Pengalaman Naik Kapal Phinisi Jelajah Taman Nasional Komodo

Halo teman-teman, masih lanjut ya kisah perjalanan saya bersama teman-teman di pulau Flores. Kami telah menyelesaikan perjalan darat hari terakhir kami dan tiba di hotel Luwansa di Labuan Bajo selepas magrib. Kami hanya semalam di sini, besok pagi-pagi selepas sarapan akan menuju pelabuhan di Labuan Bajo dan melanjutkan wisata 2D1N (dua hari satu malam) dengan naik kapal phinisi jelajah Taman Nasional Komodo.

Baca perjalanan darat hari keempat kami: 5 Obyek Wisata Antara Ruteng dan Labuan Bajo

Kapal Phinisi Marco Polo

Sejak awal memang kami niat untuk menyewa kapal phinisi berkapasitas 20 orang ini. Itu sebabnya kami memang membatasi jumlah peserta, ber-21.
Kapal phinisi bernama Marco Polo ini harga sewanya dibagi saja dengan seluruh peserta, baik yang ikut full 2D1N, maupun yang setengah hari. Kapan lagi coba, umur udah segini mosok belum pun pernah naik kapal phinisi.

kapal phinisi
Latar belakang kapal phinisi Marco Polo siap sandar di pelabuhan Labuan Bajo
kapal phinisi
Teman-teman sibuk jelajah di dalam kapal. Semuanya ada 5 kamar @ 4 orang.

Kapal phinisi terbuat dari kayu ini terdiri dari dua lantai mempunyai kapasitas 5 kamar @ 4 orang. Tiap kamar dilengkapi AC. Belakangan, dalam perjalanannya, AC dan lampu sering mati karena daya listrik dari generator rupanya tak cukup kuat. Kalau sudah begitu kami akan keluar kamar, duduk-duduk di dek menikmati desiran angin laut.

Lantai dasar ada haluan, kamar awak kapal, kamar tidur di kanan-kiri, kamar mandi, ruang mesin, dan dapur. Sedangkan di lantai atas, ruang kemudi, kamar tidur di kanan-kiri, kamar mandi, ruang makan di buritan. Di belakang kapal ada tangga langsung dari dapur menuju ruang makan. Di bagian belakang dan di atas kapal, ada dua reservoir air tawar kapasitas @ 1000 liter. Tadinya saya kira, air untuk menyiram WC memakai air laut saja, ternyata juga memakai air tawar dari reservoir. Sayang sekali menurut saya, menyiram WC kan tidak perlu air tawar.
Ternyata sistem pompanya lebih sulit bila memakai 2 sumber air, air dari drum oren itu atau air langsung dari laut.

kapal phinisi
Nakhoda kapal (lupa tanya namanya).
Kapal phinisi dilengkapi dengan peralatan canggih membaca arus bawah laut.
Waktu itu kapal sempat terbawa arus hampir ke perairan Sumbawa

Itinerary 2D1N naik kapal phinisi adalah sebagai berikut:

Day 1: Labuan Bajo – Pulau Rinca – Pantai Pink – Pulau Komodo (L/D)

Teman-teman enaknya mengatur perjalanan sendiri adalah kita bisa menyesuaikan dengan kondisi grup Mama-mama yang semua lansia ini. Ooopss…

kapal phinisi
Awak kapal menjelaskan kemungkinkan kami ke pulau Padar melihat sunrise

Kami tuh maunya ke Taman Nasional Komodo kan melihat komodo ya. Nah, kata awak kapal phinisi, komodo paling banyak ada di pulau Rinca. Kemudian kami ke Pantai Pink, lalu lanjut sore hari ke pulau Komodo.

Day 2: Pulau Padar – Pulau Manta – Pulau Kanawa – Labuan Bajo (B/L)

Teman-teman yang mempunyai lembar uang kertas limapuluh ribuan, di baliknya ada gambar pulau Padar. Nah, kami akan ke sana. Tadinya awak kapal insist, kami ke pulau Padar sore untuk melihat sunset. Tapi Mama-mama ini maunya melihat sunrise. Yakali, Mama-mama yang pikirannya panjang, kalau sunset, kan kembali ke kapalnya gelap. Takutnya kami ini terpeleset, gimana coba. Pokoknya gimana caranya, kami harus melihat sunrise, deh.

Nah, gimana kisah selanjutnya. Baiknya saya tulis di artikel terpisah saya ya.

Mampir ke sini lanjutannya: Pengalaman Mudahnya Mengatur Sendiri Liburan Ke Labuan Bajo

Bandung, 17 Juni 2019

22 pemikiran pada “Pengalaman Naik Kapal Phinisi Jelajah Taman Nasional Komodo”

  1. Namanya membuatku teringat iklan komersil salah satu produk rokok 😀

    Waaa aku juga pengen sih live on boat kayak gini, kayak gimana gitu ya tidur di tengah ambang-ambang laut. Sayangnya sekarang tiket pesawat domestik lagi mahal 🙁

    • Jujur siih engga bisa tidur pules. Mungkin belum biasa. Ombang-ambing gitu semaleman. Hihi…
      Tapi memandang langit bulan penuh itu stunning deh…Yg muda² mah nyanyi gitaran di dek kapal. Seru lah…

  2. Waw…ibu2 perkasa ngetrip dengan destinasi wisata yang keren dan transportasinya oke bingits. AKu belooom pernah beginian hehehehe. Enak ya kalo jalan2 paketan, jadi dapet semua deh. Lebih asik lagi kalau teman2 seperjalanannya juga sehati. Mau ah ke Labuan Bajo naik kapan phinisi juga dll hhhmmm 😀

    • Kayaknya kalau orangnya dikit bisa lebih lama. Ini berhub 20 orang, jatah air dan ransum terbatas uy. Apalagi air bersih, untuk minum juga untuk mandi dan siram WC. Sayang ya teknologinya belum sustainable…

    • Wah iyaya…sepertinya hrs cari info. Pernah baca komik ttg Labuan Bajo. Ilustratornya (perempuan) jalan berdua teman sih (perempuan juga). Malah backpackeran dari Bima, nyebrang ke Labuan Bajo.

  3. Mantap sekali Bu, kontras dan bikin semangat melihat laut dengan pakaian yang dikenakan traveller begitu berwarna warni.
    Suatu saat semoga keluarga kami bisa menikmati pemandangan serta keseruan seperti yang Ibu alami
    Amin.

  4. Salut akutuh sama mama mama yang masih semangat travelling apalagi bisa nyobain live on boat gini hihi …

    Seru banget yaa bun, semoga saya ada kesempatan nyobain hehe

Tinggalkan komentar

Site Protection is enabled by using WP Site Protector from Exattosoft.com