Kiat Orangtua Membantu Anak Kidal

Masyarakat masih menganggap bahwa menggunakan tangan kanan lebih baik daripada menggunakan tangan kanan.
Seringkali tangan kanan mendapat julukan tangan manis bukan?
Dalam Bahasa Inggris pun tangan kanan disebut right hand, tangan benar.
Kenyataannya 85% orang di dunia memang dominan memakai tangan kanan, sehingga orang yang dilahirkan dengan kondisi kidal agak kesulitan memakai alat-alat sehari-hari yang diprioritaskan bagi orang dominan tangan kanan. Penyesuaian terhadap dunia yang serba kanan ini dalam beberapa hal dapat menyebabkan frustasi pada anak-anak kidal.
Kenapa hal ini dapat terjadi, dimana ada sekitar 10% anak adalah anak kidal, yaitu dominan menggunakan tangan kirinya?
Sementara sisanya adalah ambidextrous, yaitu sama mahirnya menggunakan tangan kanan maupun kiri.

Menurut beberapa penelitian kecenderungan seseorang right handed atau left handed berawal dari kuat atau tidaknya belahan otak seseorang.
Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa orang yang cenderung pengguna tangan kanan, otak kirinya lebih kuat. Demikian pula sebaliknya, pengguna tangan kiri, otak kanannya lebih kuat.
Kecenderungan seseorang nantinya menjadi right handed atau left handed bisa diamati sejak yang bersangkutan masih bayi dan mulai meraih atau menggenggam sesuatu, kira-kira di usia 7 atau 8 bulan.

Marilah kita pelajari dahulu, apa istimewanya tiap-tiap belahan otak tersebut.
Cara kerja otak adalah bersilangan, bagian otak kanan mengontrol tubuh bagian kiri. Sedangkan otak kiri mengontrol tubuh bagian kanan.
Otak kanan berperan untuk bersosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, dan melukis.
Sedangkan otak kiri berperan besar pada kemampuan seseorang untuk terampil berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika.

 photo brainorg.jpg

Bermusik memakai metoda musik klasik ditengarai bisa melatih agar anak sama-sama baiknya menggunakan otak kanan maupun otak kirinya.
Dari beberapa penelitian dan ulasan bahwa sebetulnya menggunakan tangan kanan maupun kiri bisa sama terampilnya, maka sebetulnya yang menjadi masalah adalah adab kebiasaan kita menggunakan salah satu tangan untuk kegiatan sehari-hari.
Anak yang cenderung kidal bisa dilatih untuk membiasakan memakai tangan kanan untuk beberapa hal seperti makan, memberikan dan mengambil sesuatu ke orang lain, bersalaman, melambai ke orang lain, dan lain sebagainya.
Tentu saja arahan membiasakan harus dengan cara yang halus, bukan dipaksakan.

1. Makan

Secara adab budaya tangan kanan dipakai untuk makan.
Oleh sebab itu kita dapat mengajarkan ke anak-anak dengan cara membiasakan untuk memegang makanan dengan tangan kanan.
Bisa memegang langsung atau memakai sendok garpu.
Anak balita sejak 1 tahun sudah bisa mulai dibiasakan.
Bila ada kecenderungan kidal, pindahkan makanan dari kiri ke kanan, sampai anak mengerti bahwa mengambil makanan dengan tangan kanan.

Lalu, bagaimana dengan etika makan ala Western, yang memakai pisau garpu.
Pisau di tangan kanan untuk memotong daging, kemudian mulai makannya dengan garpu di tangan kiri.
Bagi yang merasa canggung, tak masalah memotong seluruh makanan terlebih dahulu dengan pisau, kemudian baru memakannya dengan memindahkan garpu di tangan kanan.
Memakan satu-satu bergantian seperti itu, disebut ala Eropa atau Continental Style.
Sedangkan memotong semuanya terlebih dahulu, baru dimakan sesudahnya, disebut ala Amerika atau American Style.

2. Membasuh

Membasuh sesudah dari toilet, atau cebok, diajarkan memakai tangan kiri.
Mungkin karena makan pakai tangan kanan, jadi tangan satunya yang kebagian membasuh.

3. Menulis

Ini yang sering masalah di sekolah, dimana guru mewajibkan anak kidal harus menulis dengan tangan kanan, sedangkan orangtua moderat membolehkan menulis dengan tangan kiri.
Mengapa melatih anak memberikan atau menerima sesuatu, salaman, atau makan dengan tangan kanan masih bisa, sedangkan menulis disarankan lebih berhati-hati?
Karena menulis, menggambar atau memainkan alat musik, bukan hanya menggerakkan alat tulis, tetapi ada proses berpikir yang menyertainya.
Memaksa anak kidal harus menulis dengan tangan kanan bisa mengacaukan fungsi otaknya. Berupa gangguan fungsi berbicara, hingga kesulitan untuk belajar membaca (disleksia) dan frustrasi.
Coba saja, bagi pengguna tangan kanan, untuk menukar dengan menulis memakai tangan kiri.
Sulit bukan?

Sebagai orangtua, kita tidak ingin bukan bila buah hati kita mengalami frustrasi tumbuh di dunia yang serba kanan ini? Untuk itu diperlukan kesabaran dan pengertian orangtua memahami seperti apa memandang dunia dari sisi kiri.

Teknik Menulis

Hampir di seluruh dunia arah menulis adalah dari kiri ke kanan.
Kecuali menulis huruf Hijayah atau kaligrafi yang dimulai dari kanan ke kiri.
Atau aksara Jepang dan Cina yang menuliskannya dengan arah berbeda.
Tulisan yang ditulis dengan tangan kanan dan ditulis dari kiri ke kanan, maka gerakannya adalah menarik.
Bagi orang kidal, menulis dari kiri ke kanan, maka gerakannya adalah menekan.

Teknik menulis bagi anak kidal bisa jadi urut-urutannya pun berbeda.
Sangat bijaksana bila orangtua atau guru tidak mempermasalahkannya, bahkan diharapkan justru membantunya asal mengetahui tekniknya dengan benar.

Misalnya, menulis huruf T atau J.
Tak masalah anak kidal membuat garis silang untuk huruf T dari kanan ke kiri.
Kemudian, tak masalah anak kidal menggambar titik terlebih dahulu, baru diikuti garis, sehingga membentuk huruf i (I kecil).

 photo lhrhway.png

Berbeda dengan penulis tangan kanan yang menulis arahnya menjauh dari tubuh.
Anak kidal, arahnya menuju tubuh. Akibatnya tulisan tertutup tangan, atau kertas menjadi kotor.
Orang dewasa dapat membantunya agak memutar kertas yang sesuai, sehingga anak merasa nyaman.
Beberapa tips menyarankan memutar kertas 90 derajat dibandingkan bila menulis dengan tangan kanan.
Yang diperlukan adalah memberikan rasa nyaman dan percaya diri, bukan menjadikannya frustrasi.

 photo left_handed_writing.gif

Peralatan untuk Kidal

Sekarang ini justru diciptakan beberapa alat bantu untuk orang-orang kidal agar mereka dapat beraktifitas lebih nyaman.
Berikut beberapa alat-alat yang diciptakan untuk orang-orang kidal, antara lain:

Alat Tulis
Alat tulis yang ada di pasaran, misalnya ballpoint (bolpen) atau pena justru akan cepat macet, tintanya tidak keluar bila cara menulisnya dengan ditekan, bukan ditarik.
Selain itu, seringkali posisi jari juga harus diupayakan agar tinta tidak tergesek oleh gerakan tangan.
Secara detail, alat tulis bagi orang kidal berbeda di ujung pena dan bentuk pegangan (grip)

 photo 31RPWye5T8L._SX355__2.jpg

Gunting
Gunting kidal berbeda susunannya dibanding dengan gunting yang biasa kita beli di toko.

 photo leftright400.jpg

Alat-alat Lain

Olahraga
Beberapa jenis olahraga menggunakan salah satu tangan untuk berkegiatan, misalnya tennis, bulutangkis, tenis meja, basket, baseball, dan lain-lain.
Berhubung hampir sebagian besar pemain adalah dominan tangan kanan, pengguna kidal bahkan diuntungkan.
Karena arah-arah serangan bisa tak diduga oleh pemain dominan tangan kanan.
Pada suatu acara pertandingan tenis profesional di Greenwich, Connecticut, setelah dua set pertandingan yang melelahkan, salah satu pemain baru menyadari bahwa lawan mainnya ternyata kidal, karena strateginya yang salah perhitungan.

Alat Musik
Sekarang ini mudah diperoleh gitar yang dibuat khusus bagi orang kidal. Salah satu contoh gitaris kondang yang kidal adalah Jimi Hendrix, Tony Iommi, Kurt Cobain, dan Paul McCartney.

Alat Dapur
Tak kurang alat dapur pun sekarang banyak dijual bagi para kidal. Hanya saja, mungkin masih jarang bisa diperoleh langsung di toko-toko di Indonesia.

Menurut beberapa artikel, ternyata masyarakat Asia lebih hirau seseorang itu kidal atau bukan dibandingkan dengan masyarakat Eropa atau Amerika. Itu sebabnya di Amerika, seorang anak kidal atau bukan, tidak terlalu masalah. Contohnya ada 5 mantan presiden Amerika yang kidal, yaitu: Gerald Ford, Ronald Reagan, George H.W. Bush, Bill Clinton, dan Barack Obama.
Kemudian beberapa tokoh dunia lainnya, meliputi inovator, saintis, atlet, dan musikus, yaitu: Leonardo da Vinci, Michelangelo, Maire Curie, Judy Garland, Jim Henson, Babe Ruth, Jimi Hendrix, Bill Gates dan Oprah Winfrey.
Mereka dapat berkarya luarbiasa walaupun kidal.

 photo left-obama.jpg

Perlu digarisbawahi oleh orangtua, guru, dan lingkungan bahwa, anak kidal bukanlah kecacatan.
Anak kidal sama normalnya dengan anak yang dominan menggunakan tangan kanan.
Dikemudian hari, anak kidal maupun bukan diharapkan tidak hanya trampil menggunakan salah satu belahan otaknya bukan?
Idealnya seseorang harus senantiasa mengasah kedua bagian otak, baik otak kanan maupun otak kiri.
Seseorang akan berhasil atau tidak dimasa yang akan datang harus mampu menggunakan kedua belahan otaknya dengan imbang.

 

Sumber:
http://www.parents.com/kids/development/physical/raising-a-left-handed-child/

Tips & Tricks for Raising Left-handed Children

10 pemikiran pada “Kiat Orangtua Membantu Anak Kidal”

  1. Nice article Mom, saya jadi penasaran nanti anak saya kidal atau enggak soalnya dari sekarang udah distimulasi gambar dan musik sama kami hehe. Untung Guru sekarang udah ngerti ya, gak maksa anak nulis pake tangan kanan lagi, banyak Murid saya yang jago lukis mereka kidal tapi kalo makan dan salam pakai tangan kanan^^ semua orang unik ya, tfs

    • Terimakasih Mbak Sandra. Iya tak masalah menulis dengan tangan kiri, lagipula saya sekarang lebih sering pakai laptop, jarang menulis dengan tangan. Hehe…

  2. baru ngeh mbak orang kidal butuh alat tulis beda dari right handed..
    pergelangan tangannya jadi agak memutar kalau nulis ya.. dan aku baru ngeh arah menulisnya berbeda juga
    thanks for sharing mbak Hani

  3. Kidal bukan cacat dan bukan penyakit bawaan
    Memang persepsi ini yang harus diluruskan agara tak berlarut-larut
    Kasian anak-anak yang dipaksa menggunakan tangan kanan hanya karena masalah kesoapanan atau apalah namanya

Tinggalkan komentar

Site Protection is enabled by using WP Site Protector from Exattosoft.com