Tips Kompres Gambar dengan TinyPNG untuk WordPress


lifestyle, tips menulis, writing & blogging / Senin, Juni 4th, 2018

 photo images-kompres.jpg

 

Awal blog saya berdomain dotcom sebetulnya saya belum sepenuhnya mengerti tentang blog TLD. Semula saya tidak tahu apa bedanya domain dan hosting. Berkat mengikuti tutorial yang diadakan sebuah komunitas saya ikut-ikut memesan domain yang sama. Karena komunitas menyarankan memakai template WordPress ya saya membuat blognya di sana juga. Pilihan themenya banyak, saya cocok saja, sih. Waktu itu saya membeli paket promo, kalau tidak salah biaya langganannya sekira seratus ribuan per tahun.

Namanya juga belum dibekali dengan pengetahuan yang mumpuni, saya tidak tahu bahwa paket termurah itu kapasitas simpannya terbatas. Di sinilah saya baru mengerti benar apa bedanya domain dan hosting.

Kalau domain itu ibaratnya alamat rumah, maka hosting ya rumahnya.

Nah, ternyata rumah yang saya pilih itu sempit. Baru juga beberapa bulan saya menikmati mempunyai domain dotcom, beberapa kali gagal upload gambar. Selalu muncul “galat”, yang saya cari tahu melalui internet, tetap belum faham artinya apa.
Bagaimana ini, blog tanpa gambar itu kan, ibarat bubur ayam tanpa kerupuk.

Baca juga: Tips Mempercantik Tampilan Blog

Putus asa, saya chating dengan penyedia domainnya, lalu disarankan untuk cek kapasitas hosting melalui CPanel. Salah satu sarannya adalah mencek ukuran gambar, atau migrasi ke hosting yang lebih besar.
Ternyata begini ini kalau punyai domain TLD. Kalau blog gratisan, kan gambarnya resize sendiri. Kita tinggal pilih mau Large, Medium, Small, atau Thumbnail.

Awal tutorial di komunitas dulu itu, seingat saya tipsnya adalah dimensi gambar 800X600 pixel, dan bobotnya jangan lebih dari 200 Kb. Gambar yang ukurannya besar berakibat lama tayang di blog kita. Tentunya pembaca akan tidak nyaman bila gambarnya memerlukan waktu lama untuk tayang.
Setelah cek di CPanel, ternyata kapasitas hosting hanya 200 Mb. Saya cek satu-satu ukuran gambar, dan di resize supaya tidak lebih dari 200 Kb (terniat amat…).

Apa mau dikata, rumah saya tetap kekecilan. Cek hosting yang kapasitasnya 1 Gb, alamak, koq harganya tiga kali lipat. Dasar Emak-emak enggak mau kurang untung, rugi dong ya kalau pindah sekarang. Padahal domainnya kan belum setahun.
Akhirnya saya cari hosting lain, di luar penyedia domain, yang cukup terjangkau. Setelah sepakat, bayar-bayar, dan pindah hosting, blog saya berjalan lancar.

Third Party

In the meantime, saya mendapatkan info, bahwa untuk irit kapasitas hosting supaya tidak cepat penuh, gambar-gambarnya disimpan di tempat lain. Kemudian diinsert ke blog melalui alamat URL.
Namanya third party, atau pihak ke tiga.
Takut nantinya lama-lama rumah saya penuh juga… (sama seperti rumah asli saya yang penuh, dan bingung mau menghibahkan barang ke mana)…saya cari info tentang third party ini.

Saya simpan gambar-gambar untuk blog di Photobucket, karena kebetulan sudah punya akun.
Hampir jalan 2 tahun saya mengandalkan Photobucket ini.

Minggu lalu, muncul “bencana” baru, Photobucketnya mogok. Tidak mau ngelink ke blog saya. Padahal saya lagi rusuh mau ikutan kompetisi blog. Kan enggak banget, bila gambarnya tidak muncul.
Kepepet, pakai saja space di hosting saya. Dalam bayangan saya, spacenya masih banyak lah.
Dah, aman. Doakan saja blognya menang lomba. Amiiin…

Kompres Gambar

Pada salah satu blogwalking (ini gunanya blogwalking, kita jadi banyak belajar), ada artikelnya mbak Nindy di silvertreasuredotcom tentang kompres gambar.
Di sana dijelaskan juga apa bedanya resolusi dan bobot gambar.
Kalau resolusi itu berkaitan dengan dimensi, misalnya dalam pixels, centimeter, dan inchi.
Foto asli biasanya resolusinya besar, bisa 1600 X 1200 pixels, jadi untuk keperluan gambar blog sebaiknya diperkecil.
Nah, hanya saja, kalau resolusinya diperkecil, ketajaman gambarnya berkurang, walaupun tentu saja bobotnya juga berkurang.
Oleh sebab itu sarannya dikompres, jadi bobotnya yang dikurangi, tetapi resolusinya tetap tinggi, gambarnya tetap tajam.

Nah, nama situs pengompres gambar tersebut namanya TinyPNG.

Saya sudah coba.
Begini langkah-langkahnya:

1. Mudah saja ternyata, klik ke websitenya, lalu muncul gambar panda ketawa.
Kita tinggal upload foto atau gambar yang akan dikompres. Bisa sampai 20 gambar, dan tiap gambar bobotnya maksimum 5 Mb.

 

 photo kompres1.jpg

 

2. Pilih foto yang akan dites. Saya coba ke foto wisata Flores, dimensinya 1600X1200 pixels, bobotnya 956,5 Kb.
Saya kompres berkali-kali sampai mentok, tidak mau mengecil lagi, di 162,1 Kb.
Ternyata waktu saya cek resolusinya, tetap 1600X1200 pixels.
Jauh banget kan beda bobotnya, dari 956,5 Kb ke 162,1 Kb.

 

 photo kompres2.jpg

 

Saya coba langkah lain, fotonya saya resize dulu dimensinya menjadi 800X600 pixels, bobotnya sudah berkurang jadi 102 Kb.
Kalau dari sini baru dikompres, berarti bobotnya bisa makin ringan, tetapi resolusinya masih bagus.

Kabar gembiranya lagi, ternyata TinyPNG memberi keistimewaan untuk pengguna template WordPress.
Kita tinggal plug in dari dashboard WordPress kita.
Ikuti saja langkahnya. Nanti diminta mendaftarkan email, lalu kita memperoleh akun TinyPNG, dan otomatis terkoneksi.

 

 photo kompres3b.jpg

 

Bisa juga dengan cara di bawah ini:

1. Kunjungi Plugins > Tambah Baru.

 

 photo kompres-wp.jpg

2. Search ‘tinypng’ lalu tekan ‘Pasang Sekarang’ di tombol plugin ‘Compress JPEG & PNG images’ by ‘TinyPNG’
3. Aktifkan plugin.
4. Kemudian lanjutkan, kembali ke Media > Bulk Optimization. Klik untuk optimasi seluruh gambar yang sudah pernah di upload.

 

 photo kompres-wp2.jpg

 

Selesai.
Bisa dilihat dari tampilannya, berapa persen gambar-gambar tersebut sudah dikompres.

Catatan:
Hasil Bulk Optimization yang saya lakukan ternyata belum bisa mengompres seluruh gambar sebelumnya. Saya mendapat email bahwa jatah saya sudah habis. Rupanya ada jatah per bulan. Kalau mau lebih bebas, saya harus membayar.

Cara lain untuk plug in TinyPNG, coba cek di lamannya ada kotak biru: WordPress Plugin.
Klik, unduh filenya, biasanya berupa ZIP file.
Kembali ke dashboard WordPress, kemudian insert file TinyPNG tadi.

Selamat mencoba!

Nah, teman blogger punya tips lain kah untuk efisiensi gambar?

 

 

twittergoogle_pluspinteresttumblr

22 Replies to “Tips Kompres Gambar dengan TinyPNG untuk WordPress”

  1. Sesekali resize gambar tapi banyakan terlewat saya Mbak…Alasan tetap saja, bikin lama prosesnya..enggak publih-publih nanti artikelnya. Hiks
    Padahal kalau dipikir benar juga ya..bisa berat ngangkatnya kalau gambar ukurannya kebesaran.
    Baiklah harus semangat resize ini…:)

    1. Domain saya ke DewaWeb, per tahun perpanjangan 120ribu. Hostingnya ke Domainesia, per tahun 158ribu, spacenya 750 Mb. Pengennya sih jadi satu domain dan hosting. Belum nemu caranya dijadikan satu tapi tetap terjangkau. Haha…

  2. Nah, penting nih. Kadang aku suka ngga kukecilkan dulu resolusinya waktu diunggah ke blog. Cuma, blogku pakainya blogpost. Masih cari juga aplikasi edit foto yang sebagus snapseed tapi untuk di PC. Thanks Mba sharingnya, dan salam kenal yaa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *