Tamasya ke Negeri Sang Penulis


giveaway, lifestyle, travelling / Selasa, Januari 31st, 2017
bukhara
http://eurasia.travel/files/bukhara_1024x522_uul.jpg

Ada sebuah negeri,
kuingin datangi.
Negeri sang Penulis,
perawi dan hadis.

Apa coba nama negerinya?
Siapa sih, Sang Penulis?

Pernah atau sering dengar kan nama Imam Bukhari, penulis atau pencatat hadis?
BUKHARA, adalah Kota kelahiran Imam Bukhari, Sang Penulis atau pencatat hadis shahih tersebut.
Beberapa negeri sudah pernah saya sambangi, termasuk Makkah Al Mukarommah, tanah haram.
Di Makkah ada rumah kelahiran Nabi yang sudah dihancurkan oleh Pemerintah Saudi, karena takut kaum Muslimin yang berhaji akan mengelus-elus dan dianggap musyrik.

Suatu saat sebagai umat Muslim inginlah saya ziarah ke tanah kelahirannya Imam Bukhari.
Ke makam Rasulullah saw sudah, walaupun tidak nyaman dan tidak bisa tenang bila ke Raudah ini.
Apalagi untuk perempuan jadwalnya terbatas dan dipilah menurut asal negara. Belum lagi ada asykar yang siap mengusir bila kita berlama-lama berdoa di Raudah.

Saya penasaran bila melihat program-program wisata yang ditawarkan, kenapa lebih terkenal wisata ke Eropa daripada ke Asia Tengah.
Setelah berhaji atau umroh, orang lebih sering menyambung perjalanan ke Turki, sebelum akhirnya pulang ke Indonesia.
Padahal menurut sumber yang saya baca, kota Bukhara merupakan kota tua dan situsnya dilindungsi oleh UNESCO World Heritage.

Bukhara
Kota Bukhara terletak di negara Uzbekistan merupakan City Museum atau museum kota, karena di sana terdapat 140 monumen arsitektural yang dilindungi.
Kotanya kecil dan menurut data terakhir, populasi kotanya 247,644 jiwa.
Kebayang, kan sepinya kota tersebut. Belum juta-juta seperti kota Bandung, apalagi Jakarta.
Indahnya arsitektur Islam terpancar dari ratusan masjid dan madrasah yang merupakan ciri bangunan setempat.
Menurut sejarahnya, Bukhara pernah dikuasai oleh tentara Merah dari Rusia, yang membuat pemimpinnya melarikan diri ke Timur, akhirnya ke Afganistan.
Baru tahun 1991 negeri ini lepas dari Rusia dan berdiri sebagai negara Republik Uzbekistan.
Mungkin ini yang merupakan salah satu sebab Bukhara kurang terkenal dibanding Turki, karena ada masa-masa negara ini tertutup.

Tokoh Penting
Bukhara merupakan tempat kelahiran dan menetapnya beberapa tokoh penting dunia, antara lain:

Imam Bukhari, yang bernama lengkap Abū ‘Abd Allāh Muḥammad ibn Ismā‘īl ibn Ibrāhīm ibn al-Mughīrah ibn Bardizbah al-Ju‘fī al-Bukhārī, lahir di Bukhara, Jumat, 19 July 810.
Beliau meninggal 1 September 870 belum genap usia 60 tahun.
Selama meneliti dan menuliskan hadis-hadis riwayat, Imam Bukhari menghabiskan waktu selama 16.5 tahun untuk berkunjung ke para ahli agama untuk mendengarkan dan mencatat.

Avisena, atau Ibnu Sina, adalah filsuf dan tokoh kedokteran yang kepakarannya diakui juga oleh dokter-dokter di seluruh dunia.
Lalu ada, Abubakr Narshakhi (10th century), penulis sejarah Bukhara.
Masih banyak tokoh-tokoh penting lain pernah singgah dan tinggal di Bukhara.

Perjalanan Menuju Bukhara
Banyak jalan menuju Roma, tentu saja banyak jalan menuju Bukhara, yang dulunya merupakan kota yang dilalui jalur sutera.
Jalur Sutera atau Silk Road, merupakan jalur terkenal yang merupakan rute perdagangan dari Eropa ke Asia di zaman kejayaan Islam.
Kalau zaman sekarang tentu saja tidak memakai onta dan melulu melalui jalan darat, tetapi memakai pesawat terbang.
Setelah google kesana-kemari, dan cek ke Tripadvisor atau Skyscanner ini kira-kira rute perjalanan menuju Bukhara.

uzbekistangen-map
Ibukota Uzbekistan adalah Tashkent.
Ada pilihan rute penerbangan yaitu dengan SIA dari Jakarta-Singapura, kemudian Uzbekhistan Airways jalur Singapura-Tashkent dilanjutkan dengan Tashkent-Bukhara.
Pilihan lain adalah dari Jakarta ke Tashkent. Tetapi kalau mengamati pilihan di Skyscanner, pilihan ini melalui beberapa transit.
Misalnya kalau naik Asiana Airlines, akan transit di Seoul dulu selama beberapa jam. Baru dilanjutkan ke Tashkent.

Kelihatannya saya perlu banyak tanya ke teman-teman yang sudah pernah tamasya, wisata religi ke Bukhara, dan menabung dulu tentu saja.
Kalau lihat harga tiket pergi-pulang, sih rata-rata 15 jutaan belum termasuk akomodasi dan konsumsi serta sedikit oleh-oleh.

Doakan saya ya, agar saya berkesempatan mengunjungi Bukhara.

Artikel ini disertakan untuk el Karima Studio, tema Tamasya

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

4 Replies to “Tamasya ke Negeri Sang Penulis”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *