Merdekanya Ngeblog


cuma cerita, lifestyle / Sabtu, Oktober 27th, 2018

Selamat Hari Bloger Indonesia

Sebetulnya saya sudah lama ngeblog, kira-kira sejak tahun 2007. Blog yang menjadi semacam diary di langit yang menuliskan keseharian dan curahan hati.
Kemudian vakum setelah adanya Facebook.
Baru pertengahan 2016 saya mulai aktif ngeblog lagi. Saya ikuti beberapa komunitas, ikut beberapa pelatihan online di grup FB. Kemudian pelan-pelan saya mulai blogwalking dan mengikuti beberapa giveaway dan kompetisi. Beberapa kali dapat hadiah giveaway, kompetisi pernah menang juga, walaupun belum pemenang pertama.

Awet Muda

Hal yang paling saya rasakan kala ngeblog adalah para blogger itu muda-muda. Jauh lebih muda dari anak bungsu saya. Bahkan ada yang usianya lebih muda dari separuh usia saya.
Berapa tuh? Belum sih, belum sampai sepertiga usia saya.
Saya menganggap mereka semua adalah teman-teman. Jadi saya tak pernah khusus memperkenalkan diri sebagai individu seperti di dunia nyata.
Saya pun tak pernah memposisikan bahwa saya senior dan menambahkan kata Ibu, Mama (nanti keliru dengan Mamah Dedeh), atau Bunda (nanti keliru dengan Bunda Elly).
Yawda saya memperkenalkan nama saja. Kadang teman blogger menambahkan Mbak atau Teteh, saya pikir untuk kesopanan saja. Akhirnya saya pun membalas dengan hal yang sama.

Apa mau dikata, belakangan komunitas blog yang saya ikut jadi tahu bahwa saya sudah tidak muda. Mungkin karena saya banyak cerita tentang keluarga di blog saya. Lha, kok, saya jadi dipanggil Bunda deh.

Terus Belajar

Ngeblog membuat saya merdeka. Ngeblog membuat saya terpacu untuk terus belajar tanpa disuruh, tanpa wajib ini itu. Kala menulis pun saya bisa sukarela, tanpa harus mengikuti template tertentu seperti halnya menulis jurnal. Banyak hal yang saya pelajari melalui ngeblog, selain lancar menulis, yaitu:

  • Saya jadi peduli tampilan blog, jadi memperhatikan theme blog di template blog saya. Karena template saya WordPress, jadi belajar soal plug in ini-inu. Belakangan malah belajar tentang Page Builder. Berbeda sekali dengan sikap sebagai penulis buku, yang sebagian besar lebih pada isi maupun gambar. Penulis tidak memikirkan layout buku, karena sudah ada tim ahlinya. Sedangkan kala ngeblog, saya harus utak-atik gambar. Belum lagi ukuran gambar dan bobot gambar. Saya jadi mengerti bedanya size dan resolution.

Cek tulisan saya tentang Tips Kompres Gambar dengan TinyPNG untuk WordPress

  • Sisi lain, saya jadi ikut-ikutan lomba blog. Tidak semua saya ikuti. Sesuai dengan kabisa saya menulis di bidang apa. Tentunya bukan tentang kecantikan, masak-memasak atau teknologi.
  • Ikut-ikutan saya lainnya adalah, bagaimana sih blog bisa menghasilkan. Belum menjadi penghasilan, sih. Saya belum segitunya ngotot, karena ngeblog membuat saya lebih fun saja. Akibatnya apa? Saya jadi belajar soal keywords, SEO, bahkan belajar Adsense.
  • Belajar lain saya adalah tentu saja tentang materi artikelnya. Saya banyak menuliskan tentang tumbuhkembang anak dan balita. Tentu saja, saya harus banyak membaca berbagai sumber supaya artikel saya tidak asal-asalan.

Cek tulisan saya tentang Membimbing Anak SPD (Sensory Processing Disorder)

Sebelum saya tutup tulisan ini, dalam rangka Hari Bloger Nasional, saya mengucapkan selamat ngeblog para bloger kece se Indonesia.

Dan tak lupa terimakasih pada komunitas 1 minggu 1 cerita, menulislah walau 1 minggu 1 cerita. Ini mayan banget komunitas ini, saya jadi terpacu rajin ngeblog, tiap minggu. Serunya, saya engga wajib BW, komen dll.

twittergoogle_pluspinteresttumblr

6 Replies to “Merdekanya Ngeblog”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *