5 Gaya Merangkak Pada Bayi

gaya bayi merangkak
Gaya merayap. Telapak kaki ke atas, diperbaiki dengan menahan telapak kaki rata lantai. Latihan konsisten.

Merangkak pada bayi merupakan tonggak motorik kasar yang harus bisa dilakukan di usia 7 hingga 8 bulan. Bayi secara alami mempunyai kecenderungan sendiri akan mulai merangkak seperti apa.
Berbagai gaya merangkak pada bayi harus kita amati supaya bayi dapat melakukan dengan benar.

Baca juga: Mengapa Bayi Harus Merangkak? 6 Alasan Ini Sebabnya

5 Gaya Merangkak Pada Bayi

  • Merayap

Posting sebelumnya tentang melatih bayi merangkak, yaitu dengan sering melakukan tummy time.
Maka langkah berikutnya bila bayi sudah mulai tengkurap sendiri adalah, tangannya harus bisa tegak lurus, sehingga dadanya terangkat dan lehernya mendongak.
Umumnya dicapai pada usia sekitar 5 bulan.
Tahap berikutnya bagi bayi yang semangat akan bergerak maju, biasanya menggerakkan tangannya bergantian Mereka mengandalkan bergerak memakai siku, kanan-kiri, kanan-kiri.
Posisi merayap adalah bayi bergerak maju, ibaratnya seperti tentara yang berlatih merayap di bawah kawat berduri.

Bagaimana dengan kakinya?
Ada yang sudah menggerakkan kakinya, tetapi posisi pahanya rata lantai.
Bagi bayi yang belum mengerti untuk menggerakkan kakinya, kedua kakinya malah menekuk ke atas.
Bunda harus membantunya dengan menahan telapak kakinya rata lantai. Lakukan terus berulang, sampai si Kecil faham. Karena mungkin saja, kakinya tegang sehingga menekuk ke atas.

Latih juga gerakan koordinasinya.
Perhatikan bahwa merangkak adalah tangan kanan dan kaki kiri yang maju. Jadi bukan tangan kanan dan kaki kanan ya.
Disinilah pentingnya koordinasi tersebut, karena gerakannya bersilangan.
Begitu pula bila nanti si Kecil sudah mulai jalan, dan berbaris, kan, kaki kanan dan tangan kiri yang maju.
Atau sebaliknya.

  • Ngesot

Gaya merangkak seperti ini, bayi bisa bergerak maju dengan mengandalkan telapak tangannya, tetapi panggul dan paha tetap di lantai. Kadang-kadang telapak kakinya menapak lantai.
Sehingga merangkaknya tidak memakai lutut dan tungkai.
Gaya merangkak ngesot harus segera diperbaiki, bila tidak, bayi akan ada kecenderungan menapak dan ingin berdiri. Bila sudah mulai berdiri, orangtua kemudian menganggap si Kecil sebentar lagi akan melangkah dan jalan.

Disinilah yang dimaksud “skip the crawling phase”.
Jadi si Kecil belum merangkak dengan benar, tetapi cenderung mulai berjalan.
Memang, sih, ada bayi-bayi yang cepat sekali berjalan sendiri tanpa kendala.
Bukan melarangnya, tetapi Bunda tetap harus mengajaknya bermain untuk melatih merangkak.
Tujuannya agar koordinasinya bagus.
Anak-anak yang kurang dilatih koordinasi, kemungkinan mengalami kesulitan konsentrasi pada saat usia sekolah.

  • Gaya Beruang

Gaya beruang, adalah merangkak kaki dan tangan posisi lurus. Bila si Kecil sudah mahir merangkak dengan posisi biasa, yaitu tangan lurus dan bergerak memakai lututnya.
Maka, perlu diajarkan juga merangkak dengan gaya ini. Jadi bergerak maju memakai telapak tangan dan kaki.

  • Merangkak mundur

Merangkak mundur sering dilakukan pada awal bayi mulai merangkak. Hal ini disebabkan tenaga tangan lebih besar daripada kaki. Sehingga bayi yang tadinya siap maju, malahan duduk atau posisi mundur.
Karena kaki belum bergerak maju.

  • Merangkak pipi dan dada menempel lantai

Merangkak gaya ini umumnya pada bayi kecil yang ditengkurapkan. Tentu saja tidak bisa terlalu banyak maju, karena tenaga bayi belum banyak, serta posisinya tidak nyaman.

Mengarahkan Gaya Merangkak

Merangkak merupakan proses koordinasi antara anggota badan, yaitu kaki-tangan, pemahaman arah serta ruang melalui visual. Bagi beberapa bayi, keadaan ini ada yang harus dilatih khusus, agar tumbuhkembangnya lebih baik.

Main Terowongan

Bermain terowongan-terowongan bagus juga untuk melatih merangkak.
Caranya:

  • Susun dua atau tiga kursi makan berbaris rapat sehingga membentuk terowongan.
  • Posisikan si Kecil di salah satu ujung terowongan.
  • Rangsang dengan mainan di ujung satunya.
  • Bayi akan bergerak maju melalui terowongan.

Perhatikan, bahwa bayi tidak mungkin dalam posisi duduk di bawah kursi, bukan?
Permainan ini akan merangsang bayi supaya tetap maju sampai ujung.
Selain itu melatih bayi memperhitungkan arah dan posisi tubuh supaya tidak terbentur.

Catatan:
Bila hingga usia 12 bulan bayi belum juga merangkak, dan hingga usia 18 bulan belum berjalan.
Segera konsultasikan ke ahli tumbuh kembang anak.

Nah, bagaimana teman blogger? Putra atau putrinya sudahkah merangkak dengan benar? Bisa dilatih kok …

 

Sumber: http://ilslearningcorner.com/why-babies-should-never-skip-the-crawling-phase/

 

signature haniwidiatmoko

Tinggalkan komentar

Site Protection is enabled by using WP Site Protector from Exattosoft.com