Pusing Dress Code


cuma cerita / Minggu, Februari 5th, 2017

Aduh, saltum nih!

dress code batik

Dress code, adalah semacam perjanjian tak tertulis, bahkan sekarang tertulis, yang berkaitan dengan pakaian.
Pakaian seperti aspek lain dari penampilan fisik manusia memiliki makna sosial dengan aturan yang berbeda pada situasi dan kesempatan berbeda.

Misalnya dalam suasana berkabung, secara tak tertulis sering dianggap harus berpakaian warna hitam bila akan datang melayat.
Bagi wanitanya seringkali dilengkapi dengan memakai kerudung.
Walaupun warna hitam sebagai lambang berkabung sekarang mulai bergeser ke warna putih.
Warna putih pun sering dipakai pada acara pengajian atau siraman menjelang pernikahan seseorang.

Dalam satu hari seseorang bisa beralih antara dua atau lebih kode pakaian.
Misalnya pakaian kerja dan pakaian rumah.
Atau pakaian kerja, tetapi pulang kerja akan ke pesta reuni.
Maka dengan melepas atau menambahkan beberapa asesoris…voila jadilah tampilan yang berbeda.

Seringkali pada sebuah undangan perkawinan tertera di undangan, kode pakaian yang dianjurkan.
Misalnya batik, warna hijau, warna merah, bunga-bunga, formal, smart casual atau tema film tahun tertentu.

Kode pakaian menjadi sangat penting dan membuat gundah apabila seseorang ada di suatu kesempatan suatu waktu dengan pakaian yang tidak tepat.
Misalnya pada suatu pesta pernikahan, individu tersebut datang dengan celana jeans dan kaos oblong.
Bisa dipastikan semua mata memandang padanya.
Kecuali individu tersebut mempunyai nyali yang cukup teguh, dia tetap berada disana sampai pesta usai.
Seringkali yang bersangkutan beringsut akan beranjak pergi.

Saltum, atau salah kostum menjadi istilah sehari-hari bila seseorang memakai pakaian tidak tepat kode.

Masyarakat dan budaya yang berbeda akan memiliki norma-norma berpakaian yang berbeda meskipun gaya Barat umumnya diterima sebagai valid.
Bahkan dalam bahasa Belanda ada istilah “kleren macht mannen“, terjemahan bebasnya adalah pakaian menjadikanmu seseorang.
Orang yang memakai sarung dan bersandalria ke kampus, sudah tentu akan diminta meninggalkan ruangan oleh dosennya.
Tetapi, cobalah berkunjung ke Myanmar, sarung merupakan pakaian resmi.
Jadi tak apa ke kampus memakai sarung.

Bahkan di kota Bandung, ada ketentuan Rabu Nyunda.
Maka seluruh institusi, pemerintah kota, anak sekolah dan guru, akan memakai baju tradisional ke kantor dan sekolah.
Untuk anak laki-laki memakai baju pangsi, celana dan baju hitam dan ikat kepala. Sedangkan anak perempuan memakai rok panjang batik dan kebaya putih.
Untuk pegawai pria ada yang hanya memakai ikat kepala saja, sedangkan pakaian wanita lebih beragam, memakai kebaya warna-warni dan kain atau rok panjang kain tradisional.

Dress Code = Seragam?

Dress code sering identik sebagai pakaian seragam.
Sejak TK anak-anak sudah mulai diperkenalkan dengan kode pakaian ini.
Mana pakaian sekolah, pakaian olahraga, pakaian pramuka, pakaian Muslim dan lain-lain.
Barangkali sang Bunda menjadi sibuk menyiapkan seragam yang berbeda di hari-hari tertentu.
Bahkan sang Bunda sendiri tidak kalah sibuk bukan?
Pengajian A, kode pakaian warna dan model Z. Reuni teman kuliah tahun sekian, adalah kaos warna tertentu model Y.

Pada suatu kesempatan wisata bersama teman-teman, selain booking tiket, hotel, browsing tempat makan halal, dan mencicil iuran, maka yang perlu dibicarakan adalah dress code.
Minimal warna baju.
Awalnya teman-teman pria heran, apa pentingnya, sih, mengatur dress code untuk jalan-jalan.
Jalan-jalan ya jalan-jalan saja. Akhirnya toh mereka turut apa ide teman-teman wanita yang heboh urusan warna baju.
Hari pertama, pilihan warna antara kuning ke merah.
Hari kedua, batik ngejreng.
Hari ketiga, dan seterusnya…
Hasilnya…
Foto wefie dan foto di obyek wisata menjadi keren.
Sudah jauh-jauh pergi berwisata, masak fotonya tidak keren, bukan?

Ayo…siapa yang pusing dengan dress code?

#1minggu1cerita

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *