Kamar Mandi Tak Berventilasi


lifestyle / Rabu, Desember 28th, 2016
glass-blok1
http://belamudayana.com/wp-content/uploads/2015/10/Glass-Blok.jpg

Ketika saya kuliah dulu, mendesain kamar mandi wajib berventilasi. Rule of thumb ini saya peroleh di matakuliah Perancangan Arsitektur (PA) yang merupakan matakuliah pokok di jurusan yang saya tempuh. Total ada enam semester dan bersyarat.
Artinya, saya harus lulus matakuliah PA 1 terlebih dahulu, baru boleh melanjutkan PA 2 dan seterusnya.
Matakuliah tersebut berjenjang, semakin tinggi semesternya semakin sulit dan kompleks bangunan yang harus dirancang.

Pada Perancangan Arsitektur 2, biasanya kami harus merancang rumah tinggal sederhana, tentunya lengkap dengan kamar mandi.
Luas lahan dan luas bangunan ditentukan oleh dosen. Biasanya kami diberi ketentuan, misalnya merancang untuk rumah tinggal sesuai profesi pemilik rumah.
Kenapa saya sebut biasanya?
Karena setiap kampus mempunyai ketentuan jenis tugas atau studi kasus yang berbeda.
Jadi, tidak selalu mendesain rumah tinggal untuk pemilik rumah yang mempunyai profesi tertentu, misalnya rumah tinggal dokter, rumah tinggal arsitek, rumah tinggal guru musik, dan lain sebaginya.
Setiap profesi membutuhkan kebutuhan ruang yang berbeda.

Lepas dari kebutuhan ruang yang berbeda atau tidak, semua rumah pasti perlu kamar mandi.
Pada waktu saya mengerjakan tugas merancang rumah tinggal tersebut, oleh dosen atau asisten dosen, point utama adalah jaringan air bersih-air kotor, dan ventilasi.
Bila rumah tersebut bertingkat, maka di bawah kamar mandi atas, harus kamar mandi juga. Supaya jaringan air bersih-air kotornya dalam satu garis lurus.
Kemudian, kamar mandi harus berventilasi, lebih baik lagi ada yang namanya bovenlicht (bahasa Belanda).
Itu lho, jendela kecil yang sering ada di kamar mandi.
Di dalam kamar mandi kan kegiatannya tidak hanya mandi, tetapi juga sekresi, BAK dan BAB.
Dengan adanya ventilasi, bau-bauan tujuh rupa akan cepat hilang.
Adakalanya di dalam kamar mandi sering berlama-lama juga karena bagian dari relaksasi.
Misalnya kaum hawa, sekalian luluran, berendam di air hangat, dan lain sebagainya.

Pertanyaan besar melanda pikiran saya, ketika membaca berita mengejutkan, seorang arsitek wafat bersama anggota keluarga dan beberapa orang lain, diduga karena kekurangan oksigen di dalam kamar mandi tak berventilasi.
Duka sangat dalam saya rasakan, dan hanya bisa berdoá agar keenam korban diterima amal ibadahnya oleh Allah swt.
Lepas bahwa almarhum satu SMA dengan saya, walaupun kakak kelas dan saya tidak kenal beliau.
Beliau kan arsitek?
Koq bisa mendesain kamar mandi tak berventilasi?
Memang ada siasat mendesain kamar mandi tak berventilasi, yaitu dengan menambahkan exhaust fan atau alat menghisap udara.
Ternyata yang saya ikuti di berita, kamar mandi di mana korban ditemukan, lampunya dimatikan, otomatis, exhaust fan tidak berfungsi.

Ada baiknya kita cek-cek lagi desain kamar mandi di rumah masing-masing, sudah berventilasi dengan baik atau belum?
Bukan untuk berjaga-jaga akan dikurung di kamar mandi, tetapi supaya mendapatkan ruangan yang lebih sehat saja.
Berikut berbagai contoh ventilasi kamar mandi dari berbagai sumber.

1. Bovenlicht (Jendela Atas)
Ini merupakan desain paling umum yang sering terdapat hampir di semua rumah. Bentuk dan pilihan kacanya bermacam-macam.
Ada yang kaca tunggal dengan menyisakan lubang ventilasi selebar 5-8 cm.
Ada yang kacanya dua, tapi disusun overlap.

2. Glass Block
Glass Block bisa disusun selang-seling. Misalnya glass block-kosong-glass block.
Pilihan glass block ada bermacam-macam motif dan warna.
Biasanya dikombinasikan dengan ventilation brick (roster). Glass block berfungsi sebagai penerangan sedangkan roster untuk sirkulasi udaranya.

pemasangan-roster

3. Ventilation Brick (Roster)
Di toko bahan bangunan ada berbagai bentuk krawang atau roster dengan berbagai pilihan warna dan desain. Ada yang terbuat dari teracota atau material bata, roster beton, roster keramik, roster metal, dan roster kayu.

kamar-mandi-pakai-dinding-roster
http://1.bp.blogspot.com

4. Pintu Berjalusi atau Grill
Bila kamar mandi terpaksa terletak di tengah ruangan, misalnya di bawah tangga.
Ventilasi masih bisa diperoleh dengan mendesain pintu yang berjalusi (susunan bilah-bilah miring) sehingga berfungsi sebagai ventilasi.
Khusus untuk grill pintu kamar mandi, biasanya diletakkan di bagian bawah pintu.
Dalam desainnya, biasanya pintu berjalusi digabung juga dengan pemasangan exhaust fan.
Agar terjadi sirkulasi udara dengan benar.

5. Desain Terbuka
Rancangan kamar mandi seperti ini bisa juga menjadi pilihan. Artinya sebagian atap dibuka, sehingga seolah kita mandi di alam terbuka. Tentunya faktor keamanan tetap harus diperhatikan agar tidak ada binatang dari luar yang masuk ke dalam kamar mandi.

warna-monokromatis-lebih-adem-di-mata_thumbnaildetail
http://www.ideaonline.co.id

Keuntungan kamar mandi yang baik ventilasinya adalah, kamar mandi tersebut lekas kering sehingga tidak mudah berlumut dan bau. Kamar mandi yang tidak lembap akan terasa lebih segar dan sehat.
Untuk kamar mandi dengan desain terbuka dapat dipilih bahan-bahan dari batu alam agar perawatannya mudah dan betul-betul terasa seperti di alam.

Sumber:
Kamar Mandi di Ruang Sempit
http://grchexacon.blogspot.co.id/2015/10/mengenal-jenis-material-roster-yang.html

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

10 Replies to “Kamar Mandi Tak Berventilasi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *