Menyupir Aman Bersama Anak Kecil


parenting / Sabtu, Januari 14th, 2017
https://gallery78.tumblr.com/post/157823074240

 

Perempuan menyupir mobil sudah sering kita temui di lalu-lintas di Indonesia. Biasanya berangkat kerja atau mengantar anak-anak sekolah dan les. Tak jarang seorang ibu bila mengantar anak-anak yang masih kecil disertai juga dengan ART atau si Mbak atau suster.

Tetapi apa yang harus disiapkan bila akan pergi berdua saja dengan bayi atau anak kecil?

Setelah mempertimbangkan dan memilih baby class pada saat free trial bulan November 2016 kemarin, kami mendaftarkan Bara ke sebuah toddler class.
Jadwalnya Selasa dan Kamis, dari pukul 09:00-11:00. Pada hari yang sama, Mama Bara mulai mengajar di sebuah kampus.
Rencananya saya yang akan menyupir membawa si Kecil ke sekolah.

Dalam bayangan saya, saya akan menyetir sendiri kemudian Bara akan duduk rapi di baby car seat.
Sebetulnya bisa naik angkutan umum, tetapi harus dua kali naik, dan masuk ke dalam dari jalan besar sampai ke sekolah, ada sekitar 800 meter.
Kalau naik taxi pergi-pulang, lumayan tekor.
Persoalannya adalah, Bara belum pernah pergi berdua saja disupiri, dan duduk sendirian di belakang.
Biasanya ada ibunya menemani duduk di belakang.

Saya memang strik ketika membawa bayi berkendaraan.
Harus duduk di baby car seat, dan harus duduk di belakang.
Sejak awal berumahtangga, bila membawa anak-anak naik mobil, peraturannya, anak-anak duduk di belakang.
Zaman dulu, belum punya baby car seat, saya akan duduk di belakang memangku bayi.
Ayahnya ya sendirian menyupir di depan.

birtney-spears-driving-with-baby1
Birtney Spears driving with baby

Seringkali saya melihat ibu-ibu muda zaman sekarang, upload foto di FB memangku bayi duduk di samping ayah yang sedang menyupir.
Kenapa tidak di belakang?
Alasannya, ayahnya kesannya seperti supir.
Saya kurang setuju. Bagi saya, keselamatan adalah nomor satu.
Saat itu memang ayah sebagai supir, tapi selamanya kan tetap ayah si Bayi.

Di luar negeri, peraturan membawa bayi berkendaraan sangat ketat, sehingga ketika ada foto Birtney Spears memangku sambil menyupir, mendapat kritikan pedas dari netizen.

Berhubung saya masih galau, hari-hari kedepan akan membawa Bara berdua saja, maka ada ide untuk trial bepergian berdua dalam jarak dekat.
Idenya adalah membawa ke tempat laundry untuk ambil cucian, isi bensin lalu pulang.
Awal perjalanan Bara anteng, kemudian cemas ketika saya turun sebentar.
Kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke rumah, Bara mulai rewel karena panas dan takut.

Berbekal berbagai sumber, inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membawa bayi atau anak kecil berkendaraan.

1. Siapkan mainan berupa soft toys untuk menenangkan anak selama perjalanan.
2. Biasakan bayi dan anak kecil duduk tertib di belakang. Ini hanya soal kebiasaan. Jadi tidak ada alasan membolehkan anak kecil duduk di depan, apalagi dipangku sambil menyetir.
It’s a big NO NO.
3. Pilih baby car seat sesuai standard. Anak usia 0 hingga 3 tahun harus duduk di baby car seat.
Pastikan seatbelt, klip dan sabuk terpasang dengan benar dan bayi aman di kursinya.
4. Bila sangat terpaksa bayi dalam baby car seat duduk di samping supir, pastikan air bag dimatikan, dan baby car seat harus menghadap ke belakang.
5. Pasang cermin, untuk memudahkan melirik apa yang terjadi pada bayi atau anak kecil di kursi belakang.
6. Bayi yang menangis kala kita mengemudi bisa mengganggu konsentrasi. Untuk itu ada dua pilihan:
a. Menepi, dan menenangkan bayi atau
b. Melanjutkan perjalanan seperti biasa.
Jangan ngebut supaya cepat sampai, karena setres akibat tidak tahan mendengar suara tangisan.
7. Jangan pernah meninggalkan sedetikpun bayi atau anak di dalam mobil sendirian.

Ingat, mengemudikan mobil sendirian saja perlu kehati-hatian dan kewaspadaan. Maka menyupir bersama bayi, perlu ekstra hati-hati dan mengutamakan rasa aman serta keselamatan.

Have a nice trip guys!

Sumber:
http://www.mom365.com/baby/baby-care/tips-for-driving-safely-with-baby/
https://childdevelopmentinfo.com/ages-stages/baby-infant-development-parenting/road-trip-with-babies/

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

10 Replies to “Menyupir Aman Bersama Anak Kecil”

    1. Wah…jangan ditiru itu. Utamakan keselamatan anak, bahaya bila ngerem mendadak dada anak bisa kena setir. Salam kenal lagi. Makasih sudah mampir ya…

  1. Di Indonesia emang belum ada aturan kalau bayi/ anak kudu duduk di belakang sih ya mbak 🙁
    Sering liat anak duduk di depan sambi berdiri2 gtu bahkan duduk sama driver di beakang kemudi 🙁

    1. Iya. Sering banget lihat ibu atau bapak nyupir sambil mangku. Padahal mobil penuh, ada penumpang lain. Nyupir dianggap mainan jadinya. UU Lalu-lintas, kalo tidak salah hanya mengatur, ga boleh duduk bertiga di depan…

  2. Noted. Kebanyakan orang Indonesia sih memang nggak sadar kalau hal ini penting banget buat keselamatan. Mikirnya kan dipegangi mamanya di depan, kenapa harus takut. Kebetulan nih ada saudara yang baru melahirkan. Aku share ke dia ya 🙂

    1. Silahkan Mbak Ratri. UU Lalulintas kita memang blm mengatur. Tetapi sbg ortu hrs bijaksana demi keselamatan anak. Baru2 ini ada koq di tweeter, balita wafat dadanya kena setir. Akibat mobil di depan ngerem mendadak. Anak ini dipangku ayahnya smbl nyetir. Innalillahi…

  3. Jujur
    Ketika anak-anak kami masih kecil, kami tidak mengalami kesulitan bagaimana membawa mereka ketiak berkendara
    karena kami selalu berdua (bersama istri saya) jika bepergian dengan anak-anak
    Yang jelas saya setuju sekali bahwa menyetir dengan cara memangku anak-anak itu berbahaya sekali

    salam saya

    1. Iya setuju banget, memangku sambil nyetir berbahaya. Tapi sering tuh papasan di jalan, ortu memangku anak sambil nyetir. Gemes rasanya. Terimakasih ya sudah mampir…

  4. iya, ini soal kebiasaan dan ketidaktahuan mungkin mbak Hani, perlu sosialisasi dan aturan plus tilang
    kami dulu ayahnya sendirian di depan nyetir, persis seperti mbak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *