Inilah 10 Jenis Suplemen Bagi Perempuan Usia 40 Tahunan


lifestyle / Sabtu, Desember 29th, 2018

Ibu-ibu pasti sudah kenal yang namanya suplemen. Suplemen sering menjadi pelengkap asupan gizi, sejak mengandung, melahirkan, pertumbuhan anak-anak, bahkan untuk diri sendiri. Ketika usia merayap semakin tinggi bilangannya, suplemen bagi perempuan usia 40 tahunan mulai dilirik.

Ketika kulit wajah dirasa mulai berkurang sinarnya, maka iklan vitamin E yang membuat wajah kinclong, mulai mempersuasi. Begitu juga ketika badan mulai pegal-pegal, adanya iklan suplemen glucosamin condroitin, kita jadi ingin beli juga. Belum lagi, animasi makin tambah usia badan jadi bungkuk. Boleh dicoba, nih, susu tinggi kalsium.

Benarkah, aneka rupa suplemen bagi perempuan usia 40 tahunan tersebut memang berpengaruh? Betulkah efeknya memang menghambat penuaan dan membuat kulit anti kerut?

Perlu diingat, bahwa suplemen bukanlah pengganti  makanan sehari-hari. Kandungan suplemen sendiri ada yang berupa vitamin, mineral, asam amino, asam lemak, serat, maupun zat esensial lainnya. Sebetulnya kandungan suplemen pun bisa kita peroleh dalam makanan sehari-hari. Hanya saja untuk beberapa orang perlu pelengkap atau tambahan, yaitu suplemen.

Masyarakat bahkan banyak yang menganggap bahwa suplemen adalah sejenis obat yang mampu menyembuhkan penyakit. Padahal menurut BPOM suplemen tidak boleh diklaim mampu mencegah atau menyembuhkan penyakit tertentu. Suplemen hanya penunjang mengurangi resiko akan kondisi kesehatan tertentu. Durasi konsumsinya pun tergantung pada masing-masing individu.

Pada individu tertentu efeknya langsung terasa, pada orang lain mungkin pengaruhnya baru bertahun kemudian. Bahkan ada yang tidak berefek sama sekali. Itu sebabnya muncul berbagai testimoni. Padahal sudah banyak ulasan, bahwa testimoni hanyalah pernyataan seseorang. Tidak ditunjang dengan riset secara ilmiah.

Ada Apa dengan Perempuan Usia 40 Tahunan

Baru-baru ini saya bergabung ke dalam grup WhatsApp 40 tahun yang digagas mbak Ani Berta. Sesuai dengan nama grupnya, maka yang bergabung ke grup tersebut adalah perempuan usia 40 tahunan ke atas. Tujuannya dibentuk grup tersebut adalah untuk saling sharing, apa yang harus dilakukan, disiapkan, dihadapi. Apa saja lah. Namanya juga sharing.

Saya pun bergabung, karena ingin tahu, apa masalahnya dengan usia tersebut. Usia 40 tahun bagi saya sendiri sudah lewat bertahun yang lalu. Hal ini membuat saya harus mengingat keras, apa yang terjadi di usia tersebut. Apakah saya galau, uring-uringan, woles, cuek, happy, bersyukur?

Jujur, sih, saya lupa.

Sepertinya, quote:

Age is just a number

Umur itu cuma angka

Bener banget.

Walaupun demikian, menyimak chat di grup WA tersebut saya bisa menarik benang merah, bahwa ada beberapa hal yang menjadi kegalauan para perempuan usia 40 tahunan tersebut.

Semacam AADP40 gitu deh. Ada Apa Dengan Perempuan Usia 40 Tahunan.

Rata-rata anggota grup Klub40, begitu nama grupnya, merasa galau karena badan cepat lelah, berat badan bertambah, kulit kendor tidak kenyal lagi, rambut mulai tumbuh uban, dan banyak lagi. Sepertinya semua itu berkaitan dengan fungsi hormonal pada tubuh perempuan usia 40 tahunan. Semakin bertambah usia, hormon kewanitaan memang mulai berkurang.

Masalah lain adalah up and down hubungan dengan pasangan, dan komunikasi dengan anak-anak yang mulai beranjak remaja.

10 Jenis Suplemen Bagi Perempuan Usia 40 Tahunan

Seperti telah dijelaskan di atas suplemen hanyalah pelengkap zat gizi yang diperoleh di luar makanan sehari-hari. Bentuknya ada yang berupa kapsul, kaplet, tablet, atau cairan. Suplemen tersebut dijual di berbagai gerai alat kesehatan, rumah obat, dan apotik. Beberapa bahkan harganya sangat mahal.

Mengonsumsi suplemen pun ada takarannya. Beberapa jenis suplemen bila berlebihan ada yang langsung dibuang melalui air seni, tetapi ada beberapa suplemen, bila berlebihan justru mengendap di organ tubuh.

Berikut 10 jenis suplemen bagi perempuan usia 40 tahunan yang menjadi trend sekarang ini, manfaat dan efek sampingnya.

Vitamin E

Lebih dikenal sebagai vitamin kulit dan kesuburan. Dalam makanan sehari-hari terdapat pada kuning telur, minyak nabati, sayur-sayuran berwarna hijau, daging sapi, daging unggas, kacang-kacangan, dan buah.

Vitamin ini dijual bebas, dalam takaran maksimal 200 mg/hari (bagi penderita firbrosis kistik). Sedangkan untuk suplemen sehari-hari, cukup 40-50 mg/hari.

Manfaat yang tertera pada kemasan adalah sebagai antioksidan bisa membuat kulit lebih sehat dan melindungi dari radikal bebas.

Adapun efek samping vitamin E, tidak boleh dikonsumsi bila akan menjalani operasi, karena akan mengganggu sistem pembekuan darah. Itu sebabnya ketika saya terlambat haid, ternyata minum vitamin E dapat melancarkan datangnya haid. Tentu saja ini bersifat kasuistik. Belum tentu teman blogger lain mempunyai efek yang sama.

Vitamin C

Kalau teman-teman merasa badan panas dingin, merasa mau flu, atau sariawan, biasanya sarannya adalah minum vitamin C. Hal ini ada benarnya, karena vitamin C atau asam askorbat mampu menjaga dan memperkuat imunitas terhadap infeksi.

Sebetulnya kebutuhan vitamin C untuk menjaga kesehatan hanya sekitar 25-75 mg/ hari. Sehingga konsumsi Vitamin C cukup diperoleh dari makanan sehari-hari, terutama buah dan sayuran, misalnya buah jeruk, lemon, kiwi, tomat, stroberi, dan lain-lain.

Vitamin C larut dalam air, bila dikonsumsi dengan dosis tinggi hingga lebih dari 1000 mg/ hari akan dibuang lagi melalui urin. Bahkan bila dosis tinggi dikonsumsi dalam jangka panjang akan mengganggu fungsi ginjal.

Vitamin D

Vitamin D larut dalam minyak, bentuknya kecil berupa softgel. Biasanya dikombinasikan dengan suplemen kalsium.

Vitamin D memang berfungsi membantu penyerapan kalsium dan fosfat yang ada dalam makanan sehari-hari. Seperti kita ketahui kalsium adalah mineral penting untuk kesehatan tulang dan gigi.

Vitamin D dalam makanan sehari-hari bisa diperoleh dari kuning telur, daging merah, sarden, tuna, salmon, hati, dan lain-lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, sinar matahari (pagi) membantu proses penyerapan vitamin D tersebut. Itu sebabnya kekurangan vitamin D biasanya terjadi pada orang-orang yang jarang terpapar matahari, dan karena usia tua.

Efek samping kelebihan vitamin D terjadi bila kita juga mengonsumsi suplemen kombinasi yang juga mengandung beberapa vitamin sekaligus. Bila berlebihan, maka akan terjadi hiperkalsemia (penumpukan kalsium) dalam tubuh.

Vitamin B12

Usia semakin bertambah begini membuat badan sering pegal-pegal dan cepat lelah. Apabila terjadi gejala seperti ini, teman-teman bisa mengonsumsi vitamin B12 dengan dosis yang tepat.

Vitamin B12 berfungsi sebagai penyedia tenaga, menjaga kesehatan sistem syaraf, kulit, dan mata, serta melancarkan peredaran darah.

Sumber vitamin B12 terdapat pada daging sapi, daging ayam, ikan salmon, ikan tuna, telur, produk susu, dan rumput laut.

Kalsium

Masyarakat selalu mengaitkan kalsium dengan susu. Padahal sumber kalsium bukan hanya terdapat pada produk susu, tetapi terdapat pada ikan, bayam, brokoli, kacang-kacangan, tahu, dan tempe.

Kalsium sangat dibutuhkan tubuh untuk pembentukan tulang dan gigi. Bahkan ibu-ibu hamil membutuhkan dosis kalsium yang lebih banyak, karena proses pertumbuhan janin dalam tubuh si Ibu.

Kekurangan kalsium pada waktu hamil dan menyusui bahkan berbahaya bagi si Ibu, karena kalsium dalam tulang dan gigi akan diserap oleh janin. Untuk kasus ini diperlukan suplemen sesuai dosis yang disarankan oleh tenaga medis.

Di sisi lain kelebihan kalsium pun tidak baik untuk tubuh kita, karena akan menumpuk di ginjal.

Omega 3-6-9

Suplemen ini populer di antara perempuan usia 40 tahunan, karena dipercaya membuat badan lebih sehat, menjaga dari radikal bebas dan mengurangi resiko pikun. Kandungan Omega 3-6-9 adalah asam lemak tak jenuh yang diperlukan tubuh untuk pembentukan sel, menjaga kesehatan jantung, dan mata.

Suplemen Omega 3-6-9 berbentuk soft gel berisi cairan sejenis minyak dengan berbagai merk dan harga. Walaupun demikian,  Omega 3-6-9 bisa diperoleh dari makanan sehari-hari, yaitu alpuket, kacang-kacangan, dan ikan laut.

Glucosamin Condroitin

Terpengaruh teman, ada masanya saya mengonsumsi glucosamin condroitin yang konon katanya bisa mencegah radang sendi (arthritis). Radang sendi adalah gangguan pada sendi yang disebabkan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan sendi menipis karena usia.

Akibat radang sendi adalah pegal hingga sakit dan sulit digerakkan pada sendi tangan, kaki, lutut, punggung, dan panggul.

Ternyata khasiat glucosamin condroitin ini masih diperdebatkan. Malahan beberapa kasus setelah mengonsumsi suplemen ini, perut terasa lapar, sehingga kita jadi makan banyak. Kan, jadi tidak lucu, alih-alih mencegah pegal, tetapi yang didapat badan jadi gemuk. Ya saya stop minum suplemen ini.

Dalam jangka panjang pun tidak bagus untuk ginjal.

Primrose Oil

Primrose Oil, atau Evening Primrose Oil (EPO) adalah suplemen yang cukup populer di antara perempuan usia 40 tahunan, atau menjelang menopause. Suplemen ini terbuat dari tanaman sejenis bunga yang terdapat di Amerika Utara. Umumnya dijual dalam botol dengan takaran 500 hingga 1000 mg per butir.

Kandungan asam gamma-linolenic (GLA) dapat membantu mengurangi gejala PMS dan kram waktu haid, osteoporosis, radang sendi, mengurangi hot flush (rasa panas yang biasanya timbul pada masa pra menopause), dan memperbaiki kesehatan kulit.

Untuk amannya, mengonsumsi suplemen ini hanya dalam jangka waktu pendek. Mengonsumsi dalam jangka panjang belum diketahui efek sampingnya. Tetapi bisa terjadi reaksi alergi, rasa mual, sakit kepala, haid banyak, atau ruam pada kulit.

Habbatussauda

Nama lain suplemen ini adalah jintan hitam (black seed). Selain berupa serbuk yang dikemas dalam kapsul, ada pula dipasarkan berupa minyak habbatussauda (nigella sativa) dalam kaplet.

Habbatussauda dipercaya dapat melancarkan ASI, meningkatkan kesuburan, meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi, mengurangi kejala asma, dan mengurangi nyeri sendi. Masih banyak gejala kesehatan lain yang dianggap bisa dicegah bila mengonsumsi suplemen ini.

Walaupun ada hadis yang menyebutkan bahwa habbatussauda menyembuhkan semua penyakit, masih ada perdebatan tentang pengertian “semua”.

Minyak Zaitun

Minyak zaitun atau disebut olium olivarum berasal dari buah zaitun. Kemasannya ada yang berupa cairan atau soft gel yang lebih praktis. Ada pula yang dijual berupa gabungan dengan minyak habbatussauda.

Minyak zaitun sudah terkenal sejak zaman Cleopatra untuk merawat kecantikan wajah agar mulus dan kenyal.

Mengonsumi minyak zaitun dipercaya dapat mengurangi resiko penyakit Alzheimer, melindungi dari penyakit jantung, kaya antioksidan sehingga melindungi dari kerusakan sel. Juga menurunkan kadar gula darah, mencegah osteoporosis, dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Nah, teman-teman blogger, pusing tidak dengan informasi 10 jenis suplemen bagi perempuan usia 40 tahunan ini?

Mungkin ada yang bertanya, sebaiknya kapan kita mulai mengonsumsi berbagai suplemen tersebut.

Sama halnya segala asupan berupa makanan sehari-hari sesuai standar WHO disertai suplemen, tubuh perlu waktu untuk mencerna. Setiap orang reaksi tubuhnya tidak sama.

Bisa saja terjadi, seorang perempuan masih nampak cerah bercahaya di usia 40 tahunan. Ternyata selidik punya selidik, selain hidup sehat, makan bergizi, yang bersangkutan minum suplemen sejak usia 30 tahun.

Contoh lain, rajin minum kalsium bagi perempuan di usia 40 tahunan belum serta merta membuatnya tidak osteoporosis di usia tua. Massa kalsium pada tulang terbentuk justru jauh hari di masa pertumbuhan pada saat anak-anak hingga remaja.

Suplemen bagi perempuan di usia 40 tahunan hanyalah pelengkap asupan nutrisi sehari-hari. Tidak minum suplemen pun tidak apa-apa, asalkan kita makan dengan asupan gizi seimbang, cukup istirahat, dan berpikir positif.

Jangan lupa, bila teman-teman membeli suplemen, baca teliti kandungan yang ada pada kemasan. Seringkali suplemen tersebut merupakan kombinasi dari beberapa suplemen lain. Hal ini penting, supaya kita tidak kelebihan suplemen yang bisa mengganggu kesehatan atau mubazir karena terbuang melalui sistem sekresi.

be positive and always keep going

signature haniwidiatmoko
twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

21 Replies to “Inilah 10 Jenis Suplemen Bagi Perempuan Usia 40 Tahunan”

  1. Beberapa suplemen di atas ada yg aku konsumsi juga. Dan soal kalsium perempuan ptg bgt, aku cek kmrn di kalcare tyt osteopenia, tapi konsumsi kalsium lbh dr 2000mg/hari juga unfaedah. Jadi memang harus sesuai kebutuhan. Bijak konsumsi suplemen.

  2. Nice artikel mbak, suka banget sama bahasannya, tahun ini saya genap 40 tahun, hehe…
    Yang paling saya rasakan itu, kulit yang tak lagi semulus dulu, mungkin butuh perawatan khusus ya mbak diusia 40 ini

  3. Aku tertampar dengan artikel ini..hiks
    Karena dah lewat 40 aku masih kadang enggak peduli pada diri.
    Terima kasih sudah diingatkan. Mau evaluasi lagi nih saya….butuh apa saja suplemen kesehatan biar badan tetap sehat jiwa raga

  4. Aku udah mulai konsumsi B12 dan vit c, kalau kalsium masih lebih banyak dari konsumsi makanan aja. Oh ya,ibuku terserang osteoporosis pasca menopause. Itu sebabnya aku mulai gencar sama kalsium untuk menurunkan risiko sejenis.

  5. Dulu waktu pengen hamil Erysha aku juga pakai suplemen vitamin e untuk kesuburan. Tapi setelah itu lepas. Bener banget ya bun kalau kita mengkomsumsi suplemen berlebihan itu paling bahaya kalau sampai numpuk di ginjal. Serem juga jadinya niatnya mau sehat malah nambah penyakit. Jadi memang segala sesuatu harus sesuai dengan kadarnya ya

  6. Makasi bu Hani sharingnya. Saya sejak hamil anak kedua mulai konsumsi red krill oil. Semoga bisa bermanfaat untuk menyiapkan diri menghadapi usia 40. Hmm…tinggal 4 tahun lagi 😬

  7. Waaah….saya sangat jarang minum suplemen, apalagi udah hampir.kepala enam.
    Rutin minum.air perasan jeruk lemon + air hangat & olahraga aja. Mungkin perlu glocosamin kali ya?..
    Makasih sharingnya Mba, jadi perlu milih nih yg mana yg harus disiapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *