Surat Izin Mengemudi Tidak Mungkin Seumur Hidup. Ini 5 Alasan Penting!


lifestyle / Selasa, Februari 12th, 2019
surat izin mengemudi

Surat Izin Mengemudi biasa disingkat SIM adalah surat izin mengemudikan kendaraan yang dikeluarkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. SIM diberikan kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Kenapa juga Kepolisian yang mengeluarkan izin, bukan Kementrian Pendidikan, misalnya. Kan, mengemudikan kendaraan atau mesin, ibaratnya kursus ketrampilan, izinnya mungkin berkaitan dengan pendidikan.
Mengemudikan kendaraan di jalan raya, tentu saja berbeda dengan mengoperasikan mesin-mesin lain. Seseorang perlu surat izin mengemudi, selain perlu ketrampilan mengemudikan kendaraan, juga menyangkut keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Mengoperasikan mesin lain, misalnya mesin bubut, hanya dilakukan di bengkel. Begitu juga mesin jahit, silakan lakukan di rumah. Engga lucu juga, mengoperasikan mesin jahit di tengah jalan.

Syarat Mendapatkan Surat Izin Mengemudi

Surat Izin Mengemudi diatur oleh Undang-undang yaitu sesuai dengan Pasal 77 ayat 1 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.

Syarat pembuatan SIM yang pertama adalah persayaratan usia. Untuk SIM A, pemohon harus berusia 17 tahun. Untuk pemohon BI dan BII harus berusia 20 tahun, SIM C dan D berusia minimal 16 tahun dan SIM umum paling tidak berusia 21 tahun.

Syarat berikutnya adalah kelengkapan berkas berupa KTP asli dan fotokopi (4 lembar) serta Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari dokter.

Sudah melengkapi persyaratan itu, kemudian isi formulir permohonan SIM disertai fotokopi KTP. Selanjutnya, ikuti ujian teori.

Kalau sudah lulus ujian teori, maka pemohon berhak mengikuti ujian praktik sesuai dengan jenis SIM yang ingin didapat. Misalnya, untuk SIM A, pemohon harus mengikuti ujian praktik dengan mobil yang sudah tersedia.

Jika lulus dalam ujian teori dan praktik, pemohon akan dipanggil untuk pembuatan SIM.

Di kota Bandung, untuk mengurus perpanjangan SIM lama sangatlah mudah. Asalkan tidak lewat waktu kadaluwarsa, kita tinggal datang ke mobil SIM Keliling yang jadwalnya bisa dilihat di internet. Datang pagi hari, membawa fotocopy KTP, SIM yang akan diperpanjang, dan biaya perpanjangan.

Bila syarat-syarat sudah dipenuhi, termasuk tes kesehatan yang dilakukan di TKP, siang hari SIM baru sudah selesai.

5 Alasan Penting kenapa Surat Izin Mengemudi Tidak Mungkin Seumur Hidup

Masa berlaku Surat Izin Mengemudi adalah 5 tahun. Setelah habis masa berlaku, yang biasanya jatuh di tanggal ulang tahun, silakan memperpanjang SIM tersebut. Sebetulnya berlaku seumur hidup juga, hanya harus dicek secara berkala.

Berbeda dengan KTP, begitu kita memperoleh KTP, maka akan berlaku seumur hidup. Walaupun ada ketentuan berbeda juga, misalnya kita pindah alamat, maka ada proses up-date data. Untuk diingat kembali, memberlakukan KTP seumur hidup baru-baru saja, sejak ada e-KTP.
Seingat saya, sejak kenal KTP, saya juga harus memperpanjang KTP secara berkala.

Sebetulnya mengemudikan kendaraan apa saja, apakah itu beroda dua atau lebih, syarat pentingnya ada 2, yaitu sehat jasmani dan rohani. Kalau diuraikan lebih lanjut antara jasmani dan rohani, berikut 5 alasan penting tersebut:

1. Sehat Fisik

Pengertian sehat ya sehat, tidak sakit, apalagi sedang minum obat. Beberapa obat tertentu bahkan membuat kita mengantuk (drowsy). Di kemasan obat tertentu pun dituliskan bahwa dilarang mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin, bila sedang dalam pengobatan. Kondisi mengantuk alami, maupun akibat obat, membuat kita tidak siap pada keadaan darurat dan mendadak.

Misalnya, tiba-tiba ada becak lewat, tiba-tiba orang menyeberang, pengendara motor pasang sein ke kanan belok kiri, pengendara pelan karena sambil menelpon, angkot berhenti mendadak, dan banyak lagi.

2. Sehat Visual

Untuk mengemudikan kendaraan perlu daya penglihatan yang baik. Sudut pandang orang normal adalah 120° secara horisontal, sedangkan secara vertikal membentuk sudut 60°.
Ada beberapa orang yang karena penyakit mata tertentu, derajatnya berkurang.
Bahkan yang derajatnya 90° sudah cukup mengkhawatirkan bila berani menyupir, karena pengemudi tidak bisa melihat di sudut mata. Ibaratnya kita melihat seperti memakai kacamata kuda.

Menurut teori, bila kita mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi, sudut pandang mengecil karena kita fokus memandang jauh ke depan. Sedangkan bila mengemudikan kendaraan dengan lambat, sudut pandang normal.

Beberapa orang tertentu yang rabun senja pun, perlu hati-hati bila berani menyupir, terutama di malam hari.
Salah satu tes kesehatan untuk mendapatkan SIM adalah tes buta warna.

3. Sehat Audial

Salah satu asesoris mobil yang cukup penting adalah klakson. Klakson dibunyikan untuk memberi tanda ke pengemudi lain, misalnya akan menyalib. Atau kendaraan lain dianggap mengganggu, maka kita klakson.

Apa jadinya bila pengemudi yang kita klakson tersebut ternyata tidak mendengar atau terganggu pendengarannya. Ya, berarti merepotkan pengendara lain.
Selain itu makin bertambah usia, kesehatan tambah mundur, fisik-visual-audial.

Bayangkan bila SIM diberlakukan seumur hidup tanpa cek berkala per 5 tahun itu.
Saya saja kalau lihat Aki-aki nyupir, asa reuwas gitu. Kadang pengemudi merasa fit dan sehat saja, padahal bagi orang lain, tampak kurang sehat.

4. Mementingkan Keselamatan

Kunci berkendara aman adalah mementingkan keselamatan diri sendiri dan lingkungan. Contohnya, bagi pengendara motor, wajib memakai helm. Sedangkan bagi pengendarai roda empat harus memakai seat-belt. Di Indonesia yang diwajibkan baru pengemudi dan penumpang di sebelahnya. Sedangkan pengendara di luar negeri, memakai seatbelt diwajibkan untuk semuanya, baik pengemudi, maupun seluruh penumpang di depan maupun di belakang.

Selain syarat kendaraan laik jalan yang dibuktikan dengan surat-surat, cara mengemudikan juga penting.Terlalu cepat mengemudi atau ngebut merupakan faktor utama terjadinya kecelakaan lalu-lintas.

Sering kita jumpai anak-anak atau remaja yang belum boleh membawa kendaraan bermotor, seliweran bermotor bersama teman-temannya. Para remaja tanggung ini seringkali jalan-jalan di sore hari bermotor, sambil ngebut, tanpa helm. Perilaku seperti ini harusnya dilarang oleh orangtua masing-masing.

Perilaku ugal-ugalan juga sering terjadi pada pengemudi kendaraan umum. Alasannya kejar setoran, atau harus mengejar tepat waktu.

5. Sabar

Syarat lain dari Kepolisian selain sehat jasmani, adalah sehat rohani. Artinya pengemudi minimal waras dan tidak dalam keadaan terganggu jiwanya. Itu sebabnya mengemudi kendaraan tidak boleh dalam keadaan setress atau marah. 

Berkendaraan di jalan umum pastinya tidak sendirian, ada kendaraan-kendaraan lain yang juga seliweran di jalan. Karakter pengemudi pun berbeda satu sama lain, ada yang emosian, berjalan sangat lambat, sehingga merepotkan pengendara lain. Dan banyak lagi …

Sabar adalah koentji!

Sabar menempuh kemacetan di jalan raya, sabar menyupir di belakang kendaraan lain yang pasang sein ke kiri, tetapi tidak belok maupun menepi, dan tidak terbatas untuk Emak-emak.  Sabar, bila tiba-tiba mobil diseruduk motor, kemudian motornya kabur.

Masih banyak lagi perilaku pengemudi yang tidak tertib, atau memang tidak tahu aturan lalu-lintas.

Nah, teman narablog, cek SIM masing-masing, ya. Jangan sampai lewat masa berlaku. Karena lewat satu hari saja, teman-teman harus mengikuti proses pengajuan SIM seperti membuat SIM baru.

Save driving!…

Sumber:
https://oto.detik.com/berita/d-3761051/ini-syarat-dan-cara-bikin-sim

signature haniwidiatmoko
Bandung, 12 Februari 2019
twittergoogle_pluspinteresttumblr
Facebooktwittergoogle_pluspinterestyoutubetumblrinstagrammail

11 Replies to “Surat Izin Mengemudi Tidak Mungkin Seumur Hidup. Ini 5 Alasan Penting!”

  1. Setuju, kok. Kalau SIM diberi batasan usia, kurang tepat. Itu diskriminasi berdasarkan usia, dan kan ada saja yang tetap fit meski semakin berusia. Tapi dengan pembaharuan rutin, sudah pasti selalu bisa direview secara berkala, kapasitasnya sebagai sopir.

  2. Aku juga setuju, sim memang perlu perpanjang 5 tahun sekali. Begitu pun dengan ktp sih karena kan bisa aja ada perubahan kaya alamat, pekerjaan, yekan…

  3. Gak punya SIM bun, mau SIM A or C karena ga bisa naik keduanya hehe. Saya cuma passenger aja. Enak disupirin hihi. Kebayang yah kalo SIM seumur hidup juga serem

  4. Sim aku malah belum kepake lagi bun sejak diperpanjang dan sejak aku pindah ke tangsel. Soalnya motornya aku tinggalin di bandung. Jadi aja kemana-mana pake gojeg dan simnya ga kepake jadinya. Karena udah jarang bawa motor lagi, pas bawa malah jadi deg-degan lagi. Haduhhhh

  5. Iyes, banyak nih remaja yg belum punya SIM tapi sudah berseliweran seenaknya di jalan raya. Padahal (biasanya) emosi mereka masih labil. Motoran kan gak cuma berbekal bisa ngegas dan rem doang, yak. Pernah saya tulis fenomena itu di blog karena gemesss. Hehe

    Penting juga untuk gak telat memperbarui SIM. Udah saya perbarui yang SIM C, walaupun jarang pake motor sekarang. Cepat prosesnya kok.
    SIM A? Belum berani. Hehe

  6. Baca artikel ini, jadi teringat dengan SIM saya, rupanya tinggal sebulan lagi, harus diperpanjang. Hiks. Btw artikelnya bagus mbak, setidaknya menjawab topik ttg SIM seumur hidup yang sempat hits beberapa waktu yang lalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *