Kehilangan Akun Media Sosial dan Tips Mengembalikannya


lifestyle / Minggu, Februari 10th, 2019

Teman narablog, pernah merasakan kehilangan tidak?

Pernah lah yah.

Bisa kehilangan barang, kehilangan anggota keluarga, kehilangan kesempatan. Biasanya kalau kehilangan sesuatu tadi, ada perasaan kecewa, kesal, sedih, menyesal, marah, atau panik. Kalau kehilangan barang, kemungkinan mendapatkannya kembali untung-untungan. Bisa hilang selamanya, bisa juga ditemukan kembali. Sedangkan kehilangan anggota keluarga, pengertian umumnya adalah hilang selama-lamanya, atau meninggal. Tentu saja tak akan kembali.

Tema 1 minggu 1 cerita kali ini tentang Kehilangan. Nah, ketika kehilangan akun media sosial? Bagaimana perasaan kita?

Akun Media Sosial

Sejak akun media sosial marak di awal abad ke-21, kita seolah mendapatkan identitas baru melalui dunia maya. Melalui media sosial tersebut kita bisa eksis, tanpa harus repot-repot dandan dan melakukan perjalanan untuk bertatap muka. Ruang maya tersebut seolah benar-benar ada di depan mata.

Melalui akun media sosial ini, ibaratnya kita memiliki identitas baru selain kartu identitas sejenis KTP, SIM atau paspor. Perilaku tersebut mewabah di hampir semua lapisan masyarakat, dari remaja hingga para lanjut usia. Nama akun pun boleh dipilih sesuka hati. Bisa disesuaikan dengan identitas di dunia nyata atau nama yang sama sekali berbeda.

Apalagi cara membuat akun media sosial tersebut sangat mudah. Kita hanya berbekalkan nomor ponsel, alamat email, dan jaringan internet yang mumpuni. Coba bandingkan dengan membuat KTP, alamat harus jelas, harus lapor terlebih dahulu ke RT, RW, dan seterusnya.

Begitu pula bila mengurus SIM, untuk SIM baru harus tes terlebih dahulu kemampuan mengemudi, teori dan praktek. Tes kesehatan, mulai dari butawarna atau tidak dan tes pendengaran. Bayangkan bila ternyata yang mengemudi tidak mendengar, kan, diklakson tidak respon.

Bila membuat akun media sosial, itupun nomor ponsel, alamat email, bahkan alamat rumah disarankan tidak disebarluaskan ke khalayak. Maksudnya adalah menjaga privasi, tetapi di sisi lain, bisa saja identitas yang dibuat oleh seseorang, bukan identitas asli.

Sejak Facebook marak sekitar tahun 2008, hampir semua orang bisa fesbukan. Melalui fesbuk bahkan kita bisa mencari teman yang sudah lama hilang, sehingga silaturahim kembali dijalin.

Selanjutnya berbagai media sosial baru datang silih berganti. Masyarakat pun dihadapkan pada banyak pilihan. Media sosial yang sekira kurang menarik, dengan cepat surut, dan ditinggalkan pengikutnya.

Hingga tahun 2019 ini, Instagram, Facebook, dan WhatsApp merupakan jenis yang dimiliki hampir sebagian besar pengguna media sosial. Walaupun masih ada jenis lain Twitter, dan LINE.

Sedangkan Google+ bahkan memang akan ditutup oleh Google. Otomatis siapa saja yang mempunyai akun ini, akan kehilangan secara permanen mulai awal April 2019.

Baca juga: Grup WhatApps, Gaya Silaturahim via Langit

Akun Media Sosial yang Menggoda

Komunitas media sosial melalui nomor ponsel, sebut saja grup WhatsApp.

Hampir tak ada di sebuah keluarga tanpa grup ini. Teman saya bahkan mempunyai puluhan grup dengan berbagai situasi. Sering juga dalam beberapa grup, ketemunya orang-orang yang sama.

Ditengah komunikasi dunia yang sekarang dikuasai oleh komunikasi digital, maka dunia bisnis pun memakai fasilitas yang disiapkan oleh Instagram dan Facebook tersebut.

Instagram yang semula untuk sharing foto bagus oleh pemilik akun, membuat aktifitas baru bagi pemilik akun lain. Maka istilah saling follow seolah menjadi ajang pertemanan baru yang dinilai dari jumlah followersnya. Padahal, sebagai besar yang saling berteman dan saling follow tersebut banyak yang belum pernah bertatap muka sekalipun.

Akun media sosial menjadi sangat menggoda, karena klien melihat juga, jumlah followers seseorang di dunia maya tersebut.

Baca juga: Meningkatkan Potensi Diri melalui Komunitas Media Sosial

Kehilangan Akun Media Sosial

Baru-baru ini di grup WhattsApp dan Facebook, ramai mengeluhkan bahwa akun seseorang hilang. Bukan hanya soal hilangnya akun, tetapi beberapa kali saya jumpa, akun itu ternyata dibajak.

Modus membajak akun seseorang tersebut bertujuan untuk melakukan penipuan dan merugikan orang lain, dengan mengatasnamakan nama akun yang dibajak.

Pernah pada suatu hari, Facebook atas nama suami hilang dan tidak bisa diakses. Suami pun mengganti passwordnya. Tak lama kemudian akun fesbuknya tampil lagi. Tak lama, ternyata dibajak lagi.

Begitu terus berulang, hingga akhirnya tidak bisa diakses sama sekali oleh suami. Ternyata dalam keadaan dibajak atau dihack tersebut, seseorang yang mengatasnamakan suami, menghubungi nama-nama teman, dan meminta dana. Celakanya ada teman yang kena tipu.

Saya pun berinisiatif email ke kantor pusat Facebook, tentang permasalahan kami. Dengan disertai bukti-bukti identitas diri asli, bahwa memang suami ada orangnya di dunia nyata. Akun Facebooknya pun kembali normal.

Tips Mengembalikan Akun yang Hilang

Kehilangan akun media sosial, misalnya Instagram, lebih disebabkan banyak foto-foto yang sudah tayang, ternyata tidak bisa diakses oleh pemiliknya. Ada juga alasan kekecewaan akun hilang, karena jumlah followersnya sudah banyak.

Bisa dimengerti, individu yang sangat concern dengan jumlah followers, karena mereka mencari rizki melalui media sosial.

Jadi, teman narablog, tidak perlu panik.
Cara yang sama pun bisa kita lakukan bila akun media sosial lainnya juga tiba-tiba menghilang. Ada tempat untuk pengaduannya dengan email ke pusat administrasinya.

Cara mengembalikan akun Instagram:

  1. Masuk ke alamat: https://help.instagram.com/
  2. Pilih Privacy and Safety. Nanti akan ada keterangan: Report Something.
  3. Pilih Hacked Account. Akan ada pilihan, jawab: I think my account has been hacked, dan pilih: Report it to us.

Selanjutnya, akan dimintai beberapa keterangan yang berguna untuk membuktikan bahwa kita benar-benar pemilik akun. Seperti halnya waktu saya menyelamatkan akun Facebook suami, saya email foto diri dan kartu identitas suami.

Nah, teman narablog, pernah kehilangan akun media sosial juga? Silakan share pengalaman atau perasaan ketika kehilangan tersebut …

signature haniwidiatmoko
Bandung, 10 Februari 2019
twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

23 Replies to “Kehilangan Akun Media Sosial dan Tips Mengembalikannya”

  1. Wah ini memang sedang marak sekali mbak Hani. Instagram ataupun akun media sosial merupakan rumah kedua bagi pemiliknya. Tak jarang merupakan salah satu tempat mencari rupiah. Jadi kalau hilang berasa kehilangan barang berharga ya.
    Trims mbak sharing nya manfaat sekali.

  2. Aku facebook bun udah lama banget. Padahal isinya mulai dari temen SD ada. Entah kenapa tiba2 ada yang mengganti emailku. Terus pas aku lihat profile aku diganti jadi Mega (Toko HP BM) sedih banget. Baru taun lalu lagi aku mulai bikin facebook cuma ya gitu bun jarang aku lirik makanya pertemanannya pun seadanya

  3. Duh tambahan ilmu, alhamdulillah belum pernah kehilangan, tapi dihack pernah. Tapi sekalian saya hapus karena terlalu banyak tidak senonohnya info yang masuk. Akun sosial media saya yang lain aman karena memakai email yang lama, dan terhapus dengan password kini. Semoga aman

  4. aku pernah facebook hilang jaman kuliah, entah kenapa tiba-tiba udah enggak ada aja. karena enggak tau cara mengembalikannya. akhirnya bikin baru deh wkwkwk. makasih bun tipsnya, nanti kalo aku hilang lagi udah gak panik lagi kaya dulu hehe.

  5. Semoga saja enggak kejadian ke saya Mbak..cuma kehilangan follower kemarin. Sempat heran, cuma karena ternyata memang kebijakan Instagram ya gapapa..mungkin akun abal abal itu.
    Thanks buat sharingnya. Jadi bias siap-siap kalau kejaidan nanti 🙂

  6. Alhamdulillah, selama ini belum pernah dan semoga tidak pernah kehilangan akun medsos. Paling, yang kemarin aja ramai dibicarakan, beberapa follower isntagramku tiba2 hilang. Tapi gpp, anggap aja dinamika dunia medsos.

  7. Aku pernah sekali ngalamin kejadian yang mirip seperti ini Bun. Foto dan nama di fb diambil orang tak bertamggung jawab dan dipake untuk bikin akun di Path. Aku taunya dari temen yang punya akun Path, yg katanya terima req pertemanan dariku padahal aku gak main Path udah 2 tahun. Untung dari beberapa orang yang dimintain pertemanan nggak ada yang kena tipu secara material. Sampe skrg aku bl tau siapa pelakunya. Hii ngeri

  8. Alhamdulillah saya belum pernah kehlangan akun. Eh iya mbak, saya pernah punya dua fb. Nah, yang jarang saya pakai tuh tiba-tiba ada yang pakai, langsung deh saya hapus tuh akun. Beruntung masih on di hape saya

  9. Saya mlah pernah kehilangan email saya. Sy kira sy salah password, tp semua password yg pernah sy buat nggak berhasil. Sy coba reset password biar kembali tetap nggak bisa balik. Akhirnya buat email baru lagi.

  10. Saya pernah ngalami, akun FB di hack..memang ga ada permintaan uang ke teman2, tp mereka.kirim gambar & video porno. Abislah saya di tegur teman & banyak juga ga unfriend. Alhamdulillah anak langsung menghubungi admin & FB bisa.kembali walau sudah terlanjur malu.
    Makasih sharingnya Mba, jd bisa sendiri deh klo di hack lagi. Tapi jangan sampe dibajak lagi aah..hehe

  11. kalau saya mbak akunnya sudah hilang, tp karena deactive hehehe sudah lama banget ngilangin akun facebook
    tapi kalau akunnya hilang karena dibajak orang itu nyesek sih, kalau laporan akun kena hack gitu lama ga ya mbak prosesnya? was was euy sama akun ig walaupun ga ada apa2nya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *