Sekian Nama Langit Hanya Satu Nama Bumi


lifestyle / Senin, Maret 6th, 2017

ac451-lain20031
Kali ini tema 1Minggu1Cerita adalah Arti Sebuah Nama.
Kisah yang mirip berkaitan dengan nama, pernah saya tulis artikelnya disini, yang menceritakan nama gadis seorang perempuan.

Membahas sedikit tentang artikel saya tersebut adalah, kebiasaan di beberapa negara ketika seorang perempuan menikah maka namanya lalu berganti memakai nama suami.
Hal yang sama terjadi pada ibu saya. Seingat saya beliau lebih dikenal sebagai Ibu Abdoellah, nama ayah saya, dibanding nama beliau sendiri.
Beliau sendiri namanya pendek dan indah, Moeljati. Entah kenapa, adik-adik beliau memanggilnya Moeng (dibaca Mung), diimbuhi dengan Mbak, jadi Mbak Moeng.
Ayah saya punya nama khusus untuk beliau, Dem. Kami bingung, apa sih Dem itu?
Katanya sih dari Djeng Moeng.
So romantic.

Menurut saya perubahan nama gadis tersebut adalah kebiasaan saja dimasyarakat, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain.
Mungkin saja dibawa dari Belanda/Eropa dimasa penjajahan di Indonesia.
Karena setahu saya, perubahan nama perempuan dengan menambahkan nama suami di belakangnya tidak berlaku di negara yang menganut tatanan Muslim.
Karena ada ketentuan ‘bin’ dan ‘binti’ yang tidak hilang seumur hidup.
Bahkan apabila seorang perempuan wafat, dalam doapun kita menyertakan ‘binti’ ABCD dalam doanya.

Nama Lahir

Nama yang diberikan oleh ayah saya terdiri dari 3 rangkaian nama.
Saya punya selembar kertas yang mengisahkan tentang asal usul nama saya dalam syair bahasa Jawa.
Menilik di awal catatan tersebut ada kata Dandang Gula, kemungkinan besar itu merupakan tembang atau kidung yang dirangkai oleh ayah saya.
Saya anak ke tiga (atmodjo kang kaping tiga), lahir ketika ayah saya bertugas di luar pulau Jawa (abot nglabuhi Nagara).
Jauh dari para sepuh (tebih saking para sepuh) dan dalam keadaan prihatin (…kendat nggenira nandang prihatin).
Menariknya dalam syair tersebut, ada harapan dan doa agar saya menjadi seperti ibu saya (ngiloa kang Ibu pribadi).
Menjadi perempuan terkemuka, halus budi pekerti dan menjunjung kesusilaan.
Sepertinya sih kira-kira begitu maknanya.

Ketika saya akan wisuda sarjana, saya mendaftarkan nama saya sebagai calon wisudawan dengan menambahkan nama ayah saya.
Saya ingin memberikan kebanggaan kepada beliau, bahwa ketika nama saya dipanggil sebagai wisudawan, nama ayah saya juga disebut.
Jadilah di ijazah sarjana saya, tertera 4 rangkaian nama.
Ketika saya melamar sebagai pegawai negeri sipil, ada pernyataan di atas materai yang harus saya buat.
Suami saya menanyakan, sebagai perempuan bersuami, kenapa saya tidak mencantumkan namanya (nama suami) di belakang nama saya.
Saya menurut.
Apa salahnya.
Toh, saya memang perempuan bersuami.
Saya kemudian menambahkan nama suami di belakang 3 rangkaian nama saya.
Ternyata surat pernyataan saya ditolak oleh pegawai administrasi.
Alasannya, nama saya harus sesuai dengan ijazah sarjana saya.
Jadilah sampai sekarang di surat keputusan Pegawai Negeri Sipil dan semua surat yang menyertainya nama ayah saya tetap tercantum.
Semoga nama ayah saya membawa keberkahan dalam hidup saya.
Juga mengingatkan saya untuk tetap bekerja di jalan yang lurus.
Karena setahu saya, ayah saya orang yang jujur.

Dan suami?
Karena nama saya kadang saya pikir terlalu banyak, saya pakai nama akhir saja ditambah nama suami di belakangnya.
Atau nama panggilan saja, Hani ditambah nama suami.
Saya suka dengan nama panggilan ini, kadang saya sok imut bahwa Hani diambil dari Honey, nama panggilan sayang.
Beberapa tahun terakhir sejak saya mulai menulis buku, nama ini menjadi nama pena saya.
Ya semacam terimakasihlah ke suami, membolehkan saya berkarya sebagai penulis.

Nama Langit

Belakangan dengan maraknya dunia maya, banyak orang yang mengubah namanya agar terbaca atau terdengar unik.
Ada nama Facebook, nama Twitter, nama Instagram, Youtube, Path, LINE dan banyak lagi.
Bahkan tentu saja nama Blog.
Nama-nama langit atau nama dunia maya ini bisa lucu-lucu dan unik.
Tidak sedikit yang justru lebih populer nama langitnya daripada nama lahirnya.
Seperti halnya seorang blogger yang baru beberapa hari yang lalu wafat.
Cumilebay.com.
Beliau justru lebih terkenal dengan nama bloggernya yang menjadi branding beliau, pun dengan nama yang sama di media sosial lainnya.
Beliau wafat, saya baru tahu nama buminya Moechamad Adi Mariyanto.

Ada blogger lain yang saya suka namanya juga, yaitu belalangcerewet.com.
Blognya ditambahi tagline, semua dicatat agar awet.
Kemudian ada lagi seorang ibu dengan blognya, ibujerapah.com.
Atau bulirjeruk.com, dengan taglinenya when every drop has a story.

Sayapun melirik ke daftar nama-nama blog peserta 1minggu1cerita ini.
Sembilanpuluhsembilan persen saya tak pernah jumpa di darat, semua adalah teman langit saya.
Sebagian besar memakai nama pribadi, seperti halnya saya, memakai nama pena.
Beberapa memakai kata-kata yang membentuk kalimat, misalnya jejakkatumbiri.com, catatanbundabia.com, diarydipy, selaksakata, ceritasondha, ranselnona, dan emakcihuy.
Kapan-kapan lah bila saya rajin, bisa dilihat satu per satu nama buminya di daftar nomor member.

Nah, siapa ya yang nama blognya paling unik?

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

8 Replies to “Sekian Nama Langit Hanya Satu Nama Bumi”

  1. Memilih nama memang kadang gampang2 susah
    Dulu waktu milih nama Prema untuk anak kami, lewat perdebatan panjang juga, bukan hanya antara saya dan suami tapi juga bareng kakek neneknya. Umumnya mikir, takut diplesetin jadi preman hehehe
    Begitupun saat memilih nama blog *ehm saya tersanjung emakcihuy ikut disebut dalam postingan ini* makasi ya mbak hehe. Jujur saja itu juga setelah bolak balik masukin beberapa nama yang jadi kandidat tapi udah keduluan orang semua, wis akhirnya mentok di emak cihuy.

    Btw tembang Dandang gula itu memikat perhatian saya
    filosofinya dalem banget mbak

    1. Iya saya terharu dng Dandang Gula rangkaian Papa tsb. Kayaknya hanya saya tuh yg dibuatkan Dandang Gula. Hehe…
      Kata Mama, Papa yg ngarang nama u putra-putrinya.
      Jadi saya ikutan, anak2 saya biar ayahnya yg ngarang nama. Saya udh hamil dan melahirkan. Bagi tugas ceritanya.
      Pernah kejadian, anak ke-2 udh punya nama, udh daftar u buat akte lahir. Suami balik ke Kelurahan, ganti nama, ga sreg.
      Kata orang Kelurahan, udh biasa. Ada yg smp 5 kali bolak-balik…
      Makasih ya udh mampir…

  2. Haaa…ko setelah baca jadi malah fokus ke nama blog saya juga
    emang sekarang lebih enak pake nama blog itu gak pake nama sendiri …antara supaya beda dan unik aja, tapi tergantung yang pengen buat blognya juga sih, banyak juga sih yang buat blog domainnya pake nama lengkap ..hee
    salam 1minggu1cerita !

    1. Iya nih…nulisnya koq ya belok jadi bahas nama medsos termasuk blog. Dulu ragu2 mau bikin nama unik dan ga kepikiran juga. Hehe…Makasih ya sudah mampir. Salam 1m1c…

  3. Sebenernya kepengen juga sih mbak bikin nama pena yang bisa jadi branding khusus xixi, cuma ga nemu-nemu dan ujung-ujungnya tetep saja bikin nama sendiri biar gampang dikenal apalagi kalau ada brand nyari #eh
    Salam kenal ya mbak dr member 34

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *