Mengapa Bayi Harus Merangkak? 6 Alasan Ini Sebabnya

Mendengarkan obrolan ibu-ibu yang membicarakan anak mereka, sering terjadi para ibu membandingkan satu sama lain sang Buah Hati.
Misalnya, anakku umur 10 bulan udah jalan.
Atau, anakku engga pakai merangkak lho. Tau-tau lari aja.
Pembicaraan yang lain, anakku merangkaknya jelek, ngesot.

Mengapa bayi harus merangkak?
Seberapa pentingkah merangkak bagi tumbuh kembang mereka?

Zaman dulu mungkin, orangtua senang-senang saja bayinya cepat jalan.
Dalam logika orangtua, semakin cepat jalan, semakin pandai.
Penelitian di dunia kedokteran ditemukan bahwa bayi melalui tahap merangkak atau tidak ternyata ada kaitannya dengan kemampuannya mengikuti pelajaran ketika usia sekolah.
Akibatnya dokter anak sering menanyakan kepada Bunda, apakah si Kecil sudah merangkak atau belum.
Atau dulu, si Kecil melalui tahap merangkak atau tidak?

Kenapa?

Merangkak merupakan salah satu tonggak motorik kasar bayi di usia 7 hingga 8 bulan.
Ketika si Kecil belum menunjukkan keinginan atau kemampuan untuk merangkak di usia lebih dari 9 bulan, sebaiknya Bunda curiga. Konsultasi ke dokter anak atau membawanya ke klinik tumbuh kembang.
Berdasarkan teori, merangkak adalah proses perpindahan tempat dari satu tempat ke tempat lain, sebelum bayi bisa berjalan.
Diperlukan leher dan tulang punggung yang kuat, tangan yang stabil untuk menopang dan kaki-kaki yang dapat diperintah untuk bergerak dengan gerakan merangkak tersebut.

Bunda akan senang bukan, bila si Kecil menunjukkan kemampuan untuk merangkak, artinya mulai ada keinginan untuk bereksplorasi. Melalui eskplorasi inilah kepandaian bayi bertambah.
Lalu kenapa bayi harus merangkak dengan benar terlebih dahulu sebelum mulai berjalan?
Agar perkembangan optimal, setiap tahapan perkembangan bayi tidak boleh terlewatkan.
Mulai dari tengkurap, merayap, merangkak, dan merambat sebelum berjalan, semua harus dilakukan si Kecil.
Setiap bayi memang mempunyai kekuatan yang berbeda. Sehingga tahapan tumbuh kembang bayi pun berbeda.
Ada yang begitu saja langsung bisa merangkak. Ada yang dimulai dari proses merayap dahulu. Ada yang harus melalui latihan khusus terlebih dahulu sampai mahir merangkak.
Apapun cara si Kecil merangkak, dia harus bisa merangkak maksimal di usia satu tahun.

Berikut beberapa alasan kenapa bayi harus melaluing tahap merangkak:

1. Perkembangan fisik

Ketika si Kecil mulai merangkak, maka dia menunjukkan perkembangan dalam:
Ketrampilan motorik kasar. Ini adalah gerakan bayi yang melibatkan tangan, kaki, dan seluruh tubuhnya. Ketrampilan ini penting karena dalam waktu dekat si Kecil tumbuh dan bisa berjalan, berlari, dan melompat.
Ketrampilan motorik halus. Ini melibatkan otot-otot kecil di tubuh seperti tangan dan jari. Mereka diharapkan mulai memahami menggerakkan mulut, mengunyah, menggunakan pena atau pensil. Dan yang lebih mahir lagi, dapat memakai baju sendiri.

Keseimbangan motorik kasar dan halus ini memberi rasa percaya diri, dan menunjukkan bawa bayi bisa bergerak kesana-kemari.
Koordinasi tangan dan mata. Ketrampilan ini diperlukan untuk menggunakan mata, untuk perhatian langsung, dan tangan mengeksekusi tugas.
Hal ini diperlukan ketika nanti si Kecil menulis, dan bahkan menendang bola.

2. Memahami keruangan

Merangkak juga menawarkan kesempatan bagi bayi untuk memahami konsep-konsep tata ruang. Ini memberikan anak pemahaman fisik dan orientasi dunia fisik di sekitar mereka; hubungan mereka dengan dan posisi di dalamnya. Pemahaman tentang ruang mengajarkan jalur mana yang akan ditempuh. Apakah harus “melalui” atau “mengitari” Tentu saja keputusan ini penting sepanjang hidup mereka untuk mempertahankan diri, navigasi dan pemecahan masalah.

3. Binocular vision

Keterampilan visual si Kecil berkembang dengan pesat ketika mengetahui bahwa mainan favorit mereka ternyata berada dekat atau jauh. Ini disebut penglihatan binokular dan melibatkan si Kecil melatih matanya untuk melihat ke kejauhan dan kemudian berusaha merangkak atau meraih mainan itu. Manusia menggunakan visi teropong untuk menghitung jarak dan memahami apa yang kita lihat. Ini adalah keterampilan yang membantu kita menangkap bola, mengendarai mobil dan menyalin sesuatu dari papan tulis.

4. Koordinasi

Koordinasi otak kiri dan otak kanan dipicu melalui merangkak. Otak diperlukan untuk memproses pendengaran, penglihatan dan gerakan semua pada waktu yang sama. Jadi semakin banyak bayi dilatih merangkak akan semakin baik, penting untuk lebih disinkronkan dan dikembangkan masing-masing keterampilan tersebut. Semua harus bekerja sama agar bayi dapat bergerak maju – lengan kiri dan lutut kanan … satu gerakan maju; lengan kanan dan lutut kiri … gerakan maju lain. Walaupun si Kecil belum bisa merangkak dengan benar, tetapi melakukan gerakan meluncur sepanjang lantai. Jangan khawatir Bunda, mereka juga menggunakan penglihatan mereka.
Bersamaan dengan itu juga mengembangkan dan pendengaran untuk mengidentifikasi tujuan yang diinginkan.

5. Percaya diri

Seorang bayi yang merangkak membangun rasa percaya diri dan membuat beberapa keputusan pertama mereka. Mereka mengambil risiko fisik, bisa berhasil atau gagal. Bunda bisa menemukan potensi baik mereka dalam keterbatasannya. Sungguh sangat menggembirakan menonton si Kecil menemukan dunia di sekitar mereka. Karena mereka menjadi lebih berpengalaman pada saat merangkak, si Kecil dapat dengan tepat mengetahui kapan harus melambat untuk menghindari terbentur. Arahkan langkah atau menyelidiki hambatan di jalan mereka, kemudian ajarkan rute merangkak.

6. Kekuatan fisik

Saat bayi secara fisik lebih kuat, si Kecil menemukan sebuah kemerdekaan baru yang menarik melalui aktifitas merangkak. Dalam beberapa bulan ke depan, ketrampilan dan kekuatannya semakin bertambah. Ketika bayi mulai menarik diri, berusaha berdiri dengan berpegangan pada meja dan bisa berdiri, kurva normal di tulang mereka mulai mengembang dan otot punggung dan kaki bagian bawah mereka mulai menguat.
Semakin sering si Kecil merangkak, lebih banyak terlatih, maka mereka siap berjalan di kaki sendiri.

Nah, inilah 6 alasan mengapa bayi harus merangkak. Silakan Bunda mencek setiap tahapan tumbuhkembang si Kecil. Bila ada kelambatan, bisa diarahkan supaya tidak ada gangguan di kemudian hari.

Happy parenting ya…

Sumber:
http://www.kidspot.com.au/baby/baby-development/milestones/six-reasons-why-crawling-is-important
http://www.parenting.com/article/do-babies-need-to-crawl

signature haniwidiatmoko

43 pemikiran pada “Mengapa Bayi Harus Merangkak? 6 Alasan Ini Sebabnya”

    • terimakasih udh berkunjung. Alhamdulillah putranya udh bisa merangkak. Ternyata penting banget. Bisa berpengaruh pd tahap tumbuh kembang selanjutnya.

    • Haha…bener banget Mak. Tapi…ada lhoo yang bangga anaknya langsung berdiri dan jalan, ga pake merangkak dulu. Nah, kata psikolog dan DSA konsultan tumbuh kembang, ini ga boleh. Harus melalui tahap merangkak dulu. Gimana kalo emang maunya anak langsung berdiri dan jalan? Mamanya tetap harus ngajak main atau dilatih merangkak. Katanya penting untuk koordinasi motorik.

    • Betul banget Mak. Yang penting kita tetap harus memantau supaya milestone (tahapan tumbuh kembang) sesuai dengan seharusnya.

  1. Dan temen aku banget sekarang udah segede aku mbak ( yaiyalah )
    Dia suka kesulitan fokus yang lumayan parah akhirnya fisioteapi disuruh merangkak, mengulang fase masa kecil dulu yang emang ter-skip.
    Doakan ya anak kedua aku bertumbuh dan berkembang sesuai dengan seharusnya dan seusianya. Aamiin

    • Wah…baru ketahuan sebabnya setelah dewasa? Syukurlah…
      Semoga putri mb Yasinta tumbuh kembang sesuai usianya yaah…

  2. Dulu aku sempet berpikir kalau merangkak itu nggak begitu penting, karena mikirnya kalau anak udah bisa jalan juga pasti nanti bisa merangkak juga. Mikirnya justru bisa jalan yang harus diutamain.

    Untung cepet sadar, jadi bisa stimulasi anak biar bisa merangkak.

  3. Mbak..anak sulungku dulu enggak ada fase merangkak. Dan karena waktu itu aku jadi ibu baru dan jaman segitu enggak tahu plus tinggal di pedalaman, maka aku biarkan saja.
    Dan ternyata dia ada keterlambatan yang ketahuan dokter saat umur 9. Jadilah diminta terapi ke psikolog untuk keterlambatan ini.
    Ada 10 kali pertemuan per sesi. Jadi dia dilatih ketangkasan, kelenturan untuk gerakan dan dipijit di titik syaraf tertentu.
    Seharusnya ada sesi lanjutan tapi berhubung si psikolog pindah prakteknya di rumah sakit yang jauh tempatnya, jadi aku enggak lanjutkan.
    Tapi beneran perkembangan si kakak jadi beda dengan adiknya yang mengalami fase merangkak.

    • Sulungku juga dulu merangkaknya jelek, kakinya napak, bukan pakai lutut. 11 bulan udah jalan dan lari. Pas kelas 4 SD baru ketahuan ada masalah, kurang konsentrasi. Sempat terapi deh dan dilatih di rumah juga…

  4. Dulu fase bayi Palung mulai dengan berbaring, tengkurap, merayap, merangkak, berdiri, berani jalan meski patah-patah. Saya pikir itu hal biasa dan wajar, ternyata itu sangat istimewa. Saya baru tahu bahwa bayi yang melewatkan fase merangkak akan alami masalah.
    Tulisan ini sangat berfaedah bagi para orang tua agar bisa lebih paham tumbuh kembang anak. Salam kenal, Mbak.

  5. Anakku masih belum bisa merangkak. Tapi masih terus di stimulus biar bisa merangkak. Gak sabar pengen liat dia merangkak. Selain lucu ternyata merangkak itu banyak manfaatnya ya.

  6. Anak saya kebetulan proses merangkaknya sesuai usai. Tapi ada teman saya, anaknya udh lewat usia blom jg merangkak ohhh..ternyata fase ini penting ya mbak. Pantes temen saya sampai ke dokter tumbuh kembang untuk cek apakah anaknya yg belum merangkak masuk normal atau tdk. Thanks for sharing

  7. Dulu saya nggak merangkak dan besarnya sering banget terjatuh. Seperti susah jaga keseimbangan gitu bahkan setelah SMA. T==T Saya pikir, mungkin karena fase merangkak yang terlewat itu.

    Setelah punya anak saya ngoyo banget menstimulasi dia supaya merangkak. Dibantu ongkong-ongkong, dicontohkan cara merangkak, dibikin tertarik dengan meletakkan benda yang bikin dia tertarik di depannya, dll. Terus akhirnya dia merangkak dan saya legaaa. :”)

  8. Saya baru tau ada bayi yang nggak melewati fase merangkak sebelum berjalan, hehe… Apalagi langsung berlari, wow… Ternyata merangkak itu sekalian untuk melatih motoriknya juga ya mba. Biasanya akan lebih semangat kalau niatan mau ngambil benda2 di depannya ya.

  9. Ohhh ternyata begitu ya. Pengen langsung ku share ke ibu-di kampungku deh. Dulu mereka suka banding2in anakku tuh karena menurut mereka fase merangkaknya terlalu lama, alhasil masuk fase jalan sendiri dinilai terlambat. Suka dibanding ama anak si A atau B yang langsung jalan gitu. hiks hiks korban kena bully ibu2 kampung

  10. Anakku 11 bukan lucu mba, merayap cepat banget seperti tentara yang sedang latihan perang. Nah merangkang mau tapi selangkah sampai 3 langkah. Lalu dia merayap lagi. 🤣 semoga oas usia setahun mau merangkak lalu jalan dah.

  11. Hmmm begitu ya.. aku juga baru tau… aku jd keingen adikku.. dlu dia gak merangkak tp ngesot gitu… jalannya lama. Dasar ibu ku ddlu orang gak paham.. ya ibu ikutin kata orang tua buat telapaknya dikasih apa apa gt gak paham aku… iya trus bs jalan. Aku sih gak percaya hehehe ttp semua butuh stimulasi ya mb

  12. Anak2ku dulu merangkak sih sebelum bisa berjalan. Oooh ternyata manfaatnya banyak ya sepeti disebutkan di atas. Anak jadi lebih percaya diri dan punya ruang gerak yang lebih luas. Tapi ada juga kayaknya anak teman yang ga pakai merangkak hihihihi…

  13. Di fase merangkak, anak udah mulai aktif banget. Ke sana ke mari. Orang tua juga udah harus ekstra pengawasan. Liat artikel tentang bayi kok jadi auto pengen punya bayi lagi hihi..

  14. Kenapa bayi harus merangkak? Ya itu tandanya dia mengalami fase perkembangan dalam tubuhnya, masak bayi saya harus bisa terbang sih wkwk.. anak supermen dong, atau bisa berenang, namanya anak ikan dong 😛😛😛
    kadang lucu aja dah bun denger obrolan emak2 yg absurd banding2in anak.. kek gtu.

  15. Saya pernah liat acara parenting di channel luar yg mana si anak sering tertabrak saat jalan. Ternyata, terapisnya minta dia kembali mengulang fase merangkak, dengan bantuan ibu bapaknya. Kalau baca artikel ini, benar juga. Belajar koordinasi dan keseimbangan ya

  16. Baru tahu detail manfaat tahapan merangkak buat bayi.
    Secara anak saya dulu karena sudah pakai tanot, jadi malas merangkak dan langsung pingin jalan.
    Alhasil yg paling mengkhawatirkan adalah saat terjatuh, susah untuk duduk.
    Memang beda jauh dengan anak yg memulai dari merangkak.
    Nice share mbak.

Tinggalkan komentar

Site Protection is enabled by using WP Site Protector from Exattosoft.com