[ReviewBuku] Memimpin Tidak Harus Pedas – Antologi Sambal Pecel


buku / Minggu, September 3rd, 2017


sumber: devy.n.aulina2

Seorang sahabat mengirim pesan melalui WhatsApp, bahwa beliau sedang menyelesaikan penulisan buku, dan mohon do’anya agar lancar. Tentu saja saya mendo’akan sahabat saya tersebut, Devy Nadya Aulina, perempuan Bandung yang tinggal di Nganjuk bersama keluarga.

Bukunya, sebuah antologi, yang ditulis bersama teman-temannya berkisah tentang kepemimpinan, terutama yang tokohnya adalah perempuan. Uniknya judul Antologi Sambal Pecel – Memimpin Tidak Harus Pedas, seolah menegaskan bahwa para penulisnya adalah perempuan yang tidak jauh-jauh dari dapur, yang urusannya sambal.

Seluruhnya ada 20 perempuan yang mengangkat kisah masing-masing tentang kepemimpinan, bisa di rumahtangga sendiri, memimpin di kantor, dan pengalaman pribadi, serta dilengkapi dengan ilustrasi pada masing-masing cerita.

Judul: Antologi Sambal Pecel – Memimpin Tidak Harus Pedas

Penulis: Devy Nadya Aulina dan kawan-kawan
Penerbit: Stilleto Indie Book
Tahun: 1 April 2017
Jumlah Halaman: 190
Ukuran: 13 cm x 19 cm
ISBN: 978-602-3363-81-0
Harga: Rp. 48.000,-

Amme Jan, menceritakan tentang ibu mertua seorang perempuan Indonesia yang menikah dengan pria berkebangsaan Pakistan. Tulisan yang ditulis oleh Yenni Agustiarni Akram ini menceritakan hatinya yang luluh mendengar perjuangan ibu mertuanya mengurus keluarga.

The Power of Single Mom, ditulis oleh Anggrek Wulan. Dari judulnya pembaca bisa menduga, kisah ini menceritakan perjuangan seorang ibu tunggal bersama ketiga buah hatinya. Ibu ini tidak mau terpuruk akibat kegagalannya membina rumahtangga.

Menanti Rotasi, sebuah kisah pendek tentang penantian seorang Ummi Salamah, akan rotasi yang terjadi di kantornya.

Russian Block, oleh Saheeda Noor. Saya hampir terkecoh dengan judulnya, mengira penulisnya ada di daerah konflik. Ternyata Russian Block adalah nama game, yang darinya anak-anak justru belajar banyak hal.

Memimpin Diri Sendiri, oleh Febrina Heryani.
…memaafkan itu lebih membawa kebaikan daripada dendam.
Barisan kalimat motivasi di awal kisah Febrina yang menceritakan sukadukanya mengurus keluarga, anak-anak, sempat berkarya sebagai dosen. Dan di kemudian hari harus memilih langkah demi keluarganya.

Masih banyak nama-nama lain yang tergabung dalam penulisan ini. Intinya adalah, wanita dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dia tetap istimewa. Mahluk Tuhan, di satu sisi dia lembut, tetapi pada sisi lain bisa tegas dan kat sekaligus.

Apa pun peran dan profesinya, wanita harus mumpuni sebagai manajer yang mampu mengelola banyak hal. Dari urusan domestik sampai urusan pernak-pernik.

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

One Reply to “[ReviewBuku] Memimpin Tidak Harus Pedas – Antologi Sambal Pecel”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *