5 Hal yang Perlu Diperhatikan pada Storytelling


lifestyle / Sabtu, Juli 14th, 2018

 

Akhir-akhir ini kita sering mendengar tentang storytelling. Intinya storytelling adalah teknik menyampaikan cerita dengan gaya mendongeng.

Untuk itu diperlukan kemampuan yang perlu diasah agar cerita tersampaikan dengan benar.

Sabtu, 14 Juli 2018, pukul 10:00-16:00, bertempat di Cafe Braga Punya Cerita, jalan Braga Bandung, diadakan kegiatan Kelas Storytelling. Penyelenggaranya Joeragan Artikel, sebuah komunitas penulisan untuk perempuan dan anak-anak. Adapun kegiatan pelatihan ini diselenggarakan secara offline dan online. Untuk kegiatan secara online dapat diikuti melalui grup Facebook khusus. Sedangkan peserta offline nanti diminta untuk bercerita, boleh membaca buku, puisi, naskah, dan lain-lain.

Sebelum dimulainya kegiatan, Emak Nurlaela Laela menyampaikan sepatah dua patah kata dalam Salam dan Sapa. Menurut Emak Laela, storrytelling sedikit banyak mengandung unsur pemeranan. Seperti halnya bermain teater.

Untuk itu harus diperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Gaya Bahasa

Teknik storytelling ini sering digunakan dalam proses belajar mengajar utamanya pada level pemula atau anak-anak. Teknik ini bermanfaat melatih kemampuan mendengar secara menyenangkan. Storytelling menggunakan kemampuan penyaji untuk menyampaikan sebuah cerita dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti oleh audiens.

2. Intonasi

Intonasi storytelling sangat penting. Kapan suara kita merendah, kapan suara kita meninggi, harus terdengar dengan jelas. Begitu pula dalam mengucapkan kata demi kata, sebaiknya jelas dan tidak terlalu cepat. Beberapa tips supaya kita berlatih di depan cermin, ada baiknya dicoba.

3. Bahasa Tubuh

Namun, tidak semua orang bisa melakukan teknik ini. Orang yang bermaksud menggunakan teknik storytelling harus mempunyai kemampuan public speaking yang baik, memahami karakter pendengar, meniru suara-suara, pintar mengatur nada dan intonasi serta keterampilan memakai alat bantu. Bahkan seringkali melakukan gerakan-gerakan untuk menambah jiwa kisah yang kita sampaikan.

4. Alat Peraga

Alat peraga banyak membantu dalam storytelling. Misalnya memakai boneka karakter tertentu untuk storytelling di depan anak-anak. Memakai asesoris atau kostum tertentu.

5. Karakter Audiens

Namanya juga menyampaikan informasi dengan gaya bercerita bahkan seperti mendongeng. Tentunya kita harus tahu karakter audiens. Bila audiens kita anak-anak, tentua saja kita harus pandai berperan sesuai dengan karakter yang disukai anak-anak.

Kelas Storytelling

Dalam kelas storytelling yang diadakan oleh Joeragan Artikel di hari Sabtu tersebut, ada beberapa peserta yang memeragakan dan mencoba kemampuan masing-masing. Ada peserta anak-anak, yaitu Nanit dan Aleeya. Kemudian beberapa peserta perempuan dewasa, ada emak Nurlaela Laela, yang membacakan naskah antologi humor. Lalu Yuke Rachmawati dan Evi Latifah Yusuf, yang berpuisi. Kemudian madam Fenny Solehati dan Ummi Aleeya yang membacakan naskah cerita.

Serunya lagi ada komentar dari kang Arya Kertamanah dengan gayanya yang santai memberi masukkan positif kepada para peserta.

Nah, teman-teman blogger mau kan melihat sekilas kegiatan Kelas Storytelling yang diadakan oleh Joeragan Artikel dalam video berikut ini:

 

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

12 Replies to “5 Hal yang Perlu Diperhatikan pada Storytelling”

  1. Saya suak sekali dengan storytelling. Sekarang sedang belajar mengaplikasikannya pada anak-anak. Untuk bahasa tulis, saya juga cenderung menyukai gaya ini dalam penulisan artikel.

  2. Story telling secara sederhana sudah pernah saya aplikasikan saat mendongengi si sulung dulu. Saya bisa mengubah-ubah suara dari suara anak kecil sampe nenek2, hehe. Dan benar, maksud dari cerita lebih bisa ditangkap oleh anak. Tapiii… masih perlu banyak belajar lagi, nih. Siiplah info tentang kelas story telling-nya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *