Menulis Blog Santai tapi Serius Berbuah Kemenangan

Baru setahun belakangan saya serius ngeblog dengan domain selfhosting. Sebelumnya sudah lama, sih, tapi blog gratisan, lebih banyak menulis apa saja, curhat tentang anak-anak, teman, dan lingkungan sekitar. Bikin blognya juga banyak, karena senang utik-atik tampilan blog dan gonta-ganti template. Alamat blognya juga beberapa, ada niche khusus piano, blog resep, blog tentang Daru waktu tinggal jauh di Tanzania, dan blog sehari-hari. Platformnya ada yang blogspot atau wordpress.
Saya bahkan coba-coba pasang Adsense di platform blogspot. Jarang ditengok juga, karena tidak terlalu mengerti sebenarnya. Nilai revenuenya sampai hari ini baru 42 dollar 52 sen. Belum bisa saya nikmati juga, karena minimal bisa ditarik, kalau tidak salah, bila sudah mencapai 100 dollar. Itupun saya belum tahu cara menariknya. Jangan-jangan harus ditarik dalam rupiah, lalu kena potongan selisih kurs dan biaya pindah bank dari Amerika ke Indonesia. Ya sudahlah, nanti kapan-kapan saya pelajari lagi tentang Adsense ini.

Nama Blog

Awalnya saya bingung menentukan nama blog berbayar. Sempat juga ikut semacam pelatihan di grup FB yang diprakarsai oleh Sekolah Bisnis Online bertema Panen Rejeki dari Blog. Presentasinya diberikan oleh mbak Mira N. Sahid. Dari sini, saya baru tahu apa itu niche, traffic blog, dan keyword search. Belum cukup mengerti, saya ke toko buku, beli bukunya Carolina Ratri, Blogging: Have Fun and Get The Money. Tuh, kan, saya ketinggalan zaman banget. Sekian tahun ngeblog, tidak tahu bila blog bisa menghasilkan. Saya pikir penghasilan blog hanya dari Adsense saja.
Bingung-bingung cari nama yang catchy, yang mudah diingat orang, dan branding banget, tidak ketemu juga. Akhirnya saya pakai nama pena saja deh, haniwidiatmoko. Bersyukurnya, nama itu tidak ada duanya, dan bisa di accept ketika pesan domain dotcom.
Lalu, menghasilkan tidak blog saya? Alhamdulillah yah, beberapa kali sempat mendapat email dari komunitas, meminta saya menulis artikel biasa, tetapi ada keyword dengan external link ke web klien. Pernah juga menawarkan berupa content placement. Walaupun belum bisa diandalkan menjadi penghasilan bulanan, paling tidak saya sudah cukup senang, blog saya diakui.

Blogwalking dan Giveaway

Nama sudah didapat, blog dengan domain dotcom sudah dibeli. Ya iyalah harus diisi. Awalnya nichenya menyesuaikan dengan tema buku solo pertama saya itu, Ketika Anakku Siap Menikah. Tentang marriage, wedding, dan parenting. Kemudian berkembang lebih umum, lifestyle saja. Tentu saja, tidak ada tentang make-up atau seputar beauty atau fashion blog. Tak pernah make-upan juga, apalagi menggambar alis. Alis saya sebelum dan sesudah tidur, sama saja.
Berkat blog walking dan efbe-an, saya jadi tahu tentang apa itu giveaway. Giveaway pertama yang saya ikuti ya review bukunya Carolina Ratri itu. Saya jadi aktif medsosan, karena ketentuan giveaway harus pula mencantumkan link Facebook, Instagram atau Twitter. Untung punya akun!…
Dari sekian giveaway yang saya ikuti, pertama kali mendapat hadiah dari giveawaynya oom NHher. Alhamdulillah, saya memperoleh mukenah adem.
Saya pun sempat mengadakan First Giveaway untuk blog saya. Waktu itu temanya tentang Instagram. Sebetulnya saya agak kecewa dengan Instagram yang sejak bergabung dengan Facebook lalu menjadi sarana promosi produk. Ya begitulah zaman… Peserta yang ikut giveaway saya lumayan, ada 31 peserta. Entah, apakah teman-teman blog saya tersebut masih menjadi follower medsos saya atau tidak ya? Saya pun tidak berusaha mencari tahu melalui aplikasi, siapa saja yang masih follow atau sudah unfollow. Mudah-mudahan sih masih memfollow…

Blog Contest

Berkat blog walking yang saya peroleh linknya dari komunitas blogger di facebook, saya jadi tahu tentang blog contest. Awalnya saya heran, kenapa juga pada saat bersamaan hampir semua blog membahas tentang produk tertentu. Isinya mirip satu sama lain. Bahkan ada yang mengecoh, sih, judulnya asyik nih, saya ingin tahu muatan artikelnya. Weleh, jebul review produk penyelenggara lomba blog.
Walaupun demikian, saya ikut juga, sih, beberapa kali. Apalagi hadiahnya menarik hati, semacam lomba blog yang diselenggarakan oleh brand laptop atau komputer. Ternyata bagi saya sulit mereview produk yang saya belum pernah memakainya, apalagi laptop dengan segala spesifikasi yang tidak terlalu mengerti juga. Sumbernya informasinya sebetulnya banyak, saya tinggal menuliskan spesifikasi perangkatnya dan menulis saja apa yang pas dengan keseharian saya. Mungkin kali ini saya belum beruntung, atau passion saya bukan mereview produk tersebut. Apalagi bila dibandingkan dengan blogger lain yang blognya disisipi vlog, saya kalah jauh lah. Saya pun jadi tahu profil blogger langganan menang lomba. Kalau dia ikut, ya saya tak ikut.

Sampailah saya pada sebuah informasi tentang lomba blog yang diselenggarakan oleh Genpi Lombok Sumbawa, temanya Pesona 1000 Masjid Lombok Sumbawa. Kebetulan beberapa tahun yang lalu saya sempat ke Lombok, sehingga sedikit banyak saya bisa merasakan aura pulau Lombok, serta ada arsip foto-fotonya.

 

 photo 45562ddc-f164-433e-a903-af6e02ef6903.jpg

Foto favorit yang saya sisipkan di artikel lomba. Lokasi: Pure Batu Bolong, Pantai Senggigi, Lombok, NTB

Ini kedua kalinya saya mengikuti lomba blog bertema wisata. Pengalaman dari kegagalan mengikuti lomba blog yang pertama, saya pun mempelajari blog-blog para pemenang seperti apa. Walah, blog pemenang itu lengkap pisan, kumplit dengan link narasumber dan link sumber fotonya. Rapi dan terstruktur. Ini sih, tidak kalah dengan artikel jurnal penelitian. OK, I got it!
Jadilah artikel untuk dilombakan kali ini saya tulis dengan serius, bahkan saya siapkan oret-oretan mindmapping terlebih dahulu. Sama halnya seperti saya akan menulis buku. Tiap foto saya tuliskan sumbernya, pokoknya sama lah perilakunya seperti menulis artikel ilmiah. Semula hendak saya sisipi pula dengan slide. Entah kenapa, akun youtube saya tidak kooperatif. Mungkin saya harus belajar membuat vlog juga kapan-kapan.

Tentu saja yang membedakan menulis blog dan artikel ilmiah, adalah gaya penulisan. Enaknya menulis blog adalah, gaya bahasa saya bisa lebih santai.
Dan, hasilnya…tarrra…
Artikel saya termasuk 3 penulis terbaik yang dipilih oleh juri.
Alhamdulillah. Terimakasih ya juri. Juri pengertian banget, tahu saja, saya memang ingin ganti HP dengan Xiaomi 4A.

 

 

8 pemikiran pada “Menulis Blog Santai tapi Serius Berbuah Kemenangan”

  1. Saya sampai saat ini masih dalam masa suka menulis saja, mb. Mungkin karena saya masih baru pindah menulis dari FB ke blog. Lebih tepatnya baru bulan Mei ini punya blog

    Udah pernah ikut GA sekali , Alhamdulillah dapat nomer ke 4. Klo untuk lomba pengen ikutan juga siy, tapi sampai saat ini belum ada yang klik di hati

    Makasih atas sharingnya ya, mb. Menambah cara pandang baru buat saya

    • Iya…ga apa apa, nulis aja. Saya baca2 sharing di FB Blogger Perempuan, yg berhasil menang lomba, mereka menulis dengan hati. Makasih ya sdh mampir…

Tinggalkan komentar

Site Protection is enabled by using WP Site Protector from Exattosoft.com