Spot Instagramable di Tanah 1000 Bukit Sumba

  • Whatsapp
bukit sumba

Halo teman-teman, jumpa lagi dengan kisah perjalanan saya selama di Sumba, yang terkenal dengan julukan Tanah 1000 Bukit. Tempat wisata memang sering mendapat julukan sesuai dengan karakter daerahnya. Seperti, Lombok dengan sebutan Pulau 1000 Masjid, Singkawang dengan sebutan Kota 1000 Kelenteng. Nah, Sumba dengan Tanah 1000 Bukit, karena karakter geologinya berbukit-bukit. Sebelum lanjut membaca kisah saya, silakan mampir dulu ke kisah ini: Rindu Sumba? Pergilah Ke Sana Selagi Muda!

Teman-teman sering banget kan ya membaca tempat wisata yang khusus dibangun agar tampil kece di Instagram kita. Jadi obyek wisatanya disebut Wisata Instagramable. Saya pribadi sih lebih suka wisata ya jalan-jalan ke mana gitu. Ke tempat yang jauh, ke kota yang belum pernah dikunjungi, ke obyek wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, dan banyak lagi. Perkara akan jadi obyek yang instagramable, kan pinter-pinternya kita memotret bukan?

Muat Lebih

Teman-teman, boleh nih mampir juga ke artikel ini: 7 Tips Menggunakan Kamera Smartphone Lebih Optimal

Seperti yang saya ceritakan di artikel sebelumnya tentang wisata ke pulau Sumba, titik kumpul kami adalah di Barat pulau Sumba. Kami menginap 2 malam, kemudian melanjutkan perjalanan ke Timur melalui darat, dan menginap 2 malam juga.

Begitu mendarat kami diantar oleh mobil sewaan untuk makan siang terlebih dahulu Rumah Makan Richard tak jauh dari Bandara Tambolaka. Di restoran telah ditata meja untuk 14 orang dan untuk guide. Rencananya kami ber-18, menyewa 3 Innova. Driver merangkap guide bernama Jhonny, Phillus dan Heri. Siang hari itu lauknya sup ikan, telur ceplok, ayam goreng tepung, ikan balado, mihun, dan sayur bunga pepaya.

Selepas makan siang, kami menuju Rumah Budaya Sumba, mampir sejenak berkunjung ke Museum dan foto-foto lokasi. Saya pun menyempatkan menengok ke toko suvenir membeli sepaket kartu pos. Isinya 6 lembar kartu pos bergambar obyek wisata setempat yang ternyata dicetak oleh Tidar. Tidar itu percetakan yang ada di Bandung.

Selanjutnya kami menuju ke Bukit Lendongara.

1 – Bukit Lendongara, Sumba Barat Daya

Bukit Lendongara terletak di Desa Karuni, Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya. Bila melihat peta, kira-kira 15 menit dari Bandara Tambolaka. Jalan menuju Bukit Lendongara hanya bisa dilalui satu kendaraan sedang, sehingga saat berpapasan dengan mobil lain harus mencari area yang pas untuk menepi. Waktu itu kami menyambangi pulau Sumba di bulan Juni, sehingga hamparan rumput savana ada yang masih berwarna hijau, ada pulau yang sudah mulai menguning. Beginilah keunikan padang savana, akan berubah warna sesuai musim. Bila musim hujan akan berwarna hijau segar, dan kuning meranggas di musim kemarau.

spot instagramable

Melihat rumput di kejauhan semu hijau kuning seperti itu, kan kesannya ingin berlarian dan guling-gulingan ya. Wait, jangan berkhayal terlalu jauh lah. Ini ada keluarga kerbau melintas. So pasti mereka bukan hanya meninggalkan jejak tetapi berikut ranjau-ranjaunya. Ada yang kering ada yang fresh. Watch your step aja gaes…

permisi…ada yang mau lewat…

2 – Bukit Wairinding, Sumba Timur

Tujuan berikutnya yang kami sambangi adalah Bukit Wairinding di Sumba Timur. Untuk itu kami melakukan perjalanan darat dari Barat ke Timur menembus hutan dan istirahat sejenak untuk makan siang. Wisata di pulau Sumba memang semi petualang, beberapa obyek wisata dan jalan menuju tempat wisata masih sepi. Walaupun demikian disarankan sih pergi beramai-ramai demi keamanan dan keselamatan. Begitu sepinya hutan, sampai kami ini bisa berwevie-ria berbagai pose tanpa ada kendaraan lain yang melintas.

bukit sumba
bergaya dulu di tengah jalan di hutan

Bukit Wairinding terletak di Desa Pambotanjara, Waingapu, Sumba Timur. Penanda atau signage menuju ke tempat wisata amat minim. Hanya driver setempat yang tahu di mana tepatnya kami harus parkir. Setelah turun dari mobil, kami harus naik ke atas sedikit melalui tangga batu kapur yang dibuat seadanya. Penanda “Selamat Datang di Bukit Wairinding” pun dibuat jauh dari sentuhan estetika.

signage Selamat Datang di Bukit Wairinding
kuda sumba @bukit wairinding
sandalwood pony @bukit wairinding

Kami sampai di Bukit Wairinding sore hari. Kebetulan ada beberapa kuda Sumba yang dilepas merumput dengan bebas, sehingga bisa menambah keindahan foto. Lokasi bukit menghadap ke Barat, jadi bagus sebetulnya kalau ingin menunggu hingga sunset di sini. Waktu itu grup terbagi dua, ada yang ingin menunggu hingga sunset, ada yang ingin melanjutkan perjalanan saja ke kota Waingapu. Maaf, ya teman-teman, saya termasuk yang melanjutkan perjalanan, karena tidak tahan angin bukit. Dingiiin boo…

View this post on Instagram

Sunset di bukit Wairinding, Waingapu NTT

A post shared by Idayanti Palgunadi (@idayanti_palgunadi) on

sunset caption IG @idayanti_palgunadi, teman seperjalanan

3 – Bukit Tanarara, Sumba Timur

Sama halnya dengan bukit-bukit sebelumnya, hanya driver lokal yang hafal kapan harus berbelok menuju lokasi yang pas untuk menikmati gurat-gurat geologinya. Konon katanya, guratan bukit Tanarara mirip Grand Canyon di Amerika Serikat sana. Entah ya, saya belum pernah ke sana juga.

Driver merangkap guide yang mengantar kami bernama Theophillus, lebih suka dipanggil Pilus saja. Beruntungnya kami, Bang Pilus mempunyai feeling yang oke untuk memotret kami. Sebelum berhenti di sebuah area, diamati dulu arah matahari sore. Kan tidak mau juga foto-foto kami backlight semua. Kala memotret kami pun tak segan-segan untuk jongkok, membungkuk dan berbagai posisi untuk mendapatkan photo shot terbaik.

Bukit Tanarara terletak di Desa Maubokul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Menurut warga lokal tanarara artinya tanah merah. Areanya memang luas membentang, di beberapa tempat di puncak ada jalan setapak terbuat dari kapur. Sepertinya berfungsi sebagai jalur sirkulasi dari bukit ke bukit.

Bila diperhatikan tanah perbukitan merupakan batu kapur yang porous. Itu sebabnya menurut Bang Pilus, bukit-bukit di pulau Sumba itu menyimpan air di bawah permukaannya.

spot instagramable @bukit tanarara
caption dari IG @mitanovitawaty, teman semobil.
Tenun Sumba is a must kalau mau dapet foto IG yang kece.
spot instagramable lainnya @bukit tanarara.
Thanks to Bang Pilus, yang hafal banget mana spot-spot untuk berfoto.
Keren semua lah …

4 – Bukit Tanau, Sumba Timur

Hari kelima merupakan hari terakhir kami berwisata di pulau Sumba. Masih ada beberapa obyek wisata yang akan kami sambangi sebelum kami pulang ke daerah masing-masing. Salah satunya adalah menikmati sunrise di Bukit Tanau.

Kami berkumpul di lobby hotel selepas sholat subuh pukul 04:30, dan menunggu driver menjemput untuk mengantar ke lokasi. Seingat saya hari masih gelap dan perjalanan memakan waktu kira-kira 20 menit, lumayan menempuh jalan berkelok-kelok. Dalam perjalanan pulang ke hotel, setelah hari terang ternyata kami tadi melalui jalan sempit menembus hamparan sawah.

Bukit Tanau terletak di Desa Tanau, Kabupaten Sumba Timur, tak jauh dari kota Waingapu. Menurut driver, tanau artinya tanah tak diurus. Kalau logat setempat terdengar pengucapannya seperti t.e.n.a.u.

sunrise @bukit tanau
full team, aki-nini jalan-jalan @sumba

5 – Bukit Persaudaraan, Sumba Timur

Bukit Persaudaraan merupakan bukit terakhir yang kami sambangi hanya 30 menit sebelum kami ke bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu. Last moment banget lah sebelum kami pulang. Jadi berfoto-ria di sini pun secepat kilat saja.

Letaknya di Desa Mauliru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur. Panorama di sini berbeda lagi dengan bukit-bukit lain yang kami kunjungi sebelumnya. Jalan menuju ke atas bukit beberapa penggal masih berbatu. Begitu sampai ke atas, pemandangan sawah nan subur membentang nampak di kaki langit. Saya sempat mencek ke peta Google, ternyata sungai Kambaniru yang bermuara di dekat kota Waingapu lah yang mengairi sawah-sawah tersebut. Beberapa hari sebelumnya, kami sempat juga mampir ke Bendungan Kambaniru. Kapan-kapan saya tuliskan juga tentang bendungan ini ya …

Nah, teman-teman itulah lima bukit yang sempat kami kunjungi ketika berwisata ke pulau Sumba. Masih ada bukit-bukit lain yang suatu hari nanti saya ingin kunjungi juga. Sepertinya sih mirip-mirip ya. Setelah saya kunjungi, saya jadi memperhatikan detail setiap bukit, bahwa ternyata tiap bukit karakternya beda satu sama lain.

Jadi, tunggu apa lagi …

Bandung, 28 Agustus 2019

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

40 Komentar

  1. MasyaAllah.. kece banget Bukit Wairinding, aku suka banget ke tempat yang ada hewannya hihi. NTT juga termasuk wishlist traveling aku nih. Mudah-mudahan bisa kesampean ke sana 😀

    1. Iya. Kebetulan beberapa spot kami sampai sore hari. Jadi sinar matahari cahayanya agak kuning, dan ada bayang-bayang. Unik sih, dibanding matahari tepat jam 12…

  2. Indah banget ya Bu Sumba. Banyak tempat instagrammable. Kalau lihat bukit bukit hijau gitu kok malah keinginan bukit bukit di Teletubbies ya. Hehehehe…

    Sepertinya asyik banget ya lihat kuda kuda liar di rumput gitu. Kayak di film film.

    1. Kalau siang hari jarang ada kuda. Katanya kalau panas, mereka berendam ke sungai. Karena sore hari mereka muncul lagi deh…Belum tahu kalau pagi hari nih…

  3. Seru banget bisa jalan-jalan ke Sumba. Keren, ya, viewnya. Traveling ke Sumba barengan, ya, Mbak. Saya juga pengen, nih,berkunjung ke Sumba pas lihat tulisan Mbak Hani.

  4. Seru banget bisa jalan-jalan ke Sumba. Keren, ya, viewnya. Traveling ke Sumba barengan, ya, Mbak. Saya juga pengen, nih,berkunjung ke Sumba pas lihat tulisan Mbak Hani.

    1. Iya barengan, seru kalau ramai-ramai. Kami ber-18, jadi menyewa 3 mobil. Cukuplah tidak terlalu banyak. Viewnya memang luar biasa. Nanti kapan-kapan saya cerita pantai dan lautnya ya…

  5. Indah banget Bukit Wairinding ini. Btw, aku setuju sama mbak Hani. Justru dengan berwisata ke mana gitu kita bisa memotret dan menghasilkan foto yang ekren. ga mesti ke spot2 instagrammable ya yang instant udah jadi tinggal cekrek hehehe. Oh ya, kuda Sumba ini kelihatan gagah ya. Dibiarkan begitu aja ya oleh pemiliknya? Atau ada juga kuda liarnya? Pengen naik kuda Sumba 😀

  6. Sumba oh Sumba. Salah satu destinasi wisata yang paling banyak berseliweran di IG, dan juga paling dikangenin sama temen-temen IG. Karena memang sebagus itu!

    Pemandangannya yang identik dengan rerumputan kering menjadi penarik hati bagi penyuka alam, termasuk saya. Hmm, tapi belum berkesempatan ke sini. Semoga secepatnya hehe. Terimakasih sudah berbagi cerita mbak 😀

  7. Bagus banget bukit-bukitnya, mbaaakkk! Kayak di New Zealand dan negeri dongeng. Pas ke Dieng minggu lalu, driver-ku juga punya selera dan keterampilan fotografi yang ciamik. Angle-nya, tekniknya, cakeeeppp. Padahal cuma pake hape. Seneng banget ya kalo dapet driver atau tour guide yang jago foto 😀

    Setuju banget dengan konsep wisata Instagrammable. Aku nggak suka dengan tempat wisata artifisial kayak tulisan warna-warni, unicorn di tepi tebing, museum yang cuma buat foto-foto doang, dsb. Makanya aku bosen sama wisata Bandung hehe.

  8. Sumba penuh dengan bukit2 indah …, keren banget ya mbak
    berharap bisa ke Sumba suatu saat, tapi ini bukitnya ramha lansia kan mbak he.. he..
    lutut ini suka nggak bisa diajak kompromi masalahnya

  9. Kalau anak kecil lihat, bisa-bisa bukit-bukit ini dibilang bukit Teletubbies hehehe. Kalau spot instagramable ini saya suka banget, Mbak. Mahakarya Allah SWT memang gak ada yang bisa menandingi, deh. Saya kurang suka dengan spot instagramable yang buatan gitu

  10. Luar biasa foto-fotonya
    Oh iya, kalau di NTT, Bunga Pepaya itu sepertinya makanan wajib. Kalau saudara sedang kumpul di rumah, Bunga Pepaya pasti harus ada.

    Semoga alamnya tetap terjaga ya, jadi yang belum ke sini bia melihat view yang sama 🙂

  11. Ini bagus banget pemandangannya dan kayak di negeri dongeng ya mbak. Saya belum pernah kesana dan menikmati keindahan Sumba salah satunya dari film Marlina Si Pembunuh dalam 3 Babak. Bener-bener keren Indonesia punya sumber daya alam seindah ini. Sayangnya ya, tiket pesawat ke Sumba itu lumayan mahal kalau dibandingkan ke beberapa negara asia tenggara lainnya yang membuat orang kalau travelling lebih milih kesana.

  12. MasyaAllah bunda, bagus dan inda pisan atuh. Mupeng pisan ingin segera travelling dan explore sumba. Kalau untuk perjalanan kesananya bagaimana bun? Dan yang gak kalah ketinggalan untuk foto di sumba ya kain tenunnya ya bun, jadi ciri khas banget

  13. Masya Allah indah sekali..kayak dunia mimpi ya..ngga perlu pemandangan buatan, properti ini itu, udah cantik dari sananya kalau Sumba, udah Instagramable asliiii

  14. Masya Allah indah sekali..kayak dunia mimpi ya..ngga perlu pemandangan buatan, properti ini itu, udah cantik dari sananya kalau Sumba, udah Instagramable asli tanpa editan..

  15. Masya Allah ini keren banget ya, Bun. Foto bukit Tenau juga itu cantik sekali. Lihat foto bukit yang pertama, ngingetin juga sama bukit Rimpi di Tanah Laut Kalsel.

  16. Kerennnnnnn, mau ke sana juga, hahaha. Ya ampun, Aki Nini idolaku mainnya jauh pisan euy. Fix, cita-cita menua dengan bahagia dan banyak jalan-jalan sama Pak Bas, wkwkwk.

  17. Aku protes kalau dibilang Sumba mirip Grand Canyon..karena cantikan iniiii hihi
    Sumba ada ijo-ijonya, latar kuda merumput dimana-mana..
    Kalau Grand Canyon..bebatuan, coklat kemerahan, kecoklatan dan ada yang kehitaman.
    Pokoknya keren Sumba dah!

  18. Masya Allah, cantiiik. Bener-bener kawasan 1000 bukit ini mah. Suka dengan view-nya dan emang instagrammable banget. Terutama yang foto sunset ada kudanya itu. Baguuus.
    Bikin saya yang (mengaku) muda pengen banget ke sana. Kapan, ya? Hehe

  19. MasyaAllah indah banget mbak. Spot-spotnya instagramable deh. Jadi pengen ke sana juga nih. Aku paling suka suasana ijo-ijo gitu. Bikin mata ijo juga sih. Hahaha

    1. Makasih mb Nanik. Kisah perjalanan bagaimana sampai ke Sumba ada sih, di artikel sebelumnya tentang Sumba.
      Kami dr Bandung, jadi ke Jkt dulu. Ada sih yg langsung dr Bandung, tapi 2X transit dan smp Sumba lebih sore.

    1. Dimana-mana kalau sun set ataupun sun rise aku suka aja sih. Itu foto dari IG temenku, dia yg stay u dapetin caption kece. Aku engga ikut, anginnya dingiiin…
      Hayu nabung ke Sumba, mumpung masih muda…hehe…