Ketika Mahasiswa Menginspirasi Dosennya


blog competition, lifestyle / Rabu, November 7th, 2018

tcash-tap

Ketika saya mutasi ke kampus di mana sekarang saya mengajar, saya berjumpa dengan mahasiswa ini sudah di semester V. Sehingga saya belum tahu profil, Dodi Jajat Sudrajat, begitu yang tertera dalam daftar hadir mahasiswa, sejak tingkat I.

Di kelas yang saya ampu, mahasiswa ini termasuk santun dan rajin. Walaupun dari progres di matakuliah Perancangan, desain dia tergolong biasa-biasa, tapi dia menyelesaikan tugas sesuai persyaratan. Di matakuliah lain, dia juga rajin, maka saya pun tak sungkan memberinya nilai-nilai terbaik.

Awal semester di bulan September yang lalu, saya mendapat tugas untuk presentasi di depan para mahasiswa baru, tentang Kiat Belajar di Perguruan Tinggi. Hampir setiap awal tahun akademik baru saya memang sering mendapat tugas presentasi di depan mahasiswa baru. Inti presentasi lebih pada manajememen waktu, sih. Mahasiswa tingkat I biasanya masih bingung, peralihan dari SMA ke perguruan tinggi.

Oleh Panitia ternyata saya disandingkan dengan Dodi, untuk presentasi juga di depan adik-adik kelasnya. Waktu itu, Dodi sedang menempuh Tugas Akhir, dan dijadwalkan Sidang Tugas Akhir dua minggu yang akan datang. Dodi dipilih untuk presentasi, karena menyelesaikan kuliah tepat waktu, 4 tahun.

Kuliah sambil Bekerja, Mungkinkah?

Pada beberapa kesempatan, Ketua Program Studi Teknik Arsitektur beberapa kali mention bahwa Dodi itu punya usaha. Kadang KaProdi menyebut usaha jamur, kadang usaha yang lain, saya kurang menyimak.

Oleh sebab itu, dalam materi presentasi, saya pun menyisipkan kemungkinan mahasiswa kuliah sambil bekerja. Kuliah itu tidak murah. Boleh dibilang, kuliah itu semacam investasi. Banyak juga mahasiswa yang menyambi kuliah sambil bekerja, yakan.

Moderator kala itu, ibu Tuti Anggraeni, seorang dosen matakuliah Kewirausahaan, memberi kesempatan presentasi selama 30 menit. Selanjutnya disambung oleh Dodi.
Ketika Dodi diperkenalkan ke para mahasiswa baru, dilengkapi dengan penjelasan bahwa Dodi berwirausaha. Ibu Tuti lah yang mengarahkan Dodi untuk tak malu-malu berwirausaha tersebut. Bisnisnya adalah Es Krim (Ice Cream).

presentasi

Sesi Presentasi di depan Mahasiwa Baru

Dari sini, saya mulai kagum. Bagaimana bisa, kuliah di program studi Teknik Arsitektur, yang terkenal banyak tugas, yang membuat mahasiswanya harus begadang bermalam-malam untuk menyelesaikan tugas. Tetapi dia masih ada waktu untuk mulai bisnis dari nol, berjualan es krim. Dalam 2 tahun, usaha yang ditekuni bertahap membuahkan hasil, sekarang Dodi sudah mempunyai stall yang tetap di sebuah mal di Cimahi.

dori ice cream

Dori Ice Cream – IG @doriicecream

Di akhir paparannya, ibu Tuti menambahkan bahwa Dodi sudah menikah, yang disambut tepuk tangan oleh adik-adik kelas yang menyimak tekun.

Sepertinya bagi generasi Z ini, berani menikah semacam relation goals. Biasanya, kan, seseorang menyelesaikan kuliah terlebih dahulu, mencari pekerjaan dan berkarier mumpuni, barulah berani menikah. Berbanding terbalik dengan Dodi, yang dia jalani ketiganya dengan lancar jaya.

Di akhir sesi, moderator memberi kesempatan untuk sesi tanya-jawab.
Seperti yang saya duga, beberapa anak mengacungkan telunjuk untuk mengajukan pertanyaan.

Dodi kala Sidang Tugas Akhir di Program Studi Teknik Arsitektur – FTPA – Universitas Winaya Mukti.
Peserta harus mempresentasikan desain berupa gambar lengkap, membuat laporan akhir,  maket dan video animasi Tugas Akhirnya.
Hasil rapat dosen penguji dan pembimbing, dinyatakan mendapat nilai A.

Kiat #BuatKamu Mengelola Bisnis

Ternyata yang saya tak duga, para mahasiswa baru yang akan bertanya tersebut juga berwirausaha. Salut, nih, untuk kalian, berani berwirausaha. Mereka bukan bertanya soal bagaimana kiat membagi waktu, tetapi apa yang harus dilakukan agar kuliah lancar, tetapi bisnis juga tanpa kendala.

Usul Dodi adalah, untuk kondisi seperti itu, sudah saatnya mulai menghire orang untuk membantu bisnis kita. Karena bagi Dodi, tidak ada alasan, gara-gara cari uang, kuliah jadi keteteran.
Pertanyaan lain, bagaimana caranya untuk menaikkan omzet kala dirasa bisnis mulai mandeg. Dodi menyarankan selain berpromosi, bisa kolaborasi dengan sesama pebisnis, atau difersivikasi ke usaha lain. Manfaatkan media sosial untuk berpromosi.

Tak heran, ketika KaProdi menceritakan bahwa Dodi usahanya jamur, ternyata kalau kata ibu Tuti, bisnis Dodi adalah es krim. Rupanya memang Dodi mencoba berbagai jenis bisnis, sampai dia memperoleh yang pas.

Sebagai penutup, ibu Tuti menanyakan, apa cita-citanya setelah menjadi sarjana.
Cita-cita Dodi adalah menjadi arsitek yang khusus mendesain restoran. Rupanya karena dia bergerak di bisnis es krim dan segala perlengkapannya, tentu saja berkaitan dengan tata ruang dalam ilmu arsitektur.

Kami pun sepakat bersama-sama mendoakan agar Dodi tercapai cita-citanya. Bagi saya, langkah Dodi bukan hanya menginspirasi tetapi contoh nyata. Indonesia membutuhkan generasi muda yang tangguh seperti ini.

Pilihan Layanan untuk Kelancaran Bisnis

Berbagai kiat yang disampaikan Dodi ke adik-adik kelas tersebut ternyata membuka mata saya, bahwa untuk mulai bisnis bisa kapan saja. Tidak perlu menunggu punya modal terlebih dahulu. Modal tenaga dan ketekunan pun bisa merupakan langkah awal kita.

Tadi, kan, Dodi sudah memberi kiat, bahwa untuk kelancaran bisnis, kita perlu menghire orang. Saya jadi terinspirasi, yang namanya bantuan tidak harus “orang”, kan. Di era yang serba digital seperti sekarang ini, bantuan sangat bisa dilakukan olah smartphone. Salah satu bentuk bantuan adalah, memilih layanan digital yang terpercaya, terutama adalah layanan keuangan digital.

Telkomsel Cash atau TCASH adalah layanan keuangan digital dari Telkomsel berupa uang elektronik (e-money) yang telah diluncurkan sejak tahun 2007. TCASH sudah mendapat sertifikat dari Bank Indonesia untuk menjalankan bisnis uang elektronik di Indonesia. TCASH berfungsi layaknya akun rekening kita di bank, tanpa adanya bunga, hanya saja nomor akun kita sama dengan nomor ponsel.

Menurut saya, bila kita memiliki TCASH maka urusan bisnis kita bisa lebih lancar.
Misalnya, nih, di aplikasi TCASH ada pilihan Send Money. Kita bisa kirim uang ke sesama pengguna TCASH dan Bank.

Ada features:
• Share money to anyone
• Cash Out anytime
• Account limit to IDR 10 million

Artinya apa? Sebagai pengusaha, Dodi dan adik-adik kelas tadi yang sudah berwirausaha, bisa transfer uang setiap waktu hingga 10 juta rupiah ke orang lain, melalui TCASH.

Cara pakai TCASH mudah saja. Beberapa pilihan lain adalah, Pay Bill (membayar tagihan), meliputi 16 pilihan tagihan, mulai dari Kartu Halo, asuransi, pajak, hingga berbagai merchant online yang bekerjasama.
Selain itu bisa juga untuk membeli token, memesan voucher Game/Digital, dan Donasi. Seluruhnya ada 16 badan amal yang telah terdaftar untuk memudah kita mendonasi.

  • wallpaper tcash
  • profil tcash
  • send money
  • bayar tagihan dengan TCASH
  • donasi melalui TCASH

Unduh Aplikasi TCASH Wallet

Sejak tahun 2015, TCASH meluncurkan TCASH TAP dan SNAP (QR Code), yaitu produk baru dengan stiker teknologi NFC yang memudahkan pembayaran di toko atau retail fisik dengan hanya menempelkan stiker ke mesin EDC (Electronik Data Capture) yang menerima pembayaran TCASH.

Bisa banget, nih, stall ice cream Dori Ice Cream dipasangi mesin EDC untuk pembayaran TCASH. Dunia di masa depan, kan, trendnya pakai uang digital, lho…

Tutorial Cara Bayar dengan TCASH TAP

Hingga tahun 2017, TCASH sudah merangkul 10 juta pengguna yang tersebar di 34 propinsi di Indonesia, dan terdapat 50ribu pebisnis yang melayani pembayaran dengan TCASH.

Bagaimana dengan keamanan TCASH sendiri? Tentu saja aman, karena setiap transaksi kita diminta password dan kode verifikasi berupa SMS yang dikirim terlebih dahulu ke ponsel kita. Demikian juga dengan merchant TCASH atau toko retailnya. Masing-masing mempunyai kode atau ID Number.

Sama halnya bila kita mendonasi. Langsung ada recordnya bila kita sudah mendonasi, sesudahnya ada notifikasi SMS bahwa donasi sudah masuk ke lembaga yang bersangkutan.

notifikasi donasi tcash

Notifikasi donasi TCASH via SMS

Adapun cara TOP UP nya sangat mudah. Teman-teman bisa ke:
1. Grapari
2. Bank Transfer, melalui ATM, Internet Banking, Mobile Banking
3. Virtual Account, melalui ATM BCA, mBCA, KlikBCA
4. Toko Retail, melalui Alfamart, Alfamidi, CirkleK, Indomaret, Familymart

Tak perlu ragu lagi, kini semua bisa #pakeTCASH apapun operatornya.
Segera download aplikasinya ke ponsel kamu.

Kamu bisa menceritakan juga sosok yang menginspirasi di blogmu dan berbagi kebahagiaan melalui TCASH.

Keren!

Artikel ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog TCASH #BuatKamu

twittergoogle_pluspinteresttumblr

18 Replies to “Ketika Mahasiswa Menginspirasi Dosennya”

  1. Saya dulu juga dengar dari teman sesama penjual kue tentang seorang mahasiswa yang juga menyambi. Jualan donat yang tinggal ambil lalu dikirim ke toko-toko. Kala itu dia bisa mendapat 4 juta sebulan, jumlah yang wow kan Mbak bagi anak kuliahan, padahal karwayan baru aja jauh dari segitu untuk posisi junior.
    Enak sekarang ada TCASH, bisa ngapain aja, termasuk ngembangin usaha. Proses pengiriman uang praktis dan cepat–saya suka! Semoga saya bisa meniru mahasiswa Mbak Hani ya.

  2. Salut dg mahasiswa yang sdh mandiri. Bisa menciptakan lapangan kerja bagi dirinya dan bahkan ada jg yg untuk orang lain.

  3. Waaah, betul banget tuh Mbak Hani, jadi terinspirasi. Walau sudah jadi emak, kayanya mau ngikutin bisnisnya aaah, harus kreatif dan melek teknologi pastinya yaaa^_^

  4. Tenang menghanyutkan, mungkin begitu ya si Dodi ini? Seneng kalau lihat anak muda kreatif kayak gini. Gak banyak teori tapi banyakin action. Dan bersyukur juga ada aplikasi semacam TCash ini, karena bener2 memudahkan pelanggannya.

  5. Wah, keren ini Dodi..Enggak banyak anak milenial yang seperti ini.
    Semoga bisa jadi inspirasi bagi anak muda lainnya dalam kaitan kuliah sambil bekerja.

    Kalau soal menikah, saya cenderung memilih pada yang menikah cukup usia. Karena saya rasa untuk pria usia kuliah ( belum 20 atau awal 20) belum cukup matang secara mental untuk memimpin keluarga.

  6. Masya Allah, Dodiiiii… Benar-benar menginspirasi. Kalau soal menikah buatku usia tidak jaminan, selama orang tersebut berakhlakul karimah dan matang secara mental dan spiritual, oke saja. Kadang penilaian masyarakat jadi dibuat standar tidak tertulis, padahal yang jalani ya diri sendiri. Fokus sajalah pada penilaian Allah. ❤

  7. Ini contoh anak millenial yang oke banget ya, mau kerja keras, gak pantang menyerah. Berani menghalalkan pasangannya pulak. Keren banget! Jadi malu kalau inget jaman saya kuliah kayaknya cuma main melulu kerjaannya hahaha..

  8. MasyAllah keren Dodi. Jadi inget aku juga dulu kuliah sambil ngajar bun. Dari pagi sampai malam. Kalau nggak gitu, aku ga bisa biaya kuliah sendiri hihihi. Tpi aku salut ama Dodi ini soalnya kan arsitek itu banyak bangettttttttttttttttt tugas gambarnya. Maklum aku dulu waktu SMK jurusan teknih gambar bangunan bun. Hihihi jadi tahu bangetttttt gimana rasanya bermalam2 begadang ngerjain gambar. Hihihi.

    Tapi pas kuliah aku ambil jurusan pendidikan luar biasa. Bukan passionku kuliah arsitek. Nggak sanggup aku ama tgsnya juga wkwkwk *curhatttt

  9. Aku dulu waktu kuliah di Teknik Sipil nyambil jualan tas juga, Bu. Hehehe..
    Karena ngeliat teman pada suka ganti tas, sih
    Btw, aku juga pake TCASH untuk jualan pulsa, loh. Lebih murah soalnya hahaha..

  10. Makin gampang aja sekarang buat usaha, asal.ada.kemauan. Anak.saya.waktu kuliah, nyambi pesan titip. Jd klo dia.pulang ke.jkt, banyak pesanan.minta dibelikan macam2: ada tas,.s3patu,.baju dll. Nah upahnya ternyata lumayan…
    Semoga.generasi muda terus berkiprah dgn baik didunia usaha yq Mba..semoga menang lombanya.

  11. Dodi salah satu contoh mahasiswa kekinian yang berpikir kedepan. Tak ragu buat melakukan bisnis dan tak mengganggu tugas-tugas kuliahnya. Wuikkk apalagi dah merid ya… Busa dijalani ketiganya dgn mulus.

    Dodi sukses dehhh… Berkat Tcash juga kali ya bisnisnya lncar. Buat Mb Hani moga2 menang lombanya… Smngattt…

  12. Aku paling suka kalo ketemu dg mahasiswa yg kreatif begini. Tidak hanya jd mahasiswa tok, tp juga berani mengembangkan diri menjadi enterpreneur. Big applaus utk mahasiswa2 seperti dodi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *