5 Tips Memilih Alat Permainan Edukatif (APE) untuk Anak Usia Satu Tahun


family & parenting / Minggu, Januari 20th, 2019

Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat permainan yang sengaja dirancang untuk kepentingan pendidikan. Seperti kita ketahui, tumbuh kembang si Kecil harus mengikuti tahapan kemampuan sesuai usianya. Ada anak-anak yang lancar saja tumbuh kembangnya, tetapi ada pula anak-anak yang perlu dilatih secara khusus agar kemampuannya optimal. Oleh sebab itu orang tua perlu hati-hati memilih alat permainan edukatif (APE) agar tepat pemanfaatannya.

Tahapan Tumbuhkembang Anak Usia Satu Tahun

Anak usia satu hingga lima tahun memasuki masa keemasan di usia mereka (Golden Age). Pada masa ini otak anak dalam kondisi yang sangat prima sehingga penting untuk memberikan stimulasi dan informasi sebanyak mungkin. Salah satu stimulasi adalah melalui alat permainan edukatif.

Untuk mengetahui sejauh mana tumbuhkembang si Kecil, kita bisa mengetahuinya dari tabel yang sering ada di klinik, puskesmas, atau literatur. Misalnya formulis KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) atau Tabel Denver II. Oleh sebab itu bila ada keterlambatan yang tidak sesuai dengan tabel, kita bisa merangsang dan menstimulasinya sedini mungkin.

tabel Denver II

Perkembangan Motorik Kasar

Menurut Tabel Denver II, anak usia satu tahun kemampuan motorik kasarnya sudah mampu berdiri tegak dan mulai berjalan dengan dititah atau berjalan sendiri.

Perkembangan Motorik Halus

Kemampuan motorik halus si Kecil di usia satu tahun antara lain membenturkan dua kubus dengan digenggam, menyusun kubus, menjimpit manik-manik, dan lainnya.

Perkembangan Bicara dan Bahasa

Sedangkan perkembangan bicara dan bahasanya mengucapkan mama-papa, berbicara satu atau dua kata, dan menunjuk untuk menyatakan sesuatu.

Perkembangan Intelektualitas dan Sosial

Diharapkan di usia satu tahun si Kecil sudah bisa minum dari cangkir atau gelas, menirukan kegiatan, dan mengerti perintah sederhana.

Baca juga: Bermain Pura-pura Pada Balita

5 Tips Memilih Alat Permainan Edukatif (APE)

Memilih APE yang tepat untuk bayi atau anak bisa menjadi keputusan yang sulit, terutama jika kita tidak yakin mainan mana yang relevan untuk usia berapa. Panduan singkat ini menjelaskan mainan mana yang paling cocok untuk kelompok usia anak 0 hingga 12 bulan (satu tahun).

Usia 0 hingga 12 bulan merupakan tahun ajaib bagi seorang bayi. Mereka mampu berubah dari tidak bisa apa-apa, menjadi tengkurap, duduk, merangkak, bahkan belajar berdiri tegak dan mulai melangkah. Umumnya langkah pertama seorang anak dilakukan sekitar usia satu tahun ini. Apabila si Kecil menunjukkan keterlambatan hingga 18 bulan belum bisa berdiri, maka Bunda harus segera konsultasi ke ahli tumbuh kembang.

Penting bagi orang tua memperhatikan setiap tahap perkembangan si Kecil sehingga teliti terlebih dahulu sebelum membeli APE. Berikut tips memilih alat permainan edukatif (APE) tersebut:

Tujuan APE

Bila kita ingin membeli alat permainan edukatif, teliti terlebih dahulu apa yang ingin kita capai dengan membelikan si Kecil sebuah mainan.

Apabila kita menginginkan si Kecil lebih konsentrasi dan faham keruangan, kita bisa memilihkan mainan balok susun. Biasanya balok-balok susun tersebut juga terdiri dari beberapa warna dasar, merah-biru-kuning-hijau. Sehingga si Kecil juga bisa mulai belajar pengenalan warna.

Mainan lain, misalnya manik-manik yang dironce membentuk kalung, selain melatih si Kecil lebih fokus juga untuk kemampuan motorik halusnya. Melalui manik-manik tersebut, kita juga bisa mengenalkan warna dan bentuk dasar.

Aman

Pilih APE yang terbuat dari bahan-bahan aman dipakai bermain, misalnya kayu, plastik tertentu, kain, atau logam. Perhatikan lapisan finishing mainan tersebut, bila berbahan kayu yang dicat, perhatikan keamanan cat tersebut. Potongan (cutting) dari material juga harus dicek, supaya tidak ada sudut-sudut tajam yang bisa melukai jari si Kecil.

Anak usia satu tahun masih sering memasukkan benda-benda ke mulutnya. Ini merupakan bagian dari explorasi dan rasa keingintahuan mereka. Oleh sebab itu selain memilih mainan yang finishingnya tidak mengandung bahan kimia berbahaya, ukurannya pun tidak kecil. Mainan berukuran kecil rawan tertelan dan menyebabkan tersedak.

APE jenis bussy book ada yang terbuat dari kain katun atau kain felt. Perhatikan jahitan dan sambungan kain tersebut. Seringkali tidak kuat hingga mudah mbrudul (lepas jahitannya).

Awet

Mainan bagus harus tahan banting (durable), karena anak kecil ada kecenderungan membanting apapun. Oleh sebab itu cek juga sambungan dari mainan-mainan tersebut, tidak mudah lepas, atau patah.

Seringkali mainan yang sama ternyata bisa dimainkan oleh anak dengan rentang usia berbeda. Misalnya balok susun, semula anak usia satu tahun baru menyusun 2 atau 3 balok. Anak usia 2 atau 3 tahun mungkin mempunyai ide lebih berkembang, bukan hanya disusun vertikal tetapi juga horisontal.

Oleh sebab itu mainan awet secara jangka panjang lebih hemat.

Menarik Bagi Anak

Adakalanya APE yang sudah dibelikan Bunda ternyata tidak menarik bagi si Kecil. Merupakan tantangan tersendiri juga, karena anak usia satu tahun belum bisa menyatakan apa yang disukai.

Tanda-tandanya tidak menarik, APE tersebut ternyata tidak dilirik atau disentuh.

Bisa jadi, si Kecil belum mengerti cara memainkannya, sehingga perlu pendampingan orang tua atau pengasuh untuk menstimulasinya.

Misalnya bentuk mainan gerakan menjahit. Arahkan agar di Kecil mau memegang tali dan memasukkannya ke tiap lubang. Secara visual si Kecil akan belajar fokus dan gerakan motorik halus menekan dan tarikan.

Adakalanya justru mainan sederhana lebih menarik daripada mainan yang rumit. Contohnya mainan balok susun tadi, bentuk-bentuk sederhana tersebut justru merangsang imajinasi si Kecil.

Harga

Sering dengar kan, ada harga ada barang. Tidak salah juga, sih, mainan mahal lebih aman dan awet. Seringkali juga mainan produk luar negeri memang harganya selangit, sehingga kita bimbang antara sayang anak dan sayang uang.

Untuk itu orang tua perlu mempertimbangkan lagi sejak awal, tujuan dari membeli APE tersebut. Apa yang ingin dicapai melalui bermain dengan APE yang akan dibeli. Bisa jadi, bila kita survey sedikit, ada produk serupa tetapi dengan harga yang lebih terjangkau.

Yayasan Beribu Tempat Penjualan Alat Permainan Edukatif (APE)

Ketika pertama kali kami konsultasi untuk perkembangan Bara ke dokter spesialis tumbuh kembang, Dr. Rodman Tarigan memberikan dua kubus merah dan hijau. Dokter malah membolehkan Bara membawa pulang dua kubus tersebut untuk latihan saling membenturkan dua kubus dalam genggaman tersebut di rumah.

Kemudian, ketika Bara harus dites perkembangan psikologinya dan akhirnya harus menempuh sesi terapi, lagi-lagi psikolog memberikan beberapa balok kubus. Ternyata psikolog bisa menilai intelektual seorang anak dari kemampuan memainkan balok-balok kubus tadi. Apakah diberantakin, disusun vertikal atau horisontal, atau bahkan dilempar.

Menilik bahwa beberapa dokter dan klinik menggunakan alat permainan edukatif yang sama, saya menduga bahwa APE ini pasti tidak mahal. Kubus ukuran 3 X 3 cm cukup segenggaman anak usia satu tahunan ini belinya di mana?

Pusat Penjualan APE Yayasan Beribu, Jalan BKR ni 1 – Bandung

Ternyata toko Alat Permainan Edukatif ini ada dekat rumah, tepatnya di jalan BKR no 1, tak jauh dari perempatan jalan Buahbatu, Bandung. Toko APE ini bersebelahan dengan TK & SD Yayasan Beribu.

Yayasan Bersekolah pada Ibu, disingkat Yayasan Beribu merupakan Yayasan sosial yang bergerak di pendidikan guru TK/PAUD, rumah perlindungan anak, dan pembinaan orang tua anak jalanan, didirikan oleh ibu Merry Effendi Saleh sejak tahun 1951.

Berbagai APE sesuai dengan tahap perkembangan usia si Kecil dengan harga sangat terjangkau ada di sini. Kubus-kubus kayu bercat warna dasar merah-biru-kuning-hijau ada dengan harga di bawah limapuluh ribu rupiah.

Bara latihan meronce dengan APE

Ada puzzle dengan berbagai bentuk, menjahit juga berbagai bentuk, kemudian juga meronce manik-manik. Sebagian besar memang terbuat dari kayu dicat warna-warni.

Ibu Ade Siti Djaenab, staf Yayasan Beribu

Menurut ibu Ade yang menjaga toko, cat yang dipakai sudah dipilih cat yang aman untuk anak-anak. Bu Ade yang telah bekerja di Yayasan Beribu sejak tahun 1990an ini juga fasih menjelaskan fungsi masing-masing APE.

APE ini diproduksi oleh berbagai rumah produksi binaan dari Yayasan Beribu dan tersebar di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Beberapa merupakan hasil karya dari kaum difabel yang telah dilatih oleh Yayasan Beribu. Pantas saja harganya terjangkau, karena diproduksi di dalam negeri dan merupakan industri rumahan yang juga menerima pesanan.

Nah, teman-teman blogger yang mempunyai putra-putri usia dini dan sedang jalan-jalan di Bandung, bisa mampir ke toko APE di jalan BKR no 1, telepon 022-7308323 /WA 0852-2983-4052. Toko tersebut buka hanya di hari kerja.

Bandung, 19 Januari 2019 (6)

signature haniwidiatmoko

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

17 Replies to “5 Tips Memilih Alat Permainan Edukatif (APE) untuk Anak Usia Satu Tahun”

  1. Ya Allah bun pas lihat foto mainannya. Bikin aku mupeng. Rasanya itu pengen ngeborong buat Erysha hahahha. Setuju bun kalau milih mainan untuk anak itu nggak boleh asal-asalan. Ada beberapa aspek yang perlu kita perhatikan ya. Apalagi untuk anak usia 1 tahun yang masih senang memasukkan apapun ke dalam mulutnya

  2. Betul banget Bun….memilih mainan untuk anak harus hati-hati. Bukan hanya soal bagus dan sedang trend saja, tapi juga memperhatikan tujuan edukasi dan keamanannya. Waktu masih ngajar dulu, sering banget beli APE dari Yayasan Beribu ini. Mulai terpikir ingin cari boneka tangan aaahhh, siapa tahu di sana ada koleksi yang menarik.

  3. Waaah kalau tokonya dekat rumah, bisa-bisa kalap. Dulu syaa beliin anak mainan asal menarik aja. Sekarang memperhatikan fungsi edukatif nya. Sehingga ketika bermain secara nggak langsung banyak hal yang bisa dia pelajari.

  4. MasyaAllah … Luar biasa ya, Bunda. Anak-anak memang harus diperlakukan secara istimewa sejak dini. Bahkan mainan pun harus dipilih yang aman dan edukatif. Padahal kalau kita berpikir sederhana, mainan ya hanya untuk dimainkan. Tapi pengetahuan orangtua memang sangat dibutuhkan di sini agar anak-anak dikenalkan dengan mainan yang bukan sekadar mainan saja.

  5. Aku dulu sempat jadi reseller APE lho, Mbak, meskipun nggak lama. Tapi benar sih, saat kita berjualan APE pun kita harus tahu kebutuhan dan permainan yang pas sesuai tumbuh kembang atau usia anak. JAdi waktu itu ya belajar-belajar gitu. Sekarang sebagian APE nya dipakai mainana anak-anak. MAsih belum berhasil jadi pedagang betulan, produknya buat anaknya aja, hehe

  6. Deket yah bun di BKR, next kalo nyari kado buat ponakan ato sodara aku langsung deh ke toko penjualan APE ini di BKR biar nggak salah pilih dan yang pasti aman buat anak

  7. wah emang ya mainan edukatif itu penting. Tapi kudu hati-hati juga yes, jangan sampai salah beli mainan hehe. dari kelima tips diatas emang bener banget bun. apalagi awet bisa buat adeknya lagi nanti wkwk. makasih sharingnya bun.

  8. wah lengkap juga, yaaaa. Kalo saya biasanya beli online, mbak. Tapi sejak tahu di deket rumah juga ada toko yg jual APE semacam itu, saya jadi beralih ke beli di toko deket rumaah aja, ga beli online lagi. hehehe

  9. Bu Hani, saya juga dulu kalau beli APE di yayasan beribu, tapi saat masih di Jl Cipaganti. Sekarang pindah ke Jl Buah batu ya? Wah semakin dekat tempatnya. Hmm, tapi beli buat siapa ya? Anak-anak sudah tidak balita lagi,

  10. Masya Allah Yayasan Beribu sudah ada sejak 1951. Salut dengan kegiatannya.
    Memang benar ya Mbak Hani, untuk masalah mainan ini kita musti pertimbangkan mulai dari tujuan dan hal-hal lain seperti yang disebutkan di artikel ini.
    Dan saya jadi iri, karena jaman anakku kecil, apalagi si sulung, belum banyak mainan bagus begini yang buatan lokal. Ada juga bikinan luar dan pastinya mahal….
    Kalau sekarang sudah banyak pilihan dan aman diberikan untuk anak-anak.

  11. Masya Allah, mainannya banyak dan beragam. Jadi ingat, waktu anak-anak masih kecil, kami sering berburu mainan untuk anak. Semoga usaha Yayasan Beribu sukses selalu, ya, Mba.

  12. Pas si kecil satu tahun dulu, saya juga beliin dia APE dari kayu, untuk belajar menyusun dan mengenali berbagai bentuk. Lebih awet memang, masih ada sampai sekarang. Sepenuhnya, macam2 APE tersedia di Posyandu juga untuk dimainkan bersama secara gratis. Jadi Akmal sekalian main2 di sana.

    Salut untuk Toko APE di Bandung yg disebutkan Bunda Hani ini. Toko ini sering ngikutin Islamic Book Fair gak ya? Soalnya pas ada IBF di Malang, selalu ada yg jual APE persis di foto2 di atas.

  13. Selain kreatif toko APE ini juga mempertimbangkan aspek keamanan ya bun,wah pas sekali nih kalau buat anak-anak. Saya juga suka belikan anak2 yang berbahan kayu,lebih awet dan bisa turun temurun,hehehe

  14. Alat Permainan Edukatif sangat dibutuhkan untuk anak-anak kita. Pastinya harus sesuai dengan usia anak krn berkaitan dgn stimulus. May jdx salut mb sm APE yg diproduksi oleh para difabel yang dikoordinasi Yayasan Beribu. Semoga dilncarkn semuanya, Aamiin…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *