Mencari Akar Keluarga


parenting / Jumat, Juli 8th, 2016

13603386_10akar copy

Setiap hari raya Idul Fitri ceritanya selalu sama. Dari arah kota besar, kota kecil, desa, ritualnya sama, mudik. Bahkan dari luar negeri pun ada yang kembali ke tanah air.
Ada acara kumpul keluarga besar untuk merayakan Idul Fitri.
Biasanya tempat berkumpul di rumah Eyang yang paling dihormati, saudara yang paling tua, atau rumah yang paling besar yang cukup untuk semua.

Waktunya bisa dipilih lebaran hari pertama, kedua, atau tanggal yang disepakati.
Seseorang yang telah menikah, akan beda pilihannya. Keluarganya bukan hanya ayah-ibunya, tetapi ada keluarga suami atau istri yang perlu diperhatikan.
Bila hari berkumpul di hari yang sama, kemungkinan harus memilih. Mungkin tahun ini di keluarga sendiri, tahun depan di keluarga suami atau istri.
Kalau jomblo tentu saja pilihannya hanya kembali ke orangtua.

Tahun ini, time line FB ramai dengan fenomena foto bersama keluarga A, keluarga B, dan banyak keluarga lain, terdiri dari ayah-ibu dan anak-anak, disertai dengan ucapan selamat hari raya Idul Fitri.
Keluarga lain menampilkan lebih banyak, selain anak, juga dengan menantu dan cucu.
Beberapa yang lain, keluarga besar hingga generasi ke-4.

Perjuangan untuk kembali di hari Raya berulang dari tahun ke tahun.
Hampir sebagian besar adalah perantau yang mencari akar leluhur, menelusuri kembali asal-usul.

Silsilah Keluarga Besar

Apakah fenomena mudik hanya terjadi di Indonesia saja?
Apalagi tahun ini diwarnai dengan peristiwa memilukan menjelang Brexit, atau Brebes Exit, yang menimbulkan korban belasan pemudik wafat.
Tetapi harus ada penelitian dan solusi yang mumpuni tentang ini. Harus ada antisipasi yang lebih maksimal untuk mengatasi ekses mudik.

Mudiknya sendiri sih, tidak salah.
Kenapa kita selalu merindu mencari tahu akar nenek moyang sebagai jati diri?
Kenapa selalu dilakukan di waktu yang sama? Padahal ada banyak waktu dalam satu tahun.
Sebagian besar dari kita memilih kembali ke asal di hari raya Idul Fitri, karena di hari tersebut hampir semuanya mempunyai libur yang sama.
Anak-anak libur sekolah. Karyawan libur dan cuti bersama.
Menjadi semacam naluri para orangtua untuk mengenalkan anak-anak mereka kepada handai taulan.
Menjelaskan silsilah keluarga besar ke anak-anak mereka.

Akar.
Roots.
Dalam bahasa Inggris, lengkapnya ancestry roots.
Akar nenek moyang.

Jadi sebenarnya, mudik adalah mencari atau menegaskan kembali asal-usul dan akar nenek moyang kita.

Nyekar

Tradisi nyekar menjadi bagian yang tak terpisahkan dari mudik.
Nyekar atau ziarah kubur antara lain saat mendo’akan anggota keluarga yang dimakamkan.
Walaupun sebenarnya mendo’akan bisa darimana saja, lebih baik lagi setiap selesai shalat.
Makam juga merupakan monumen, penanda bahwa disinilah nenek-moyang kita dimakamkan.
Juga merupakan penanda akhir perjalanan setiap manusia adalah kematian.
Mudik antara lain juga merapikan pusara dan monumen yang kemungkinan besar mulai diabaikan oleh anak turunannya.
Mengenang kembali suri tauladan yang dicontohkan oleh nenek-moyang kita.
Menjadi individu yang jujur dan kaya ilmu.

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *