Semarak Festival Imlek dan Cap Go Meh Primadona Wisata Kota Singkawang

wisata kota singkawang

Teman-teman narablog,
Sudah tahu belum kalau Imlek ada acara apa saja? Kemudian apa itu Cap Go Meh? Jangan-jangan yang teringat lontong Cap Go Meh saja. Itu kesukaan saya banget.
Perlu teman-teman ketahui, di Singkawang setiap tahun ada Festival Imlek dan Cap Go Meh, lho.
Untuk itu perlu kita ketahui terlebih dahulu potensi wisata kota Singkawang tersebut.

Singkawang Kota Seribu Kelenteng

wisata kota singkawang
peta lokasi kelenteng

Kota Singkawang, sebuah kota di Kalimantan Barat, berjarak 145 km arah Utara kota Pontianak, posisinya di tepi pantai yang berbatasan dengan laut Natuna, dan dikeliling oleh pegunungan Raya, Pasi, Poteng, dan Sakok.

Singkawang berasal dari kata San Keuw Jong (bahasa Hakka), artinya sebuah kota di bukit dekat laut dan endapan muara sungai. Dulunya adalah sebuah desa berlokasi strategis bagian dari wilayah Kesultanan Sambas. Desa ini merupakan desa persinggahan para pedagang dan penambang emas yang berasal dari negeri China, menuju Monterado (Bengkayang), sebuah tempat penambangan serbuk emas.
Banyak dari penambang tersebut akhirnya beralih profesi menjadi petani dan pedagang, kemudian menetap di Singkawang.

Menurut sejarah bahkan sejak 1834, George Windsor Earl menuliskan kata “Sinkawan”dalam bukunya The Eastern Seas. Sejak itu Singkawang mulai dikenal dunia.

Boleh dibilang dalam perkembangannya kota Singkawang ibaratnya melting-pot, berbagai adat budaya dan bangsa bercampur serta menyatu dengan harmonis. Percampuran etnis Tionghoa, Melayu, dan Dayak, ini tentu saja menyebabkan berbagai bangunan peribadatan dibangun untuk para penganutnya, termasuk penganut Buddha dan Kong Hu Cu.

Bila kita search di Google, tampak beberapa titik kelenteng yang cukup terkenal. Tercatat ada ratusan kelenteng dengan gaya arsitektur unik dengan ciri khas berwarna merah dan ornamen liong. Oleh sebab itu kota Singkawang juga dijuluki sebagai kota seribu kelenteng.

Atraksi di Festival Imlek dan Cap Go Meh

Pengertian Imlek adalah Tahun Baru pada kalender Tionghoa. Setiap pergantian tahun tersebut dirayakan selama 15 hari penuh. Dimulai di hari pertama bulan pertama kalender Tionghoa dan diakhiri dengan Cap Go Meh. Cap Go Meh, artinya hari kelimabelas (cap, sepuluh; go, lima; meh, malam).

Tahun baru Imlek muncul dari tradisi masyarakat Tiongkok yang dianggap sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan sekaligus harapan agar musim berikutnya memperoleh hasil yang lebih baik.

Di seluruh dunia di mana berkumpul etnis Tionghoa, Imlek dan Cap Go Meh memang dirayakan secara besar-besaran. Bahkan beberapa hari sebelumnya keluarga-keluarga dari segala penjuru berkumpul untuk melakukan berbagai ritual. Misalnya pemujaan kepada leluhur, upacara kematian, memelihara meja abu, ziarah dan membersihkan kuburan leluhur.

Kota Singkawang dengan populasi penduduk etnis Tionghoa lebih dari 60% tentu saja tak lepas dari semarak perayaan Imlek 2570 tersebut, yang disebut sebagai Festival Imlek dan Cap Go Meh.
Bahkan pada tanggal 19 Februari 2019, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, khusus melepas Parade Tatung yang berjumlah 1.060 peserta.

Dalam kesempatan membuka Festival tersebut pesan Menteri Pariwisata adalah, bahwa sebuah wilayah atau kota akan berhasil pariwisatanya bila memenuhi 3 hal, yaitu Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi. Singkawang dalam hal atraksi sudah memenuhi, karena Festival Imlek dan Cap Go Meh merupakan agenda tahunan.

Tatung, antara atraksi dan toleransi

wisata kota singkawang
tatung, sumber: genpisingkawang

Dalam kepercayaan yang berkaitan dengan Imlek, ada ritual menangkal kesialan pada masa mendatang dan mengusir roh-roh jahat, yang disimbolkan dalam pertunjukkan Tatung.
Atraksi Tatung merupakan puncak dari Festival Cap Go Meh Singkawang, diwarnai dengan kejadian mendatangkan roh-roh baik dari orang-orang yang sudah meninggal yang merasuki tokoh-tokoh pahlawan dalam legenda Tiongkok.

Upacara pemanggilan Tatung ini dipimpin oleh pendeta dan diyakini mampu menangkal roh-roh jahat yang hendak mengganggu keharmonisan hidup masyarakat.

Pada pelaksanaan ritual Tatung, banyak warga Dayak yang turut serta menjadi Tatung. Mereka terdorong berpartisipasi karena kemiripan ritual dengan upacara adat Dayak.
Tatung akan dirasuki roh orang meninggal, kemudian akan bertingkah aneh, misalnya menginjak-injak sebilah mata pedang atau pisau, atau menancapkan kawat baja runcing, tanpa sedikitpun terluka.

Perlu diingat, bahwa telah terjadi asimilasi dari kedua etnis ini sejak ratusan tahun yang lalu, sehingga tidak ada lagi kecanggungan antara etnis Tionghoa dan suku Dayak.
Tak heran pula, bahwa kota Singkawang merupakan kota tertoleran se Indonesia.

Atraksi Simbol Keberuntungan

replika singa raksasa
replika singa raksasa, sumber foto: genpisingkawang
wisata kota singkawang
replika 12 naga, sumber foto: genpisingkawang

Ada hal yang berbeda di Festival Imlek dan Cap Go Meh 2019 di Singkawang ini, yaitu pameran dan arak-arakan mahluk simbol keberuntungan, yaitu mahluk mirip singa dan naga.

Bagi masyarakat Tionghoa ada 4 hewan simbol keberuntungan, yaitu kura-kura, naga, qilin, dan burung Hong. Mereka ini dianggap memiliki sifat dewa. Qilin dipercaya sebagai hewan pelindung dari bencana. Sedangkan naga, merupakan simbol paling tinggi dari 12 shio hewan yang ada. Dilambangkan sebagai simbol moral yang baik dan kekuatan.

Pada Festival Imlek dan Cap Go Meh, kedua simbol tadi dibakar sebagai perlambang mengembalikan ke arwah mereka ke kayangan sambil membawa unsur-unsur keburukan.

Atraksi Lampion

wisata kota singkawang

Lampion dan Imlek seolah dua hal yang tak terpisahkan. Tradisi ini diperkirakan sudah ada di daratan Tiongkok sejak era Dinasti Xi Han, sekitar abad ke-3 Masehi, bersamaan dengan teknik pembuatan kertas.

Kemeriahan warna merah lampion bermakna filosofi pengharapan di tahun yang akan datang agar diwarnai keberuntungan, rezeki, dan kebahagiaan. Selain itu memasang lampion di tiap rumah juga dipercaya menghindarkan penghuninya dari ancaman kejahatan.

Geliat Pesona Wisata Kota Singkawang

peta

Singkawang beberapa tahun ini menunjukkan geliatnya di bidang pariwisata. Posisinya secara geografi cukup unik, yaitu di muara sungai, dibatasi laut dan bukit sekaligus, tepatnya di koordinat antara 0°44’55,85” – 1°01’21,51″LS 108°051’47,6”-109°010’19”BT.

Teman-teman narablog, di Singkawang bukan hanya ada atraksi semarak Festival Imlek dan Cap Go Meh saja, tetapi ada berbagai obyek wisata yang bisa kita nikmati dan kunjungi juga.
Berbagai jenis wisata kota Singkawang tersebut mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, dan tentu saja wisata kuliner.

Wisata Alam

wisata kota singkawang
pantai pasir panjang, sumber: singkawang.blogpost
wisata kota singkawang
pulau simping, sumber: singkawang.blogspot

Pantai kota Singkawang yang sudah terkenal sejak lama adalah Pantai Pasir Panjang. Letaknya sekitar 17 km dari kota Singkawang dan posisinya menghadap ke laut Natuna. Ada beberapa pulau kecil antara lain pulau Lemukutan, pulau Kabung, dan pula Randayan, yang bisa kita sambangi dengan perahu-perahu kecil.

Selanjutnya adalah Sinka Island Park, sebuah taman wisata yang lokasinya di selatan kota Singkawang. Kawasan wisata pantai ini terletak di Teluk Karang/Teluk Ma’jantuh. Tak jauh dari Sinka Island Park ada Sinka Zoo, kebun binatang dengan topografi berbukit-bukit ini koleksinya sudah ratusan satwa, sebagian besar adalah hasil sumbangan dan tukar-menukar dengan lembaga konservasi.

Tak jauh dari Sinka Island Park juga ada Pulau Simping. Pulau yang sebagian besar berpasir dan batu ini telah diakui dan tercatat oleh PBB sebagai pulau terkecil di dunia. Untuk mencapainya kita bisa melalui jembatan dari Sinka Island Park untuk menuju kelenteng yang ada di tengah pulau.

 

wisata kota singkawang
tanjung bajau, sumber: singkawang.blogspot
wisata kota singkawang
bukit rindu alam, sumber: tripadvisor

Kemudian ada Pantai Tanjung Bajau, pantai berbatu dengan karakteristik berbatu dan berpanorama indah. Pantai ini menghubungkan Pantai Pasir Panjang dan Sinka Island Park, sekaligus juga berada di kaki bukit Rindu Alam. Di tanjung ini terdapat Pantai Pasir Pendek. Pantai ini hanya 100 meter, oleh sebab itu dinamai Pasir Pendek dengan karakter berpasir dan batu disana-sini. Letaknya di teluk sehingga aman berenang di sini.

Teman-teman narablog suka dengan pemandangan matahari terbenamkah? Kalau begitu bisa banget, naik ke Bukit Rindu Alam. Dari sini teman-teman bisa menikmati keindahan kota Singkawang, sekaligus menanti keindahan sunset sambil duduk-duduk di gazebo.

Masih ada wisata alam lainnya yang layak disambangi. Misalnya Air Terjun Eria, Air Terjun Sibohe, dan Danau Biru.

Wisata Budaya dan Sejarah

wisata kota singkawang
kelenteng tri dharma bumi raya, sumber: tripadvisor

Wisata Budaya tentu saja tak lepas dari keunikan asimilasi etnis Tionghoa dan warga setempat. Julukan Singkawang kota seribu kelenteng berkaitan dengan banyaknya kelenteng yang ada di kota, mulai yang berlokasi di pusat kota, di tengah permukiman, di tepi sungai, di kaki bukit, hingga ke pulau kecil di tengah laut.

Teman-teman mungkin rancu antara kelenteng dan vihara. Seperti kita ketahui, baru tahun 2000, sejak pemerintahan presiden ke 3, yaitu Abdurrahman Wahid, kepercayaan Hong Hu Chu diakui oleh pemerintahan Republik Indonesia. Sebelum ini kepercayaan ini membaur dengan agama Buddha, sehingga ritual mereka juga dilakukan di Vihara.

Apapun itu, tak soal, yang kita lihat adalah kedamaian dan kebersamaan yang diajarkan oleh kedua kepercayaan tersebut.

 

wisata kota singkawang
Vihara Chikung, sumber: tripadvisor
wisata kota singkawang
rumah keluarga Tjhia, sumber: tripadvisor
wisata kota singkawang
keramik desa Sakok, sumber: dewimagazine

Nah, kelenteng apa saja yang terkenal di kota Singkawang?
Di pusat kota, ada Vihara Tri Dharma Bumi Raya, dibangun tahun 1878, disebut-sebut sebagai yang tertua di Singkawang.
Kemudian ada Vihara Chikung di kelurahan Sijangkung, di tengah suatu pedesaan yang suasananya persis suatu daerah di Cina daratan. Ada juga Vihara Surga Neraka di punggung gunung Passi, yang dianggap sebagai vihara tertinggi di Singkawang.

Teman-teman narablog yang senang dengan obyek arsitektur, bisa juga berkunjung ke Rumah Keluarga Tjhia. Bangunan rumah tinggal yang dibangun tahun 1901-1902 ini merupakan cagar budaya dan masih berdiri kokoh.

Selain kelenteng, hal lain yang berkaitan dengan budaya adalah pembuatan keramik di Desa Sakok. Yang teknik pembuatannya masih sama dengan pembuatan keramik di Tiongkok.

Wisata Kuliner

  • wisata kota singkawang

 

aneka kuliner khas Singkawang

Tak seru rasanya bila berwisata tanpa kulineran menu setempat, bukan. Apa saja menu istimewa selain Lontong Cap Go Meh yang sudah di sebut di awal artikel.
Boleh dibilang menu Lontong Cap Go Meh juga merupakan perpaduan antara Melayu dan Tionghoa. Lontong adalah menu khas Indonesia, sedangkan Cap Go Meh berkaitan dengan ritual peringatan tahun baru kalender Tionghoa.

Ternyata sebetulnya kuliner khas Singkawang bukan Lontong Cap Go Meh, seperti yang saya kira.
Menu khas Singkawang adalah Rujak Ebi. Mirip dengan rujak pada umumnya, hanya saja ditaburi dengan ebi kering untuk menambah rasa sedap.

Kemudian kue tradisional bernama Choi Cau Pan, terbuat dari irisan bengkoang, udang, ikan, atau ayam, berlapis kulit tipis. Bentuknya mirip dim sum, jajanan yang terkenal di kota-kota besar.
Lalu ada Bubur Gunting, terdiri dari kacang hijau yang sudah dikupas disiram air gula dan tepung kanji yang kental, dan ditaburi guntingan cakwe kering. Hidangan ini adanya untuk sarapan.
Selain itu ada hidangan sarapan lain, yaitu Bubur Tahu. Dari namanya jelas pasti, bahwa ini bubur terbuat dari tahu, yang disiram dengan air jahe. Kalau di Bandung ada juga yang mirip namanya Kembang Tahu, dijajakan dengan dipikul keliling.

Keistimewaan kuliner lain sotong atau cumi-cumi yang diolah dengan berbagai variasi. Antara lain Sotong Bakar, Sotong Kangkung, dan lain-lain.

Tentu saja, seperti halnya di berbagai belahan bumi di mana ada warga Tionghoa, pastinya ada aneka hidangan berbahan dasar mie. Misalnya Mie Tiaw, Mie Baso, dan lain-lain. 

Istimewanya beberapa restoran atau tempat kuliner juga menyajikan kuliner halal, sehingga sangat menunjang pariwisata itu sendiri.

Akses Menuju Kota Singkawang

Bagaimana caranya teman-teman sampai ke Singkawang?
Jalan termudah adalah dari Pontianak, walaupun perjalanannya cukup jauh, sekitar 3 jam naik mobil atau bus, melalui jalan aspal menyusuri pantai Barat provinsi Kalimantan Barat.

Sebagai tambahan informasi, di kota Singkawang akan dibangun bandara dalam waktu dekat. Bila Bandara Internasional Singkawang ini sudah beroperasi, tentunya akan semakin banyak kunjungan wisatawan ke Singkawang.

Tak perlu khawatir akan amenitis, misalnya penginapan, tempat kuliner dan lain-lain. Sudah banyak hotel-hotel berbintang yang bisa dipesan melalui aplikasi atau langsung ke website hotel. Bahkan tempat ibadah agama lain, berupa masjid dan gereja pun ada di kota Singkawang.

wisata kota singkawang
masjid Raya Singkawang, sumber: indonesia-heritage
wisata kota singkawang
gereja katolik Singkawang

Nah, teman-teman narablog, masukkan Wisata Kota Singkawang dalam list perjalanan liburan kalian.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog “Generasi Pesona Indonesia Kota Singkawang 2019” yang diselenggarakan oleh Generasi Pesona Indonesia Kota Singkawang.

wisata kota singkawang

Sumber:

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160222142033-269-112579/meriahnya-festival-cap-go-meh-di-singkawang
https://www.dewimagazine.com/travel-guide/ini-panduan-berlibur-ke-singkawang-kota-seribu-kuil
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/02/07/di-kota-seribu-kelenteng-di-salah-satu-komunitas-tionghoa-terbesar-di-indonesia
http://pontianak.tribunnews.com/2019/01/15/kalender-perayaan-imlek-2570-dan-festival-cap-go-meh-kota-singkawang-2019
https://www.satyawinnie.com/2016/02/kuliner-khas-singkawang-yang-bikin-lidah-bergoyang.html
https://mc.singkawangkota.go.id/news.php
http://singkawangwisata.blogspot.com/2014/01/rindu-alam.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Singkawang
https://wikitravel.org/en/Singkawang

signature haniwidiatmoko

Bandung, 23 Februari 2019

25 pemikiran pada “Semarak Festival Imlek dan Cap Go Meh Primadona Wisata Kota Singkawang”

  1. Berharap banget bisa terealisasi bandara Singkawang ini. Kerenn iih Indonesia mah, di Singkawang ini komplit ada wisata alam, sejarah, budaya, kuliner, mantaaap.

  2. Penasaran dengan Singkawang, sebelumnya dengar dari suami….karena suami jaman lajang pernah kerja di Pontianak jadi sudah sempat ke Singkawang.
    Ternyata Festival Cap Go Meh sedemikian meriah di sana yaa..Juga banyak tempat wisata dan kuliner yang menggoda. Semoga segera jadi bandaranya sehingga makin mudah akses ke sana

  3. Wow kemarin di tv juga banyak memberitakan tentang Singkawang dan perayaan Imlek.. Tapi baca tulisan mbak Hani di sini lebih komplit dan jelas. Bahkan tentang tatung yang selama ini buat kepo saya. Jadi tahu penjelasan tentangnya di sini. Terimakasih mbak informasinya yang lengkap tentang Singkawang. Semoga saya beserta keluarga bisa segera sampai di sana.

  4. wow seru amat yes, jadi pengen lihat langsung keseruannya nih bun. makasih informasinya bun, saya dulu pernah ke kalimantan tapi ke derawannya bukan ke singkawang, terus aku jadi penasaran mau ke singkawang juga wkwkwk.

  5. Dari dulu penasaran sama Singkawang karena dulu mantan pacar #Eh asli orang sana. Kakek neneknya malah asli masih warganegara Tiongkok. Jadi saat kami bertemu cuma bisa senyam-senyum karena dulu saya nggak bisa berbahasa Mandarin, hahaha …

    Ternyata pesonanya Singkawang luar biasa, ya. Boleh nih dijadikan destinasi Wisata nusantara berikutnya. Di Kalimantan, baru pernah ke Balikpapan dan Tarakan aja. Apalagi ada Wisata arsitektur yang aku minati banget. Makasih artikelnya ya, Bunda Hani …

  6. Selama ini tahunya namanya aja, Singkawang tapi gak tahu kalau kota ini dijuluki kota seribu klenteng plus ada pulau terkecil di dunia di sana. Bagus nih, mba. Jadinya kita bisa mengenal lebih banyak tentang Singkawang.

  7. Selama ini tahunya namanya aja, Singkawang. Namun, tidak tahu banyak, bahkan saya baru tahu kalau kota ini dijuluki kota seribu klenteng plus ada pulau terkecil di dunia di sana. Bagus nih, mba. Jadinya kita bisa mengenal lebih banyak tentang Singkawang.

  8. Jadi tahu lebih banyak tentang Singkawang nih, Bun. Sebelumnya, kalau dengar Singkawang, yang terbayang duluan itu Morgan Oey, hehe. Kan dia berasal dari sono. Pernah juga menyimak Bubur Hunting yg legendaries itu.

    Wah, meriah banget ya festival Imlek dan Cap Go Meh di sono. Bakalan jadi salah satu destinasi wisata budaya andalan Indonesia, nih. Apalagi kalau sudah ada bandaranya.
    Sukses lomba blog-nya ya, Bun 🙂

  9. Panas nggak ya singkawang? Deket laut deket gambut Dan pasti Kebun Sakit😆😆 menu kulinernya peranakan semua ya… Kira2 yang masih asli masih ada ga ya? Tapi memang budaya itu memiliki daya Tarik kuat untuk wisatawan

  10. Saya ke Singkawang ketika meninjau latihan bersama TNI dan TDM [Malaysia] Jadi gak ke mana-mana. Hanya makan malam bersama

    Imlek sering saya tonton di Pakembang.

    Terima kasih artikelnya yang komplit dan menarik.
    Salam hangat dari Jombang

Tinggalkan komentar

Site Protection is enabled by using WP Site Protector from Exattosoft.com