Bersama Lebih Baik! Saatnya Unjuk Kebolehan Individu Autistik


lifestyle / Minggu, Februari 10th, 2019
individu autistik

Teman-teman narablog, kalau mendengar kata individu autistik, kebanyakan dari kita yang terbayang adalah seseorang yang asyik dengan dunianya sendiri, sulit berkomunikasi apalagi menyatakan ekspresinya. Benarkah?
Stigma seperti ini berusaha didobrak oleh Dyah Puspita pendiri Rumah Belajar Tata, sebuah lembaga pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus di Jakarta Timur.

Kisah tentang Dyah Puspita ada di: Tidak Ada yang Tidak Mungkin

Ita, Tatah, atau ibu Dyah Puspita, ibunda dari Ikhsan Priatama Sulaiman, seorang penyandang autistik non verbal. Dulu ketika Ikhsan dinyatakan autistik, mendobrak selubung komunikasi merupakan perjuangan luar biasa dari Ita. Oleh sebab itu dengan pengetahuannya sebagai psikolog dan pengalaman menangani anak berkebutuhan khusus, maka Rumah Belajar Tata (RBT) didirikan.

rumah belajar tata

Sejak beberapa tahun ini, Ikhsan, menunjukkan bakat luar biasa dalam bidang seni lukis. Fokusnya pada obyek-obyek yang ada di sekitar kita dengan media kanvas dan cat acrylic. Kalau saya perhatikan dari ke hari lukisannya semakin ekspresif, dengan kombinasi pilihan warna yang ceria dan berani.
Lukisannya sudah puluhan, sehingga Ita kesulitan juga menyimpan karya putra semata wayangnya yang makin menumpuk.

Oleh sebab itu ada ide untuk mengadakan pameran lukisan bersama-sama dengan teman-teman Ikhsan yang mempunyai kemampuan melukis juga. Waktu itu dipilih tanggal 27 Januari 2019, yang merupakan hari ulangtahun Ikhsan yang ke-28. Kebetulan hari Minggu, dan kebetulan Bude Hani bisa datang.

individuaustistik
Mulai dari koleksi di rumah. Bukan hanya dinding ini. Tapi ada beberapa dinding lain, sampai ke jendela. Mulai khawatir akan 'keselamatan' karya-karya Ikhsan... Selain itu, aku, sebagai ibunya, merasa sudah berhutang kepada anak semata wayang yang autistik ini.. Maka dengan bantuan sang Bapak Sam Monareh dan crew Rumah Belajar Tata, maka dibuatkanlah Pameran Lukisan pertama bagi sang pelukis... Jakarta International Equestrian Park, Minggu, 27 Januari 2019. Persis di hari ulang tahunnya yang ke 28. Alhamdulillah...

Unjuk Kebolehan Individu Autistik

Acara bertema “Bersama Lebih Baik” digelar di Jakarta International Equestrian Park (JIEP), dengan susunan acara panggung pembira siswa RBT, pameran produk autistik berdaya (buku, makanan, pernak-pernik). Acara yang hanya disiapkan sejak 3 minggu sebelumnya tersebut dimulai sejak pukul 09:30.

Selain unjuk kebolehan siswa RBT, ada individu autistik remaja dan dewasa yang turut ambil bagian untuk memeriahkan acara ini. Antara lain,

Arinditya Wrningdhanu, biasa dipanggil Arin, siswa Jakarta Culinary Centre, yang berjualan kue, asinan, manisan rambutan buatan sendiri.

Arsa Bintang Candra, biasa dipanggil Arsa, siswa Sanggar Anak Alam Yogyakarta. Pemuda ini mempunyai ketrampilan sulam tusuk jelujur (double running stich/ holbein stich) dan membuat patchwork.

Kemudian ada Kay Andrew Wibisono, pemuda yang mempunyai minat kuat membuat makanan sendiri. Sekarang Kay memroduksi Cold Pressed Juice dan Green Juice, berbahan dasar saur organik dan buah-buahan, dengan brand OKAY JUICE.

Fairuz Nurul Izzah, gadis manis yang lebih akrab dipanggil Fai, penyandang Asperger Syndrome. Kemampuannya menulis telah menerbitkan buku yaitu Lessons of Friendship, dan My Life My Dream. Tulisan-tulisan non-fiksinya bisa dikunjungi di blog Kompasiana dan Fairuz Stories.

Kemudian Christian Tjitraganda, atau Chris, alumni Polytechnic Manufactur Bandung dan saat ini melanjutkan program S1 Automotive Engineering di International University Liason Indonesia, BSD.
Sebagai mahasiswa Chris membantu ibunya menjual makanan khusus diet, healthy vegan, serta kebutuhan khusus lainnya, dengan brand Naturales Essen.

Muhammad Khariz Aradea, biasa dipanggil Ara, alumni D3 Manajemen Pemasaran di Politeknik Negeri Jakarta. Minatnya pada musik dan biasa bermain keyboard pada aneka acara, termasuk di hari Minggu itu. Acara ini dimeriahkan juga oleh Duo ‘A’, yaitu Arya dan Abhi yang memainkan saxophone.

Pameran Lukisan Individu Autistik

jakarta international equestrian park
Jakarta International Equestrian Park
individu autistik
Ikhsan dan Bude Hani

Sayangnya saya tidak sempat menikmati acara panggung gembira, karena kereta api Argo Parahyangan masuk ke stasiun Jatinegara sudah pukul 11:00. Turun di stasiun Jatinegara, saya langsung ke lokasi, kira-kira hanya 15 menit perjalanan naik mobil.
Acara yang diselenggarakan di gedung JIEP merupakan gedung megah yang masih menyisakan aura Asian Games 2018 yang lalu.

Acara “Bersama Lebih Baik” juga menggelar pameran lukisan karya Ikhsan Priatama Sulaiman (28 tahun), Daffa Airotama Kumara (20 tahun), dan Ruben Raihan Rotty (18 tahun).

Sesampainya saya di lokasi, ketika turun dari taxi, saya melihat seorang pemuda sedang menyendiri di tepi kolam di depan pintu masuk gedung.
Lho, Ikhsan. Ini senimannya, kok, ya, ada di depan sendirian. Woles saja dianya …

Tak ingin ketinggalan momen, Budenya ya wefie saja bareng artist.

Begitu masuk ke lobby terpajang beberapa lukisan dari Ikhsan, Daffa, dan Ruben. Masing-masing dengan gayanya. Belum apa-apa saya sudah kagum. Siapa bilang individu autistik tidak bisa berekspresi, apalagi melalui lukisan?

individu autistik
karya Ruben
daffa-individuautistik
karya Daffa
individu autistik
karya Ikhsan
pameran
pameran lukisan individu autistik

Ikhsan Priatama Sulaiman

Lahir di Jakarta, 27 Januari 1991, Ikhsan sudah ada masalah perkembangan sejak usia 2 tahun dan menjelang 3 tahun, didiagnosis autistik oleh ibunya sendiri, Dyah Puspita.
Baru tahun 2000, Ikhsan sekolah di Sekolah Mandiga, sebuah sekolah untuk ABK di Jakarta Selatan, hingga tahun 2007.

Sejak usia 3 tahun Ikhsan menunjukkan ketertarikan pada kegiatan menggambar, mewarnai, dan coret-mencoret. Pengarahan dalam keterampilan menggambar ia peroleh dari gurunya di Sekolah Mandiga, Ibu Santi, dan sebelum usia 15 tahun ia belajar melukis acrylic on canvas pada Mas Rimbi Poerbonoadi.

Ikhsan kembali melukis serius sejak bertemu ibu Natali pada September 2015. Semenjak itu, keterampilan melukisnya berkembang pesat dan karyanya mendapat apresiasi banyak pihak.

Sejak 2016, Ikhsan bekerja di PT Rumah Belajar Tata, sambil terus meningkatkan keterampilan melukisnya. Ikhsan dapat dihubungi melalui ibunya Dyah Puspita, atau melalui email di rumahbelajartata@gmail.com

individu autistik
karya Ikhsan

Daffa Airotama Kumara

Anak pertama dari 3 bersaudara, lahir di Jakarta, 19 November 1998. Sejak usia 4 tahun Daffa mulai gemar menggambar terutama masjid. Bila melihat masjid, ia akan menatap selama beberapa saat, lalu di rumah akan menggambarkan sampai detail.
Tahun 2011 saat berusia 13 tahun Daffa mulai dibimbing bapak Alianto dari Galeri Lukis Rumah Belajar Tamansari Persada, Jatibening, Bekasi.
Saat ini Daffa menimba ilmu di sekolah khusus lanjutan untuk individu autis Lembaga Pendidikan Lentera Asa di Ciangsana.

Daffa dapat dihubungi melalui Mama Daffa (Ibu Ita Widyatirta), email itaffasha@yahoo.com

individu autistik
karya Daffa

Ruben Raihan Rotty

Lahir 1 Juni 2000, Ruben saat ini duduk di kelas 12 Sekolah Tunas Indonesia, dan sudah diterima di Universitas Multimedia Nusantara untuk tahun angkatan 2019, di program studi Desain Komunikasi Visual.

Sejak kecil Ruben sudah tertarik membuat aneka coretan, tetapi bari di tahun 2014 belajar menggambar secara intensif.

Ruben bereksplorasi memakai aneka media. Antara lain media ink, pensil, spidol, cat akrilik dan cat minyak, cat air, serta pastel crayon.
Selain melukis, Ruben senang menggambar karikatur, karakter komik, maupun sketsa.

Lukisan Ruben bisa dicetak ke dalam bentuk celemek, kartu ucapan, gelas, baju kaus, dan alas piring (placemat).

Ruben dapat dikontak melalui ruben@rotty.net, facebook.com/LukisanRuben serta melalui ibu Ani Haryani Rotty-Martokoesoemo.

pameran
karya Ruben

Sepanjang siang itu, selain saya puas mengamati tiap-tiap karya para seniman tersebut, tentu saja bisa silaturahim dengan keluarga kakak, adik-adik, keponakan, sepupu, tante, dan banyak kerabat lain.
Kira-kira pukul 14:00 saya pun harus bersiap menuju stasiun Gambir, untuk naik kereta api yang akan mengantar kembali ke Bandung.

Keesokan harinya saya mendapatkan pesan WA dari adik saya, Ita:

Berbagi berita.

Alhamdulillah.
Ikhsan pajang 35 lukisan plus yang utk hadiah PT PMJ penyumbang gedung, laku 20 dibeli teman plus kerabat…

Ruben pajang 10 lukisan, laku 2 lukisan plus aneka pernak pernik..

Daffa pajang 8 lukisan laku 1 plus prospect melukis Sinta Nuriyah dan Sultan+Gusti Hemas…

Ketua Panitia berpikir mengulang kesuksesan di kemudian hari…
Alhamdulillah..
Terimakasih banyak atas dukungannya… 🙏

fotobersama-individuautistik
BERSAMA LEBIH BAIK!
individu autistik
Para Mama
budehani
Bude Hani
pameran
Hadiah dari PT Rumah Belajar Tata untuk PT Pulo Mas Jaya --- yang kemudian diserahkan kepada JIEP = Jakarta International Equestrian Park

Sebagai Budenya yang tahu betul kondisi Ikhsan sejak kecil, perjuangannya bisa sampai seperti sekarang membuat saya terharu.
Perjalanan panjang para individu autistik meraih kesuksesan tidak bisa lepas dari perjuangan keluarga, guru, teman, dan lingkungan sekitar, yang mengerti keterbatasan dan potensi mereka.

Sesungguhnya memang Bersama Lebih Baik!

signature haniwidiatmoko
Bandung, 10 Februari 2019
twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

10 Replies to “Bersama Lebih Baik! Saatnya Unjuk Kebolehan Individu Autistik”

  1. Saya selalu percaya, setiap anak terlahir dengan kecerdasannya masing-masing. Dan, terbukti anak-anak yang terdiagnosa autis juga memiliki kecerdasannya sendiri. Tinggal, bagaimana kita sebagai orang tua dan orang-orang yang ada di sekeilingnya terus memberi semangat dan dukungan.

  2. Wow! saya speechless bacanya Bunda…
    Luar biasa ya, setiap anak dibekali ketrampilan dan kelebihan khusus yang membuatnya spesial. Bangga banget sama mereka, dan orangtuanya yang telah berjuang sampe sejauh ini. Maju terus dan selalu sukses!

  3. Saya meweek bacanya.
    Masya Allah Tabarakallah.. Ikhsan…Sungguh Allah memberikan kelebihan dan kekurangan pada setiap hamba-Nya. Salut untuk Bunda, Ayah, keluarga, Guru beserta pendukungnya. Semoga langkah Ikhsan dan teman-teman berkreasi di keterbatasan selalu dimudahkan dan dilancarkan-Nya. Aamiin

  4. Ahhh bunda emang Allah itu gak pernah mendzalimi hambaNYA semua sudah diciptakan sedemikian sempurna dengan kekurangan dan kelebihan yang diberikan. Ya inilah buktinya anak2 yang ada msalah sejak kecil ternyata bisa kok berkreasi malah bisa jadi anak normal pun belum tentu bisa seperti ini. Aku terharu bunda

  5. Masya Allah, tabarakallah.
    Suka baca tulisan Bund Hani ini. Sebuah bukti kesabaran para orang tua dalam mendampingi para Bintang. Ya, mereka adalah bintang yang terang dengan sinarnya sendiri sebagai anugerah dari Ilahi.
    Perlu diperbanyak acara seperti ini, Bund. Salut.

  6. MasyaAlloh, terpesona dengan karyanya yg luar biasa. Anak-anak spesial yg luar biasa pasti memiliki orangtua yang luar biasa juga. Setiap anak adalah anugrah dengan segala kelebihan dan kekurangan nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *