapa anak-anak memang rentan kejang bila suhu tubuhnya meningkat. Karena takut kenapa-kenapa, dalam keadaan lemas, Bara kami bawa ke sebuah rumah sakit di jalan Riau, Bandung.

Di ruang gawat darurat, dokter jaga menanyakan kronologi kejadian, dan apakah ada dalam keluarga yang waktu kecil juga mengalami kejang demam. Secara genetik memang ada riwayat kejang demam dari pakDenya Bara, dan adik saya. Kesimpulan, Bara memang sensitif kejang bila suhu badannya meningkat. Satu-satunya cara memberi obat dan kompres air hangat.

Waktu itu Bara hanya diberi obat penurun panas dan dipantau perkembangan kesehatannya dalam 3 jam ke depan. Setelah stabil dan kejangnya tidak berulang, Bara diperbolehkan pulang. Ini pertama kalinya Bara bersinggungan dengan rumah sakit, dan harapan kami tidak harus ke rumah sakit lagi.

Baca juga: Ketika Anak Step

Proteksi Kesehatan dalam Allisya Protection Plus

Khawatir kesehatan Bara, maka kami memutuskan ada baiknya Bara diikutkan asuransi kesehatan. Kami mempertimbangkan asuransi yang mempunyai kerjasama dengan rumah sakit tempat praktek dokter yang memantau kesehatan Bara. Alasannya adalah untuk kepraktisan dan sudah ada medical record Bara di rumah sakit tersebut.

Dari seorang teman saya disarankan untuk ke Allianz, salah satu perusahaan global terbesar yang bergerak di bidang layanan asuransi dan manajemen aset. Allianz berdiri sejak 1890 di Jerman, dan memulai bisnisnya di Indonesia di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996. Di tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah.

Saya pun mengontak agen asuransi yang juga mengurus polis asuransi teman saya, dan melalui WhatsApp kami chatingan tentang data-data Bara.

Mas Iqbal, begitu kami memanggil agen tersebut, datang ke rumah dan membawa contoh ilustrasi untuk menyertakan Bara pada suatu produk Asuransi Syariah yang mengcover asuransi kesehatan juga. Mulanya mas Iqbal menawarkan suatu produk dengan cara cicilan tiap bulan. Karena Mama dan Papa Bara keduanya freelancer, saya mengusulkan lebih baik kami menyertakan sejumlah dana saja untuk mengcover Bara dalam beberapa tahun. Cicilan tiap bulan, menurut saya, rawan lupa, dan sebagai freelancer, penghasilan mereka belum tentu lancar tiap bulannya.

Akhirnya Bara dibuatkan ilustrasi sesuai dengan keinginan dan kemampuan kami. Dari jumlah X rupiah yang kami sertakan untuk suatu produk asuransi, ternyata untuk mencover kesehatan hanya 20% nya. Sedangkan sisanya yang 80% disertakan dalam produk Allisya Protection Plus. Masa proteksinya selama 5 tahun. Nanti di tahun ke enam, kami tinggal memperpanjang program asuransinya dengan membayar sebesar 20% tadi.

Wah, cukup fair dan enggak ribet.

Menurut mas Iqbal, dalam sebulan Bara sudah tercover oleh asuransi kesehatan, dan Mama Bara diberi kartu asuransi mirip kartu ATM. Misalnya terjadi keadaan darurat, Bara harus dirawat di rumah sakit, Mama Bara tinggal ke bagian administrasi dan menggesek kartu asuransi atas nama Bara tersebut.

Di rumah sakit mana pun di Indonesia.

Oke.

Kami sekeluargapun cukup tenang, dan berdoa, semoga Bara tidak harus berurusan dengan rumah sakit. Namanya juga proteksi, semacam sedia payung sebelum hujan. Kalau tidak hujan ya payungnya tidak perlu dipakai, bukan.

 

allianz syariah

 

Allisya Protection Plus

Allisya Protection Plus adalah produk Asuransi Jiwa dan Investasi yang dikeluarkan oleh Allianz Syariah.

Produk dasar Allisya Protection Plus dapat digunakan untuk pendidikan, tabungan, dana pensiun atau kombinasi dari berbagai kebutuhan dan memberikan perlindungan jiwa yang pasti dan maksimal sampai maksimum berusia 100 tahun, dimana besarnya Santunan Asuransi dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita sehingga perlindungan maksimal dapat diberikan kepada keluarga tercinta sekaligus investasi jangka panjang yang menarik.

Seperti saya terangkan di atas bahwa dari dana yang kami sertakan, untuk asuransi kesehatan hanya 20% nya. Nah, yang 80% nya diinvestasikan ke berbagai produk atau usaha yang tidak menyimpang dari ketentuan agama Islam. Setahu saya usaha atau bisnisnya harus bebas riba, tidak menjual-belikan minuman keras, hotel, dan lain-lain.

Keunggulan

Point 1
Bebas memilih cara pembayaran secara bulanan, kuartalan, semester, atau tahunan.

Point 2
Manfaat asuransi bila terjadi musibah berupa santunan asuransi plus nilai investasi.

Point 3
Bebas menentukan masa pembayaran premi.

Point 4
Dapat menambahkan dana untuk meningkatkan investasi kapanpun bila diinginkan.

Point 5
Dapat melakukan penarikan dana untuk memenuhi kebutuhan financial atau dalam keadaan darurat.

Tambahan

  1. Kita dapat membuat sendiri rencana keuangan keluarga sesuai kebutuhan dan mereviewnya kapanpun diperlukan.
  2. Kita dapat menambahkan jenis perlindungan lainnya kapanpun dibutuhkan seperti santunan kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap total atau meninggal baik bagi pemegang polis maupun anggota keluarga lainnya.
  3. Kita dapat mengikut sertakan program ini untuk anak-anak, pasangan, saudara kandung, dan anggota keluarga lainnya.

Pilihan Dana Investasi

Sebagai produk asuransi, AlliSya memberikan kesempatan untuk menginvestasikan dana kita kedalam berbagai jenis investasi Syariah yang sesuai dengan berbagai tingkat toleransi resiko dari rendah hingga sedang, dengan tingkat keamanan dan stabilitas tinggi dan menarik baik di pasar uang maupun pasar modal Syariah.

AlliSya Rupiah Fixed Income Fund

Menawarkan pendapatan yang stabil dengan menjaga modal untuk jangka panjang melalui penempatan dana dalam mata uang Rupiah, diinvestasikan ke dalam instrument jangka pendek atau menengah seperti deposito, SBI atau reksadana dan instrumen jangka panjang seperti obligasi. Tingkat keamanan dan stabilitas tinggi serta risiko rendah hingga sedang.

AlliSya Rupiah Balanced Fund

Menawarkan pertumbuhan modal jangka panjang dengan menghasilkan pendapatan yang stabil melalui penempatan dana dalam mata uang Rupiah, diinvestasikan ke dalam instrument jangka pendek atau menengah seperti deposito, SBI atau reksadana, dan instrumen jangka panjang seperti obligasi dan saham. Tingkat keamanan dan stabilitas tinggi serta risiko sedang.

Nah, gimana teman blogger? Mudah-mudahan melalui tulisan ini, kita tidak was-was untuk menyertakan keluarga kita dalam suatu produk asuransi.

Klaim Asuransi

Sering kita baca di media bahwa ketika kita akan mengklaim asuransi urusannya ribet, bertele-tele, dan ternyata yang dicover tidak sesuai harapan.

Untuk menghindari hal-hal seperti itu, kita sebagai nasabah memang dituntut untuk teliti membaca syarat dan ketentuan dalam lembar polis tersebut. Memang mumet sih bacanya, dan bahasanya bukan bahasa yang mudah dimengerti. Tapi malu bertanya sesat di jalan, kalau tidak bertanya tersesat beneran. Kita harus tanya yang jelas ke agen kalau belum mengerti, supaya tidak bete di kemudian hari.

Pada suatu hari Bara mengalami kejang demam lagi dan segera dibawa ke rumah sakit. Sama halnya dengan kejang sebelumnya, Bara hanya dipantau lalu diperbolehkan pulang.

Sepuluh hari kemudian, Bara ternyata mengalami kejang lagi, kali ini tanpa demam. Lagi-lagi kami membawanya ke rumah sakit yang sama. Oleh dokter jaga di ruang gawat darurat dan hasil cek medical record, Bara disarankan untuk dirawat dan tes lanjutan untuk mencari penyebab kejangnya.

Bara disarankan untuk tes EEG (Elektroenselografi) dan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Kedua tes tersebut adalah mencek lebih lanjut apakah ada gangguan organ dalam tubuh Bara. Kami tahu bahwa tes-tes tersebut sangat mahal, dan masih belum yakin bahwa tes-tes tersebut dicover atau tidak oleh asuransi.

Ternyata untuk tes yang disarankan oleh dokter yang merawat Bara, alatnya tidak ada di rumah sakit ini, dan Bara dirujuk ke rumah sakit lain yang lebih lengkap.

Mama Bara pun mengontak mas Iqbal menceritakan tentang kondisi Bara dan segala macam tes yang harus dilakukan. Hasil konsultasi dan cek ke polisnya, batas maksimum biaya tes EEG dan MRI di rumah sakit lain tersebut masih tercover, bahkan sampai biaya ambulans untuk perjalanan dari RS ke RS pun ditanggung.

Memang peraturan asuransi, Bara harus dalam keadaan dirawat inap di rumah sakit, bila akan dites laboratorium maupun dengan alat medis lainnya. Bila Bara sudah pulang ke rumah, maka segalanya harus dibayar sendiri. Kami pun dengan sabar menunggu jadwal tes EEG dan MRI dari rumah sakit rujukan. Sementara itu Bara sudah jalan-jalan, seolah tidak terjadi apa-apa.
Hal ini yang membuat kami sekeluarga galau, karena Bara tampak sehat-sehat saja.

Setelah segala tes beres, dan Bara diijinkan pulang, maka tiba saatnya mengajukan klaim ke bagian adminstrasi. Was-was juga menunggu perincian tahap demi tahap. Agak lama, karena berurusan dengan rumah sakit lain, yang mempunyai tata kelola adminstrasi yang berbeda.

Memang perlu kesabaran untuk mengklaim asuransi.

Setelah beres, ternyata hampir semua biaya dicover oleh asuransi. Sesuatu yang tak mungkin bila kami harus membayar sendiri saat itu juga. Inilah bukti bahwa prinsip sebuah asuransi kesehatan adalah gotong-royong. Dana nasabah yang sehat dipakai pengobatan nasabah yang sakit, begitu bergantian.

Alhamdulillah. Terimakasih dari keluarga kami untuk para nasabah Allianz nih…

 

Nah, sahabat blogger itulah pengalaman keluarga kami menggunakan produk Allisya Protection Plus.

Istimewanya lagi, sampai akhir bulan Agustus ini, Allianz mengadakan program khusus yaitu  KadoUmroh Allianz yang melibatkan masyarakat untuk berbagi kisah inspiratif. Program “Kado Umroh” merupakan Program dimana Peserta/Partisipan dapat mereferensikan mereka yang kurang mampu untuk mendapatkan #kadoumrohallianz. Kado Umroh merupakan Paket Ibadah Umroh yang di dalamnya termasuk akomodasi, transportasi dan uang saku. Tersedia 25 Kado Umroh untuk 25 Penerima Kado yang kisahnya terpilih sesuai tahapan seleksi dari Allianz dan 2 Paket Umroh untuk 2 Pencerita terbaik.

Sekarang ini proses pemilihan pencerita terbaik sudah sampai tahap Voting. Kita sebagai pembaca boleh banget ikut berpartisipasi menentukan 25 tokoh inspiratif yang akan mendapat kesempatan berangkat Umroh.

Saya sudah voting. Teman-teman pun bisa turut Voting di sini

Jangan khawatir, Allianz Syariah juga mengapreasiasi para voters yang berpartisipasi dengan memberikan hadiah mingguan berupa e-voucher senilai total Rp 10.000.000,- dan hadiah utama berupa 2 buah Smartphone.
Untuk mengetahui hasil voting akan diumumkan di Instagram Allianz, di @allianzindonesia. Follow ya…

Allianz Syariah melindungi dengan Amanah

Sumber informasi/referensi tulisan :
https://jurnal.allianz.co.id/jurnal-search/search-syariah-artikel

twittergoogle_pluspinteresttumblr

30 Replies to “Pengalaman Memiliki Allisya Protection Plus untuk Perlindungan Maksimal Keluarga”

  1. Semoga Dek Bara tidak step lagi Mbak, saya dulu kecil juga step cerita orangtua saya. Kalah, mati suri akhirnya bangun-bangun resiko mata saya strabismus sampai saat ini…Pengalaman berasuransinya positif Mbak.

    Mohon kunjungan baliknya, terimakasih

  2. Waduh, Bara persis seperti anak teman saya Mbak. Semoga Bara tidak step lagi ya Mbak. Anak teman saya itu karena lambat dapat pertolongan sempat ga sadar mbak. Akhirnya dibawa ke RS. Mana teman saya ini ga dicover asuransi lagi. Kasian mbak, dia pusing cari dana untuk mengobati anaknya. Zaman skrg asuransi ini memang sangat dibutuhkan ya mbak. Apalagi untuk saat2 krusial.

  3. Salam kenal mba, Saya Nana
    Sulit menurut saya untuk mencari asuransi, tapi kalau sudah berlabelkan syariah InsyaaAllah tenang ya mba.

    Sehat terus yaa Bara

  4. Bunda Hani kalau nggak salah itu ada 2 jenis kejang ya pada anak. Kalau kejangnya hanya 5 menit katanya itu nggak apa2. Tapi kalau kejangnya lebih dari 5 menit sebaiknya segera dibwa k tenaga kesehatan ya. Tapi, saya itu lupa cara menangani anak kejang itu harus gimana sih Bun? Doakan ya Bun, semoga keluarga kecil kami bisa kembali mengikuti asuransi lagi selain asuransi dr pemerintah ☺️

    1. Bunda…bukan 5 menit, tetapi 1 menit. Lebih dari 1 menit berbahaya. Tetapi siapa yang ingat menghitung waktu menghadapi anak kejang. Jangan ambil resiko, segera bawa saja ke RS. Saya sudah menuliskan cara menangani anak kejang di blog saya, artikel “Ketika Anak Step”. Iya…kita sama-sama mendoakan supaya keluarga sehat selalu…

  5. Masya Allah sekarang udah ada asuransi syariah ya, bikin tenang. Kalo dulu sebelum ada suka bingung mau ikutan asuransi takut riba. Tapi sekarang enggak deh. Thanks sharingnya mba, bermanfaat banget infonya.

    1. Saya pun Bunda Dawiah. Pernah punya pengalaman enggak sesuai ekspetasi dengan asuransi lain. Tapi sudah lewat sih. Ya sudah untuk generasi berikut, pilih yang amanah saja. Jangka panjang lebih tenang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *