Sosialisasi Peran Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana

dinas kebakaran dan penanggulangan bencana

PANTANG PULANG SEBELUM API PADAM

Teman-teman narablog, pernah dengar pasti suara nguang-nguing sirene mobil pemadam kebakaran. Api yang semula teman bagi manusia, bila sudah terjadi kebakaran, maka bisa-bisa melalap semuanya. Harta, benda, bahkan nyawa.

Baru-baru ini saya menemani Bara ikut outing sekaligus pengenalan profesi bersama kelompok bermainnya, Neverland Learning Center. Kali ini kami ke Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, di jalan Sukabumi no 17, Bandung.

Sejarah Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana kota Bandung

Menengok ke belakang berdirinya Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DKPB) berawal sejak pemerintahan Hindia Belanda di kota Bandung. Di era pemerintahan Hindia Belanda yang bernama Gemeente tersebut, sistem pemadaman kebakaran berintegrasi dengan pembuatan jalan-jalan utama, dengan memasang hidran dan sumbernya dihubungkan dengan saluran air minum.

Untuk membantu daya semprot air ke obyek yang terbakar, dibantu dengan pompa beroda disebut Aangang.

Dalam sistem tata letak permukimannya pun di belakang deretan rumah-rumah selalu ada gang selebar 2 hingga 3 meter disebut brandgang (brand = api, gang = gang). Brandgang ini digunakan untuk memudahkan sirkulasi memadamkan kebakaran atau saluran pembuangan air kotor.

Setelah melalui beberapa kali perubahan nomenklatur dan struktur organisasi, Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, sekarang menjadi Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana. Hal ini disebabkan kebakaran berkaitan dengan bencana, sehingga perlu langkah-langkah penanggulangan.

Tentu saja pompa beroda telah diganti dengan mobil pemadam kebakaran, yang dulu sering disebut brandweer itu. Sekarang ini DKPB memiliki 28 mobil pemadam kebakaran (damkar) jenis pemancar, yaitu mobil yang membawa tangki air disertai selang panjang. Kemudian 3 (tiga) mobil snorkel atau bertangga, yaitu mobil yang ada tangganya, untuk memadamkan kebakaran di gedung tinggi. Panjang tangga pada mobil bertangga ini 32 m, mungkin sekira untuk memadamkan gedung setinggi 8 lantai.

Tapi ya amit-amit sih, sampai ada kebakaran di gedung tinggi.

Lalu ada mobil-mobil lain yang bukan membawa air, tetapi alat-alat bantu untuk tindakan pemadaman itu sendiri. Misalya mobil derek, mobil anggota rescue, bus, dan lain-lain.

dinas kebakaran dan penanggulangan bencana

3 Tugas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana

Acara outing kali ini bukan hanya pengenalan profesi petugas pemadam kebakaran, tetapi juga sosialisasi dan penyuluhan cara menghadapi kebakaran.

Oleh sebab itu dalam undangan dan pemberitahuan ke murid-murid Neverland, orangtua disarankan turut serta.

Baca juga: Memilih Baby & Toddler Class

sosialisasi dan penyuluhan

Acara sosialisasinya dilaksanakan di Aula kantor DKPB, ternyata dihadiri oleh sekitar 3 lembaga PAUD dan Taman Kanak-kanak di kota Bandung. Kami diberi penjelasan, apa yang harus dilakukan bila terjadi kebakaran, peragaan memadamkan api dan pemutaran video.

Ada 3 tugas-tugas petugas pemadam kebakaran, yaitu:

  1. Pencegahan (Mencegah)
  2. Penanggulangan Kebakaran dan Bencana
  3. Penyelamatan (Menyelamatkan)

Selain itu himbauan petugas, masyarakat selain bisa langsung telepon ke 113 bila terjadi kebakaran, hendaknya juga bergotong-royong melalukan pemadaman bersama.

Karena kalau hanya mengandalkan mobil damkar, bisa saja datang terlambat karena terjebak kemacetan, atau memang baru menelpon setelah api terlanjur membesar.

Jangan khawatir, tidak ditarik biaya untuk memadamkan kebakaran tersebut.

Tindakan Pencegahan Mandiri

Untuk itu perlu kita ketahui dulu sumber-sumber yang sering menimbulkan kebakaran di rumah atau bangunan.

Kompor

Kompor seringkali menyebabkan kebakaran di rumah. Kalau dulu kompor minyak tanah, sekarang kompor gas.

Seorang petugas perempuan memeragakan ketika tabung gas tipe 3 kg, tiba-tiba mengeluarkan api. Maka yang harus dilakukan, kita tidak boleh panik.

Tabung dengan api menyala keluar dari mulut tabung, dibawa dengan berjalan mundur ke luar ruangan.

Menurut petugas, biarkan apinya mati sendiri, karena gasnya habis.

membawa tabung terbakar jalan mundur

Menutup dengan karung basah seperti yang diajarkan selama ini ternyata caranya harus benar. Karena penutupan yang tidak benar dan kurang rapat, malah dapat menyebabkan kobaran api lebih besar.

Cara paling benar adalah menyediakan tabung pemadam kebakaran di rumah.

Duh, padahal saya pun tak punya tabung pemadam kebakaran.

Listrik

Teman-teman narablog, pernah ya listrik di rumah, tak ada angin hujan, tiba-tiba njepret, mati.

Listrik yang tiba-tiba padam seperti itu, harus waspada, dan jangan langsung menyalakan lagi tombol sekering utama di rumah.

Menurut penjelasan petugas, penyebab kebakaran di rumah bukan akibat aliran listrik, yang setruman listrik, yang seperti sengatan itu. Penyebabnya adalah panas.

Jadi urut-urutannya, akibat beban listrik yang terlalu besar, menyebabkan panas, lalu kabel yang tidak kuat akan leleh lalu terbakar. Percikan api dari kabel inilah yang menyebabkan kebakaran bila terkena ke material yang mudah terbakar.

Langkah penting bila listrik tiba-tiba mati tanpa sebab, dan hanya rumah kita yang mati, matikan semua lampu, cabut semua kabel peralatan listrik, bahkan sampai ke charger HP.

Demi keamanan, panel listrik di rumah-rumah biasanya terbagi menurut beberapa area panel. Bila kejadian listrik mati tiba-tiba, maka tombol panel akan otomatis mati. Silakan cek ruangan yang tersambung ke area panel tersebut. Cek semua bola lampu dan stop kontak. Lampu yang putus segera diganti. Stop kontak atau saklar yang ada tanda-tanda hangus, segera diganti.

Sampah

Penyebab kebakaran di rumah-rumah seringkali juga akibat percikan api dari sampah yang dibakar. Oleh sebab itu sebaiknya tidak membakar sampah, karena kita tidak tahu material apa saja yang dibuang tersebut. Sampah organik di dalam kantong plastik, akibat proses pembusukan, justru menyimpan gas berbahaya yang mudah terbakar.

Sedangkan sampah anorganik pun bila dibakar akan terurai menjadi gas beracun.

Pengenalan Lapangan dan Praktek Memadamkan Api

Tidak seru bila anak-anak tidak diajak naik mobil pemadam kebakaran dan melihat langsung proses pemadaman api, bukan?

Praktek Memadamkan Api

Seorang petugas mengajak kami kumpul di bawah, dan menyontohkan cara memadamkan api dengan tabung pemadam kebakaran (extinguisher). Antara lain, cara memegang tabung ketika menarik kunci pengaman dan cara memegang tabung ketika memadamkan. Disertai juga cara memegang selang, harus di ujung luar selang, sebagai pengarah.

Tips lainnya adalah, memadamkan api harus searah angin. Jadi jangan melawan angin, karena uap dari bahan kimia dari tabung berbahaya bila terhirup.

Kemudian, petugas memanggil beberapa orangtua untuk memraktekkan cara memadamkan api tersebut. Petugas menyiram bensin ke lapangan, kemudian menyulutnya. Api yang berkobar tersebut lalu disemprot dengan cairan kimia dari tabung. Secukupnya saja sampai api padam.

Acara masih dilanjutkan dengan praktek memadamkan api dengan air. Beramai-ramai anak-anak diajak serta memegang selang kemudian memadamkan api yang dinyalakan di drum bekas.

Horeee! …

Naik Mobil Pemadam Kebakaran

Dalam perjalanan ke kampus, beberapa kali saya berpapasan dengan mobil pemadam kebakaran (damkar) yang dimuati oleh anak-anak kecil dan beberapa orang dewasa. Mobil damkar tersebut berjalan pelan tetapi sambil membunyikan sirene.

Karena saya mengemudikan mobil, ingin memotret selalu tidak kesampaian.

Saya menduga mungkin itu sebuah PAUD atau TK yang piknik ke Dinas Pemadam Kebakaran. Dalam hati saya protes keras atas tindakan guru-guru TK maupun petugas di dinas, karena sangat berbahaya. Siapa yang bertanggungjawab bila ada yang jatuh?

Ketika ada sounding ke Mama Bara, bahwa Taman Bermainnya akan mengadakan outing ke DKDB, kami langsung diskusi, dan akan melarang Bara turut naik ke atas mobil. Bahkan Mama Bara sudah WA ke guru, supaya Bara tidak ikut naik mobil saja.

Ternyata, petugas kali ini cukup bijak, tidak ada acara naik ke atas mobil damkar. Anak-anak didampingi guru dan petugas, duduk manis di dalam mobil. Desain mobil damkarnya pun berbeda, di depannya ada double cabin untuk pengemudi dan penumpang, dan di belakang barulah tangki air dan gulungan selangnya.

Selain itu juga ada bis. Sehingga rombongan terbagi dua. Anak-anak yang semangat boleh naik mobil damkar, sedangkan anak-anak lebih kecil dan belum terlalu mengerti, naik bis bersama orang tua dan guru lainnya.

Sebentar, sih. Istilahnya hanya sakurilingan, tentu saja dilengkapi dengan sirene nguang-nguing. Dari jalan Sukabumi, ke jalan Jakarta, jalan Ahmad Yani, ke kiri jalan Laswi, lalu kembali lagi ke jalan Sukabumi.

Acara diakhiri dengan foto bersama di depan mobil damkar dan naik mobil damkar yang sedang parkir di garasi.

Cukuplah acara outing hari ini.

Uti Bara pun bersiap untuk memanggil mobil taxi online yang akan mengantarkan kami pulang.

Nah, teman-teman bloger, semoga kita tidak perlu menelpon 113 ya.

Semoga rumah kita aman-aman saja dari kebakaran.

Stay save…

Oh iya … tanggal 1 Maret 2019 adalah Hari Ulang Tahun Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana yang ke 100, lho.

DIRGAHAYU DINAS KEBAKARAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA REPUBLIK INDONESIA

Bandung, 28 Februari 2019

signature haniwidiatmoko

14 pemikiran pada “Sosialisasi Peran Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana”

  1. Mbak, beneran baru tahu cara bawa tabung gas terbakar kayak gitu…juga kalau listrik mati njeglek tiba-tiba. Dulu pas anakku ke Damkar ortu ga diajak, harusnya benar seperti ini, jadi dua arah. Anak bisa diingatkan di rumah tentang materinya.
    Keren ini.

  2. Sama bunda dirumah juga ga menyediakan tabung pemadam kebakaran. Pernah sekali tuh dapet tabung gas bocor meledak pas depan rumah ada sawah yang lagi jd balong langsung dilempar deh ke balong duh ngeri kalo inget itu. Btw outing ini pernah juga dilakuin sama ponakan aku bun, sama cuma sakuriling hungkul tapi namanya anak-anak mah segitu juga udah seneng hehe

  3. Sekolah jaman sekarang asyik-asyik ya kegiatannya. Kayaknya dulu jaman aku sekolah nggak pernah ada kunjungan edukasi seperti ini, hahaha #Cemburu.

    Aku salut ya sama teman-teman Damkar. Tugas mereka itu berbahaya, lho. Tapi mereka menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Jadi inget juga sama teman yang punya usaha menyediakan peralatan HSE. Dia sering menyoroti bahwa HSE itu semestinya dimulai dari rumah, bukan hanya tempat bekerja. Salah satu di antaranya menyediakan tabung pemadam di setiap rumah.

  4. Oo tanggal 1 Maret Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran ya Mbak Hani.
    Pantes saja, sepupu saya juga posting acara yang sama di Lampung sana untuk putrinya yang masih duduk di bangku TK.
    Btw ulasannya cukup membantu mbak.
    Jadi kalau gas menyala langsung dibawa keluar ruangan terbuka hingga gasnya habis, ya? Agar api mati dengan sendirinya.
    Nice share mbak.
    Makasih

  5. Saya mengaminkan doanya, semoga kita tidak perlu menelpon 113. Kebayang, di tahun 2006 rumah mertua habis terbakar, bahkan kakek mertua ikut terbakar di dalamnya. Terus terang, saya agak gimana gitu kalau dengar sirene mobil damkar. Btw, di Malaysia namanya Bomba.

  6. Senangnya acara outing bara. Aku suka ikut juga bunda kalau ada acara outing gini, kita nya jga jadi belajar lagi atau sekedar diingatkan lagi.
    Tulisannya seperti biasa bagus banget bunda lengkap, you’re the best

  7. Kalau dengar suara nguing…nguing…nguing jantung saya berdebar kencang, langsung ingat peristiwa akhir tahun 2015, musibah kebakaran menimpa rumah saya dan 70 rumah lainnya.

    Betewe, sepertinya edukasi tentang penanggulangan kebakaran ini bukan hanya diberikan kepada anak-anak, orang dewasa pun juga perlu. Karena masih banyak yang belum mengerti. Terima kasih sharingnya ya mbak.

Tinggalkan komentar

Site Protection is enabled by using WP Site Protector from Exattosoft.com