Jejak Penulisan Sebagai Narablog di Tahun 2018


lifestyle / Selasa, Januari 1st, 2019

Artikel ini merupakan artikel pertama di tahun 2019 yang baru berlangsung 21 jam. Dalam beberapa jam ke depan, waktu sudah beranjak ke tanggal 2 Januari. Saya bahkan belum mengevaluasi pencapaian saya sebagai narablog di tahun 2018 yang lalu. Padahal di lini masa Facebook sudah seliweran bloher fames yang mewartakan penghasilannya sampai puluhan juta sepanjang tahun kemarin.

Lhah saya sudah dapat apa yah? Sudahkah saya menulis dengan benar? Apakah artikel saya bermanfaat? Jangan-jangan 85% artikel saya masih curhatan geje.

Jejak Penulisan Sebagai Narablog

Harusnya seperti blogger lain, eh … narablog ya sekarang,  evaluasi dilakukan di akhir tahun. Semacam kaleidoskop di acara TV itu. Apa saja yang terjadi sepanjang tahun 2018.
Lhah saya baru mau mendata sekarang. Berarti kan namanya jejak penulisan, bukan?

Mampir ke sini, Kaleidoskop Penulisanku

Let’s see, saya sudah menulis apa saja sebagai narablog.

Dari jumlah artikel, saya ternyata sudah menulis sebanyak 78 artikel. Dibagi 12 bulan, rata-rata tiap bulan 6 sampai 7 artikel. Sepertinya saya harus membuat target atau bullet journal, setiap minggu saya harus menulis berapa artikel untuk tahun 2019 ini. Supaya artikel saya lebih banyak lagi.

Niche blog saya lifestyle, tapi tak jauh-jauh dari parenting, travelling, dan penulisan buku. Tujuan membuat blog awalnya untuk menunjang penulisan buku saya. Walaupun belakangan,  saya malah lebih aktif ngeblog daripada menulis buku. Berkat ikut komunitas blogger, saya beberapa kali mendapat tawaran untuk menulis sponsored post. Kadang menulis konten, juga kadang ikut lomba blog bila temanya memungkinkan.

Kalau mau disejajarkan dalam tabel, artikel saya tersebut sudah mendatangkan pageview berapa ribu per bulan, kemudian nilainya secara materi berapa juta. Saya belum berani pamer seperti teman-teman lain. Diam-diam saja saya syukuri karunia Allah swt, bahwa saya masih mampu menuangkan buah pikiran melalui tulisan.

Merapikan Kategori Jejak Penulisan

Sambil jalan saya masih merapikan kategorisasi artikel saya. Setelah saya ikut kelas Ngeblog Pro yang dimentori Carolina Ratri dan Febriyan Lukito, saya malah obrak-abrik lagi artikel lama. Saya perbaiki keyword dan struktur penulisannya.

Disinilah berbahagianya ngeblog. Artikel lama bisa saya edit lagi disesuaikan dengan zamannya.

Kategori blog saya lifestyle mencakup parenting dan kesehatan, travelling, dan blogging & writing. Ketika saya cek ke Google Analytic, ternyata artikel yang menjadi urutan pertama, artikel tentang mengatur keuangan. Sesuatu yang tak terduga, karena artikel tersebut berupa tips sederhana yang saya terapkan sehari-hari. Senangnya, artikel berkategori parenting tersebut saya tulis di tahun 2016.

Artikelnya: Mengatur Keuangan dengan Tabel Sederhana

Untuk kategori travelling merupakan catatan perjalanan saya bersama keluarga atau teman-teman. Kategori ini cukup luas, karena saya bisa menceritakan tentang lokasinya, potensi wisatanya, obyek bangunan, hingga kuliner. Sepanjang tahun 2018 yang lalu, ada 16 artikel tentang wisata yang saya tulis. Kurang banyak, deh. Coba kalau seminggu sekali menulis travelling, kan ada 50-an artikel.

Sedangkan kategori blogging & writing, untuk content placement dan content writing, saya menulis 9 artikel. Tidak banyak ya … Mungkin karena DA/PA berkutat di 29/37, pengaruh juga bagi klien yang akan titip external backlink di blog saya. Apalagi saya kurang banyak follower di medsos. Halah … Walaupun demikian rasa syukur berlipat harus saya panjatkan ke hadiratNya, bahwa blog saya menghasilkan.

Kemudian achievement lain ketika saya ikut lomba blog, itu juga sudah anugrah terindah di tahun 2018. Kilas balik berani-beraninya saya ikut lomba segala, saya ikut 12 lomba. Dan tarrra … yang dilirik juri, 4 lomba. Lumayan sepertinya, 30%. Boleh lah, menghibur diri ….

Salah satu kategori blog saya yang tercakup dalam blogging & writing adalah Tips Menulis. Saya tempatkan di slide atas blog saya. Selama tahun 2018 kemarin, baru 4 artikel Tips Menulis. Doakan lebih banyak lagi tips menulis yang saya bagikan ke teman-teman blogger ya ….

Last but not least, saya justru tersanjung ketika blogger terkenal yang menjadi guru ngeblog, Carolina Ratri, bersedia menyematkan tulisannya sebagai Guest Post.

Artikelnya di sini.

Demikianlah Jejak Penulisan sebagai Narablog di Tahun 2018 yang menjadi titik tolak evaluasi saya dalam hal ngeblog. Semoga tahun 2019 lebih banyak lagi artikel yang saya tulis.

Bandung, 1 Januari 2019

signature haniwidiatmoko

twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

34 Replies to “Jejak Penulisan Sebagai Narablog di Tahun 2018”

    1. Baru-baru ini dishare di grup kita, Narablog terjemahan dari Blogger. Kerjanya yaaa ngeblog. Hehe…
      Blogger profesional penghasilannya dari menulis artikel untuk blog. Bisa review produk, info perjalanan, sharing tentang berbagai pengetahuan, dan lain-lain.
      Saya sih belum fulltime blogger. Masih belajar menulis lebih konsisten aja sih.
      Semangat ngeblog yaa…

  1. Jadi malu, aku juga belum menulis review 2018, padahal sudah tanggal 2, hahaha…parah!
    Overall,buatku blog Mbah Hani udah profesional.Perbaikan di sana-sini iu wajar, karena kita harus update kan. Yang penting tetap konsisten aja. Good luck for 2019

    1. Iya nih mb Damar. Pengen gitu rutin, seminggu berapa artikel. Bahkan tiap hari…Hehe…
      Kayaknya belum nih kalau tiap hari…
      Sama Mbak…semangat yaa di tahun 2019.

  2. Mbak Hani udah keren doong. Kalau baca sharing beginian saya jadi tertular semangat nih. Walaupun masih banyak yang belum ngerti. Masih berkutat keras untuk bisa menulisnya juga. Hihi

  3. Bunda hebat banget produktif. Aku udah tanggal dua belum evaluasi blogging 2018 lalu. Takut shock karena ga produktif whehehe

    Semoga bisa lebih produktif, utamanya lebih happy dalam menulis dan berbagi

  4. Dan aku bahkan belum evaluasi ttg apa saja yang aku lakukan selama ini dengan blogku. Jadi semangat baca artikel ini. Semangat untuk kita semua ya Bunda…

  5. Pencapaian ya warbiyasaaah..Keren bingits!
    Perbaikan artikel lama nih yang saya belum Mbak..Padahal beberapa artikel evergreen musti diupdate. Duh jadi diingatkan baca ini.
    Juga rapi sana-sini…dudududu. Banyak PR juga ternyata hahaha
    Semangaaat!

  6. Wah, saya baru mulai evaluasi ngeblog di tahun lalu, nih. Hehe… Kebanyakan liburan sih 😀

    Keren lah pencapaiannya, Bun. Setelah evaluasi, memang harus disyukuri apapun hasilnya ya, Bun. Saya mau ikutan semangat juga, lah 🙂

  7. Wah kerennn nih mb Hani, saya jd semangat belajar. Yg pnting bgmn sy bs konsisten sembari lirik tulisan sana sini hehe… Apalgi tulisan para jawara… Smngat2…

  8. Waah..jadi berasa dicolek deh.hehehe..saya mah ngeblog ya buat curhat & sharing. Boleh diconteknya evaluasinya Mba?. Saya juga ga tau kapan blog saya bisa menghasilkan?😃😃
    Betul Mba, artikel ttg keuangan selalu menarik..
    Saya th 2014 nulis artikel ttg Menghindari terjerat CC. Waduuh Mbaaa…..sampe sekarang masih aja ada yg komen & yg komen sampe ratusan, mulai dr orang indonesia sampai orang asing. Pyaing juga bacanya..hhehe
    Ok Mba Hani, good luck di th 2019 ya

  9. Wah, kalo saya baru banget. Belum sebulan lah. Masih banyak banget yang perlu dipelajari. Makasih mbak hani. Artikel ini makin membuka wawasan saya ttg dunia blogging

  10. Baru baca kata “narablog”, langsung search, eh ketemu. Narablog itu sama kayak narasumber yah mbak. Jadi sumbernya di ganti dengan kata blog. Apa sama dengan penulis konten? Hehe…

    1. Narablog, terjemahan dari kata blogger. Sebagai blogger, bisa penulis konten (content writer), review, artikel, content placement, tutorial, dan lain-lain. Banyak…
      Pokoknya medianya blog.
      Makasih ya sudah mampir…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *