Valentineku itu, Pink Rasa Cokelat


lifestyle / Rabu, Februari 8th, 2017

Happy-chocolate-day-my-love

Valentinan?
Hah, apa? Itu kan budaya luar. Ngapain ikut-ikut.
Tahu gak, Valentine itu ya nama martir. Dia kan…
Makanya…udahlah…

 

Coba, seringkan dengar atau baca pro kontra tentang Valentine?
Sampai pernah ada demo segala.
Menurut google sih Valentine tuh dari Santo Valentine, seorang martir yang dihukum mati 14 Februari 270 M.
Sedangkan versi lain, bahwa hari Valentine merupakan kisah dari zaman Romawi yang waktu itu masih menganut kepercayaan Pagan (Paganisme), atau memuja berhala.
Konon ada upacara ritual gitu ditanggal 13-15 Februari yang ditengarai untuk kesuburan kaum perempuan.
Baru beberapa generasi kemudian, hari Valentine dinyatakan dengan hari kasih-sayang.
Disinilah kontroversinya, karena sekarang katanya merayakan hari Valentine, identik dengan terjadinya hubungan bebas.

Buat saya hari Valentine yang diperingati tiap tanggal 14 Februari tuh biasa-biasa saja. Tidak lalu mengubah keimanan saya sih.
Zaman dulu, zaman saya remaja sudah ada rasanya. Lupa juga sih.
Tak sertamerta teman-teman saya lalu hubungannya gimana gitu dengan pacarnya.
Lagipula zaman saya SMP saya ga pacaran. Bukannya sok suci.
Entah kenapa, kayaknya saya galak. Ga ada cowok yang ngedeketin.
Zaman SMA apalagi. Saya pernah marah besar ke sekelompok temen cowok di kelas.
Gara-gara mereka ngejodohin saya sama temen sekelompok mereka.
Jadi, masa remaja saya aman-aman saja sih.

Saat Romantis
Valentine Day bisa juga dimanfaatkan sebagai hari menyatakan perasaan romantis dalam keluarga.
Walaupun setelah berkeluarga juga gak heboh dengan perayaan Valentine sih.
Tidak ada acara khusus memperingati hari kasih-sayang dan menyatakan romantis tadi.
Ya gimana, kasih-sayang dalam keluarga kan sepanjang hayat, tidak ditentukan harus hari tertentu bukan?
Kadang-kadang kita tidak merasa berbuat romantis, tetapi orang lain menganggap perlakuan tersebut romantis, lho.
Misalnya nih, saya sedang nguleg bumbu. Hal yang kurang saya sukai dalam hal masak-memasak.
Tetiba suami lewat lalu menawarkan untuk menguleg bumbu tersebut.
Sikap tersebut sih saya anggap romantis.
Mau gitu kan, cowok nguleg bumbu, padahal saya aja malas.

Suami saya tuh penyuka bunga. Bunga-bunga di halaman, dia yang menanam. Sedangkan saya biasa-biasa saja dengan bunga.
Waktu pacaran dulu, dia pernah memberikan bunga gladiol merah, bunga yang dia tanam di halaman rumahnya.
Katanya, reaksi saya datar. Dia ingat terus sampai sekarang, bahwa saya bukan tipe cewek yang suka bunga.
Aneh kan.
Cewek lain mungkin sudah menganggap cowok memberikan bunga itu romantis bukan alang kepalang.

Lalu ada peristiwa begini, suatu hari saya keingetan anak saya pertama, lalu saya beliin jajanan kesukaan dia.
Siang-siang dia pulang sekolah, dia bilang, dia membelikan lumpia basah untuk saya.
Gimana ga saya merasa anak saya romantis banget, saya ingat dia, dia ingat saya.
Padahal, lumpia basah kalau dinilai rupiahnya gak seberapa.

Valentine tuh identik dengan warna pink atau merah unyu. Mungkin karena lambang lope-lope dimana-mana.
Padahal buat saya, Valentine tuh cokelat. Iyes…chocolate.
Bukan cokelat-cokelat, warna cokelat.
I am chocolate lover.
Kenapa coba, Valentine koq identik dengan cokelat.
Coba lihat, selalu ada diskon cokelat menjelang Valentine.
Ini gara-gara kampanyenya Richard Cadburry untuk pabrik cokelatnya di tahun 1840-an.
Dia mengembangkan resep cokelat lebih enak dan menggagas tradisi makan cokelat di Hari Valentine.
Memang sih cokelat yang satu itu rasanya enak banget, meleleh.
Budaya merayakan Hari Valentine mulai ada sejak zaman Victoria di Inggris.
Anak-anak saya, sepertinya adalah sedikit-sedikit terbawa teman, merayakan valentinan juga.
Seru-seruan aja tidak apa-apa juga.

Ada dugaan sebetulnya Valentine Day mengada-ada saja, supaya mengangkat nilai penjualan produk cokelat.
Sah-sah saja sih, namanya juga marketing. Apa saja dikait-kaitkan supaya seru.

Valentine Day is Chocolate Day

Makanya tadi saya beli cokelat di Indomaret.
Cadburry juga ada.
Mumpung diskon.
#bukan iklan

Ditulis untuk Weekly Blog Challenge Week #7

 

Sumber:
https://www.reference.com/holidays-celebrations/eat-chocolate-valentine-s-day-6ab8e3d1d17d6f0c

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

4 Replies to “Valentineku itu, Pink Rasa Cokelat”

  1. :tosss
    saya juga beli cadbury di giant malah lebih murah, biasanya ngempet beli cokelat tapi karena ada diskon langsung beli dua deh hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *