Talkshow Sun Life with Blogger Bandung: Menuju 5 Pilar Indonesia #LebihBaik


review / Minggu, Juli 31st, 2016

Ketika seseorang akan membentuk keluarga apasaja yang perlu disiapkan?
Calon pasangan tentu saja harus ada.
Lepas dari sudah atau belum ada calon pasangan, seringkali seseorang menunda membentuk keluarga adalah, belum ada dananya.

Dana
Uang.
Lagi-lagi uang.
Memang sih tidak segalanya membutuhkan uang.
Tetapi segalanya perlu uang untuk memilikinya.

Apakah kita harus berhenti merencanakan segala sesuatu akibat tidak adanya dana?
Sebuah acara Seminar & Exhibition Roadshow yang diadakan oleh Sun Life Financial di PVJ Mall Bandung menjawab semuanya.
Kali ini Sunlife memperkenalkan sebuah brand Bright Advisor dengan kampanye membawa Indonesia Lebih Baik.
Sebuah acara Fun Talkshow khusus bagi para Blogger Bandung pun diselenggarakan di Café Halaman PVJ.
Temanya kali ini adalah tentang Liburan.
Kaiser Simanungkalit, AVP Head of Branding & Communication Sun Life Financial Indonesia mengatakan bahwa semua tahapan dalam hidup harus direncanakan.

Kenapa Sunlife Financial?
Sejak semula saya menduga, ada kata “life” gitu, pastinya Sunlife adalah perusahaan asuransi yang sama saja dengan perusahaan asuransi lainnya.
Saya akan ditanya umur, diprospek kemudian disodori ilustrasi.
Ternyata Kaiser Simanungkalit sejak awal menyatakan bahwa Sunlife Financial tidak menjual produk.
Lalu apa?
Apalagi poster di panggung jelas-jelas menawarkan “Wujudkan Liburan Terbaikmu”.
Ternyata Sunlife Financial bertujuan memberikan edukasi finansial.

Berikut beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh seseorang dalam rangka menata hidupnya menjadi lebih baik.

1. Life
Sejak kecil mungkin kita sudah diajarkan oleh orangtua kita untuk menabung.
Menabung adalah salah satu bentuk merencanakan uang yang kita miliki.
Misalnya anak kecil ingin membeli boneka Barbie yang harganya mahal, maka dia akan menabung sedikit demi sedikit hingga tabungannya mencukupi.
Ketika saya dewasa dan berkeluarga, saya mulai belajar, bahwa menabung saja tidak cukup.
Sedikit-sedikit saya mulai mengerti apa itu investasi.
Banyak cara untuk berinvestasi, misalnya membeli reksadana, saham, mencicil logam mulia, perhiasan, property dan tanah.
Tujuannya satu, yaitu suatu saat segala sesuatu yang saya investasikan tersebut dapat melindungi saya disaat dibutuhkan.
Melindung dari apa?
Kenapa seseorang butuh perlindungan atau proteksi?
Tidak ada yang dapat menduga apa yang akan terjadi besok bukan?
Siapa yang akan menanggung resiko bila terjadi sesuatu pada saya?
Asuransi adalah salah satu bentuk yang akan melindungi saya terhadap resiko tersebut.
Tentunya saya harus merencanakan betul bentuk asuransi yang akan membuat masa depan saya lebih baik dan lebih cerah.

2. Health
Tidak ada seorangpun didunia ini menginginkan tiba-tiba jatuh sakit.
Apalagi ada pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga.
Itu sih, ibaratnya sudah jatuh sakit, harus membayar biaya pengobatan yang tidak sedikit.
Salah satu bentuk proteksi atau jaga-jaga apabila ada masalah kesehatan adalah melalui asuransi kesehatan.
Memang sih sering ada salah pengertian, seolah asuransi kesehatan tersebut hangus bila ternyata sepanjang tahun kita sehat-sehat saja.
Alhamdulillah kan bila ternyata sehat.
Dana yang sudah kita bayarkan tersebut dimanfaatkan koq oleh orang lain yang kebetulan sakit.
Pada kesempatan lain, bila saya yang sakit, bisa terjadi (amit-amit sih) biaya pengobatan jauh lebih besar daripada premi yang sudah saya bayarkan.
Inilah gunanya asuransi kesehatan.

3. Education
Biaya pendidikan dari tahun ke tahun semakin meningkat.
Seringkali yang kita prediksi sekarang untuk misalnya sepuluh tahun kedepan, meleset sama sekali.
Itulah sebabnya waktu anak saya kedua masih balita, saya ikut asuransi pendidikan yang diperhitungkan hingga anak saya lulus sarjana.
Keuntungannya, pada waktu masuk SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi, anak saya mendapatkan dana tahapan.
Selain itu, tiap tahun selama kuliah mendapat lagi dana tahapan setiap awal tahun ajaran baru.
Tentunya harus melalui perhitungan yang cermat, kemudian berapa dana yang dapat saya sisihkan setiap tahun, atau setiap bulannya.
Makanya kalian bisa langsung menanyakan ke portal online Sunlife Bright Advisor sesuai kebutuhanmu.
Tinggal klik, gratis pula.

4. Retirement
Dari sekian juta penduduk Indonesia, berapa persen ya yang dikemudian hari mendapatkan pensiun?
Rasanya hanya pegawai negeri sipil dan beberapa perusahaan besar yang bisa memberikan pensiuun kepegawainya.
Beberapa malahan memberikan dana bukan sebagai pension yang dibayarkan tiap bulan, tetapi sejumlah dana yang dibayarkan ketika pegawai yang bersangkutan berhenti kerja karena usia.
Bagaiman dengan freelancer, seperti halnya blogger?
Mereka bukan pegawai, dan belum tentu mempunyai penghasilan tetap.
Apakah dengan demikian para freelancer ini tertutup kemungkinannya mendapatkan dana untuk hari tua?
Bisa direncanakan lho.
Saya mencoba masuk ke websitenya SunLife Bright Advisor ke laman Dana Pensiun.
Cara hitung sederhana melalui Bright Calculator yang diperkenalkan oleh Fabie Farabie, Senior Manager Digital & Social Media Marketing.

Bright Calculator ini gampang banget pengoperasiannya, karena bisa langsung saya simulasikan dari ponsel.
Saya mencoba menghitung kebutuhan dana ketika saya pensiun kelak.
Angka yang muncul adalah dua milyar sekian.
Sepertinya tidak mungkin nih, kapan saya bisa mengumpulkan angka sebesar itu bila hanya dengan cara menabung.
Sepertinya saya harus minta konsultasi nih ke financial agentnya.
Tentu saja, semakin muda kita menyiapkan dana pensiun, cicilan yang harus disiapkan semakin kecil bukan.
Pokoknya jangan terlambat lah merencanakan masa depan.

5. Holiday
Seberapa pentingnya sih liburan?
Tentu saja penting.
Sesekali kita perlu refreshing, perlu pergi ke tempat yang indah-indah.
Menurut saya, salah satu bentuk bersyukur dan mengagumi ciptaan Allah swt adalah jalan-jalan.

Nah, mbak Joice Tauris Santi, seorang wartawan senior dan financial planner, menjelaskan banya hal tentang apa saja yang harus disiapkan bila akan liburan ke tempat yang asyik.

Ada enam hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
a. Jadwal
Kapan akan pergi berlibur harus diperhitungkan dengan matang. Apalagi ada masa low season atau high season yang berpengaruh pada harga tiket moda transportasi.
Jangan lupa, biaya transportasi bisa mencapai 25% dari seluruh anggaran.
b. Penginapan
Sama halnya dengan harga tiket, harga penginapan pun tergantung masa low season dan high season.
Bisa juga mencoba akomodasi airbnb yang menurut informasi bisa lebih murah dan fasilitas lebih banyak daripada hotel konvensional.
c. Makanan
Siapa yang senang wisata kuliner.
Sudah pada tahu kan, makanan lokal lebih enak daripada makanan hotel.
Walaupun demikian perhatikan juga kebersihan setempat, atau makanan-makanan yang bisa menimbulkan alergi
d. Rekreasi
Cari tahu jauh hari sebelumnya, harga tiket di tempat rekreasi.
Bisa mahal bisa murah.
Seringkali pemilik akomodasi yang berafiliasi ke airbnb setempat pun bisa mendampingi mengunjungi tempat-tempat asyik di kota tujuan.
e. Oleh-oleh
Sudah jauh-jauh pergi ke suatu tempat, tidak asyik bila tidak membeli barang satu dua cenderamata.
Banyak barang pernak-pernik yang tidak mahal bisa dibeli sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan teman.
f. Biaya Tak Terduga
Biaya tak terduga besarnya bisa 10% dari keseluruhan biaya selama liburan.

Hal yang sama diutarakan oleh fotografer dan travel blogger Parmadi Budiprasetyo.
Sudah beberapa kali Parmadi bisa jalan-jalan tanpa mengeluarkan sepeserpun karena bersamaan dengan pekerjaannya.
Beruntung sekali ya, sambil kerja sambil jalan-jalan.

Saya sendiri setiap tahun merencanakan pergi ke luar kota atau ke luar negeri bersama suami.
Kadang bersama rombongan teman-teman, kadang bersamaan dengan acara seminar.
Seru juga bekerja dahulu kemudian bersenang-senang kemudian.
Hanya saja, saya belum merencanakan sungguh-sungguh destinasi sesuai impian.
Biasanya, tabungan saya ada berapa, kesanalah saya pergi.
Kelihatannya saya perlu merencanakan investasi yang lebih serius, supaya saya bisa jalan-jalan lebih jauh lagi.

Talkshow santai dan seru ini juga diselingi oleh stand up comedy Fandy Bakri lumayan cukup menghibur.
Sesudahnya tentu saja acara tanya-jawab.

Ada pertanyaan penting dari salah satu peserta yaitu mengenai Future Plan.
Peserta tadinya berharap, talkshow kali ini juga menjelaskan perencanaan keuangan yang baik itu seperti apa.
Banyak soalnya, perusahaan asuransi yang awalnya menawarkan janji manis, dikemudian hari programnya ditutup dan berujung peserta penderita kerugian.

Kenapa koq fokusnya lebih ke liburan?
Liburan, ternyata merupakan pilar ke-5 yang memang menjadi tema pembelajaran ke masyarakat perlunya perencanaan keuangan.
Talkshow pun diakhiri dengan pemberian hadiah bagi lifetweet terbaik dan penanya terbaik, foto bersama dan pembagian goodybag.

Nah, sudah siapkah kalian menyiapkan masa depan yang lebih baik dan lebih cerah?

“Life’s brighter under the Sun”

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *