5 Tips Anti Aging Agar Merasa Cantik Sepanjang Masa

Teman-teman narablog,

Waktu saya remaja, saya tuh tidak merasa cantik.
Bagaimana mungkin? Wajah saya berjerawat. Banyak dan merah-merah.
Apa daya wajah saya jadi bolong-bolong karena bekas jerawat, berminyak dan berpori besar. Waktu demi waktu berlalu, kulit saya tetap berminyak dan berpori besar. Olok-olok suami kalau bangun pagi, sambil mengusap pipi saya, dia berucap, bahwa saya bisa buka perusahaan minyak. Pikiran positifnya, sih, kulit berminyak itu kalau tua lambat keriput, dibandingkan dengan kulit kering. Ini kan, semacam anti aging alami.

Perawatan Wajah Agar Merasa Cantik

Tidak merasa cantik, akibat wajah tak mulus sedikit banyak membuat saya memperhatikan perawatan wajah sejak SMA. Gonta-ganti merk perawatan pernah. Alergi karena tidak cocok, pernah juga. Krim-krim malam yang katanya mencegah penuaan dini (anti aging), mulai saya oles-oles sejak usia 30 tahunan.

Selain itu, saya mengamati juga perawatan wajah orang-orang terdekat. Saya memperhatikan krim apa yang dipakai Nenek, Mamah, Ibu mertua, atau para sepuh  lainnya.

Zaman Eyang Putri dan Mamah saya itu rasanya belum ada krim anti aging model baru, yang katanya mengurangi kerutan halus, mengandung kolagen, serum, endebray endebray …

Tapi seingat saya, mereka tetap merawat wajah di usia sepuhnya. Eyang Putri dulu sehari-hari memakai Gizi Super Cream. Kalau tak salah, merk ini masih ada sampai sekarang. Sedangkan Mamah saya memakai semacam krim yang mengandung vitamin A.

5 Tips Anti Aging, Agar Merasa Cantik Sepanjang Masa

Dalam perjalanan waktu, kulit wajah yang sejak remaja berminyak itu, sekarang mulai berkurang minyak dan kekenyalannya. Walaupun demikian, beginilah kira-kira perawatan yang saya lakukan sehari-hari.

Membersihkan Wajah

Membersihkan wajah tergantung kebiasaan masing-masing. Ada yang sederhana ada yang rumit.
Sederhana, maksudnya cukup dengan air dan sabun khusus wajah. Itupun saya pilih-pilih, karena kalau bahan sabunnya terlalu keras, kulit saya malah bersisik.

Kecuali setelah pulang dari pesta, yang memakai fondation dan bedak, barulah saya perlu membersihkan dengan lotion khusus. Tapi masih disambung lagi dengan raup pakai sabun khusus dan air itu.

Ada cara yang rumit, menurut saya. Memakai lotion pembersih, dihapus dengan kapas. Sesudahnya, masih dibersihkan lagi dengan toner.

Saya pribadi menyukai memakai air dan sabun khusus. Merasa lebih bersih saja.

Perawatan Wajah

Menurut beautician di salah satu salon, wajah saya berminyak tetapi sensitif, sehingga mudah merah bila terkena sinar matahari. Itu sebabnya saya selalu memakai tabir surya lalu dilanjutkan dengan BB Cream.
Sehari-hari saya tidak memakai make-up, bahkan berbedak pun tidak.
Karena yang saya baca, memakai bedak akan menyumbat pori-pori, sehingga menyebabkan jerawat.

Banyak teman-teman saya yang abai, tidak peduli dengan perawatan wajah, merasa tidak perlu memakai tabir surya. Ternyata dalam perjalanan waktu, terlihat diantara teman-teman SMA atau teman kuliah, setelah sekian puluh tahun tak bertemu, mana wajah terawat dan mana wajah tak terawat.

Perawatan Wajah Berbahan Kimia

Pernah juga saya memakai paket perawatan wajah yang diracik dokter spesialis kulit. Menurut yang saya baca, krim tersebut prosesnya adalah membantu mengelupas sel kulit mati, supaya diganti sel kulit baru, sehingga kulit menjadi cerah dan kenyal.

Ternyata ramuan tersebut menyebabkan pelebaran pembuluh darah pada wajah. Wajah saya jadi memerah dan terlihat retak-retak. Duh, ini nih efek lain dari krim anti aging.

Saya berhenti memakai produk perawatan tersebut, dan mendapatkan solusi di sebuah klinik lain. Perlu waktu hampir satu tahun untuk cooling down wajah saya, dengan hanya memakai gel lidah buaya untuk menetralisir reaksi kimia.

Salah seorang teman, mengambil paket perawatan wajah dari dokter yang sama dengan saya dulu, masih memakai produk racikannya. Teman saya mempunyai masalah kokoloteun (bintik-bintik hitam akibat usia). Ternyata bila dia berhenti memakai krim tersebut, kulitnya jadi kusam. Dia sudah menanyakan ke dokter, sarannya harus tetap memakai krim tersebut selama-lamanya. Rupanya ada ketergantungan dengan reaksi kimiawi dari krim tersebut.

Euleuh …

Perawatan Wajah Berbahan Alami

Ternyata kita harus sangat hati-hati memilih produk perawatan kecantikan, yakini dahulu bahwa produk tersebut terbuat dari bahan-bahan alami.

Perawatan wajah anti aging sederhana saya belajar dari Ibu saya.
Beliau rajin cuci muka setiap pagi dengan air teh yang diinapkan semalam, bahkan dulu di usia beliau 80 tahunan pun masih beliau lakukan.
Dengan berbinar beliau katakan ke anak saya, alias cucunya, raup air teh supaya wajah tidak keriput.

Kalau saya sih, tiap pagi sambil menyiapkan sarapan buah dan yogurt, saya ambil seujung jari yogurt, kemudian saya oleskan di wajah. Nanti cuci muka saat mandi. Konon, yogurt bisa membuat wajah menjadi cerah dan kenyal. Tentu saja, yoghurt yang plain ya …

Lalu, perawatan saya apa sehari-hari? Ini nih, kalau teman narablog mau tahu. Bukan 10 langkah Korean Skin Care, hanya 3 sampai 4 langkah saja.

Pagi –>(1)facial cleanser, (2)facial toner, (3)sun protect SPF50, (4)BB cream, lipstick Wardah.
Malam –>(1), (2), facial cream atau avocado oil

Pola Hidup Sehat

Sehat itu cantik.
Ya iyalah, tidak sehat menjadikan wajah kusam dan tentu saja terlihat sakit. Banyak cara untuk menjalankan pola hidup sehat.

Salah seorang teman narablog bahkan menulis khusus tentang pola makan sehat, antara lain banyak mengkonsumsi buah, sayur, dan banyak minum air putih. Seperti kita ketahui, banyak unsur anti aging terdapat pada mineral buah dan sayur.

Selain itu saya juga mengkonsumsi yogurt. Sekarang ini saya membuat sendiri yogurt dan kefir, yang merupakan menu wajib sarapan saya dan suami. Harusnya diimbangi juga dengan olahraga. Sayang, saya belum niat-niat amat olahraga.

Baca juga: Inilah 6 Kebiasaan Pola Makan Buruk yang Dapat Mengganggu Kesehatan

Tidak Mengeringkan Air Wudhu

Almarhum mertua kakak ipar, kami memanggilnya Yang Mis wajahnya selalu berseri-seri. Sebagai wanita Sunda, kulit beliau memang berwarna terang. Tetapi ada yang lain menurut saya.
Bukan hanya terang, tetapi bersinar.

Nah, setiap selesai berwudhu beliau selalu mengingatkan kami untuk tidak mengeringkan air wudhu dengan handuk.
Biarkan kering sendiri.
Di usia sepuhnya, wajahnya teduh, bersinar, dan enak dilihat.
Sepertinya tak masalah jadi tua juga.

Bersyukur dan Berpikir Positif

Ibu saya wafat di usia menjelang 89 tahun, dan Nenek saya di usia 84 tahun.
Bila berandai-andai, saya diberi Allah swt umur sepanjang usia mereka, masih banyak yang bisa saya lakukan, selain melulu risau soal anti aging.

Menurut saya, kita harus banyak bersyukur dan berpikir positif, agar merasa cantik sepanjang masa.

Tidak perlu membandingkan keberuntungan rizki saya dengan orang lain. Tidak juga membandingkan suami, anak-anak, dan cucu, dengan suami-anak-cucu orang lain.
Pesan Ibu saya agar menjadi perempuan mandiri membuat saya justru makin percaya diri di usia sekarang ini.
Kepasrahan dan rasa bersyukur serta tidak berpikiran buruk ke orang lain, terpancar, kok, ke air muka. Tak usah jauh-jauh, ini merupakan anti aging paling ampuh.

Nah, bagaimana dengan teman-teman narablog? Sekarang memakai produk perawatan anti aging apa?

Artikel ini disertakan padaWP PAS Blogger Collab dengan tema “Anti Aging” bersama Damar Aisyah dan teman-teman narablog Joeragan Artikel minggu ke-1.

Bandung, 5 Maret 2018

signature haniwidiatmoko

29 pemikiran pada “5 Tips Anti Aging Agar Merasa Cantik Sepanjang Masa”

  1. Setuju Bunda, menjadi tua itu keniscayaan. Gak bisa ditolak. Yang penting banyakon bersyukur sama merawat diri. Kalo aku sih lagi rajin pakek masker aja. Dulu pernah pake krim age defying gitu tapi gak rajkn dan akhirnya mandeg. Hehe… skrg cuma maskersn seminggu 2-3 kali, sama pake air mawar.

  2. Dari dulu aku kalau habis wudhu nggak handukan juga. Alasannya karena ya seger aja, nggak tahu kalau ternyata banyak juga yang melakukannya dan berpotensi menjaga kelembaban kulit. Baidewei aku galfok sama skincare-mu MBak. Mantul bingit, hehehehe

    • Bagus itu. Murmer deh. Sayang, tomat saya kurang cocok u maskeran. Jadi perih, mungkin asam tomatnya? Kalau alpuket masih bisa.
      Tapi, keduanya enak dimakan aja sih. Hehe…

  3. Eh kayanya aku tau nih apa penyebab komedoku, kayanya karena aku sering bedakan deh. Oke noted, jadi cukup tabir surya dan bb cream aja yes mba… selain tentunya pola hidup sehat dan berpikir positif. Karena bahagia tanpa syarat itu koentji!

    • Iya. Sepertinya menjaga kelembaban wajah deh.
      Merasa segar juga sih. Sekarang kan dijual tuh semprotan wajah, supaya lembap terus. Yawda, wudhu saja…

  4. Belum bun, aku belum memakain produk anti aging karna masih 20an wahaha. Engga gitu juga deng, aku masih setia pake produk skin care dari LBC (London Beauty Center) bun hanya pakai krim pagi dan krim malam serta sunscreen. Tips dari bunda yang aku sering aplikasikan yang aer wudhu memang ak ga pernah dikeringkan. Sunnah juga bukan

    • Waah keren. Sejak usia 20an udah merawat wajah. Benernya engga sulit kan, kalau udah biasa. Lagian engga neko², cuma 3 langkah saja.
      Makasih sudah mampir…

  5. Salfok sama produk yang dipakai Mbak Hani…kita yang sama cuma lipstiknya hahaha

    Oh ya, kalau perawatan yang dasar saja sih, …
    karena lebih banyak bikin sendiri. Misal lagi ada tomat, ya oles-oles jadi masker. Pas punya lemon juga gitu..Pokoknya yang lagi ada di dapur

    • Iya enak kalau, maskeran pakai yg ada di rumah. Lebih afdol lagi, kitanya pun sambil tiduran, mata dikompres timun. Adeeem.
      Eh…tapi kepikiran, belum nulis. Haha…trus bangun deh…

  6. Kayak resepnya nenekku, kita dilarang menghapus air wudhu dan dibiarkan kering sendiri. Kalau yg air teh diendapkan semalam, itu pengen nyoba ah. Soalnya di rumah sering ada sisa-sisa teh. Daripada dibuang begitu saja kan mubasir….

  7. Wah, sama nih. Saya pas remaja dulu juga berjerawat. Alhasil, selalu rutin membersihkan wajah dengan milk cleanser, toner, dan saat mandi memakai facial foam. Oakai masker juga. Sekarang bekas jerawatnya masih ada juga.

    Perawatan wajahnya saya tambah seiring masuk kepala 3. Mulai pakai krim malam yg ada serumnya. Pelembabnya nih yg masih sering gonta-ganti. Yg mengandung anti aging sih yg dari Loreal, tapi ini lengket di kulit, sih. Saya selingi dengan pelembab dari Safi. Kepikiran sih mau nyoba anti aging Wardah. Secara bedak saya Wardah.

    Betul, bund. Berpikir positif dan selalu bersyukur akan menjadikan kita senantiasa merasa syantiik 🙂

    • Saya cocok tuh pakai anti aging Wardah. Apa ya namanya, Re-… (lupa). Pernah dapet menang Giveaway. Pagi² kulit terasa kenyal. Trus habis, belum beli lagi. Wkwkwk…

Tinggalkan komentar

Site Protection is enabled by using WP Site Protector from Exattosoft.com