Mengenali Gangguan Vestibular Pada Anak

  • Whatsapp
vestibular

Hai teman-teman bertemu lagi dengan pembahasan artikel saya tentang tumbuh kembang anak, khususnya anak dengan SPD (sensory processing disorder).

Saya menuliskan beberapa artikel tentang Bara.

Muat Lebih

Baca ke sini ya: Membimbing Anak SPD (Sensory Processing Disorder)

Juga ke sini: Masih Ada Pilihan Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Nah, kali ini saya ingin menuliskan gangguan vestibular yang sering dialami juga pada anak-anak dengan masalah sensory.

Sistem Vestibular

Yuk, kita kenali terlebih dahulu, sistem vestibular itu apa.

Sistem vestibular adalah pengatur keseimbangan yang ada ditubuh seseorang. Secara sederhana, sistem vestibular adalah sebuah sistem yang mengatur tubuh agar mengenali orientasi dalam ruangan, kala sedang duduk-berdiri-tidur, dan lain sebagainya. Sistem ini menilai posisi tubuh berdasarkan gerak dan posisi tubuh.

Letak sistem vestibular ada di tulang temporal telinga, mencakup koklea dan berbagai reseptor di teling kita. Sistem ini bekerja tergantung informasi dari indera-indera lain dari tubuh kita. Misalnya informasi dari mata, telinga, perabaan dan otot pada tangan serta kaki.

Misalnya untuk posisi tubuh agar tegak, informasi dari indera-indera yang bersangkutan saling berkoordinasi sehingga kita dapat berposisi berdiri tegak. Sistem vestibular juga membantu kita memahami maju, mundur, melangkah ke kanan-kiri, walaupun dalam kondisi mata terpejam.

Sistem vestibular berfungsi menjaga keseimbangan, koordinasi, serta mengontrol pergerakan tubuh. Gangguan vestibular menyebabkan seseorang anak akan mudah jatuh, kurang kokoh dan terlihat sempoyongan.

Gangguan Vestibular Pada Anak

Anak-anak dengan sistem vestibular yang berkembang baik bisa bergerak terkontrol dan percaya diri. Mereka berlari, melompat, memanjat, berjingkrak-jingkrak, karena otak mereka faham dengan kondisi tubuh dan ruang sekitarnya.

Berbeda dengan anak-anak dengan gangguan sistem vestibular. Mereka kesulitan merasakan keruangan dan kurang percaya diri ketika bergerak. Hal ini disebabkan otak kurang menerima informasi dari syaraf sensorik mereka.

Gangguan sistem vestibular pada anak gejalanya berbeda-beda. Bila sistem vestibular kurang peka, maka anak menjadi hiperaktif dan tidak bisa diam. Sedangkan bagi anak yang terlalu sensitif sistem vestibularnya, membuat anak ragu-ragu untuk bergerak.

Ada dua tipe gangguan sistem vestibular.

1 – Anak-anak yang Hypersensitive (terlalu peka)

Anak-anak hipersensitif kurang bisa mengontrol gerakan. Gejalanya antara lain:

  • Takut beberapa jenis peralatan bermain
  • Tidak suka dalam posisi terbalik (kepala di bawah, badan di atas)
  • Sikap tubuh canggung dan tidak terkoordinasi
  • Otot-otot tubuh cenderung lemas
  • Seringkali bergerak lambat dan hati-hati
  • Ketika bayi, tidak suka diletakkan di punggung atau perut
  • Posisi tubuh sering membungkuk, memegang kepala dengan tangan

2 – Anak-anak yang Hyposensitive (kurang peka)

Anak-anak yang kurang peka justru sebaliknya. Mereka dapat mentolerir banyak gerakan sebelum otak mereka mencatat bahwa tubuh mereka bergerak. Akibatnya mereka cenderung ceroboh dan kurang terkontrol gerakannya. Beberapa gejalanya antara lain:

  • Gelisah
  • Perilaku impulsif (melompat, berlari, dan memanjat)
  • Sering melakukan gerakan konstan (goyang-goyang, berputar)
  • Berlari kemana-mana
  • Lebih suka posisi tubuh terbalik
  • Tampak tidak pernah lelah atau merasa pusing karena sering berputar

Pada beberara kasus, gangguan vestibular ini bisa hilang sendiri seiring bertambahnya usia. Tetapi pada beberapa anak harus diimbangi dengan terapi agar tumbuh kembangnya seimbang.

Latihan Keseimbangan

balok keseimbangan

Jika kita sebagai orang tua merasa bahwa anak mengalami SPD (sensory processing disorder) dan gangguan pemrosesan vestibular, penting bagi untuk konsultasi dengan dokter tumbuh kembang.

Selain itu kita juga dapat melatih beberapa gerakan sederhana yang dapat dilakukan sendiri di rumah.

Beberapa kegiatan meliputi:

sensory swing
gymnastic ball
  • Duduk bergoyang-goyang di kursi goyang
  • Menari
  • Berjalan tanpa alas kaki di permukaan yang tidak rata seperti rumput atau pasir
  • Bermain ayunan di ayunan sensorik
  • Jumping Jack, yaitu gerakan melompat tangan direntang ke atas dan ke samping, bergantian dengan membuka kaki dan menutup kaki.
  • Bergantung terbalik dari sofa, dari pangkuan kita, atau dari jarring-jaring
  • Berdiri atau berjalan pada balok keseimbangan, trotoar, atau dinding yang rendah
  • Memanjat peralatan bermain
  • Merangkak
  • Lompat tali
  • Bermain bola gimnastik (gymnastic ball)
latihan jumping jack

Perlu diingat bahwa kebutuhan anak dapat berubah dari hari ke hari, dan mereka tidak boleh dipaksa untuk selalu berlatih. Jika anak sedang tidak mood, alihkan perhatiannya, cobalah kesempatan lain dengan lebih santai.

Selamat berlatih.

Sumber:

Intisari.grid

inyardproducts.com/blogs/blog/spd-vestibular-system

Bandung, 13 November 2019

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar