Menyelenggarakan Pernikahan Do-It-Yourself-2

 

 

Postingan sebelumnya adalah menyelenggarakan pernikahan dengan cara do-it-yourself mulai dari menentukan tema pernikahan, menentukan tanggal, membentuk panitia, membuat undangan, hingga menyusun hidangan.
Apakah lima hal di atas sudah cukup?
Bagaimana dengan dekorasi ruangan, baju, dan pernak-pernik lainnya?

Mari kita simak kelanjutan uraian komponen persiapan pernikahan seperti di bawah ini:

6. Dekorasi
Pilihan dekorasi, terutama dekorasi pelaminan, sangatlah beragam, apalagi jika akan menerapkan tema tertentu. Semakin tampak mewah dan ramai tentunya semakin mahal. Sekarang ini menjadi tren di kalangan anak-anak muda bahwa mereka nanti tidak akan memakai pelaminan. Jadi, tamu, dan pengantin bersama kedua orangtua mereka akan membaur.

7. Busana dan rias pengantin
Untuk busana pengantin, dapat memesan busana yang terbuat dari bahan istimewa berharga ratusan ribu per meter di desainer terkenal. Dapat juga menjahitkan di penjahit langganan dengan bahan yang cukup bagus dan harga terjangkau, atau bahkan cukup menyewa dari jasa penyewaan baju pengantin. Ketiganya tergantung pada bagaimana calon mempelai perempuan memaknai baju yang akan dipakai pada hari istimewanya.

Ada juga gadis yang berkeinginan memakai baju pengantin ibunya dulu. Kebetulan baju ibunya tersebut masih disimpan dan dirawat dengan baik. Mungkin dengan memakai baju ibunya, sang gadis mengharapkan pernikahannya kelak akan seistimewa pernikahan ibu dan ayahnya.
Baju pengantin biasanya terbuat dari bahan halus yang bernama tulle atau brokat. Bahannya seperti renda atau jaring dan mempunyai kesan melambai. Untuk kesan mewah, biasanya desainer atau penjahit menambahkan bordir atau sulaman yang disertai payet atau manik-manik.

Biasanya penjahit membagi biaya pembuatan baju pengantin menjadi tiga komponen yaitu:
• Desain dan pembuatan baju pengantin,
• penambahan bordir atau renda, dan
• pemasangan payet serta manik.

Jika calon mempelai bisa menjahit dan mempunyai tangan yang terampil, tidak ada salahnya memasang payet dan manik-manik sendiri. Dengan begitu, biaya pembuatan baju pengantin dapat ditekan.

Bisa juga memilih kain yang sudah lengkap dengan bordir dan payet, sehingga sejak awal kain tersebut sudah cukup mewah dan tidak perlu tambahan apa-apa lagi, tinggal memilih warna yang serasi. Pemilihan warna ini penting karena walaupun bahan baju tersebut seharga jutaan per meter, kalau pemilihan warnanya tidak berselera maka kesan keseluruhan menjadi tidak berselera pula.

Sekarang ini sudah lazim jasa penyewaan busana pengantin berbagai adat dan budaya, lengkap dengan jasa perias pengantinnya. Busana-busana pengiring pengantin, serta pager ayu-pager bagus atau among tamu juga disediakan oleh jasa tersebut.
Hal yang perlu diperhatikan apabila akan menyewa busana pengantin adalah sebagai berikut.
• Sewa perdana
Baju yang kita pesan ke penyedia jasa bukan merupakan baju “bekas” orang lain, tetapi baju yang dipesan dan dibuatkan khusus oleh pasangan yang akan menikah. Jadi, baju tersebut bersifat sewa pakai tetapi baju baru.
• Sewa ready stock.
Merupakan baju yang tersedia apa adanya di rumah sewa tersebut. Umumnya baju-baju yang disewakan tersebut satu setel untuk sepasang pengantin.

Harga sewa perdana tentu lebih mahal daripada harga sewa ready stock. Harga sewa perangkat
busana pengantin tersebut sering kali justru lebih mahal daripada membuat kebaya pengantin yang didesain sendiri dan dijahitkan di penjahit langganan.

Yang cukup menyita perhatian adalah riasan pengantin. Riasan pengantin gaya tradisional yang memakai roncean bunga melati asli pasti jauh lebih mahal daripada bunga melati palsu yang dibeli di toko perlengkapan pengantin. Riasan pengantin Jawa, yang lazim disebut paes, sekarang bahkan banyak dijual di toko perlengkapan pengantin berupa stiker sekali pakai, dengan gaya riasan pengantin Solo atau Yogya.

Air muka bahagia dan pasrah jauh lebih bersinar daripada riasan mahal.

Perias pengantin sering menawarkan paket-paket, dari perawatan kecantikan sebelum menikah, riasan pengantin dan keluarganya, sampai ke penyewaan baju-baju lengkap untuk seluruh keluarga.
Sah-sah saja seorang pengantin, terutama pengantin perempuan, mengharapkan riasan istimewa yang membuat pangling semua orang. Akan tetapi, air muka yang merupakan cerminan hati berbahagia jauh lebih bersinar daripada riasan yang paling mahal.

8. Foto dan video shooting
Foto pernikahan merupakan momen tak terlupakan sepanjang sejarah pernikahan pasangan yang bersangkutan. Sesi foto-foto bahkan sering kali sudah dimulai jauh hari sebelumnya, yang sering disebut sebagai foto prewedding atau prewed. Sesi foto ini sering kali diperdebatkan, pantas atau tidaknya diselenggarakan karena pasangan yang ada di foto tersebut sejatinya belum menikah secara resmi. Oleh karena itu, harus diatur sedimikian rupa supaya sesuai dengan adab yang berlaku. Selain itu, foto pada saat pernikahan lebih penting dan lebih dibutuhkan.
Penyedia jasa pemotretan biasanya menyediakan jasa video shooting satu paket dengan foto pernikahan. Bisa saja meminta bantuan keluarga untuk mengambil foto, tetapi tentunya tidak bisa terlalu berharap menjadi foto yang profesional.

9. Musik
Iringan musik merupakan salah satu unsur yang menunjukkan ekspresi kegembiraan dalam suatu kesempatan, apalagi dalam pesta pernikahan. Pilihannya beragam, dari yang sederhana seperti lagu-lagu dari CD player, organ tunggal, organ tunggal dan seorang penyanyi, hingga sebuah band yang terdiri dari lima personel. Keluarga yang berkecukupan bahkan bisa menanggap satu nayaga lengkap musik tradisional atau orkes dangdut yang tampil tiga hari tiga malam.

10. Suvenir
Pilihlah suvenir pernikahan yang bermanfaat, bukan sekadar hiasan. Selain harga per satuan, pertimbangkan pula besar kecilnya suvenir, apakah memberatkan tamu atau tidak. Pernah terjadi, begitu cintanya pasangan mempelai terhadap lingkungan, maka setiap undangan mendapat suvenir satu bibit tanaman.

Nah, masing-masing komponen tadi susun rencana anggarannya, mana komponen yang bisa dibuat sendiri dan mana komponen yang terpaksa memesan ke pihak lain.

 

Sumber:

Widiatmoko, Hani; 2014; Ketika Anakku Siap Menikah; Elex Media Komputindo; Jakarta

Satu pemikiran pada “Menyelenggarakan Pernikahan Do-It-Yourself-2”

  1. Ping-balik: Anonim

Tinggalkan komentar

Site Protection is enabled by using WP Site Protector from Exattosoft.com