Kiriman Bukan Kue Coklat

kiriman

Pada suatu hari kami mendapat kiriman bukan berupa kue coklat tetapi belatung.
Iya belatung.
Kejadiannya sudah lama sih, kira-kira tahun 2007 dan sudah pernah saya tuliskan di blog honeybee

Saya menuliskan kembali menanggapi artikel Rani R. Tyas Bila Memiliki Anak dengan Kemampuan Supranatural di Collaborative Blogging Kumpulan Emak Blogger.
Rasanya kami sekeluarga tidak ada yang mempunyai kemampuan melihat teman-teman dari dunia lain. Suami dan putri saya yang sedikit-sedikit bisa merasakan ketidaknyamanan bila berada di suatu tempat yang diduga ada teman lain, kalau istilah Rani R. Tyas, mahluk astral.

Ceritanya begini:

Pagi itu suami tiba-tiba agak berteriak memanggil nama saya.
Katanya : “Ini koq banyak set dari mana Han ?” ( set = belatung dalam bahasa Jawa ).
Saya pun terbangun dan mendatangi apa yang dimaksud suami.
Terlihat sekelompok, kira-kira segenggam beras, belatung hidup.

8ccc3-belatung2-s

 

Di antaranya ada yang berupa butiran coklat, sepertinya belatung yang belum menetas.
Belatung-belatung tersebut menggeliat-geliat, di atas baki kayu yang ada di atas meja ruang tamu.
Ruang tamu depan bersih, karena rajin disapu dan dipel oleh anakku.
Taplak meja ruang tamu bersih, karena baru saja dicuci.
Baki kayu berukir, yang merupakan warisan mertua juga bersih, karena baru saja dipoles dengan furniture polish.

Anak-anak bangun semua dan mendatangi ruang tamu.
Kami semua mengamati belatung-belatung tersebut.
Akhirnya belatung-belatung tersebut dijadikan santapan ikan akuarium di ruang tamu tersebut.

Selanjutnya, hari itu kami sekeluarga sibuk dengan urusan masing-masing.

Magrib, saya sholat sendirian di ruang depan yang bersebelahan dengan ruang tamu.
Sesudah membaca Kalam Illahi, dilanjutkan dengan sholat Isya.
Secara iseng, saya melirik ke meja tamu.
Dalam kegelapan, tampak butiran-butiran putih di atas baki kayu.
Lampu ruang tamu saya nyalakan, dan di atas baki kayu terdapat lagi belatung-belatung, walaupun jumlahnya lebih sedikit.
Kira-kira ada 5 belatung ditambah butiran coklat dengan jumlah yang sama.
Saya amati dengan seksama, lalu saya menoleh ke langit-langit.
Semua bersih tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan.

Dengan hati-hati saya ke lantai atas, lalu menceritakan kejadian di ruang tamu.
“Pak, mahluknya ada lagi”.
Suami langsung terkejut.
Lalu menduga bahwa belatung tersebut adalah santet.

Lagi-lagi kami sekeluarga mengamati belatung-belatung tersebut.
Lalu, suami berinisiatif mengambil satu persatu dengan pinset belatung-belatung tersebut dan dimasukkan ke dalam bekas tempat vitamin IPI.
Berhari-hari kemudian tempat vitamin berisi belatung yang bergerak-gerak masih terletak di atas meja tamu.

Akhirnya dibuang oleh suami.

Lalu, darimana asal belatung-belatung tersebut?

Penasaran saya mencari informasi tentang teman yang mempunyai kemampuan supranatural, mbak Ratna.
Teman saya ini konon berkomunikasinya melalui komputer.
Jadi teman saya menuliskan dalam word kemudian nanti mendapat jawaban.
Saya belum pernah melihat secara langsung teknisnya, hanya diceritakan oleh teman yang lain.
Maka saya pun berkunjung ke mbak Ratna di daerah Setiabudi Regency.
Setelah berkonsultasi, mbak Ratna masuk ke ruang kerjanya, dan saya pun menunggu di ruang tamu.
Agak takut waktu itu.
Bukan, bukan karena ada sesuatu.
Anjingnya mbak Ratna mengendus-endus selalu.
Mana besar-besar dan berbulu lebat pula, anjing jenis Samoyet.
Jinak sih.
Tapi ya…tapi…

Tak lama mbak Ratna pun kembali menemui saya.
“Gak apa-apa. Itu hanya orang iseng. Bukan orang yang benci atau santet. Bisa sih dikirim kembali. Tapi gak usahlah” begitu penjelasannya.
Mbak Ratna tidak menjelaskan siapa orang yang iseng mengirim belatung tersebut.
Saya pun tidak mau tahu juga.
Kalau ternyata kenal dan ketemu orangnya, bisa tidak nyaman kan.

Aneh sekali, iseng koq mengirim belatung.
Mbok ya o, kue coklat Harvest gitu.
Mudah-mudahan kejadian kiriman belatung itu pertama dan terakhir.

4 pemikiran pada “Kiriman Bukan Kue Coklat”

  1. Oalah aku kirain itu karena kayunya sudah lapuk atau memang ada kucing mati di atas plafon jadi belatungnya jatuh, kok ternyata iseng banget ya orangnya cuma karena ingin menjajal kemampuan atau sekedar menakut-nakuti

Tinggalkan komentar

Site Protection is enabled by using WP Site Protector from Exattosoft.com