Busana Tabrak Warna dan Motif? Siapa Takut!


review / Selasa, September 20th, 2016

img_20160917_110014-copy

Pernahkah kalian disodori baju Muslim terbaru kombinasi tabrak warna dan motif merah dan kuning kemudian diminta memakainya dalam sebuah acara gathering?
Begitu melihat bajunya walaupun cutting bagus dan jahitannya rapi, pasti kalian perpikir 1000 kali.
Mencoba memakainya kemudian bertanya kekeluarga terdekat, pantaskah kalian memakainya ke luar rumah.
Berbagai komentar pasti bertebaran.
Acara apa sih? Pakai saja. Pantas, koq.
Hah? Ga salah? Kamu seperti pisang dan cabai.
Yang terjadi adalah kalian urung memakai baju tersebut dan pergi memakai baju warna gelap itu-itu lagi.
Kemudian kalian merasa menyesal dan bosan dengan diri sendiri.

Benarkah sebaiknya kita menghindari baju tabrak warna dan motif?
Tips menarik disampaikan oleh Rimma Bawazier, seorang model Muslimah dan Fashion Designer, bintang tamu pada acara gathering yang diadakan ETHICA Fashion di In & Out Eatery, jalan Wayang no 2 Burangrang Bandung.

Untuk mix and match kita harus mengenal warna dan motif.

Warna Primer dan Sekunder
Kita mengenal warna dasar, yaitu merah, biru dan kuning.
Kemudian ada warna putih dan hitam.
Campuran dari warna dasar, disebut sebagai warna sekunder.
Misalnya merah dicampur biru, akan menjadi warna ungu.
Biru dan kuning, akan menjadi warna hijau.
Merah dan kuning, akan menjadi warna jingga atau orange.
Campurannya lagi dari warna-warna tersebut, disebut warna tersier dan sebagainya.
Menambahkan warna putih akan menghasilkan warna-warna pastel.

Tabrak warna pada baju adalah bila kita memasangkan warna terang dengan warna terang.
Misalnya kuning dengan merah, adalah warna terang dengan terang.
Ini yang disebut tabrakan warna.
Supaya aman, coba pilih warna merahnya, merah tua, bukan merah cabai.
Bila warna kuning merupakan pilihan kombinasi, bisa merupakan pilihan hijab, rompi, atau asesoris lain yang sifatnya pemanis saja.

Motif Busana
Kita mengenal busana polos dan baju bermotif.
Motif pada busana ada corak bunga-bunga, polkadot, garis-garis, batik dan corak abstrak.
Motif tersebut bisa bervariasi lagi bentuk dan warnanya.
Misalnya garis-garis, ada yang vertikal dan horisontal, atau lebarnya bisa besar dan garis tipis.
Disinilah uniknya memadu-padankan corak-corak tersebut.
Jangan sampai membuat sakit mata yang melihatnya.
Lebih aman memadu-padankan corak dengan polos dengan warna senada.
Misalnya garis akan dipadu-padankan dengan motif bunga-bunga, pilih salah satu yang menjadi motif dominan.
Jangan keduanya.
Misalnya memilih corak garis dengan warna dominan, maka padanannya motif bunga dengan corak kecil dan warna lembut senada.
Sebaliknya, bila motif bunga-bungan yang dominan, pilih kombinasi garis lembut dalam warna monokrom.

howtomixprints2
tabrak warna dan motif

Perempuan Muslim masa kini pastinya tidak lepas dari tren fashion yang sedang in dan tetap beretika.
Etika.
ETHICA.
Ya, nama Ethica lah yang dipilih oleh bapak Asep Mulyadi, owner ETHICA Fashion yang berdiri sejak tahun 2008.
Sebuah perusahaan yang uniknya tidak membuka outlet berupa toko tetapi menjual produk melalui toko online busana Muslim.

Fashion busana Muslim bukan hanya sesuatu yang melekat di tubuh tapi juga cara kita mendekatkan diri pada Allah swt.

Quote keren bapak Asep Mulyadi.
Menunjukkan bahwa bisnis busana Muslim bukan semata keuntungan berlipat, tetapi lebih pada syiar ketaqwaan.
Dengan demikian pemakainya pun secara tidak langsung menyampaikan syiar kebaikan.

Tidak rugi rasanya saya hadir pada acara Indonesia Fashion Blogger Gathering yang diadakan oleh ETHICA Fashion.
Begitu tiba langsung disodori goody bag ungu cerah, dan disuguhi hidangan coffee break ringan.

Acara di Sabtu, 17 September 2016, ini dipandu oleh MC kocak Deden Delicious dan Wildan Halwa.
Baru juga mulai sudah disuguhi dengan game menarik dan bagi-bagi kerudung dari OHYA.
Dari satu game ke game lain diselingi dengan celetukan jail dari kedua MC tak terasa, karena hadiah-hadiahnya banyak.
Disambung dengan penjelasan singkat dari Teuku Ikhsan Syaban S.Sos a.k.a John Beben Jr, manajer marketing dari ETHICA Fashion, tentang what is Fashion Revolution in Digital World.

Peradaban di dunia yang selalu berputar diawali dari era Agraris, era Industri, era Informasi, dan sekarang kita berada di era Online & Affiliasi.
Coba tengok para peserta gathering di Sabtu ini.
Sebagian besar perempuan Muslimah, semua memegang gadget muthakir dengan kuota pulsa never ending, siap cuat-cuit melalui Twiter, always on.
Foto-foto kegiatan gathering tentu saja siap disebar ke follower Instagram para fashion blogger tersebut.

Padahal penduduk Indonesia yang berjumlah 254.9 juta jiwa, baru 139 juta merupakan pengguna internet.
Dan pastinya, seperti tampilan grafik di layar, akan terus meningkat dan meningkat lagi.
Melalui pengguna internet inilah, ETHICA Fashion jeli meraih peluang pemasaran dengan konsep ZMOT, the Zero Moment of Truth.
Hmm…apalagi nih?
Baru juga dua jam saya hadir di acara ini, pengetahuan saya sudah bertambah luar biasa.

ZMOT seperti dijelaskan oleh Oom John Beben Jr, merupakan model marketing masa kini.
Pendek cerita, maksudnya hanya berbekal laptop atau gadget, kalian bisa dengan cepat mengetahui sebuah produk, jasa, informasi bahkan gebetan…#eh
Nah kan, kalian cek tren fashion tidak perlu lihat langsung, cukup search saja di internet.
Itulah yang ditawarkan oleh ETHICA Fashion, kalian tinggal klik websitenya, cek-cek koleksinya, pilih sesuai model-warna-ukuran, langsung pesan.

Koleksi-koleksi ETHICA Fashion ada tiga brand, yaitu: Ethica, Kagumi, dan Ohya.
Menilik koleksinya, Ethica berkesan remaja dengan warna-warna cerah.
Bahkan Ethica pun berani lho main tabrak warna dalam pilihan koleksinya.
Ada tabrak warna ungu dan biru turkis. Warna orange dengan biru muda.
Atau abaya merah dan rompi kuning.
Koleksi Kagumi lebih ditujukan untuk perempuan dewasa, desainnya elegan dengan warna-warna teduh dan pastel.
Sedangkan Ohya, untuk perempuan yang lebih senang berpenampilan kasual dengan warna-warna pastel lembut.

Tren fashion Muslim 2017
Jadi, apa nih, tren fashion Muslim 2017?
Jangan lupa, menurut Oom Beben, Indonesia akan menjadi qiblat busana Muslim dunia.
Apalagi menurut Rhimma Bawazier, oleh-oleh dari pameran di Amerika Serikat, fashion hasil desainer Indonesia sangat diminati, karena simpel , berkonsep, dan banyak pilihan.
Hal ini bisa menjadi peluang untuk lebih mengembangkan produk-produk buatan Indonesia, sehingga UKM kita semakin maju.

Mengingat tren Muslimah kekinian yang tetap aktif disegala bidang tentunya menginginkan berbusana yang kasual, modis, dengan warna-warna yang mudah di mix n match.
Bila kalian search tentang tren warna dan motif di tahun 2017, tampil warna coklat, warna pastel turkis keabuan, dan warna kuning oker.
Sedangkan motif dan corak, ada corak geometris, bunga-bungaan, dan motif alam lainnya.

tren2017

 

Hayo, pasti kalian sudah membayangkan memilih kombinasi hijab shar’i kalian dengan aneka abaya, atau desain kasual yang memungkinkan bergerak lebih gesit.
Tidak takut mencoba motif tabrakan?
Siapa takut!
Seperti kata Rimma Bawazier juga, berbusana itu harus percaya diri, koq.

Nah, sudah semakin faham ya Fashion Revolution in Digital World.
Kita tidak perlu ragu memilih tren busana masa kini.
Informasi tentang segala macam fashion busana Muslim ada dalam genggaman.
Kalian tinggal search gadget dan pesan produk-produk yang diinginkan.
Bukan hanya itu, ETHICA Fashion justru menawarkan afiliasi dan keagenan atau reseler.

Gathering kali ini ditutup dengan bagi-bagi voucher dari In & Out Eatery tempat diadakannya acara tersebut.

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

12 Replies to “Busana Tabrak Warna dan Motif? Siapa Takut!”

  1. info bagus mbak Hani,
    untuk kulit gelap sepertiku musti hati2 banget pilih warna ya..
    kalau kuning aku merasa cocok dengan kuning kunyit, bener nggak sih mbak?

    salam kenal mbak Hani, aku udah follow IG dan twitter ya

    1. Hai mbak Monda. Kalau menurut saya sih, lihat2 kulitnya seberapa gelap. Paling aman di dekatkan ke kulit, dan pakai terang matahari. Kalo di toko, lampunya sering mengecoh, pas sampai rumah jadi kecewa. Kuning apa aja bagus untuk warna gelap, jadi kebawa cerah. Jangan ungu atau abu-abu, jadi kusam. Makasih ya sudah mampir… 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *