Menyelenggarakan Pernikahan Do-It-Yourself-1


lifestyle, wedding / Rabu, September 14th, 2016

 

 

Menyelenggarakan perhelatan pernikahan ditengarai membutuhkan biaya hingga ratusan juta. Akibatnya, banyak calon pasangan yang menunda pelaksanaan pernikahan hanya karena masalah biaya. Apabila dicermati dengan baik, sebenarnya ada komponen-komponen yang biayanya bisa ditekan tanpa mengurangi kekhidmatan hari yang bersejarah tersebut.
Mari kita pilah komponen-komponen tersebut yang terdiri dari:

1. Tema pernikahan
Sekarang ini sudah lazim sebuah pesta pernikahan diselenggarakan dengan tema-tema tertentu. Tidak seperti zaman dahulu yang selalu terikat dengan tema tradisional. Kalau orang Jawa, sudah pastilah mempelai, kedua orangtua, dan among tamu memakai busana adat Jawa. Pelaminan pun didekor dengan ukir-ukiran Jawa.

Apabila tema pernikahan tradisional diikuti dengan sangat detail, akan membutuhkan waktu tiga hari tiga malam. Contohnya pernikahan adat Jawa. Ada upacara pemasangan bleketepe, pengajian, upacara siraman disambung jual dawet, lalu malam midodareni. Keesokan harinya akad nikah, dilanjutkan dengan resepsi. Semua acara tersebut pasti mengundang tamu, menyediakan hidangan, serta memerlukan busana yang berbeda-beda.
Tidak ada salahnya memilih hal-hal yang penting saja. Buatlah tabel khusus anggaran, lalu di-breakdown agar anggaran tidak jebol.

2. Tanggal, bulan, tempat, dan waktu
Masyarakat Indonesia masih percaya dengan hari baik dan bulan baik dalam menentukan tanggal pernikahan. Alhasil, ada hari-hari ketika gedung yang disewakan untuk perhelatan pernikahan penuh dari pagi sampai malam. Ada pula yang mencocokkan dengan kalender Islam.

Bisa juga dipertimbangkan menyelenggarakan resepsi pernikahan di sore hari, misalnya pukul empat sore hingga menjelang magrib. Dengan demikian hidangan yang disajikan tidak terlalu berat.
Biasanya sewa gedung di sore hari pun tidak semahal resepsi yang diadakan malam hari.

Pertimbangkan juga jarak antara gedung resepsi dengan rumah tinggal. Di kota-kota besar, karena jarak antara gedung resepsi dan rumah tinggal cukup jauh, petugas KUA pun disiapkan yang dekat dengan gedung resepsi. Tentunya segala urusan administrasi harus disiapkan jauh hari sebelumnya, termasuk biaya untuk petugas dan tim yang menjemput.

The Marriage is more important than the Wedding.

3. Panitia penyelenggara pernikahan
Pembentukan panitia perlu dilakukan karena banyak hal yang harus dipikirkan dan diserahi tanggung jawab, terutama apabila tidak seluruhnya dapat ditangani oleh kedua calon mempelai. Kadangkala harus disiapkan pula honor atau tanda terima kasih ala kadarnya bagi panitia.

4. Undangan
Undangan tidak harus ribet supaya terlihat indah. Desain undangan sebaiknya yang ringan, indah, tapi informatif. Kenapa harus ringan? Sebagian besar kartu undangan mungkin harus dikirim melalui pos. Berapa biaya yang harus dikeluarkan apabila, undangan sangat tebal dengan model berbentuk scroll tergulung seperti pengumuman raja-raja di dalam dongeng?

5. Hidangan
Hidangan tergantung pada jumlah undangan dan jumlah menu. Hidangan untuk perhelatan pernikahan biasanya ditentukan dengan biaya per porsi. Oleh sebab itu, hitung dengan cermat jumlah undangan dan siapa-siapa saja yang akan datang. Misalnya akan menyebar 200 undangan, maka pesanlah porsi makanan untuk 600 orang. Mengapa demikian? Sudah lazim di Indonesia, orang menghadiri pernikahan bersama pasangan dan anak-anak, apalagi bila yang menikah adalah keluarga dekat. Ini pun masih ditambah dengan hidangan ekstra yang sering ditawarkan oleh jasa katering.

Bisa terjadi, niat mengundang 400 tamu sesuai ketersediaan dana, membengkak menjadi 600 orang. Cara praktis untuk menentukan prioritas yang akan diundang, coba ingat-ingat lagi siapa teman-teman yang sudah tidak berhubungan selama satu tahun terakhir.
Menu yang ditawarkan biasanya terdiri dari menu utama yang merupakan hidangan makan siang atau malam disertai lauk-pauknya. Ada pula yang dilengkapi dengan meja-meja―atau lazim disebut stall―yang menyediakan jenis hidangan khusus, misalnya baso tahu, buah-buahan, dan hidangan penutup.

Di jaman yang serba sulit dan penuh perhitungan ini, sudah lazim, koq, tidak mengundang semua kenalan. Teman-teman yang tidak terundang pun tidak perlu sakit hati, cukup mendoakan supaya kedua mempelai dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Bersambung ke Pesta Pernikahan Do-It-Yourself -2

Sumber:

Widiatmoko, Hani; 2014; Ketika Anakku Siap Menikah; Elex Media Komputindo; Jakarta

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

4 Replies to “Menyelenggarakan Pernikahan Do-It-Yourself-1”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *