Dari Mind Map ke Daftar Isi


tips menulis / Rabu, Februari 15th, 2017

MindMapping_mindmap_handdrawn1

 

Sejak Buku Pintar Mind Map karya Tony Buzan terbit, maka hampir semua aktifitas memakai pola pemetaan pikiran sebagai brain storming.
Saya mengajarkannya pada mahasiswa, misalnya untuk memikirkan berbagai persoalan kota, maka pemetaan tiap-tiap mahasiswa bisa beragam.
Tiap orang memang mempunyai persepsi yang berbeda pada satu masalah.
Ajaibnya, Mind Map ternyata merupakan alat untuk membantu kita berpikir secara organisasional dengan sederhana.
Mind Map bisa diterapkan pada hal-hal serius misalnya target bisnis, tetapi bisa juga diterapkan pada hal-hal ringan sehari-hari, misalnya merencanakan liburan keluarga.
Ibaratnya membuat rute peta jalan yang akan memberi pandangan menyeluruh pokok masalah, pilihan-pilihan arah akan kemana, mencoba membayangkan jalan terobosan yang lain, dan menarik untuk dilihat karena penuh warna.

Ketika saya pertama kali akan menulis buku, maka langkah menyusun Mind Map juga saya lakukan.
Standar jumlah halaman buku populer rata-rata adalah 100-120 halaman ukuran A4 yang ditulis dalam jenis huruf Times News Roman, ukuran huruf 12 karakter.
Misalnya kita akan menulis buku dengan tema tertentu, maka Mind Map akan membantu membuka pikiran kita.
Buku pertama saya adalah tentang menikahkan anak.
Dari segi tema, ini merupakan tema parenting.
Ada beberapa hal yang bisa kita gali untuk menikahkan anak.
Yang pertama tentu saja, calonnya bukan.
Lalu, apa yang berkaitan calon tersebut?
Berpenghasilan atau tidak, wealthy or not.
Anaknya siapa, lulusan mana, good looking atau tidak.
Lalu saya buat oret-oretan Mind Mapnya seperti ini:

 

img002

 

Dari Mind Map tadi saya susun kerangka penulisan kemudian disusun Daftar Isinya secara garis besar seperti di bawah ini:

Kewajiban Orangtua Terhadap Anak
Waktu Yang Tepat Untuk Menikah
Pesan Tersirat Para Orangtua
Persiapan Pendahuluan
Perhelatan Yang Sesuai Untuk Pernikahanmu
Pilihan Tempat Tinggal
Menjalani Pernikahan Dengan Sukacita
Menyikapi Konflik Dengan Bijak
Agar Bahteramu Tidak Oleng

 

Tentu saja, membuat kerangka dan daftar isi tidak sekali jadi.
Bisa saja selalu ada revisi dan diedit.
Daftar isi tadi merupakan bab utamanya, selanjutnya ada sub-sub bab yang merupakan pengembangan dari bab utama.
Secara bersamaan, saya pun menyicil menulis naskahnya. Itupun saya tidak selalu menulisnya secara berurutan.
Seringkali bila mati gaya, alias writer block, saya menulisnya loncat ke bab lain yang waktu itu sedang mood.

Buku ke dua, ke tiga dan seterusnya saya juga membuat Mind Map terlebih dahulu, menyusun kerangka penulisan, menguraikannya menjadi bab dan sub bab.
Berikut bebeberapa contoh Mind Map, yang buku-bukunya sudah terbit maupun sedang proses penulisan:

 

Cobalah membuat beberapa Mind Map atau Peta Pemikiran, lebih asyik lagi bila memakai beberapa warna sehingga menarik.
Bisa juga membuat beberapa alternatif Mind Map untuk sebuah tema.
Tidak ada ruginya, koq, membuat beberapa alternatif tersebut.

Selamat mencoba!

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

11 Replies to “Dari Mind Map ke Daftar Isi”

    1. Betul Teh Herva… dng mind mapping, kita bebas bikin ide cabang kemana-mana. Seperti pohon, tentukan dulu saja batangnya, misalnya 4 atau 5. Dari situ bercabang jadi 3 atau lebih. Seru deh…
      Selamat mencoba.

    1. Wah, saya kok terlewat tidak membalas komen ini. Maaf yaa…
      Iya sekarang juga ada aplikasinya. Tergantung sih lebih nyaman oret-oret atau pakai aplikasi.
      Terimakasih sudah mampir…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *